
Dua Bulan Kemudian
Pov. Xiu Qixuan
Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu, dan bulan demi bulan berlalu. Tidak menyangka diriku dapat bertahan selama ini, terhitung sudah satu tahun lamanya sejak diriku datang di waktu musim panas tahun lalu. Dan lebih tidak menyangka bahwa diriku dapat bertahan tanpa ponsel dan internet!
Melewati empat musim yang sebelumnya tidak pernah diriku rasakan. Memang sangat menyenangkan tetapi hariku selalu terpakai untuk berlatih membuatku tidak dapat bersantai dan menikmati hidup.
Walaupun aku sering mengeluh tetapi perubahan yang perlahan ini terlihat di diriku. Tubuhku menjadi lebih ringan dan tentu saja lebih cantik!
Kalian tahu sebelumnya rambutku pendek, kulitku bewarna kuning langsat, dan tentu saja aku sedikit gemuk karena memakan makanan enak adalah salah satu hobiku. Tetapi selama satu tahunku di Daratan Ca Li tubuhku ini selalu terjadi perubahan walaupun tanpa skincare. Aiyaa, suatu keberuntungan!
Saat ini aku sedang berada ditaman Kediaman Xiu. Taman ini memang dipakai untuk dinikmati keindahannya. Terdapat sebuah jembatan kecil dan dibawahnya terdapat kolam ikan.
Aku berjalan menuju jembatan tersebut karena sedikit lelah baru saja belajar menari dan meyulam bersama Yao Yunmei—Aku mendudukan diriku ditembok pembatas jembatan, menopang pipiku dengan tangan yang diletakan di ornamen kecil yang terdapat disana kemudian aku memejamkan kedua kelopak mataku.
Semilir angin awal musim panas menerpa wajahku dengan lembut. Menikmati sedikit waktuku untuk bersantai seperti saat ini.
Tiba-tiba sebuah suara mengintrupsiku untuk membuka kedua kelopak mataku kembali.
"XuanXuan, XuanXuan!" Panggil sebuah suara gadis dari kejauhan yang begitu heboh, siapa lagi kalau bukan Xiao Rou.
Langkah gadis itu terdengar tergesa-gesa seperti sedang dikejar sesuatu. Guratan ekspresi wajahnya juga terlihat cemas dan panik.
"Ada apa? Perhatikan kelakuanmu! Ini bukan di Manor Xing. Bagaimana kalau Yao Yunmei dan Kepala Pengurus Qi Li melihatnya—kau dapat menerima hukuman dan belajar etiket kembali." Peringatku kepada gadis bodoh didepanku yang sedang berusaha menstabilkan napasnya karena berlari tergesa-gesa.
"Situasi gawat, tidak perduli lagi!" Jawabnya dengan cepat menarik salah satu lenganku.
"Tunggu! Ada apa sebenarnya?" Tanyaku menghempaskan lengannya.
"XuanXuan, Kita harus kembali terlebih dahulu ke Manor Hui dan aku akan menjelaskan semuanya." Ucapnya menatapku dengan pandangan permohonan.
Aku menghela napas panjang, "Baiklah," Jawabku menyetujuinya.
Kami melanjutkan langkah menuju Manor Hui. Kalian pasti bertanya kenapa kami harus ke Manor Hui tempat Yao Yunmei dan Xiu Jierui tinggal.
Karena di Kediaman Xiu sekarang hanya tinggal Aku dan Yao Yunmei. Satu bulan lalu seorang prajurit yang terluka parah dari Kota Jizhou membawa kabar buruk bahwa ratusan prajurit suku bar-bar menyerang mereka dan Gubernur yang memerintah Kota Jizhou telah tewas. Kota Jizhou sudah direbut oleh Suku Bar-bar.
Kota Jizhou adalah Kota Besar yang menjadi Ibukota Perbatasan Selatan yang dipimpin oleh seorang Gubernur. Sementar Kota Ping'an termasuk kota kecil yang hanya dipimpin oleh seorang Walikota dan masih dibawah naungan Kota Jizhou.
