Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Teman Yang Cocok!



"Jadi, anda adalah seorang nona bangsawan? Bagaimana bisa anda bekerja dan menghasilkan emas sendiri? Saya juga ingin melakukannya!" Suara ocehan penuh semangat Su Yiyang terus mengusik dari arah kursi belakang.


Dengan menarik napas panjang, tanpa menoleh Xiu Qixuan berbohong menjawab datar: "Seorang kenalan memintaku untuk membantu di tokonya tersebut." Dia melanjutkan tajam, "Sekarang diamlah, dan jangan pernah menyinggung ini lagi!" ancamnya.


"Hmm, aku akan berusaha!" Su Yiyang berkata dengan cengiran tak serius.


Su Yiyang, kelakuan gadis ini benar-benar menggila. Dia duduk di kursi belakang Xiu Qixuan dengan beberapa patah kata mengusir pemilik kursi sebelumnya. Atau bisa di bilang beberapa Nona tampak secara alami menghindar untuk berurusan dengannya.


"Shang Shufei memasuki ruangan!"


Suara keras kasim tua terdengar bergema memenuhi aula besar.


Menyusul dari balik layar yang menggantung di atas podium. Sosok wanita berjalan menuju kursi tinggi yang menjadi pusat.


Semua orang berdiri kemudian membungkuk untuk menyambutnya secara formal.


"Kami menyapa Shang Shufei niang niang."


"Semua bangkit!" Suara wanita yang penuh martabat memasuki telinga, suara ini begitu halus dan jernih, namun secara bersamaan terdengar keras dan kuat seperti batu giok yang anggun.


Xiu Qixuan mengangkat kepalanya. Dia melihat sosok wanita yang lebih tua. Shang Shufei tampak begitu menawan dengan balutan brokat merah yang indah. Rambut hitamnya yang tebal di tumpuk membentuk gaya dengan kelopak bunga poeny asli yang nampak hidup.



Dia memiliki kecantikan muda yang tidak luntur oleh usianya. Kedua alisnya di gambar secara halus dan indah. Ketika dia berbicara, anting emas murni dengan mutiara berkilau yang menggantung di telinganya ikut bergetar.


Shang Shufei tersenyum lembut seperti seorang tetua yang penuh kasih. "Langit biru dengan awan begitu cerah. Melihat bunga paling berbakat di seluruh kekaisaran sedang berkumpul, aku tiba-tiba merasa takjub." Suaranya penuh kemuliaan yang cemerlang menekan atmosfer di sekitar menjadi lebih sakral.


Dia terkenal sebagai salah satu dari banyak selir kaisar yang paling tenang dan berbudi luhur saat ini. Dia patuh dan setia mengabdikan dirinya sepenuh hati pada kaisar. Para Nona muda yang belum menikah banyak yang mengidolakan sosoknya, mereka belajar dari sosok Shang Shufei untuk menjadi seorang istri yang sempurna.


Shang Shufei mengedarkan pandangan. Dia seperti sedang mencari seseorang di antara barisan wanita bangsawan muda.


Tanpa sengaja mata mereka berbenturan. Mata Shang Shufei tampak mengencang, dia tersenyum simpul ketika menatap kearah Xiu Qixuan. Tidak nyaman, Xiu Qixuan segera menurunkan pandangan darinya.


Xiu Qixuan tidak ingin terlalu berurusan dengan wanita di harem kekaisaran. karena dia sangat mengerti bahwa masing-masing dari mereka memiliki tujuan sendiri, agenda sendiri, kebanggaan dan ambisi sendiri. Dia datang kemari bukan untuk itu, tetapi, dia datang untuk lebih dekat dengan musuhnya yaitu Kaisar Shen Zhenning.


"Sangat bagus! Kau tahu? Shang Shufei adalah salah satu yang paling cantik di harem kaisar bahkan penampilan permaisuri di nilai rata-rata jika kita sandingkan." Su Yiyang lagi-lagi mengocehkan gosip dengan seenak jidatnya.


"Aku tidak ingin melihat darah sekarang. Jadi tutup mulutmu, Su Yiyang!" Melalui ekor matanya Xiu Qixuan melirik tajam. Dia berkata dengan tekanan geram.


•••••••••••••••


Cahaya kemerahan dari matahari sore melalu tirai kereta melintasi wajah kusut Xiu Qixuan. Kereta kuda tersebut bergerak dalam antrian keluar gerbang istana.


"Apakah kelas anda menyenangkan Nona?" Xiao Rou bertanya dengan hangat.


Dengan mendengus kasar, Xiu Qixuan bersuara sinis: "Itu gila!" Kemudian matanya melirik kesamping. "Tapi lebih gila gadis yang menumpang di kereta kudaku ini!"


Xiu Qixuan memijat pelipisnya. Tiba-tiba kepalanya terasa berputar ketika melihat sosok Su Yiyang yang menyengir tanpa rasa bersalah.


