
Jhonatan melangkah maju dengan cepat, berusaha sebisanya memberi sinyal kepada Aron dengan tatapan, supaya Aron segera pergi, lalu menghadang Kurniawan: “Tuan Kurniawan, orang ini adalah pelayan hotel kita, mungkin dia salah jalan, masuk sampai kesini!”
Nuri berhasil mengejar Aron, menarik tangannya dan pergi, mulutnya berkata: “Bagaimana kamu
“Tunggu sebentar!” Kurniawan memanggil Nuri!
Nuri berhenti, lalu melepaskan tangan Aron!
“Tuan Kurniawan, ini semua salah saya, pelayan sembarang masuk, nanti saya akan menjelaskan kepada Anda.”
Keringat dingin Jhonatan mengalir tak henti, takut Kurniawan marah!
Kurniawan terpana: “Kamu bilang Tuan King adalah bawahanmu?”
“Iya!” Jhonatan mengangguk, tapi dengan segera merasa kaget: “Tuan…Tuan King?”
Jhonatan tidak mengerti, mengapa Kurniawan mengetahui Aron bermarga King? Mengapa memanggilnya Tuan King?
“Iya, pestaku kali ini, tujuannya adalah mengundang Tuan King, kalian hanyalah pendamping…”
Kurniawan mengangguk.
Kali ini, Jhonatan dan Nuri agak bingung, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
“Tuan Kurniawan, semoga saya tidak datang terlambat?”
Aron maju dua langkah, berkata sambil tersenyum.
“Tuan King datang tepat waktu, tidak tahu orang ini adalah…”
Kurniawan berkata sambil menunjuk kearah Nuri yang berada dibelakang Aron.
“Tuan Kurniawan, orang ini adalah putriku, dia dan Aron berteman!”
Jhonatan memang seorang pebisnis yang berpengalaman, reaksinya sangat cepat!.
Mendengar perkataannya, Kurniawan terbahak-bahak: “Pahlawan bersanding dengan wanita cantik, pasangan serasi sedunia!”
Mendengar perkataan Kurniawan, semua orang beramai-ramai memuji Arin dan Nuri!
Membuat Nuri merona, tertunduk malu!
“Tuan King, silahkan duduk, sudah lama menunggumu!”
Jekson maju, dan melakukan gerakan mempersilahkan untuk Aron.
Aron juga tidak segan-segan, langsung berjalan menuju kursi utama, sekumpulan orang mengerumuninya, meskipun mereka tidak mengenal Aron, tapi mereka tahu, dikemudian hari Aron pasti akan menjadi tokoh berpengaruh di kota Sanur!
Orang yang dihormati Kurniawan dan Jekson, dan merupakan menantu dari keluarga terkaya Utomo, orang seperti ini tidak boleh diprovokasi!
Jhonatan dan Nuri bertatapan, lalu mengikutinya!
Setelah Aron duduk, Kurniawan duduk disisinya, dah disisi lain kosong, tidak ada yang berani duduk.
“Nona Utomo, tempat ini untukmu, kalian berdua harus duduk berdampingan!”
Kurniawan melambaikan tangannya kepada Nuri dan tersenyum ceria!
Wajah Nuri merona merah, duduk di samping Aron dengan malu, Jhonatan duduk disisi lain Nuri, seharusnya yang duduk ditempat ini adalah Jekson, hanya saja jika Aron dan Nuri adalah pasangan kekasih, maka Jhonatan adalah mertuanya, Jekson tidak berani berebut tempat dengannya!
Semua orang duduk di tempat masing-masing, Kurniawan memegang segelas anggur, berkata kepada Aron: “Tuan King, anggur ini, mewakili rasa hormat saya padamu…”
Kurniawan tahu, setelah dia bersulang gelas pertama, hal selanjutnya tidak perlu lagi diurusnya, orang-orang yang duduk disini bukanlah orang bodoh, tahu harus bagaimana bersikap!
“Tuan Kurniawan terlalu sungkan!”
Arin mengangkat gelas anggurnya dan meminum habis dengan sekali tenggak!
Ketika Aron meletakkan gelas anggurnya, mendadak Kurniawan terpana, karena dia melihat jas baru yang dikenakan Aron, ada bercak ludah yang di ludahkan seseorang!
“Tuan King, pakaianmu ini…”
Kurniawan menunjuk ke bercak ludah di pakaian Aron.
“Ketika saya berada diluar, diludahi oleh seseorang yang tidak berpendidikan!”
Aron berkata datar.
“Siapa yang bernyali besar, berani meludahi Tuan King?”
Air muka Nandar memancarkan kemarahan, tatapannya menyapu ke kerumunan orang banyak!
Perlu diketahui orang-orang yang berada diluar adalah anggota keluarga dari mereka yang duduk disini, karena itu tatapan Indrawan meneliti orang-orang yang sedang duduk di tempat.
