
Angin malam berhembus pelan menerpa wajah cantik seorang gadis yang sedang kebingungan. Bulan yang setengahnya tertutup awan menyinari dunia kecil ini dibantu dengan kumpulan kunang-kunang yang dibalik padang bunga.
Xiu Qixuan melihat Baijin Hu--Sang rubah yang sedang terlelap menggulung diri dengan ekor panjangnya dan Lao Yong yang juga terlelap beberapa jarak dari sang rubah surgawi--Harimau Jantan itu menutup sedikit wajahnya dengan cakar tajamnya. Xiu Qixuan sedikit kebingungan apakah ada cara khusus agar membuat mereka terbangun?
Gadis cantik itu melangkah mendekati kedua hewan surgawi utusan sang dewi.
Xiu Qixuan menghampiri Baijin Hu terlebih dahulu.
"Baijin!" Panggilnya tetapi tidak mendapat respon apapun yang membuatnya menarik ekor panjang sang rubah dan menggoyangnya dengan keras.
"Aiyaa, Mungkinkah rubah angkuh ini memiliki sedikit DNA kerbau? Susah sekali dibangunkan," Eluh Xiu Qixuan yang meletakan kembali ekor panjang yang ternyata memiliki berat yang lumayan membuat tangannya pegal.
Xiu Qixuan meninggalkan Baijin Hu dan mendekati Lao Yong. Gadis cantik itu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya yang dia lakukan kepada Baijin Hu dan lebih parahnya lagi dia meneriaki dengan suaranya yang menggelegar tepat ditelinga sang harimau jantan itu.
Sudah lelah tetapi tidak juga membuahkan hasil agar kedua hewan ini terbangun. Xiu Qixuan mendudukan dirinya beristirahat sebentar tepat diantar Baijin Hu dan Lao Yong.
Gadis itu menurunkan cakar tajam milik sang harimau yang menutupi wajah, harimau itu masih terlelap tidak terganggu dengan tindakannya.
Xiu Qixuan mengulurkan salah satu lengannya tepat dikening Lao Yong yang terdapat aksesories seperti batu giok bewarna biru.
Batu giok dikening Lao Yong bergesekan dengan Gelang Giok miliknya, menimbulkan sensasi seperti tersetrum yang membuat Xiu Qixuan kaget menjauhkan lengannya dari kening sang harimau.
Mengernyitkan kening kebingungan memandangi Gelang Pemberian sang Bibi saat dirinya masih berada dibumi.
Menurut Xiu Qixuan gelang ini menjadi memiliki kekuatan magis sejak bertemu dengan Kalung Giok Qiaofeng.
Xiu Qixuan mengulurkan lengannya kembali memegang kening Lao Yong. Gadis itu memejamkan kelopak matanya merasakan seperti ada sesuatu hal yang mengalir deras keluar dilengannya.
Setelah beberapa saat Xiu Qixuan memejamkan kedua sebuah suara pria dewasa mengintrupsinya.
"Gadis Bodoh, Diriku tidak sungkan kalau memang kau ingin terus memberikanku aura kehidupanmu, tetapi kau akan mengering disini dan mati dengan jasad tak tersisa." Ucap Lao Yong yang sudah membuka kelopak matanya memandang Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan yang mendengar itu kaget membuka kelopak matanya, tetapi dirinya tidak dapat melepaskan tangannya dari kening Lao Yong.
"Tanganku tidak dapat terlepas," Ucap Xiu Qixuan memandang Lao Yong dengan pandangan meminta bantuan.
"Tidak usah panik, Rileks-kan kembali tubuhmu dan perintahkan lenganmu agar berhenti." Ucap Lao Yong memberi intruksi.
Xiu Qixuan melakukan apa yang diperintahkan sang harimau putih tersebut. Dirinya merileks-kan kembali tubuhnya dan menutup kelopak matanya.
Lengannya masih terletak dikening Lao Yong, tetapi sesuatu hal yang mengalir deras tidak terasa lagi.
Xiu Qixuan membuka kelopak matanya dan berhasil menjauhkan lengannya dari kening sang harimau.
Gadis itu memasang wajah kelelahan seperti baru saja melalukan lari marathon.
"Lelah sekali," Eluhnya mengusap kening dengan lengan bajunya.
"Tentu saja kau kelelahan, mengeluarkan aura kehidupanmu sebanyak itu karena tidak dapat mengendalikannya, aku cukup terkejut kau tidak pingsan dan mati." Ucap Lao Yong dengan acuh memandang Xiu Qixuan.
"Kau menyumpahiku mati? Dasar tidak tahu terimakasih," Jawab Xiu Qixuan dengan kesal tetapi tidak dihuraukan oleh Lao Yong.