Melalui pemaksaan dan keonaran, seperti seekor ngengat dalam api, Su Yiyang menempel terus padanya dengan mengutarkan berbagai alasan. Bahkan gadis ini dengan sengaja memulangkan kembali kereta kuda yang menjemputnya ke Kediaman Su—agar dia bisa menumpang di kereta kuda milik Xiu Qixuan.


Sejak tadi Xiu Qixuan menanggapinya dengan dingin, dia memiliki tembok batas yang kokoh untuk hubungan pertemanan dengan seseorang di sini. Dia tidak mempercayai Su Yiyang. Hanya saja gadis ini berbakat dalam bergosip, Xiu Qixuan bisa memanfaatkannya untuk mengumpulkan informasi dari ocehan yang tidak perlu tersebut.


"Nona Su pasti sangat berpengetahuan. Jika kelas terasa membosankan bagi anda!" Xiao Rou menanggapi skeptis dengan pujian ramah.


Xiu Qixuan menyeringai geli, tidak tahu saja Xiao Rou—Su Yiyang itu bukan berpengetahuan tapi kekurangan pengetahuan.


Xiao Rou tiba-tiba menatap Xiu Qixuan dengan wajah penuh senyuman bahagia. "Saya tidak menyangka anda langsung memiliki teman." ujarnya.


"Dia bukan temanku." Xiu Qixuan menjawab datar tak berperasaan.


Xiao Rou langsung tersentak kaku. Dia yang merasa tidak enak pada Su Yiyang. Wajah Xiao Rou tampak meringis. "Nona saya hanya tidak pandai bergaul. Nona Su jangan ambil hati!" ujarnya


Su Yiyang balas tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya. Dengan santai, ia menanggapi: "Hoh... Kami bergaul dengan baik, Xiao Rou tenang saja!"


Kereta kuda terus bergerak menuju Kediaman Su. Didalam kereta kuda tersebut tampak lebih ramai dengan kehadiran Su Yiyang yang tidak pernah kehabisan topik untuk terus berbicara.


"Aiyaa, aku baru ingat!" Su Yiyang berseru tiba-tiba. Matanya terus berbinar menatap Xiu Qixuan. "Mengapa Toko Fengxuan tidak mengantarkan tagihan pada Kediaman Su? Berkat itu ayahku tidak tahu apa pun untuk menghukumku." Dia berkata dengan antusias ketika menjelaskan bahwa dia tidak mendapatkan hukuman.


"Itu sudah di selesaikan oleh pihak istana." Xiu Qixuan menjawab dengan singkat.


Su Yiyang berkata riang. "Ah, sangat bagus! Pangeran kesembilan masih memiliki sifat bertanggung jawab ternyata!"


Xiu Qixuan terkekeh. "Sayangnya, bukan dia. Orang permaisuri yang membereskan kekacauan kemarin!"


•••••••••••••••••••


Tiga hari yang penuh kesengsaraan otak dan batin untuk mengikuti kelas pengantin yang menganut pahan-paham kuno pun berlalu. Selama itu pun, tanpa sadar Xiu Qixuan menjadi lebih dekat dengan Su Yiyang yang selalu menempel dengannya.


Mungkin orang-orang merasa Su Yiyang memiliki sifat aneh yang sangat kacau. Makanya mereka semua menghindari gadis itu.


Tetapi, sifat seperti Su Yiyang yang membuat Xiu Qixuan merasa cocok. Ketika sedang bersama, mereka tidak perlu menjaga banyak etiket ataupun tersenyum palsu. Mereka selalu berkehendak secara alami atas keinginan masing-masing. Seperti sekarang ini.


Kereta kuda bergerak menuju istana bagian dalam. Di dalam kereta kuda keempat orang gadis tampak ribut bertukar pakaian.


"Nona ini tindakan yang sangat berbahaya! Jika, tuan besar tahu—anda akan di hukum kurung lagi." Pelayan pendamping Su Yiyang, Jiajia berkata dengan kerutan takut.


"Ck, kalau begitu jangan sampai ayahku tahu! Makanya kamu lakukan dengan benar!" Su Yiyang berkata dengan decakan malas.


Xiu Qixuan melemparkan kain tipis sebagai cadar penutup wajah pada Jiajia. "Nah, pakailah ini!" Dia melanjutkan berkata, "Nona Su sedang terserang alergi jadi dia memakai penutup wajah."


Jiajia mengangguk segera memasang cadar di wajahnya.


Sedangkan di sisi lain, Xiao Rou hanya perlu memakai riasan khusus untuk menyamar menjadi Xiu Qixuan. Sebenarnya di beberapa operasi misi khusus seperti di Xia Utara saat itu, Xiao Rou sudah begitu sering menyamar sebagai Xiu Qixuan, jadi dia terlihat lebih tenang daripada Jiajia yang tak berpengalaman.


•••••••••••••••••••