Suku Bar-bar letaknya lebih dekat dengan Kota Ping'an dan juga Suku itu tidak memiliki kemampuan untuk menyerang Ibukota Perbatasan Selatan, Jizhou. Bagaimana mungkin Gubernur yang memerintah bertahun-tahun dan memiliki kemampuan politik militer yang tidak diragukan lagi jatuh dengan mudah dibawah tangan Suku Bar-bar.
Menurut berita yang beredar bahwa Suku Bar-bar berganti kepimpinan dan Suku itu sudah memiliki sebuah nama tertulis di panji militer mereka yang berkibar, Nanbao.
Pemimpin seperti apa yang membuat Prajurit Militer dan Suku yang tidak memiliki kemampuan menjadi begitu kuat menjatuhkan Kota Jizhou.
Tidak heran mereka lebih dulu memilih menjatuhkan Kota Jizhou dan beberapa kota kecil lainnya daripada Kota Ping'an yang letaknya lebih dekat dengan mereka dikarenakan Kota Ping'an memiliki seorang Jenderal Besar Militer yang menjaganya.
Prajurit sebesar itu kenapa tidak terlihat di pandangan sang Jenderal Besar saat mereka melintas menuju Kota Jizhou hal itu dikarenakan Pemimpin Suku tersebut cukup berpengetahuan, mereka memilih melewati jalan ekstrim dan berbahaya yaitu tebing tinggi bebatuan daripada jalan hutan Kota Ping'an.
Saat Xiu Haocun dan Xiu Jierui mengetahui kabar tersebut mereka dengan cepat mempersiapkan prajurit di Kamp Militer.
Xiu Haocun bergegas dengan cepat menuju Kota Jizhou untuk merebut kembali Ibukota Perbatasan Selatan dan beberapa kota kecil lainnya. Kemudian Xiu Jierui bertugas menjaga Kota Ping'an, memberi kabar kepada istana yang berada di ibukota kekaisaran dan mencari kabar dari beberapa kota lainnya.
Duahari lalu rombongan Xiu Haocun kembali ke Kota Ping'an, Jenderal Besar yang berstatus ayahku di Daratan Ca Li itu membawa kemenangan besar dari beberapa kota kecil yang direbut Suku Nanbao.
Tetapi sayangnya cukup sulit untuk merebut kembali Kota Jizhou dibawah pimpinan ketua suku Nanbao, satu hal baik yang mereka dapatkan untuk merebut kembali Jizhou dari tangan Nanbao adalah salah satu Jenderal Suku Nanbao yang menyerang beberapa kota kecil lainnya ditahan oleh Xiu Haocun dan sekarang berada di Kota Ping'an.
Xiu Haocun mengeluarkan ultimatum yang tegas akan membunuh Jenderal penting Suku Nanbao jika tidak menyerahkan Jizhou kembali.
Dari kabar yang dibawa mata-mata bahwa Jenderal yang ditahan Xiu Haocun termasuk orang yang sangat penting bagi Pemimpin Suku Nanbao. Xiu Haocun yakin bahwa Pemimpin Suku Nanbao akan berpikir dua kali untuk menyerang.
Sedangkan untuk Xiu Huanran, pria itu sejak lima minggu yang lalu sebelum kabar buruk ini sampai pria itu sudah pergi ke Kekaisaran Mo dia berkata untuk memperluas bisnisnya tetapi aku yakin bukan hanya itu saja. Lebih parahnya lagi Ji Gui juga pergi entah kemana. Guru tampanku itu tidak memberi tahuku alasan dan tujuannya. Apakah mereka pergi bersama? Aku juga tidak tahu tetapi sepertinya benar dikarenakan interaksi mereka cukup dekat.
Aku melangkah menuju Manor Hui, tugasku sekarang bertambah menjaga Yao Yunmei yang sedang mengandung berusia empat bulan.
Aku tidak tahan untuk bertanya pada Xiao Rou, "Apakah ayahku dan Er'ge mengalami masalah?" Tanyaku kepada Xiao Rou.
"Lebih dari itu, kita semua mengalami masalah." Jawabnya dengan cepat dan cemas.
Aku memberhentikan langkahku dan memasang ekspresi serius, "Ceritakan," Ucapku tegas
"XuanXuan," dengan keluhan dipandangannya.
