
Menunggu merupakan kegiatan yang menjengkelkan untuk di lakukan oleh siapa pun itu termasuk dengan Xiu Qixuan.
Ini membosankan.
Detik jarum jam terus bergulir, tetapi, tidak ada tanda-tanda datangnya kedua gadis pelayan mereka.
Kelas pengantin sudah selesai sejak dua puluh menit yang lalu. Beberapa kereta kuda milik para kandidat yang sebelumnya terparkir juga terlihat bergerak untuk mengantri keluar gerbang istana.
"Su Yiyang!"
Dengan mencondongkan sedikit tubuhnya, Xiu Qixuan berseru kencang di telinga Su Yiyang.
Hatinya mulai merasa gelisah karena Xiao Rou dan Jiajia tidak kunjung kembali. Tapi, Su Yiyang yang berada di sebrang tempat duduknya malah memejamkan mata dengan menopang wajahnya yang terkantuk malas.
Tubuh Su Yiyang langsung tersentak lurus. Dia menggorek telinganya gatal sembari berkata dengan kilatan kekesalan: "Berisik! Kau mengagetkanku saja!"
"Ayo cepat turun! Kita jemput Xiao Rou dan Jiajia sekarang!" Xiu Qixuan berkata dengan nada serius.
Su Yiyang menautkan kedua alisnya. "Kenapa? Kita tunggu saja sebentar lagi. Mereka mungkin sedang dalam perjalanan menuju kemari." katanya tidak mau repot.
Xiu Qixuan mengetukkan jari-jemarinya, ia berbicara datar: "Ini sudah terlalu lama untuk tetap menunggu. Pasti ada sesuatu yang membuat mereka tertahan."
Dengan sedikit mendelik, Su Yiyang balas berujar santai: "Kau terlalu serius. Bukannya kau yang sangat mempercayai kemampuan penyamaran pelayanmu itu? Kemana tiba-tiba perginya kepercayaan dirimu?"
Xiu Qixuan menoleh. Dia memasang wajah dingin yang menyembunyikan kegelisahan. "Terserah kau mau ikut atau tidak." dengusnya.
Bukannya dia tidak lagi mempercayai kemampuan Xiao Rou. Tapi, saat ini mereka berada di istana—tempat yang banyak terjadi hal-hal di luar dugaan. Mungkin Xiao Rou bisa menanggani kesulitan dalam penyamaran, tetapi, tidak mustahil jika di katakan bahwa Jiajia tidak dapat melalui semua itu.
Xiu Qixuan segera beranjak dan melompat turun dari kereta kuda.
"Tch, hei Xiu Qixuan! Tunggu dulu, bodoh! Kau tidak lihat, hah? Aku sudah menghapus semua riasanku. Setidaknya bantu aku merias lagi." Su Yiyang berdecih dengan merengut tidak terima di tinggalkan begitu saja.
Riasan khusus penyamaran itu terdiri dari beberapa hal utama, yaitu pakaian, riasan juga warna kulit wajah, dan kebiasaan juga sifat tertentu dari orang yang ingin mereka gantikan. Dalam beberapa operasi khusus, organisasi bawah tanah milik Xiu Huanran dapat membuat orang menjadi semirip mungkin. Dari situlah Xiu Qixuan dapat mempelajari banyak trik sampai tidak meninggalkan celah.
Dia melakukan penyamaran dalam istana ini bukan tanpa alasan. Disatu sisi, dia memang malas mengikuti kelas pembodohan untuk para wanita itu. Tapi, secara kebetulan Su Yiyang terlibat dan gadis itu dia gunakan untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai situasi tertentu di istana dalam.
Tentu tujuan utamanya adalah Shen Zhenning. Tapi si keparat itu adalah seorang kaisar negara. Ini menjadi sangat sulit.
••••••••••••••••
Melangkah melalui koridor istana yang panjang. Wajah Xiu Qixuan menunduk hormat untuk menyesuaikan ritme penyamarannya menjadi seorang pelayan.
Sesekali matanya bergerak memastikan untuk tidak melewatkan keberadaan Xiao Rou dan Jiajia.
Berbelok ke kanan untuk menuju pada aula besar. Xiu Qixuan dapat melihat sedikit dari sisa keramaian sedang berkerumun. Dari jarak beberapa meter, dia dapat mendengar suara perseteruan.
"Hei gadis Su! Kau bermuka tebal sekali!"
"Apa alergi membuatmu tidak bisa membuka mulutmu?!"
