ARON

ARON
Di Ajak Adik Ipar Salah paham



Lina sekarang khawatir kalau Evan akan berbicara sembarangan di luar dan mengatakan kalau Aron adalah pacarnya, kalau itu sampai terdengar oleh Nuri, bagaimana dia harus menghadapi Nuri, memalukan sekali!


“Tidak perlu mengembalikannya, seratus juta itu anggap saja sebagai biaya tinggal dan makanku disini, saya tidak akan tinggal dan makan gratis di rumahmu!”


Aron berkata lalu mengambil sebuah apel dan menggigitnya!


“Kamu masih berencana tinggal di rumahku?” Lina melirik Aron dan berkata : “Tadi saya dan Ketua Detasemen sudah berdiskusi, sementara ini kami tidak akan menyerahkanmu kepada Keluarga Rangga, hanya saja saat ini Keluarga Rangga pasti sudah mencarimu kemana-mana, saya akan mencarikan sebuah hotel kecil untukmu lalu mencari kesempatan untuk memperkenalkanmu pada Lyla, dengan begitu kamu mungkin masih bisa selamat!”


Aron terdiam, melihat Lina yang berusaha memikirkan cara untuk menyelamatkannya membuat Aron merasa terharu!


“Saya rasa dengan kemampuan Keluarga Rangga, hotel terpencil mana pun akan bisa ditemukan oleh mereka, masih lebih aman tinggal disini!”


Aron berkata sambil tersenyum.


Lina menatap Aron dengan tatapan waspada : “Kamu bukan ingin melakukan sesuatu padaku kan? Saya beritahu, saya tidak akan pernah mengkhianati temanku sendiri, kalau kamu berani macam-macam padaku, saya akan memberitahu Nuri!”


Aron terlihat tak berdaya : “Kamu berpikir terlalu jauh, dihatiku hanya ada Nuri, jadi saya tidak akan berbuat macam-macam padamu, tenang saja!”


“Kalau begitu sementara ini kamu tidur saja di sofa!” Lina berkata lalu masuk ke kamarnya untuk berganti baju!


Di malam hari, Lina memasak dan makan bersama dengan Aron!


Dan pada saat itu, Evan datang!


“Kenapa lagi kamu kemari?” Lina melihat Evan dan mengernyitkan keningnya.


“Wangi sekali!” Evan melihat lauk yang ada di meja dan tidak segan-segan, dia langsung mengambil mangkuk dan sumpit lalu mulai makan, sambil makan dia berkata : “Kamu masih mengatakan hanya teman, kalau hanya teman apa kamu akan membuatkan dia makanan? Kalau teman biasa mana mungkin dia tidur disini malam ini?”


“Tutup mulut busukmu itu, saya dan Aron memang hanya teman biasa……”


Lina memelototi Evan!


Setelah makan Evan berkata pada Aron : “Kakak ipar, malam ini saya akan membawamu bersenang-senang, lalu memperkenalkanmu pada temanku, kedepannya kalau kamu mengalami masalah di Kota Taka, tinggal buka mulut saja!”


Aron baru ingin menjawab tapi Lina sudah berbicara dulu : “Tidak boleh, dia tidak boleh kemana pun!”


Evan menjulurkan lidahnya.


“Saya akan membunuhmu………..”


Lina kesal dan hendak memukul Evan tapi Evan malah bersembunyi dibalik tubuh Aron!


“Saya hanya keluar sebentar, tidak akan ada masalah!”


Aron tahu kalau Lina takut anggota Keluarga Rangga akan menemukannya!


Lina melihat Aron sendiri bersedia pergi, jadi dia tidak melarangnya lagi!


Setelah turun, Aron naik ke mobil Evan, sebuah BMW yang entah sudah bekas berapa orang tapi Evan masih mengemudikannya dengan bahagia!


Di tengah perjalanan, Evan menjemput seorang gadis, paha mulus dan ramping gadis itu terbuka dan pakaian nya sangat mempesona, dan riasannya juga sangat menggoda, dilihat saja sudah tahu kalau dia bukan gadis biasa!


Setelah gadis itu masuk ke dalam mobil, dia melihat Aron yang ada di kursi belakang dan mengangkat alisnya : “Kakak tampan, siapa namamu? Namaku Lily, apa kamu tertarik untuk mengenal lebih dalam?”


Lily berkata dan mengulurkan tangannya dan hendak mengelus wajah Aron, tapi Aron malah mengelak!


“Hahahaha, cukup pemalu, jangan-jangan masih perjaka ya?” Lily tertawa.


“Jangan sembarangan, dia kakak iparku…….”


Evan memelototi gadis itu lalu berkata dengan canggung kepada Aron : “Kakak ipar, sifat Lily memang seperti ini, dia suka bercanda, jangan diambil hati!”


Aron tersenyum dan bertanya : “Pacarmu?”


“Aa……………” Evan hanya bergumam dan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Aron!