Saat ini, setiap orang langsung was was, dalam berdoa, semoga pelakunya bukan anggota keluarga mereka.
Nuri membuka mulut menjelaskan.
“Keluarga Jhonson, besar sekali nyali mereka, sekarang saya akan meminta penjelasan dari Nandar Jhonson!”
Ucap Kurniawan sambil mengernyit alisnya, menggebrak meja dengan keras!
Akhirnya dia mengerti mengapa Aron mengirim pesan supaya mengusir Nandar Jhonson, ternyata mengalami bentrokan seperti ini dengan keluarga Jhonson.
Dan para hadirin juga langsung mengerti, mereka tau kali ini keluarga Jhonson akan mengalami kesialan, hubungan bisnis mereka dengan keluarga Jhonson, harus segera dihentikan!
“Tuan Kurniawan jangan marah, hal sepele seperti ini, saya sendiri bisa menyelesaikannya.
Aron tersenyum ringan, sama sekali tidak diambil hati.
Saat ini baginya, Ronal dan Santi kerdil seperti seekor serangga!
Di luar hotel, matahari bersinar terik, membuat Ronal sedikit kesal!
“Kak Ronal, minum sedikit air!”
Santi memberikan sebotol air minum kepada Ronal!
Ronal meminum air dengan tegukan besar, lalu mengelap keringat di dahi, lalu menggerutu pelan: “Tidak diperkenankan masuk, jadi untuk apa menunggu disini? Gila!”
Meskipun mengeluh, tetapi Ronal tidak berani pergi, dia takut ayahnya benar-benar akan menghentikan setengah tahun uang sakunya.
Saat Ronal sedang meminum air, terlihat ayahnya berjalan keluar dari dalam hotel. Dalam hati Ronal berteriak girang, segera berkata: “Ayahku keluar, pasti karena kita diizinkan masuk!”
Ronal segera membawa Santi maju untuk menyambutnya!
“Ayah, mengapa kamu keluar? Apakah karena kita diizinkan masuk?”
Ronal bertanya antusias.
“Masuk bokong mu, aku diusir keluar…”
Ronal berkata kesal.
Ronal terpana, lalu berkata: “Ayah, apa yang terjadi? Mengapa kamu diusir keluar?”
“Mana kutahu!” Nandar melotot marah melihat Ronal: “Jangan disini mempermalukan diri, ikut aku pulang!”
Datang dengan hati gembira, sekarang terpaksa pulang dengan kecewa, bahkan Ronal dan Santi tidak sempat melangkah masuk ke lokasi pesta.
Pesta telah dimulai, dan setelah dua jam kemudian, pesta hampir berakhir, wajah setiap orang memerah karena alkohol, berbincang dengan gembira!
“Aron, kapan kamu kenal Tuan Kurniawan? Dan Tuan Kurniawan sangat segan padamu, kamu adalah bintang utama di pesta ini, kamu tidak memberitahuku!”
Akhirnya, Nuri mendapat kesempatan. Menarik Aron ke samping, bertanya dengan tidak puas.
“Sewaktu itu kamu terburu-buru menarik ku pergi, tidak memberitahuku kita akan datang menghadiri pesta ini? Setelah mengetahuinya, saya ingin memberimu sebuah kejutan!”
Aron tertawa berkata!
“Kejutan ini besar sekali, saat itu saya sangat ketakutan, kamu jahat sekali, lain kali tidak boleh menyembunyikan sesuatu dariku!”
Nuri meninju ringan dada Aron, sedikit menggoda!
Aron segera menangkap tangan Nuri, pandangan mata mereka beradu!
Tidak ada komunikasi, juga tidak ada interaksi, hanya kontak mata! Aron mendekat Nuri dengan perlahan, dia ingin menghindar, tetapi dia tidak bergerak, hatinya sangat kontradiksi!
Melihat Aron mendekat akan menciumnya, Nuri memejamkan kedua matanya, menunggu momen tersebut tiba!
“Wajahmu terdapat sesuatu!”
Ketika Nuri menunggu momen itu dengan tegang, mendadak Aron mengucapkan perkataan seperti ini.
Nuri membuka matanya, melihat Aron sedang tersenyum nakal menatapnya.
“Jahat, tidak mau memedulikan mu lagi…”
Nuri meninju Aron dengan keras, berlari pergi dengan wajah merona!
Saat ini Jhonatan melihat putrinya berlari pergi dengan wajah memerah, tersenyum sedikit lalu berjalan mendekati Aron!
“Tuan King, apa rencana mu buat dirimu sendiri? Ingin membuka perusahaan sendiri?”
Jhonatan bertanya pada Aron.
Aron menggeleng: “Tidak ingin!”
Sekarang Aron ingin berlatih, ingin segera meningkatkan kemampuannya, tentang membuka perusahaan melakukan bisnis, dia tidak begitu suka, juga tidak bisa.