Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Kelumpuhan



Suara percikan api unggun dan arus deras aliran sungai menjadi latar belakang tempat mereka berada, dibawah langit malam dan angin yang bertiup kencang membekukan tubuh.


Dalam cahaya yang berkedip samar dari nyala nya api, sosok berambut putih itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Xiu Qixuan. Wajah gadis ini begitu lembut dan putih, seperti tofu didalam air. Bibirnya melengkung membentuk senyum kikuk dengan terus memandangi wajah cantik ini.


Tiba-tiba tubuhnya tersentak dan membeku, perlahan kedua bola matanya berubah warna menjadi warna merah darah, beberapa bagian dari helai rambut putihnya berubah menjadi hitam.


Kabut hitam mengelilingi tubuhnya. Dia menarik kasar tangannya dari atas wajah Xiu Qixuan. Di dalam matanya yang memerah darah terdapat kekejaman yang dingin. Dia memandangi Xiu Qixuan dengan sirat pembunuhan, 'Ughh..' Ringisnya tiba-tiba dengan mencengkeram erat kepalanya. Sesuatu dalam dirinya mencegahnya. Dia beranjak dan berlari pergi menjauh meninggalkan Xiu Qixuan seorang diri.


Tanpa disadari sepasang bulu mata yang lentik dan masih basah oleh air itu terbuka dengan samar memandang siluet hitam yang berbalik pergi.


••••••••••


Angin bertiup dan salju perlahan turun membekukan sebagian wilayah Daratan Ca Li. Ini adalah waktu pertama untuk salju musim dingin.


Seorang gadis melangkah teratih-atih dengan pakaiannya yang terkoyak rusak dan kotor dibalut selapis tipis jubah hitam.


Wajahnya menunduk dan tertutupi oleh rambut panjangnya yang terurai berantakan. Dia terlihat linglung tanpa tujuan yang jelas.


'Brukk,' Seseorang membentur bahunya dengan keras membuat tubuhnya bergeser ketengah jalan.


Dari arah berlawanan sebuah kereta kuda membawa sosok pria tampan yang memancarkan pesona keanggunan dan kesopanan yang tenang. Kelopak matanya tertutup memancarkan keacuhan akan dunia di sekelililingnya.


"Paman Kekaisaran, tidak dapatkah kau tinggal lebih lama?" Sebuah suara mengintrupsinya.


Perlahan kedua matanya terbuka dan menatap dengan sirat keacuhan, "Tidak, urus pemerintahanmu sendiri." Jawabnya dengan tenang.


Orang itu adalah Paman dari Kaisar muda yang baru saja dinobatkan. Mo Ji Gui, selalu bersikap transparan dan tidak ingin terlibat jauh dalam skema politik pemerintahan. Nyatanya dia adalah sosok penting dalam Kekaisaran Mo. Seorang adik lelaki dari mendiang Kaisar Mo sebelumnya. Dia datang untuk membantu keponakannya naik keatas kursi naga dan menstabilkan politik pemerintahan.


Kereta kuda yang ditumpangi oleh mereka terguncang dan berderak keras ketika sang kusir yang mengendarai menarik tali kekang kuda secara tiba-tiba.


"Apa yang terjadi?!" Tanya suara keagungannya.


"Maafkan hamba Kaisar, seseorang menghalangi jalan." Jawab sang kusir dengan cemas.


"Usir!" Perintahnya tegas.


"Baik." Jawab sang kusir yang kemudian memalingkan wajah kedepan.


"Hei, cepat minggir! Kau ingin kepalamu terpisah dari badanmu, ya?" Suara sang kusir yang berteriak memperingati bahwa di dalam kereta kuda terdapat orang penting nan berkuasa.


Sosok gadis yang menghalangi jalur lintasan mereka itu melangkah minggir tanpa sedikitpun menolehkan wajah atau mengucapkan sepatah kata, dia berjalan pelan untuk melanjutkan langkah.


"Dasar gadis aneh." Dengus sang kusir dan segera memecut kuda untuk melanjutkan perjalanan menuju gerbang barat ibukota.


Tirai jendela kereta kuda itu bergoyang tertiup angin, dari luar jendela terlihat sosok gadis berjalan menuju arah berlawan.


'Deg,' Jantung Mo Ji Gui seperti terhenti saat melihat gadis yang berpenampilan berantakan itu.


"Berhenti! Cepat berhenti!" Teriaknya menggila.


Kusir yang mengendarai kereta kuda itu tersentak dan segera memberhentikan laju kudanya.


Mo Ji Gui bergegas seperti orang gila meloncat turun dari atas kereta kuda. Sang Kaisar yaitu keponakannya tertegun kaget melihat Paman Kekaisaran yang selalu tenang dan berperilaku sopan menjadi seperti orang yang kehilangan kewarasan.


