
Ditengah lapangan yang luas terlihat seorang gadis kecil yang kesusahan berulang kali mengisi dan mengangkat ember berisi air.
"Semangat, Xuan'er. Inilah yang dimaksud latihan dasar sebenarnya. Kau kena pukul saja langsung jatuh, dengan begini kita melatih otot ditubuhmu," Ucap Xiu Huanran menyemangati dari bawah pohon yang rindang.
"Latihan dasar atau mengambil keuntungan untuk menyiksaku," Gerutu Xiu Qixuan pelan dengan melirik tajam sang kakak kedua.
******
Xiu Qixuan menyelesaikan latihannya, saat ini dia terduduk dibawah pohon rindang, bersandar dipohon tersebut dan menyeka keringat yang jatuh dari dahinya.
"Minumlah," Ucap Xiu Huanran menyodorkan sebotol air minum kepada adik perempuannya.
Xiu Qixuan menerima dan kemudian meneguk air dibotol tersebut. Xiu Huanran mendudukan diri disebelah adiknya dan menatap Xiu Qixuan dengan intens.
"Kenapa?" Tanya Xiu Qixuan menolehkan wajah menatap balik Xiu Huanran.
"Tidak, hanya merasa kau semakin berbeda." Jawab Xiu Huanran
"Sebentar lagi musim semi akan tiba-- bunga-bunga tetap sama dari tahun ke tahun, tetapi manusia berubah seiring berjalannya waktu." Ucap Xiu Qixuan menanggapi seperlunya karena gadis ini tidak tahu pasti maksud sebenarnya Xiu Huanran berbeda dari Qiaofeng atau berbeda dari pertama kali dia datang sebagai Alesha.
"Eumm kau benar," Ucap Xiu Huanran mengiyakan.
"Er'ge, Darimana kau mendapatkan buku Seni Beladiri Sekte Xitian?" Tanya Xiu Qixuan memulai topik yang membuatnya penasaran.
Xiu Huanran yang mendengar pertanyaan itu tidak memberikan respon yang besar, pria itu terlihat biasa saja seakan tahu adik perempuannya akan menanyakan hal itu.
"Pemberian seorang teman," Jawab Xiu Huanran dengan singkat dan lugas.
Xiu Qixuan menatap dalam Xiu Huanran, kemudian berucap
"Er'ge, Kau bukan hanya pedagang biasa, Kau memiliki bisnis lain." Itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan.
Mendengar ucapan sang adik ekspresi Xiu Huanran sedikit terlihat tidak biasa, keningnya sedikit berkerut seakan terkejut dengan pernyataan tersebut. Tetapi kemampuannya meng-kontrol ekspresi patut diacungi jempol.
"Benar," Jawab Xiu Huanran mengiyakan, dia tidak mengelak.
Xiu Huanran tahu bahwa sang adik selalu punya analisa-nya sendiri dan pikiran sang adik tidak dapat dimengerti banyak orang di daratan Ca Li, jadi wajar kalau Xiu Qixuan dengan cepat mengetahui bahwa dirinya bukan hanya pedagang biasa.
"Kenapa kau tidak mengelak dan tidak berbohong?" Tanya Xiu Qixuan dengan kening berkerut padahal dirinya sudah menyiapkan rencana kalau kakak keduanya tidak mau mengakui pernyataannya.
"Untuk apa? Percuma mengelak padamu, kau pasti akan membuat lawan bicaramu terdesak dan mengakuinya," Ucap Xiu Huanran dengan pandangan sedikit tidak suka.
Xiu Qixuan balas tersenyum canggung, kakak keduanya ini cerdas dan sangat mengenalnya.
"Baiklah, Apa yang ingin kau tanyakan?" Ucap Xiu Huanran mempersilahkan sang adik perempuan sepuasnya bertanya.
Xiu Qixuan berbinar antusias mendengar ucapan Xiu Huanran yang memperbolehkannya bertanya. Tentu saja dia akan bertanya banyak hal.
"Teman seperti apa yang memberimu Buku dari Sekte Xitian?" Tanya Xiu Qixuan
"Seorang teman dari Kekaisaran Mo yang menjadi bawahan Ketua Sekte Tujilin." Jawab Xiu Huanran melirik sang adik perempuan dari sudut ekor matanya.
Xiu Qixuan tetap diam menunggu dan memberi kode agar Xiu Huanran tetap melanjutkan kalimatnya.
"Aku bertemu dengannya dua tahun yang lalu, dirinya memiliki dendam dengan mendiang Ketua Sekte Tujilin. Aku membantunya dibeberapa hal termasuk memasuki Sekte Tujilin, dengan kemampuannya sendiri--dirinya dapat menjadi bawahan terpercaya Ketua Sekte."
"Buku Seni Beladiri Sekte Xitian dipegang pertama oleh Sekte Tujilin dari Kekaisaran Mo dengan bantuan temanku ini yang seorang ahli beladiri yang cukup hebat."
