Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Ular Rakus Yang Mencoba Menelan Gajah



Tiga Hari Kemudian


'Brakk,' Gulungan bambu yang tertulis di dalamnya beberapa laporan Pejabat Nanbao dilempar sembarang oleh wanita tua tersebut.


Tepatnya bukan laporan tetapi keluhan dan petisi yang sangat menekan Nyonya tua untuk bertindak. Dan beberapa diantara mereka adalah pendukung Aisin Tianyi, mereka menginginkan Aisin Tianyi untuk segera dinobatkan menjadi Kepala Suku.


"Lihat betapa kacaunya! Sangat liar, karena ulah tikus hitam itu yang dapat memasuki kawasanku dengan mudah." Suaranya rendah tetapi tajam dan suram membuat yang mendengarnya bergidik ngeri.


"Nyonya tua, pejabat ini mengerti. akan segera mempersiapkan orang untuk menyelidiki dan menelusuri jejak organisasi penjahat itu." Ucap Tuoba Lie dengan patuh berlutut untuk meredakan amarah Aisin Fei.


"Bodoh! Bagaimana mungkin semudah itu, mereka terlalu licik untuk ditemukan." Geram Nyonya tua, dia tidak menjadi tenang malah semakin memerah marah.


Selama empat tahun belakangan ini, sudah berapa kali Nyonya tua memperintahkan orang untuk mencari organisasi gelap itu. Bahkan saat Aisin Boyu masih hidup, mendiang Kepala Suku itu masih memiliki kekhawatiran akan organisasi gelap.


Sekarang organisasi itu sangat berani dan semakin liar menyinggung pemerintahan. Segala bentuk kekhawatiran meluas diantara pejabat.


Organisasi gelap itu mengambil langkah kecil untuk membuat kekacauan besar di pemerintahan Nanbao.


"Bagaimana keadaan gadis itu?" Tanya Nyonya tua dengan menghela napas lelah.


"Nona Xiu dalam kondisi mengkhawatirkan, mungkin tidak akan bertahan—" Jawab Tuoba Like terjeda, pandangannya bergetar hebat seakan berusaha menyembunyikan rasa takutnya.


Ekspresi wajah Nyonya tua semakin menggelap suram, "Tetap tahan berita ini," Perintah Nyonya tua dengan tegas.


"Oh, A Jun -ku yang malang. Dia akan menderita kehilangan lagi," Gumam pelan Nyonya tua dengan menutup kelopak matanya.


Xiu Qixuan jatuh dalam keadaan terbaring koma, kondisinya semakin memburuk setiap harinya.


Kalau gadis itu mati diwilayah Nanbao, tentu saja kekacauan besar terjadi saat Jenderal Besar Xiu mengetahuinya. Apalagi Zhuting masih menjadi tawanan dikota Ping'an, mungkin mereka akan segera membalasnya.


Sebelumnya tepat saat senja tiga hari yang lalu, Sima Junke menghadap dan melaporkan penyelidikannya mengenai kebakaran yang terjadi dikawasan tempat tinggalnya.


Aisin Fei awalnya mengira itu adalah kecelakaan tak disengaja atau iklim terlalu panas yang membakar bangunan. Tidak menyangka, saat sang cucu memperlihatkan mayat penjahat yang menyusup dengan totem serigala dibahu mereka.


Organisasi itu biasanya bekerja dibalik kegelapan, mereka mulai berani memperlihatkan diri semua pejabat pemerintahan semakin khawatir. Apalagi, inspeksi massal terjadi diantara kalangan pengawal dan pelayan untuk melihat apakah mereka penyusup yang memiliki totem dibahu.


Dan benar saja ditemukan tiga orang pelayan dan dua orang pengawal adalah penyusup, tetapi dengan keberanian—mereka lebih memilih untuk bunuh diri daripada menderita siksaan agar memberikan informasi.


"Nyonya tua maafkan kelancangan pejabat rendah ini. Tetapi kita harus mengingatnya, Didunia ini tidak ada tembok yang dapat menahan angin." Ucap Tuoba Lie dengan penuh rasa hormat dan kesungkanan dipancaran matanya.


"Humph, tidak diperlukan! Aku lebih mengerti," Dengus Nyonya tua dengan masih memejamkan kedua bola mata dan melambaikan tangannya menyuruh Tuoba Lie untuk pergi.


Beranjak dari posisi berlutut Tuoba Lie memberi hormat kemudian berbalik pergi, sekilas pancaran kedua mata pejabat itu memiliki sirat mengejek.


