
Menatap pantulan polos dengan mengenakan gaun tidur tipis dalam cermin perunggu di hadapannya, Xiu Qixuan terduduk tenang membiarkan Xiao Rou yang terampil menyisir lembut surai rambutnya.
"Apa pendapatmu mengenai Putera Mahkota yang baru saja kamu temui, Nona?" Suara Chao momo tiba-tiba terdengar dari belakang. Pengasuh tua itu terlihat sibuk menghangatkan ranjang dan memasang wewangian dupa untuk membantu seseorang dapat tertidur nyenyak. "Bukankah Putera Mahkota benar-benar bijak dan kompeten sebagai pria terhormat yang akan meneruskan takhta kekaisaran?" Dia terus mengoceh tanpa henti, menyanjung beberapa untuk terlihat baik sebagian.
Berbicara tentang ini, mata Xiu Qixuan tampak seperti sejumlah besi dingin yang memancarkan udara tajam, secara alami ia berdiri dari duduknya. Dia berjalan menuju ranjang dan menggulung dirinya sendiri dengan selimut. Pikirannya yang sedang melayang itu berdengung tidak nyaman ketika mengingat sesuatu.
"Aku mendambakan seorang nona yang tak terduga. Untuk menghapus kebosanan dalam menghidupkan persaingan ini, Ibunda."
Itu adalah kalimat yang tak sengaja dia dengar kala menguping percakapan Pangeran Mahkota dengan Permaisuri. Saat pertemuan dalam jamuan malam, Pangeran Mahkota hanya sekedar mampir sebentar kemudian kembali pergi untuk pekerjaannya. Tapi dengan kesan singkat yang pria itu berikan saja, Xiu Qixuan sudah begitu yakin untuk dapat mengecapnya sebagai seorang maniak.
Frustasi dan lelah bercampur. Mendecih. Xiu Qixuan berbicara sinis untuk menanggapi Chao momo dengan membalas pertanyaan dengan pertanyaan: "Tch, mengapa kamu membuat semacam penilaian tidak berguna? Bukankah sudah jelas tidak ada yang waras di antara mereka? " Suaranya memiliki tekanan tersumpal ketika dia menutup wajahnya dengan selimut. "Hmph, sudahlah aku lelah. Kalian bisa mundur sekarang!" Usirnya.
Xiao Rou yang sudah sangat amat mengerti sang majikan dalam kondisi menginginkan sedikit ruang privasi pun segera membungkuk untuk pamit tanpa banyak berkata-kata lagi.
Disisi lain, Chao momo menghela napas kasar, menatap lekat ranjang yang di tempati oleh Xiu Qixuan untuk berbicara tajam: "Cobalah untuk bersikap antusias, bukan muram, Nona." Ada sedikit jeda di ucapannya kala dia kembali melanjutkan, "Kalau begitu saya akan mundur, mohon beristirahat dengan nyaman!" Mematikan lilin dan menutup kelambu ranjang, setelah memastikan tugasnya, Chao momo bersama Xiao Rou segera berbalik pergi.
Xiu Qixuan mendengar langkah kaki mereka yang semakin terasa samar ketika perlahan mereka bergerak menjauh.
Dan terdengar suara daun pintu yang kembali di tutup rapat, suasana menjadi begitu hening. Aroma menenangkan dupa membuat orang merasakan kantuk. Namun, Xiu Qixuan yang terbaring diatas ranjang segera melompat kala memastikan hanya dia yang tertinggal di dalam kamar ini.
"Taotao! Kau bisa keluar!"
Mengambil mantel dan memakai di pundaknya, Xiu Qixuan dengan cepat beranjak.
Krasakk...
Tapp...
Angin membuat hembusan gelombang kala pengawal muda mendarat ke permukaan dari lompatannya yang cepat seperti kucing di balik pilar-pilar kusen atap.
"Apa yang membuatmu gelisah, Nona? Mempercepat panggilan saya untuk terburu-buru menemui anda." Dengan suaranya yang menyenangkan, Xiao Taoli berkomentar ringan. "Anda tidak sedikit pun khawatir saya akan tertangkap oleh penjaga istana, 'kan?" Ujarnya mengeluh.
"Itu berarti aku sangat mempercayai kemampuanmu untuk tidak tertangkap." Dalam lingkup ini, Xiu Qixuan memasang raut wajah serius. Ia mengambil gulungan dokumen tipis yang dia sembunyikan di balik lengan bajunya. Dan, kemudian melemparkannya pada Xiao Taoli untuk di tangkap.