"Sekte Xitian berada tersembunyi dibawah kaki Gunung Kong(Suci) yang letaknya dekat dengan Kekaisaran Mo membuat temanku lebih mudah memberi kontribusi agar lebih dipercayai."
"Saat perang Ketiga Sekte lainnya melawan Sekte Xitian usai, Sekte Tujilin yang mempelopori perang tersebut mendapat keistimewaan menjadi yang terbesar dan memegang Seni Beladiri Xitian untuk dipelajari dan disebarluaskan. Ketua Sekte Tujilin-lah yang mempelajarinya lebih dahulu,"
"Tetapi Seni Beladiri Xitian bukanlah ilmu sembarangan. Itu merupakan ilmu yang diturunkan seorang dewi, tentu bukan suatu hal yang mudah dipelajari bagi seseorang yang memiliki perut hitam seperti ketua Sekte Tujilin,"
"Temanku itu melihat bagaimana Ketua Sekte terobsesi dengan Ilmu Xitian, berminggu-minggu berlatih dan disuatu hari tubuh sang ketua sekte terbakar oleh api yang keluar dari tubuhnya.
"Temanku melihatnya tetapi dia hanya membiarkan sang ketua sekte terbakar dan tidak menolongnya kemudian temanku mengambil buku itu dan mengkantonginya berpura-pura tidak tahu mengenai apapun. dia merasa sangat menguntungkan tidak perlu mengotori tangan untuk membunuh sang ketua sekte. Toh, ketua sekte memanggil mautnya sendiri." Lanjut Xiu Huanran
"Terus bagaimana temanmu memberimu Buku itu?" Tanya Xiu Qixuan
"Sekte Tujilin gempar melihat mayat sang ketua sekte hangus terbakar. Buku Seni Beladiri Xitian hilang, semua orang mengira buku tersebut juga ikut hangus terbakar api dan lebur menjadi abu. Setelah pemakaman sang ketua sekte, temanku kembali Kekaisaran Shen untuk menikah tanpa sedikitpun kecurigaan yang melekat didirinya."
"Dia membawa buku itu ketika menemuiku dan memberikannya padaku sebagai imbalan karena selalu menolongnya, dia hanya ingin mengamankan ilmu Xitian agar tidak jatuh ketangan yang salah dan membuat skema seakan buku Seni Beladiri Xitian sudah musnah." Jelas Xiu Huanran.
"Er'ge, kau sangat jahat--menyuruhku mempelajari ilmu itu! Ingin aku hangus terbakar juga,ya?" Ucap Xiu Qixuan dengan kesal. Sebenarnya dia sedikit berubah pikiran untuk mempelajari Seni Beladiri Xitian.
"Ternyata kau mengerti apa itu takut, ya?" Ledek Xiu Huanran
"Humph, kau saja sana yang mempelajarinya. Aku tidak mau," Ucap Xiu Qixuan mendengus kesal.
"Sebenarnya aku sudah melakukan penelitian sedikit mengenai Ilmu Xitian, walaupun aku tidak pernah berguru di Sekte Xitian. Tetapi menurut analisa-ku ada beberapa hal yang penting saat mempelajarinya, dan kau menjadi percobaanku" Jelas Xiu Huanran dengan tatapan meyakinkan.
"Tuhkan," Gumam Xiu Qixuan dengan lesuh tetapi itu hanya beberapa saat sebelum dirinya mendongakkan wajah menatap Xiu Huanran dengan serius.
"Kau berubah pikiran?" Ucap Xiu Huanran
"Er'ge tidak akan menjadikanku percobaan kalau tidak yakin dengan analisanya sendiri. Bukankah aku benar, ge?" Ucap Xiu Qixuan dengan tenang.
"Xuan'er sangat cerdas," Ucap Xiu Hunaran tersenyum mengusap pucuk kepala sang adik dengan bangga.
"Menurut analisa-ku. Ketua Sekte itu sudah memiliki aliran Ilmu Tujilin yang sudah mengakar didalam dirinya, dimana Ilmu Tujilin termasuk aliran Yang bersifat panas dan kering. Sedangkan ilmu Xitian termasuk aliran Yin bersifat dingin dan lembab. Itulah yang mengakibatkan sang Ketua Sekte terbakar karena kedua aliran bertentangan mengalir didalam tubuhnya.
"Kebanyakan ahli beladiri dari semua ilmu beladiri di daratan Ca Li manganut Aliran Yang dikarenakan Aliran Yin sangat istimewa dikarenakan hanya sedikit manusia yang dapat memakainya ditubuh fana. Itulah sebabnya Sekte Xitian hanya memiliki sedikit orang tetapi mereka sangat kuat."
"Aliran tubuhmu masih kosong, Saat kau keracunan aku menyentuh nadimu dan terlihat berbeda itulah yang menyebabkan aku ingin kau mempelajari Seni Beladiri Xitian, walaupun gagal setidaknya tidak akan berimbas apapun." Lanjut Xiu Huanran
Xiu Qixuan mendengarkan dengan seksama dan mengangguk mengerti.