Kepala Pejabat Keamanan menderita hukuman dan kerugian yang lebih besar karena lalai menjalankan tugasnya. Dengan ini membuat otoritas dan kendalinya berkurang besar, Nyonya tua mengindahkan tugas mengenai keamanannya kepada Tuoba Lie.


Tentu saja, itu akan membuat Tuoba Lie semakin angkuh karena memiliki lebih banyak pengaruh. Dia tidak akan sungkan mengungkapkan pendapatnya.


Seorang pelayan memasuki ruangan untuk melapor setelah Tuoba Lie pergi, "Nyonya tua, semua dukun hebat sudah dipanggil untuk memeriksa Nona Xiu tetapi diantara mereka tidak ada yang berhasil."


Nyonya tua membuka kelopak matanya, kesuraman tak kunjung hilang dari pancaran itu.


"Kurung mereka dan segera hilangkan!" Perintahnya dengan tajam.


Pelayan itu bergidik ngeri tetapi dengan patuh mengiyakan dan memberi hormat kemudian berlalu pergi.


Kedua tangan yang sudah memiliki banyak kerutan itu mengepal erat, napasnya memburu hebat.


Dipikirannya sekarang adalah mempertahankan gadis angkuh itu tetap hidup. Perjanjian perdagang baru akan berlangsung, bagaimana mungkin keadaan langsung tak terkendali seperti sekarang.


••••••••••••


Malam harinya


Dibawah cahaya lilin yang menyinari wajahnya yang tampan. Alis yang melengkung indah bertaut saat membaca gulungan bambu ditangannya.


Suara langkah kaki mengintrupsi dan pria berpakaian pengawal berperingkat tinggi memasuki ruangan.


"Lapor, Tuan Muda. Orang kami yang ditempatkan diperbatasan Nanbao dan Shen menangkap seorang pria yang terlihat mencurigakan. Segera kami menuruti perintah untuk tidak membiarnya bunuh diri dan menemukan totem serigala dibahu nya. Dia adalah pembawa pesan yang sedang menunggu perintah," Ucap Kangjian dengan lugas guratan kelelahan terpancar dari matanya, tetapi dia tidak memiliki sedikitpun keluhan, benar-benar subjek yang setia.


'En,' Jawab Sima Junke dengan acuh tak acuh masih memusatkan perhatian kearah gulungan digenggamnya.


"Perintahkan orang untuk menyamar menggantikannya," Lanjut Sima Junke memberi perintah lainnya.


"Baik," Jawah Kangjian memberi hormat kemudian berbalik pergi.


Saat Kangjian hampir sampai diambang pintu, sebuah suara mengintrupsi membuatnya berbalik.


"Kangjian," Panggil Sima Junke dengan mendongak memusatkan perhatian kearah Kangjian.


"Ya, Tuan Muda. Apakah ada hal lain?" Jawab Kangjian menaikan sudut alisnya.


"Kau sudah berkerja keras, Terimakasih." Ucap Sima Junke dengan tulus dan lembut. Tetapi itu membuat Kangjian bergidik geli, dia hanya memberi respon anggukkan kemudian berlari keluar.


Tuan Muda -nya sangat aneh, mungkinkah karena menderita sakit hati yang begitu parah melihat keadaan Nona Xiu yang sekarat mempertahankan hidup.


Sima Junke terkekeh pelan kemudian dia menopang dagu dengan tangannya dan bergumam pelan, "Semuanya sesuai perkiraan dia." Sambil menerawang jauh.


Rencana ini sangat berbahaya dan mereka bertindak gegabah, tetapi jika tidak bertindak, mereka pasti akan mati.


Tuoba Lie adalah ular yang begitu rakus dan tidak pernah puas berusaha mencoba menelan gajah. Memegang kendali sumber daya dan keamanan yang begitu penting, otoritas dan kekuasannya semakin meluas. Tentu saja Sima Junke harus memberi hadiah yang besar dan mengejutkan.


Pembawa pesan diperbatasan itu hanya rencana kedua yang disiapkan oleh pihak musuh, tentu saja mereka harus memotong sumbu penolong dan memuat musuh semakin terpojok.


Kepala Pejabat Keamanan yang begitu kokoh dalam pemerintahan, jatuh hanya dalam sehari, Tuoba Lie kau benar-benar mengejutkan orang! Licik begitu licik!


••••••••••


Maafkan daku yang baru Up, kalian kangen ga nih? wkwk


Ada yang bisa nebak ga, Tuoba Lie sama A Jun lagi merencanakan apa?


Xuan kira-kira beneran sekarat karena Jìshēng jí? Bagaimana keadaan Zhai XinXin setelah bertemu Xuan?