
Pandangan lembut yang teduh tetapi juga menyiratkan banyak keluhan didalam hatinya itu menatap Xiu Qixuan dengan dalam.
Bertatapan sejenak sebelum akhirnya Xiu Qixuan memilih untuk mengganti topik pembicaraan dengan menyerahkan sebuah surat kepada Ji Gui.
"Kalian harus cepat pergi dari wilayah Nanbao. Tolong, berikan surat ini kepada Er'ge. Biarkan ia yang menyimpan salinan surat perjanjian perdagangan agar mempermudah orangnya memasuki Nanbao dikemudian hari." Ucap Xiu Qixuan menyerahkan amplop yang di lem oleh cairan lilin perekat.
Ji Gui masih terdiam memandangi Xiu Qixuan tetapi ia mengambil surat itu dan menyimpan disaku bajunya.
Xiu Qixuan menghela napas panjang melihat aksi merajuk Ji Gui, gadis itu tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Ji Gui yang sedang dalam suasana hati tidak baik.
Mereka terdiam cukup lama, sebelum akhirnya Ji Gui bersuara. "Kamu pergi saja, tidak ada lagi yang ingin kubicarakan denganmu."
Membungkuk memberi hormat kemudian Xiu Qixuan berbalik untuk melangkah pergi. Tetapi, baru beberapa langkah sebuah suara mengintrupsinya kembali.
"Berhenti!" Ucap Ji Gui
Memutar tubuhnya untuk berbalik menghadap Ji Gui dengan ekspresi kebingungan diwajahnya.
"Aku suruh kamu pergi, kamu langsung pergi. Apakah kamu begitu enggan melihatku lebih lama?" Ucap Ji Gui dengan menuntut jawaban.
Xiu Qixuan menaikan sudut alisnya bingung, bukankah tadi dia yang menyuruhnya pergi? kenapa sekarang ia malah marah?
Terlalu merepotkan menghadapi pria yang sedang merajuk. Xiu Qixuan merasa semua yang dilakukannya adalah salah, karena mundur kena—maju kena.
"Jawab aku," Sentak Ji Gui sekali lagi.
Menghela napas panjang kemudian Xiu Qixuan berucap dengan kesal, "Baik, marahlah. Marahlah sampai puas."
Ucapan Xiu Qixuan membuat Ji Gui semakin meledak dengan napas yang memburu dan pandangannya semakin sendu menahan segala perasaan yang meluap akan gadis dihadapannya.
"Kamu mengira aku sedang memarahimu?" Tanya Ji Gui dengan pelan.
Mengerutkan dahinya Xiu Qixuan semakin terlihat kebingungan. Bukankah sejak tadi Ji Gui memarahinya? Kenapa sekarang malah bertanya padanya?
Tidak mendapatkan sedikitpun jawaban dari bibir Xiu Qixuan.
Ji Gui melangkah mendekatinya dan berdiri dihadapannya, dia menunduk mensejajarkan tubuhnya dan memperhatikan gadis cantik yang memiliki sepasang mata bulat jernih terkesan murni.
Dengan perlahan, ia mengulurkan lengannya kemudian melepaskan kain penutup wajah dan mengelus lembut pipi bulat Xiu Qixuan.
"Xuan'er,"
Sentuhannya sangat lembut.
"Ya?" Jawab Xiu Qixuan mendongakkan wajah menatap polos pria yang berada dihadapannya.
"Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Aku merindukanmu sedikit demi sedikit, siapa yang peduli betapa absurdnya ini." Ucapnya dengan sendu.
Tubuh Xiu Qixuan menegang, jantungnya berdegup kencang saking terkejut mendengar keterbukaan mengenai perasaan Ji Gui padanya. Kata-kata tercekat ditenggorokan tak dapat ia keluarkan.
"Kata hati hanya boleh diketahui oleh bulan. Aku juga memiliki kekhawatiranku sendiri. Mengkhawatirkan kau akan terbang menjauh, mengkhawatirkan kau akan meninggalkanku." Lanjutnya masih mengelus lembut wajah Xiu Qixuan dengan pandangan yang sendu dan dalam.
Xiu Qixuan menegang tidak berani bergerak, ia masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Apakah ini sebuah pengakuan cinta?
"Tetapi, memangnya aku ini siapa? aku bisa apa? Menahanmu untuk berada disisiku? Bukankah, aku ini terlalu egois?" Tanyanya dengan membara.
"Kau dekat denganku tetapi sebenarnya kau jauh, aku mengetahui bahwa sulit bagiku untuk berada disisimu." Lanjutnya dengan suara yang semakin pelan menahan segala perasaannya.
Gadis itu tidak bisa, dia tidak dapat menjalani hubungan terlalu dalam dengan Ji Gui atau siapapun di Daratan Ca Li. Gadis itu terlalu realistis dan pintar untuk mengetahui bahwa dirinya suatu saat akan pulang ke bumi dan ia tidak ingin perasaan rumit seperti cinta menghalanginya untuk kembali ketempat asalnya.