Aku balas menatapnya tajam.
"Baiklah—baiklah. Terdapat kabar bahwa ratusan prajurit Suku Nanbao sedang menuju Kota Ping'an dan mungkin akan segera sampai. Para wanita dan anak-anak diperintahkan untuk segera berlindung." Jelasnya dengan cemas.
"Lalu?" Tanyaku dengan tenang. Terlihat sangat percaya diri memang. Sangat percaya pada Xiu Jierui dan Xiu Haocun tentunya.
"Tidak ada lalu." Jawabnya dengan polos.
"Cih, bodoh." Decihku kemudian melanjutkan langkah menuju Manor Hui untuk bertemu Yao Yunmei.
Sesampainya di Manor Hui yang dijaga oleh banyak prajurit dan pengawal. Aku segera masuk kedalam ruangan Manor Hui dan tidak lupa memberi Salam hormat kepada Yao Yunmei.
"Apakah ada kabar terbaru?" Tanyaku sembari menyesap teh yang disediakan diatas meja kudapan.
Dengan anggukan yang diberikan Yao Yunmei prajurit intelegen khusus membawa berita tersebut dengan cepat menjelaskan.
"Penjahat dari Suku Nanbao berhasil kabur karena serangan tak terduga tepat dimana penjahat tersebut ditahan. Beberapa orang berpakaian hitam membantu penjahat tersebut meloloskan diri. Komandan militer To Mu terluka parah dan ditahan oleh mereka."
"Berita Suku Nanbao bocor dibawakan dengan cepat oleh orang kita. Bahwa ratusan prajurit Suku Nanbao sedang bersiap menjemput penjahat tersebut dari gerbang Barat dan menyerang Kota Ping'an dengan kekuatan penuh dari Gerbang Barat Kota."
"Dapat dipastikan penjahat tersebut berada di Gerbang Barat sedang menunggu tindakan selanjutnya untuk kembali kebarisan Suku Nanbao. Jenderal Besar dan Wakil Jenderal dengan cepat menuju Gerbang Barat dan memberi perlindungan khusus disana." Jelasnya
Prajurit itu memanggil Penjahat untuk Jenderal Suku Nanbao dikarenakan memang itu aturannya. Tidak boleh mengakui tahanan sebagai seorang Jenderal, bukankah begitu?
"Perlindungan khusus?" Tanyaku
"Perlindungan khusus, mengambil sedikit prajurit yang berjaga di Gerbang Timur, Utara dan Selatan untuk menjaga pertahanan Gerbang Barat lebih kuat." Jawabnya
"Apakah sama banyak jumlah prajurit yang diambil dari masing-masing Pintu Pertahanan?" Tanyaku mengenai jumlahnya. Kalau tidak seimbang mungkin akan berakibat fatal bagi salah satu gerbang yang menjadi benteng pertahanan.
"Tidak," Jawabnya
"Bagian mana prajurit yang diambil lebih banyak?" Tanyaku dengan cepat dan sedikit cemas. Perasaanku mengatakan ada yang salah.
"Gerbang Timur, dikarenakan Gerbang Timur berbatasan langsung dengan rawa yang cukup dalam dan besar. dengan ratusan Prajurit Suku Nanbao tidak memungkinkan untuk menyerang Gerbang Timur. Kota Jizhou terletak disebelah barat Kota Ping'an, para prajurit suku Nanbao muncul dari arah barat." Jelasnya
Aku terdiam cukup lama memikirkan kemungkinan yang dapat terjadi. Informasi dari prajurit intelegen itu membuat pikiranku merancang suatu hal lain.
Karena melihatku terdiam cukup lama, Yao Yunmei memperintahkan prajurit intelegen itu untuk kembali bertugas.
"Apakah ciri khas orang Suku Nanbao?" Tanyaku dengan sangat cemas
"Tubuh fisik mereka lebih kuat dikarenakan tempat Suka Nanbao tinggal adalah tempat dengan cuaca dan dataran ekstrim." Jawab Yao Yunmei
"Ada apa denganmu, Xuan'er?" Tanya Yao Yunmei melihatku yang saat ini sedang cemas.