"Kenapa telingaku sejak tadi berdengung keras?" Gumam Lao Yong cukup pelan tetapi masih dapat didengar Xiu Qixuan.
'Hehe, Rasakan itu! Aku tadi berteriak cukup keras ditelingamu, tidak menyangka dapat berefek hingga sekarang,' Gumam Xiu Qixuan dengan senang didalam hati.
"Ada apa denganmu? Sudah tidak waras?" Tanya Lao Yong melihat Xiu Qixuan yang masih berusaha menyembunyikan tawanya.
Xiu Qixuan hanya membalas dengan berdeham untuk menetralkan ekspresinya dan menggelengkan kepala.
"Sekarang giliran, Baijin. Cepat bangunkan rubah angkuh itu," Perintah Lao Yong dengan melirik Baijin Hu yang masih terlelap.
"Tidak bisakah kau memberiku waktu untuk mengambil lebih banyak napas," Ucap Xiu Qixuan, tetapi dia tetap menghampiri Baijin Hu dan meletakan salah satu lengannya dikening sang rubah surgawi.
"Memangnya sejak tadi kau tidak sedang bernapas?" Tanya Lao Yong membalas ucapan sang gadis kecil tersebut.
"Humph" Dengus Xiu Qixuan kesal, dia tidak membalas karena sedang fokus dengan kegiatannya membangunkan Baijin Hu.
Setelah Baijin Hu terbangun dari tidurnya, Xiu Qixuan seperti kehabisan separuh tenaganya, gadis itu tergeletak bersandar dibatang pohon besar.
"Aku tidak mengira kau cukup cepat membangunkan kami," Ucap Baijin Hu menatap Xiu Qixuan dengan pandangan meneliti.
"Gadis kecil ini cerdas, hanya tindakannya saja sedikit bodoh." Balas Lao Yong
"Kau sedang memujiku atau menghinaku?" Tanya Xiu Qixuan melototi Lao Yong
"Anggap saja keduanya," Jawab Lao Yong.
"Humph" dengus Xiu Qixuan membuang muka kemudian menatap Baijin Hu.
"Kalian tidak ingin menjelaskan apapun kepadaku? Bukankah aku memiliki hak untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan diriku?" Tanya Xiu Qixuan memulai pembicaraan yang cukup serius.
"Kau ingin mengetahui hal apa?" Tanya Baijin Hu dengan suara seorang wanita yang cukup menenangkan bagi seseorang yang mendengar suaranya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di malam sebelumnya?" Tanya Xiu Qixuan
"Kau melakukan kesalahan dengan memakan Tanaman Bola Lotus Surgawi itu. Awalnya kami mengira tubuhmu tidak akan bertahan dan hancur karena memakan tumbuhan surgawi yang seharusnya tidak dapat dikonsumsi oleh mahluk fana." Jelas Baijin Hu
"Kami membuat rencana lain dengan menggunakan kekuatan kami agar Kipas Emas dan Kalung Giokmu terhubung memberikan sedikit kekuatan agar kau dapat bertahan walaupun kedepannya kau tidak memiliki harapan lagi untuk menjadi kuat." Lanjutnya
"Sangat tidak menyangka kau bertahan dan berhasil mengelola aura surgawi dari tanaman tersebut membuatnya menjadi sumber aura kehidupanmu," Ucap Lao Yong membantu menjelaskan.
"Aura Surgawi? Aura Kehidupan?" Ucap Xiu Qixuan dengan pandang penuh tanya.
"Kau memiliki kemampuan yang seharusnya tidak dimiliki mahluk fana lainnya." Jawab Lao Yong
"Aura Surgawi hanya dimiliki oleh kaum surgawi seperti kami. sedangkan Aura kehidupan hanya dimiliki oleh mahluk fana yang terpilih, kau memiliki dua aura kehidupan--satu untuk di Bumi dan satu lainnya untuk di Daratan Ca Li. Saat Aura Kehidupanmu habis tak tersisa dalam sekejap kau akan mati." Lanjutnya
"Apakah manfaatnya dan bagaimana cara menggunakannya? Apakah seperti sihir?" Tanya Xiu Qixuan dengan bersemangat, gadis ini sangat antusias karena dapat merasakan hal seperti dinovel fantasi yang dia baca dibumi.
Lao Yong bangun dari posisi duduk santainya dan berdiri tidak menjawab pertanyaan Xiu Qixuan.
Harimau putih itu memundurkan langkahnya dengan tetap menatap gadis kecil yang sedang memandangnya penuh kebingungan.
Baijin Hu mengetahui niat Lao Yong--dia hanya terdiam berniat menyaksikan hal selanjutnya.
•••••••••••••