"Adik kesembilan, tenangkan dirimu. Ayo kita kembali terlebih dahulu!"
"Dengan cara kekanakan seperti ini hanya akan membuat ayah menambah hukumanmu, adik kesembilan!"
"Uruslah pekerjaanmu sendiri seperti biasanya kau yang begitu pandai mencari muka pada ayah, kakak kelima."
"Jaga sikap dan perkataanmu, adik kesembilan!"
"Yang mulia pangeran, Nona Su sedang tidak dalam kondisi tubuh yang baik. Saya takut ini dapat menularkan penyakit pada tubuh anda yang sangat berharga. Tentu, anda bisa datang untuk menemuinya lagi nanti."
Secara spontan langkah kaki Xiu Qixuan terhenti, dia melihat dari balik pilar koridor, Jiajia sedang menunduk ketakutan di balik tubuh Xiao Rou yang ringkih.
Dilihat dari situasi ini, Xiu Qixuan dapat mengetahui bahwa Shen Wanqi datang untuk menyelesaikan token perkelahiannya dengan Su Yiyang.
Tampaknya Xiao Rou juga sudah mencapai batas kewalahan untuk membuat alasan dalam perkataannya agar pangeran kekanakan itu mengerti.
Ini sangat tidak bagus, membuatnya sakit kepala. Jiajia yang tidak berperilaku seperti Su Yiyang juga dapat membuat semua penyamaran mereka hancur dalam sekejap.
Mata Xiu Qixuan mengerjap lurus. Dia berusaha memutar otaknya dengan tenang karena tidak bisa datang menyela perseteruan di depan sana secara gegabah. Tanpa sengaja dia memandang pada satu sosok asing yang berada di sebelah Shen Wanqi, sosok yang sejak awal berusaha menghentikan keributan.
Sosok itu memiliki fitur wajah tegas dan tampan, di balik mata hitam yang pekat terdapat ketajaman dan keseriusan yang membuat orang terbakar hangus.
Pakaian mahal yang di kenakannya di bordir dengan sulaman dari para ahli. Pedang yang tersampir di pinggang membuatnya nampak berbahaya namun cemerlang secara bersama. Dia menciptakan atmosfer luar biasa hanya dengan kehadirannya.
Ini adalah wakil komandan panjaga ibukota yaitu Yang Mulia Pangeran Kelima, Shen Zongshun. Putra kesayangan Wei Guifei.
"Eyy, Qixuan!" Seseorang menepuk bahunya kasar. "Mengapa kau diam seperti orang bodoh di sini? Di mana Jiajia dan Xiao Rou?"
Ekspresi Xiu Qixuan mendelik. Tanpa menoleh dia tahu bahwa suara menyebalkan itu adalah milik Su Yiyang.
Belum ada beberapa detik, Su Yiyang langsung menyadari kegaduhan yang timbul di depan sana. "Berani sekali membuat Jiajia -ku ketakutan!" Suara Su Yiyang tiba-tiba bergumam rendah dengan giginya yang bergemelatuk agresif. Matanya tampak berkilat oleh petir pertarungan yang membara.
"Kita haru—," Terjeda Xiu Qixuan ketika melihat bayangan Su Yiyang melewatinya begitu cepat. "Oyy, Su Yiyang! Tunggu sebentar! Gila, ya?!" Suara Xiu Qixuan terjerat rendah untuk menghentikannya.
Tapi, dia terlambat. Gerak Su Yiyang begitu cepat dengan teriakan yang bergema keras memanggil sosok kekanakan tersebut. "Pangeran kesembilan!"
Xiu Qixuan menghela napas kasar. Dia tetap diam menyembunyikan tubuhnya di balik pilar koridor. Dengan menggeleng Xiu Qixuan berdecih samar melihat aksi gegabah Su Yiyang: "Tch, benaran gila ternyata."
"Siapa yang gila?" Tiba-tiba hembusan napas hangat dengan suara berat yang terjerat tepat di samping telinganya membuat Xiu Qixuan jatuh tergelitik.
"Oh, bukankah itu adik kesembilan dan kakak kelima?"
Suara itu kembali terdengar dengan tubuhnya yang sedikit mencondong ke depan.
Pada titik ini, Xiu Qixuan merasakan tubuhnya kesulitan untuk bergerak sembarangan. Karena punggungnya sudah nyaris menyentuh tubuh bagian depan dari sosok yang sedang bersuara tersebut.
•••••••••••••••••