
Willy pulang kerumah dengan raut wajah yang sangat jelek, wajahnya terlihat sangat pucat!
“Willy, apa yang terjadi? Kenapa raut wajahmu jelek sekali!”
Tiara yang melihat Willy bertanya dengan cemas.
“Jangan tanyakan lagi!” Willy tidak tahu bagaimana dia harus menjelaskan masalah ini kepada Tiara, dia mengibaskan tangannya : “Kamu perhatikan bajingan itu, dan jangan biarkan dia keluar, kalau saya sampai mendapati dia berani mencari perkara dengan Aron, saya akan mematahkan kakinya!”
Setelah selesai berkata, Willy kembali ke kamarnya dan berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama namun tetap tidak bisa tenang!
Tiara yang termenung lalu berjalan ke lantai dua dan memperingatkan Brad tentang hal yang disampaikan oleh Willy, kalau tidak Willy benar-benar bisa mematahkan kakinya.
Sedangkan Brad yang berada di kamarnya di lantai dua sedang menelpon!
Setelah pergelangan tangannya dipatahkan oleh Aron, dia malah berani datang untuk mengadu, hal ini membuat Brad sangat jengkel!
“Tuan Muda Brad, apa yang membuatmu ingat untuk menelponku? Ini tidak seperti kamu yang biasanya…”
Suara dibalik telepon terdengar sedang mempermainkannya!
“Erick, jangan menyindirku, sekarang kita seharusnya bekerja sama dan melawan bersama!”
Brad berkata dengan marah.
“Apa maksudmu?” tanya Erick!
“Nuri ternyata sudah mempunyai pacar, yang ternyata seorang Pria Miskin, benar-benar membuatku jengkel!”
Brad menggertakkan giginya dengan keras hingga mengeluarkan suara!
“Apa?” nada bicara Erick tiba-tiba meninggi : “Nuri berpacaran dengan seorang Pria Miskin? Apa dia sudah gila? Dia tidak mau memilih diantara kita berdua, dan malah memilih seorang Pria tidak punya masa depan? Hanya saja, di kota Sanur ini apa ada orang yang berani merebut wanitamu? Kenapa kamu tidak menghubungi seseorang untuk menghabisinya saja!”
“Jangan dibahas lagi, bocah itu punya keahlian bela diri, pergelangan tanganku saja dipatahkan olehnya, dan sekarang ayahku yang kolot ini malah mengurungku didalam rumah, tidak membiarkanku keluar untuk balas dendam, hanya saja saya sudah tidak bisa menahan emosiku makanya saya menghubungimu!”
Brad menjelaskan.
“Hahaha, Tuan Muda Brad, kita berdua ini rival dalam urusan percintaan, kenapa saya harus membantumu, apa kamu lupa di Kota Sanur ini kamu selalu menggertakku dengan statusmu sebagai putra dari orang nomor satu di kota Sanur?”
“Erick, saya tidak akan membuatmu membantuku tanpa benefit, asalkan kamu bisa menghabisi bocah itu, Nuri akan menjadi milikmu, saya tidak akan merebutnya, lalu mengenai Keluarga Wisono yang ingin membuka cabang di Kota Sanur, saya juga akan memikirkan caranya!”
Cahaya dingin melintas di mata Brad, kali ini dia tidak bisa membiarkan Aron begitu saja, dia tidak akan bisa tidur dengan tenang sebelum membalaskan dendamnya ini!
“Benarkah?” Erick tergerak!
“Tentu saja, kamu boleh merekam pembicaraan kita ini!”
Brad berkata dengan pasti!
“Baiklah kalau begitu, kirimkan saja informasi tentang bocah itu padaku, berani merebut wanitaku, saya,Erick akan membuatnya lebih memilih mati dibandingkan tetap hidup…..”
Erick berkata dengan keji lalu menutup teleponnya!
Erick adalah seorang Tuan Muda dari Keluarga Wisono di Kota taka, dia, Nuri dan Brad adalah teman satu sekolah, dan keduanya sama-sama menyukai Nuri saat di sekolah dulu, hanya saja Nuri tidak tertarik pada dua playboy itu!
Setelah tamat, Brad mengandalkan keuntungannya yang tinggal di satu kota yang sama dengan Nuri dan mengejarnya dengan terang-terangan, sedangkan Erick juga sering datang ke Kota Sanur, hanya saja dia tidak bisa menang melawan Brad dan diusir oleh Brad.
Kali ini Brad meminta bantuan Erick karena Willy tidak memiliki kewenangan untuk mengurus Kota Taka, karena itu dia tidak akan terlalu memperhatikan orang yang datang dari kota Taka, sedangkan kalau Brad langsung berhadapan dengan Aron, maka tidak perlu waktu lama bagi Willy untuk mengetahuinya!
Dan setelah Erick lulus dia juga menjalani wajib militer, kemampuannya juga lumayan dan sepertinya tidak akan bermasalah dalam melawan Aron!
Saat telepon baru dimatikan, Tiara membuka pintu dan melangkah masuk!
“Putraku, apakah tanganmu masih sakit?”
Tiara menatap pergelangan tangan Brad yang diperban dengan sakit hati.
“Bukan urusanmu, biarkan saja saya kesakitan hingga mati, saya saja mencurigai kalau saya ini bukan anak kandung kalian, pergelangan tanganku dipatahkan oleh orang dan saya malah harus merendah dan meminta maaf padanya, benar-benar mengesalkan!”
Brad yang melihat Tiara langsung memalingkan wajahnya.