ARON

ARON
Aron Turun Tangan



“Kembalikan pada mereka, batu itu tidak berharga…”


Aron kembali mengulang perkataannya.


Evan masih ingin mengatakan sesuatu, tapi Lina sudah memakinya terlebih dulu : “Kembalikan pada mereka, dasar otak udang, kamu memang pantas dicurangi, ingatanmu itu perlu ditingkatkan!”


Evan tidak berdaya, akhirnya dia menggertakkan giginya dan melemparkan batu itu kepada Bos Farrel, dan menundukkan kepalanya dengan ekspresi yang muram!


“Sudah kubilang, batu itu tidak berharga, dia hanya memiliki lapisan seperti Giok Zamrud, tapi kalau dipotong sedikit lagi, di dalamnya tidak ada apa-apa!”


Aron menepuk pundak Evan dan menghiburnya.


“Benarkah?” Evan mengangkat kepalanya dan bertanya dengan kaget.


Kalau memang seperti yang dikatakan Aron, maka batu itu memang tidak berharga dan dia tidak rugi sama sekali!


“Tentu saja benar!” Aron tersenyum ringan.


Bos Farrel juga mendengar perkataan Aron dan mencibir : “Saya sudah melakukan judi batu giok selama belasan tahun, lantas penglihatanku tidak sebanding dengan anak muda berusia dua puluh tahunan sepertimu, dengan warna seperti ini paling tidak bisa menghasilkan tiga potongan!”


“Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa memotong sekali lagi!” kata Aron pada Bos Farrel itu.


Ketika orang-orang sekitar mendengarnya, mereka seketika juga menjadi tertarik dan berteriak : “Ayo potong sekali lagi!”


“Baik, kalau begitu saya akan memotong sekali lagi!”


Bos Farrel berkata sambil memberikan batu itu kepada bawahannya, dan menyuruh bawahannya untuk memotong batu itu sekali lagi.


​Tapi setelah dipotong sekali lagi, ternyata memang tidak ada sedikit warna hijau pun di dalamnya.


Saat ini, semua orang tercengang, mata Bos Farrel juga melebar dan tidak berani mempercayainya!


“Potong lagi…”


Bos Farrel berteriak pada bawahannya.


Segera, batu itu dipotong sekali lagi, dan tidak terlihat apa pun.


Pada akhirnya, seluruh batu itu dipotong menjadi potongan-potongan kecil, dan ternyata memang hanya ada 1 lapisan hijau seperti Giok Zamrud, dan tidak ada yang bisa dijadikan bahan giok, itu hanya sampah, tidak berharga sama sekali!


Seketika itu, Bos Farrel tercengang, dan semua orang yang ada di sekitar memandang Aron dengan kaget!


​Evan tertawa kegirangan, kalau bukan karena Aron, dia pasti mengalami kerugian lagi kali ini.


Bos Farrel memelototi Aron, lalu berkata pada Evan : “Peraturan toko kami, uang muka tidak bisa di kembalikan, kamu bisa memilih salah satu batu dari toko kami!”


“Saya tidak mau lagi, saya sekarang sudah tidak percaya pada toko kalian, sekarang kembalikan uang mukaku…”


Evan tidak mau berjudi batu giok di toko mereka lagi!


“Saya sudah bilang, uang muka tidak bisa di kembalikan, kalau kamu mau, pilih salah satu batu, kalau tidak mau, enyah sekarang juga…”


Bos Farrel berkata dengan mendominasi.


“Kamu…” Evan baru ingin memarahinya, tapi Aron menghalanginya!


“Seratus juta itu bisa dipakai untuk memilih batu mana pun di toko ini?” tanya Aron.


“Tentu saja, silahkan pilih batu kasar yang kamu mau dalam tumpukan ini!” Bos Farrel menunjuk setumpuk batu kasar yang ada di belakangnya.


Aron melirik sekilas batu kasar itu dan menggelengkan kepalanya diam-diam, karena di dalam sini sama sekali tidak ada Giok Zamrud, bahkan Ice Jade saja tidak ada.


Namun saat Aron melirik tumpukan batu kasar berantakan yang disimpan di dalam goni, tubuhnya sedikit bergetar!


“Apa saya boleh memilih batu yang ada di sana?” Aron menunjuk tumpukan batu yang berantakan.


“Itu semua adalah batu buangan yang sudah dibuka, kalau kamu mau, sepuluh juta per buah, pilih saja…”


Bos Farrel berkata sambil meliriknya.


“Kakak ipar, itu semua adalah batu sisa yang sudah dibuka, tidak akan ada barang bagus.”


Evan segera membujuk Aron.


Semua batu itu sudah dibuka, tapi hanya dipotong sekali, dan tidak dibuka lagi, dan langsung dibeli kembali oleh toko perjudian batu giok, harganya cukup murah, kalau sebuah batu sudah dibuka tiga atau empat kali, maka tidak akan bernilai sedikit pun lagi!


Aron mengabaikan Evan, dan langsung berjalan mendekat, dan mulai memilih dalam tumpukan batu sisa itu!


Segera, Aron memilih sepuluh buah batu sisa, dan melihat batu yang sudah di potong itu, Evan menghela nafasnya dan merasa seratus jutanya akan terbuang sia-sia.