Wajah Xiao Taoli tetap tenang. Namun, alisnya berkerut kala membuka gulungan tersebut yang berisikan berkas keterangan nama-nama orang yang di deportasi keluar negeri.
"Urutan ketiga, baris kelima. Mu Xiaonuo. Cari semua detail yang berkaitan tentangnya."
Jari-jemari Xiu Qixuan dengan gerakan minimalis, menuangkan teh kedalam cangkir dan memberikannya pada Xiao Taoli. "Kau sudah menempatkan orang-orang terpercaya di seluruh titik penyebaran bencana yang terjadi di Kekaisaran Mo, kan?"
Menerima cangkir teh dan menyesapnya secara perlahan. Xiao Taoli mengangguk. "Sudah saya lakukan dengan hati-hati. Pihak kita akan segera menerima laporan lebih cepat jika terjadi sesuatu yang lebih besar di Kekaisaran Mo." Ujarnya dengan lugas dan yakin.
Dengan semua ini, Xiu Qixuan memijat pelipisnya gusar. Dia tenggelam dalam pikiran yang dalam.
Bencana di Kekaisaran Mo terlalu aneh jika hanya di sebut karena faktor alam. Dan, dalam laporan yang di berikan Duan Bian Jian atas permintaannya lalu. Semua menunjukan bahwa yang terjadi di negeri tetangga itu, sesuai dengan perkataan Lao Yong dan Baijin Hu terkait beberapa monster dan kawanan iblis kecil yang akan sedikit demi sedikit bangkit.
Meminta orang-orangnya untuk berjaga-jaga di tempat bencana mungkin tidak akan berarti apapun selain dalam kecepatannya meraih informasi. Otaknya sudah buntu untuk mencari cara menghadapi kebangkitan kawanan iblis. Segera menemukan belati berkekuatan alam tertinggi itu mungkin merupakan satu langkah yang hanya bisa dia lakukan sekarang.
"No—, Nona!!" Sentak Xiao Taoli keras di telinga untuk membuyarkan renungannya.
Mengorek telinganya dengan gestur seorang pemalas. Xiu Qixuan berdecak. "Tck, berisik! Kau bisa tertangkap penjaga istana kalau begini!"
"Ya, itu karenamu tidak mendengarku!" Protes Xiao Taoli dengan mengerutkan wajahnya.
"Kau bisa bicara. Tapi, jika tidak ada lagi yang penting, kau bisa pergi." Xiu Qixuan berbicara santai tanpa rasa bersalah di kalimat pengusirannya yang kejam.
Semakin berkerut, seolah-olah habis melalui siksaan. Xiao Taoli mengeluh berkata: "Bagaimana bisa kau memasang wajah seperti malaikat padahal kata-kata yang keluar dari mulutmu begitu menusuk?" Sesaat dia melepaskan formalitas atasan dan bawahan.
Bibir Xiu Qixuan berkedut kala dia menahan senyuman lebar yang perlahan tampak. "Itu dinamakan sisi keseimbangan. Karena tidak ada yang sempurna di dunia." Ujar Xiu Qixuan dengan suaranya yang terdengar puas.
Mendengus. Xiao Taoli perlahan menurunkan pandangannya, wajahnya berubah serius dan memberat ketika dia berkata: "Serikat manusia penyihir itu masih belum bisa kami temukan. Penyelidikan tentang mereka terus berakhir sia-sia."
Manusia penyihir yang Xiao Taoli maksudkan adalah para manusia yang menggunakan kekuatan aura iblis. Xiu Qixuan meminta mereka mencarinya sejak beberapa bulan yang lalu saat sesudah mereka kembali dari Xia Utara, tapi hasilnya selalu nihil. Dia tidak bisa menjelaskan detail mengenai kekuatan aura pada Xiao Taoli maupun orang lain. Jadi, sebagai gantinya agar lebih mudah dalam penyebutannya, Xiu Qixuan bilang mereka adalah penyihir.
Mengejutkannya adalah para pengguna aura iblis itu ternyata lebih terorganisir dan rapih dalam kamuflase bentuk untuk tetap tersembunyi di kedalaman.
Xiu Qixuan yang saat ini tidak tahu, pemimpin dari para pengguna aura iblis itu berada dekat dengannya. Serikat yang mereka maksudkan adalah organisasi yang berada di bawah kepemimpinan legendaris Sang Bintang Asura, Mozi.
Entah kenapa, rasanya seperti musim panas kali ini tidak akan berjalan mulus...
•••••••••••••••••••
A/N: Selamat menunaikan ibadah puasa, gais!💞💖