"Bagaimana dengan rumor yang beredar mengenai Ketua Sekte Tujilin?" Tanya Xiu Qixuan
"Rumor yang beredar bahwa Ketua Sekte Tujilin dikutuk dan ilmu Xitian tidak dapat dipakai itu hanya omong kosong yang diedarkan temanku untuk membuat orang dari kedua sekte tidak terus mencari buku Seni Beladiri Xitian." Jawab Xiu Huanran
"Aku mengerti," Ucap Xiu Qixuan mengangguk.
"Er'ge, kau tidak akan menolong orang jika orang tersebut tidak memberimu keuntungan. Kau menolong temanmu itu karena memang ingin mengawasi dan menaruh mata-mata di Sekte Tujilin." Ucap Xiu Qixuan memberi pernyataan yang cukup serius.
"Xuan'er," Panggil Xiu Huanran dengan cepat dan membelakan kedua mata terkejut.
Adik perempuannya ini dengan mudah mengetahui hal tersebut hanya dari analisa pikiran dan dengan blak-blakan mengeluarkan analisanya yang cukup benar dan berbahaya jikalau didengar orang lain apalagi mereka ditempat terbuka seperti ini.
Xiu Huanran menghela napas panjang dan kemudian menjawab,
"Benar,"
"Aku tidak tahu apa yang ada dipikiranmu, Nona muda bangsawan diluaran sana tidak akan mempunyai pikiran sepertimu. Mereka hanya akan perduli dan memikirkan mengenai pernikahan. Tetapi kau disini dengan mudah menganalisa apa yang seharusnya tidak diketahui dari rencana yang dibuat seseorang. Kau menjadi semakin mengerikan," Ucap Xiu Huanran dengan pandangan tajam.
"Kau cerdas tetapi sangat gegabah. Dimasa depan kau harus menjadi lebih waspada dan berhati-hati," Peringat Xiu Huanran dengan menatap Xiu Qixuan dalam.
"Baiklah, aku tahu. Ada Er'Ge di sampingku tentu saja dimasa depan Xuan'er akan dilatih dan menjadi lebih baik," Ucap Xiu Qixuan dengan senyum yang cukup tulus untuk menenangkan sedikit ketegangan diantara mereka.
Xiu Huanran ikut tersenyum kecil, adik perempuannya sangat tahu bagaimana menyenangkan dan menenangkan seseorang.
"Er'ge, bagaimana pekerjakan aku di bisnismu yang lain?" Tanya Xiu Qixuan dengan binar antusias. Tentu saja Xiu Huanran mengerti apa yang dimaksud Xiu Qixuan dibisnisnya yang lain.
"Tidak, Kau masih terlalu lemah. Lagipula memangnya kau tahu bisnisku yang lain itu apa?" Ucap Xou Huanran dengan tegas menolak.
"Humph, Aku tidak tahu dengan pasti, tetapi ada beberapa perkiraan mengenai bisnismu." Ucap Xiu Qixuan dengan sedikit kesal.
Gadis ini sudah mengira kakak keduanya ketua pembunuh bayaran. tetapi dia sendiri juga tidak yakin.
"Kalau aku sudah kuat berarti boleh bekerja dibisnismu itukan?" Tanya Xiu Qixuan sekali lagi
"Tergantung, mungkin saja kau sudah menikah sebelum bekerja denganku." Jawab Xiu Huanran dengan santai.
"Er'ge! Jangan beralasan dengan itu karena aku tidak ingin menikah," Gerutu Xiu Qixuan.
"Baiklah--Baiklah. aku juga tidak rela adik perempuanku menikah," Ucap Xiu Huanran mengalah
Xiu Qixuan mendekatkan wajahnya ketelinga Xiu Huanran dan kemudian berbisik pelan,
"Er'ge, Apakah Kau ketua pembunuh bayaran dibisnismu itu?"
'Tak'
Kening Xiu Qixuan disentil keras oleh Xiu Huanran menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.
"Aduh" Ringis Xiu Qixuan mengusap-usap keningnya yang sedikit merah.
"Pikiranmu ini sungguh liar," Ucap Xiu Huanran beranjak berdiri dan bergegas pergi meninggalkan Xiu Qixuan.
Saat Xiu Huanran sudah melangkah menjauh,
"Kau tidak ingin memberi tahuku, aku akan mencari tahunya sendiri!" Ucap Xiu Qixuan dengan keras masih melihat punggung Xiu Huanran yang menjauh.
"Kemampuanmu belum sepadan jika ingin mengetahui hal itu juga tidak berguna! Berlatihlah lebih keras, dan aku akan memberitahumu." Balas Xiu Huanran dan berjalan semakij menjauh sampai punggungnya tidak terlihat lagi dipenglihatan Xiu Qixuan.
"Huh, padahal biasanya jenis bisnis itu yang ada didalam novel dan komik," Gumam Xiu Qixuan pelan dengan kesal karena tebakannya sedikit meleset.
••••••••
Sebelumnya Author belum menjelaskan organisasi bawah tanah apa yang dianut bisnis Huanran, kan?
Yang pasti bukan ketua pembunuh bayaran lah yaa.