"Qixuan, apa yang terjadi padamu? Mengapa kamu bisa berada disini?" Tanyanya dengan cemas melihat penampilan gadis itu karena terdapat banyak noda darah dipakaian yang dikenakannya.


Hening, hanya ada hembusan angin dan bulir salju yang membekukan tubuh. Gadis itu tidak menjawab seakan dia tidak mendengar dan tidak mengerti.


Tanpa sorot kehidupan dimata sepekat malam itu, kedua kakinya melangkah melewati tubuh Mo Ji Gui. Dia melengos acuh untuk berlalu pergi.


Mo Ji Gui berbalik dan mencengkeram erat tangan gadis itu, "Xiu Qixuan!" Bentaknya khawatir.


Tidak ada perlawanan, tidak ada pembelaan, tidak ada penolakan dari Xiu Qixuan. Dia seperti sebuah patung berjalan, seperti raga tanpa jiwa.


"Kau ini kenapa?" Lirihnya lembut dengan pancaran frustasi.


Xiu Qixuan hanya menatap lurus kearah depan tanpa berkedip dengan wajah pucat pasi yang datar. Tidak menjawab, tidak mengenali dan tidak perduli.


Bulir salju semakin banyak berjatuhan menutupi tanah, Xiu Qixuan dalam kondisi tidak baik dan hanya memakai pakaian tipis, kalau tidak bertemu dengannya mungkin gadis ini dapat mati kedinginan. Betapa mengkhawatirkannya!


Perlahan Mo Ji Gui memeriksa nadi Xiu Qixuan untuk memastikan keadaan gadis ini. Permukaan nadi Xiu Qixuan sangat damai tetapi terasa aneh.


Tiba-tiba tubuh gadis itu terhuyung kebelakang membuat Mo Ji Gu menariknya jatuh kedalam pelukannya. Xiu Qixuan dalam kondisi lemah karena kedinginan dan kelaparan. Dia seperti kehilangan kemampuan berpikir atau mengingat.


Dengan kecemasaan yang terlihat jelas, Mo Ji Gui membopong tubuh Xiu Qixuan dan segera membawanya kedalam kereta kuda.


"Cepat memutar arah, kembali menuju Kediaman Hao Ning." Perintahnya tegas.


Kediaman Hao Ning adalah properti bangunan yang dimilikinya karena identitas terhormat sebagai Paman Kekaisaran. Dia tidak tinggal dalam istana dan memilih sebuah kediaman diluar untuk menjadi tempat tinggal selama sesekali berkunjung kedalam Kekaisaran Mo.


"Siapa gadis ini?" Tanya sang Kaisar muda tersebut.


"Muridku," Jawabnya singkat.


"Sejak kapan—," Terjeda sang Kaisar karena ditatap tajam oleh Mo Ji Gui. "Baiklah. Kembali menuju Kediaman Hao Ning!" Dengusnya pasrah sebelum memberi perintah kepada kusir.


••••••••••••••


Ini merupakan malam kedua sejak Mo Ji Gui menemukan Xiu Qixuan dalam kondisi yang mengenaskan. Gadis itu tidak kunjung terbangun, dia seperti tertidur sangat pulas tanpa memiliki keinginan untuk membuka kelopak matanya.


Dari balik celah pintu yang terbuka, Mo Ji Gui melangkah masuk. Para pelayan yang merawat Xiu Qixuan diperintahkan keluar olehnya.


Dibawah cahaya temaram lilin, Mo Ji Gui dapat melihat sosok cantik yang terbaring kaku diatas ranjang. Dengan perlahan dia mendekat dan mendudukan diri tepat ditepi sisi ranjang.



Tangannya terulur untuk memeriksa keadaan gadis itu. Dia menghela napas panjang seolah untuk menghilangkan kecemasaan dan rasa frustasi yang melandanya.


Xiu Qixuan divonis menderita kelumpuhan otak syaraf, tidak ada obat yang cukup ampuh untuk menyembuhkan jenis penyakit ini. Mo Ji Gui memiliki pengetahuan medis yang sangat luas dan di akui oleh khalayak, saat ini dia menemukan jalan buntu apalagi para tabib lainnya.


Xuan'er, mengapa kamu menolak untuk membuka mata? Apakah dalam tidurmu mimpi lebih indah? Cepat bangun, hum? Kamu tidak tahu betapa aku mengkhawatirkanmu. Huanran juga khawatir, bahkan dia segera bergegas kemari untuk memarahimu.


Xuan'er, cepat bangun. Aku akan menemanimu untuk bersembunyi dari Huanran. Aku tidak ingin kehilanganmu. Bahkan jika hanya dapat melihatmu dari kejauhan. Bahkan jika kamu hanya bisa menjadi muridku dan aku sebagai gurumu dalam kehidupan ini.


••••••••••••