"Apakah mereka dapat berenang?" Tanyaku lagi mendesaknya untuk menjawab.
"Mungkin saja, karena mereka memiliki perairan yang berbatasan langsung dengan laut." Jawabnya sekali lagi.
"Tidak Mungkinkan—" Gumamku pelan.
Tubuhku menegang dan kedua bola mataku melebar setelah mendapatkan jawaban dari apa yang aku pikirkan.
Gawat!
Bukankah ini seharusnya strategi perang yang sangat mudah ditebak yaitu membuat suara dibarat lalu menyerang ditimur.
Dapat dipastikan bahwa Suku Nanbao sengaja membocorkan rencana mereka. Membuat seakan-akan mereka menyerang gerbang barat dengan kekuatan penuh tetapi sebenarnya tujuan mereka berada ditimur.
Sejak awal Suku Nanbao sudah menyusup didalam Kota Ping'an dilihat dari Jenderal Suku Nanbao yang dapat kabur karena bantuan beberapa orang.
Jenderal Suku Nanbao tidak berada di gerbang barat tetapi berada di gerbang timur menunggu dijemput oleh pasukannya!
Gerbang timur mungkin akan jatuh hanya dibawah sedikit tangan pasukan Nanbao.
Sebelum aku bereaksi lebih untuk menjelaskan situasi kepada Yao Yunmei—genderang perang bertabuh dengan gema yang cukup nyaring dan keras diseluruh Kota Ping'an, menandakan bahwa perang sedang berlangsung.
Dengan cepat aku mengangkat sedikir rok hanfu panjangku dan kemudian berlari keluar Manor Hui tetapi para prajurit dan pengawal menahanku.
"Kalian berani sekali menghalangiku!" Teriakku dengan keras.
"Nona tetapi keadaan diluar sedang kacau lebih baik Nona tetap tinggal dan sabar menunggu disini." Jelas salah satu prajurit dengan peringkat yang lebih tinggi dari prajurit lainnya, terlihat dari pakaian yang dikenakan sedikit berbeda.
"Aku sudah tahu kalau situasi sedang kacau. Mungkin akan lebih kacau jika aku tidak keluar." Ucapku berusaha meyakinkannya.
Tetapi prajurit didepanku ini menatapku dengan pandangan aneh, mungkin dia mengira aku akan membuat kehebohan lagi. Aiyaa, memang tidak mudah di cap sebagai pembuat onar.
"Cepat Minggir! Atau aku tidak akan segan lagi padamu," Lanjutku dengan pelan penuh dengan ancaman.
Yao Yunmei sejak tadi memanggilku tetapi tidak aku hiraukan. Aku juga dapat mendengar langkah kaki Xiao Rou dan Yao Yunmei semakin mendekat.
Prajurit itu terdiam cukup lama karena kaget dengan aura mengancam yang keluar dari dalam diriku. Dengan cepat aku memukul wajahnya dan menendang perutnya agar menjauh memberi sedikit jalan kemudian aku berlari mengunci mereka semua di Manor Hui dari pintu luar manor, tentu saja aku lakukan agar mereka tidak mengejarku.
"Maafkan aku. Jagalah Nyonya Yao dan adik bayi!" Teriakku keras dari depan pintu luar.
'Aiyaa, aku sangat cerdas!' Pujiku sedikit tersenyum dan melanjutkan langkahku berlari menuju pintu keluar Kediaman.
Masih dapat terdengar suara mereka yang keras memanggil namaku.
•••••••••••
Masih inget To Mu ngga gais? Author pernah nyebutnya sekali di bab 'Pengawal pribadi' , tetapi kalau kalian lupa. To Mu adalah tangan kanan Xiu Jierui.
Sebenarnya author juga lupa hehe, tetapi sepertinya dia dibutuhkan untuk event ini.
itu Xiu Qixuan main lari aja, lupa kali yaaakk diakan butuh kendaraan kaya kuda untuk ke gerbang timur kota. Biarin aja kali maunya lari dia biar ngelatih otot kaki wkwk:)
Terimakasih gais sudah menaiki rating novel ini, luvluv💕