Sejak awal Xiu Qixuan sudah membangun tembok pembatas dihatinya untuk menghalau segala perasaan rumit sejenis cinta, tidak mudah meruntuhkan tembok itu.
Tetapi, dia masih seorang gadis biasa yang memiliki sisi emosional tinggi. Sewaktu saat tembok pembatas hatinya itu juga dapat runtuh, entah siapa dimasa depan yang akan meruntuhkannya.
Merasakan ketulusan Ji Gui tidak memungkiri bahwa dirinya terenyuh, pria ini terlalu sempurna. Kalau saja dirinya berada di bumi—tentu dia tidak akan berpikir dua kali, tetapi semua hal disini terlalu rumit menambah suatu hal sejenis percintaan itu semakin rumit untuknya.
Xiu Qixuan menghela napas mencoba menahan perasaannya yang melembut mendengar pengakuan Ji Gui. Ia mengangkat lengannya dan memegang lengan Ji Gui yang berada tepat diatas wajahnya.
Mereka saling menatap dengan dalam, sebelum akhirnya Xiu Qixuan menyingkirkan lengan Ji Gui dari wajahnya dan mundur satu langkah menjauh.
"Guru, kamu adalah salah satu dewa di daratan Ca Li. Keagungan dan bakatmu sangat superior sehingga banyak gadis tidak dapat mengendalikan detak jantung ketika pertama kali bertemu denganmu, begitupun termasuk diriku ini. Kekagumanku untukmu selalu tulus dan murni." Jelas Xiu Qixuan dengan lembut, panggilannya kembali formal seakan menegaskan status mereka sebagai guru dan murid.
"Haha, lalu apa?" Tawa Ji Gui dengan sarkas, kedua bola mata pria itu berkaca-kaca menatap Xiu Qixuan seiring tawa penuh keterpaksaannya.
Xiu Qixuan yang melihat itu hanya memejamkan kedua kelopak matanya karena tidak tahan sudah menyakiti pria dihadapannya ini.
Suara tawanya berhenti, hening sejenak. Sebelum akhirnya Ji Gui kembali berucap, "Apakah kamu ingin aku menjelaskan kepada dunia bahwa meskipun kamu mengagumi ku, aku tidak cukup baik untukmu? Apakah lebih baik membiarkan dunia merasa bahwa kekagumanmu padaku adalah sesuatu yang ditinggalkan dimasalalu? Bahwa kamu masih dapat menemukan pria yang baik untuk menikah?"
Suaranya kali ini terdengar sangat lembut tetapi juga sangat dingin, diudara yang panas ini suaranya seperti sulur halus dalam keanggunan menyembunyikan rasa dingin dan tajam bagi yang mendengarnya.
Dengan cepat Xiu Qixuan membuka kelopak matanya kembali dan menjawab dengan kesulitan, "Bukan itu maksudku, hanya saja—"
Ucapannya terjeda karena melihat Ji Gui yang tersenyum miring dengan tatapan penuh kekecewaan yang mendalam kemudian berbalik melangkah pergi meninggalkannya.
Wajah Xiu Qixuan memerah menahan tangis, ia merasakan kesedihan dan rasa bersalah. Gadis itu dengan cepat berlari mengejar Ji Gui dan memeluk tubuh Ji Gui dengan erat dari belakang. Langkah Ji Gui menjadi terhenti tetapi pria itu hanya diam dengan wajah datarnya.
Menyembunyikan wajahnya dipunggung kokoh Ji Gui, Xiu Qixuan masih memeluk pria itu dari belakang dan berucap sendu. "Maaf,"
Ji Gui tetap diam tak bersuara kemudian pria itu melepaskan dengan perlahan lengan Xiu Qixuan yang mengait dipinggangnya. Dia melangkah lagi tanpa menoleh sedikitpun untuk melihat Xiu Qixuan yang saat ini sudah meneteskan air mata dari dua bola mata indahnya.
••••••••••••••••
Author lgi penasaran nih jawab di koment yaa biar rame haha. kalau rame minimal 12 yg koment, bsk author up 2 chapter bagaimana? bonus pembaca baikku yg aktif disini.
Pertanyaannya adalah jadi sejauh ini kalian sudah berada dikapal yang mana? plus kasih alasan kenapa kalian milih pria itu untuk xuan?
Xuan-Pria misterius
XuanJun (Qixuan - Junke)
XuanJi (Qixuan - Ji Gui)
Sejauh ini belum dapat dipastikan akan melabuh kemana hati sang fl kita ini.
Btw, Ji Gui udah mulai start loh cmn waktu dan keadaan tidak tepat, Xuan gabisa nerima deh.
Kalau author sih sejauh ini suka sm A Jun yaa, tipe author aja gitu karena pria Suku Nanbao lebih gagah ceu, dia juga lebih suka bertindak daripada berkata😂