Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Pangeran Kekaisaran Yang Norak!



Pikirannya terasa memutar pada situasi yang tak terduga ini. Ketidaknyamanan mengitari Xiu Qixuan karena ulah orang asing yang ikut campur dengan cara ikutan mengintip pertengkaran kekanakan yang sedang terjadi di depan sana.


"Nona pelayan, ingin saya bantu 'tidak?" Suaranya yang begitu memikat, terlihat seperti dia biasa merayu wanita.


Xiu Qixuan masih bisa merasakan hembusan nafas berat pria ini. Matanya berkilat dingin, tak senang.


"Saya ini dapat di andalkan. Jika, nona pelay—auwwss..."


Grapp


Ucapan sosok asing itu terpotong saat Xiu Qixuan langsung mencengkeram kuat tangan asing yang hendak terulur untuk menyentuh bahunya sembarangan.


"Hei, L-lepaskan!" Ujarnya meringis.


Xiu Qixuan segera membalikan tubuhnya, dia menghempaskan tangan sosok tersebut dan melangkah mundur untuk memberi jarak.


Pria itu berekspresi takjub memandang pergelangan tangannya yang memerah. "Cengkeramannya sangat kuat, ya. Sampai darah di tangan tidak mengalir dengan lancar." Ia menarik salah satu sudut bibirnya tipis dan memalingkan wajah untuk menatap Xiu Qixuan. "Setara dengan kekuatan seorang prajurit." lanjutnya dengan gamang.


Mengangkat pandangannya, Xiu Qixuan menatap datar sosok tersebut. Tapi, dalam diam dia memperhatikan dengan seksama seluruh penampilan juga tingkah laku yang terpancar dari sosok yang berada di hadapannya.


Rambut pirang berpadu mata birunya yang cerah. Bahu lebar dan cara berdiri dengan menumpuk satu lengan di pinggang. Jari panjang yang memegang pedang. Emas dan perak yang berkilau dari pedang yang hanya seperti dia jadikan hiasan saja tanpa pernah di gunakan.


Semua ini, pangeran kekaisaran yang..



"...norak." Bibir Xiu Qixuan yang bergerak tanpa sadar bersuara pelan.


Shen Kaicheng, pangeran kedelapan yang terlahir dari seorang budak benua barat yang di jadikan selir oleh Kaisar Shen Zhenning. Pria ini berusia delapan belas tahun, dia kehilangan ibunya di usia muda, tanpa memiliki kekuasaan dan pendukung dari keluarga keibuannya, posisi dia untuk hak suksesi takhta terbilang rendah diantara para pangeran lain.


"Hoh, apa yang barusan kamu katakan?" Shen Kaicheng berkata dengan seringai tipis. "Kamu sudah melihatku tapi tidak memberi salam?!" Dia mengerutkan bibirnya, sedikit menuntut.


Dengan senyuman penuh keterpaksaan yang dia buat sehalus mungkin, Xiu Qixuan membungkuk rendah dengan formal berkata: "Pelayan ini memberi salam pada yang mulia pangeran kedelapan."


Shen Kaicheng berekspresi puas. Dia memandang Xiu Qixuan yang memakai seragam pelayan kediaman Xiu dengan tatapan meneliti. "Kamu bukan pelayan istana, 'kan. Dari kediaman mana kamu berasal?" Ujarnya.


Secara alami Xiu Qixuan menjawab tenang, "Saya Xiao Rou dari Kediaman Xiu di tanah perbatasan. Di mana pria bisa menjaga sikap dan tangan mereka agar tak kehilangan."


Jelas bahwa kalimatnya mengandung sindiran yang sengaja dia tujukan untuk pangeran kurang ajar itu.


Wajah Shen Kaicheng mengembung merah. Xiu Qixuan tidak tahu dia marah atau malu, tapi, beberapa detik kemudian suara tawa berat yang renyah bergema mengitari sekeliling mereka.


Shen Kaicheng cekikikan, matanya menyipit ketika dia tertawa begitu senang. Dia merasa begitu terhibur oleh kalimat sindiran yang tidak pernah dia dengar sebelumnya. "Kediaman Jenderal Xiu melatih orang-orang menakjubkan, ya."


Melihat ekspresi bodoh milik Shen Kaicheng. Xiu Qixuan menghirup napas lega, penyamarannya yang berpura-pura menjadi Xiao Rou memang tidak memiliki celah, saat dia melakukan penyamaran, dia tidak pernah gagal.


Tapi, Xiu Qixuan tidak tahu—sebaik apapun penyamaran yang dia lakukan, itu tidak berarti untuk orang seperti Ban Xia yang memiliki kekuatan aura iblis karena mereka dapat langsung menemukannya di antara kerumunan manusia dengan melihat kilauan aura kehidupan yang terpancar di dalam tubuhnya.


"Sia-sia terlahir dengan tubuh yang bagus tetapi ternyata seorang pria kejam! Nona saya sedang tidak sehat, apakah anda tidak bisa mengerti?!"


"Hoh, kamu hanya pelayan! Berani sekali! Nona Su tidak mendidik pelayannya dengan benar. Memang sesuai pepatah, ya. Sikap seekor anjing peliharaan akan mencerminkan karakter majikannya." Shen Wanqi berkata dengan seringai jahat. Dia memukul Su Yiyang dengan kalimatnya. "Aku akan memberi hukuman berat karena sikapmu!" lanjutnya


Su Yiyang tampak terguncang serius, dia tampak kehilangan kesabaran.


Penyamarannya yang belum ketahuan saja itu cukup terbilang beruntung. Karena penampilan Su Yiyang saat ini begitu kusut dengan riasan wajah yang asal menempel dan tebal.


Pangeran kesembilan yang bodoh itu tidak mungkin langsung menyadari perbedaannya ketika dia hanya baru sekali bertemu Su Yiyang di tempat berjudi yang gelap. Jika, ini terus di lanjutkan—mungkin Su Yiyang akan benar-benar bertingkah menggila dan Su Yiyang sendirilah yang akan mengalami kerugian besar.


Mendengus kasar, Xiu Qixuan bergerak cepat dan melangkah mendekat, dia harus menghentikan semua ini. Xiu Qixuan tidak akan membiarkan Su Yiyang bertingkah dan melepaskan penyamaran mereka. Tanpa pikir panjang, dia melupakan Shen Kaicheng dan meninggalkan pria itu yang masih tertawa seperti orang tidak waras


*****


Menurunkan pandangan, Xiu Qixuan membungkuk dan secara alami dia menyela di tengah-tengah pertengkaran dengan cara menyapa hormat: "Pelayan ini memberi salam pada kedua Yang Mulia, Nona Besar Xiu, dan Nona Su."


Diam-diam matanya bergerak memberi isyarat khusus pada Xiao Rou untuk datang dan mengikuti permainannya.


Mengerti. Xiao Rou mengangguk pelan, "Ah. Kamu datang menjemputku, ya." Ujarnya seraya berjalan menghampiri ke samping Xiu Qixuan.


"Ya, Nona. Kereta kuda anda sudah siap, saya menunggu tapi anda juga Nona Su tidak kunjung tiba. Jadi, saya datang mencari karena mengkhawatirkan anda." kata Xiu Qixuan dengan begitu lihai tanpa sedikitpun berkedip oleh kebohongannya. "Hari sudah semakin sore, kita harus bergegas sebelum langit gelap, Nona." Ujarnya lagi.


Percakapan mereka mengisi celah yang sebelumnya tampak timbul. Karena melihat kedua orang wanita bangsawan tanpa pelayan pendamping akan terasa aneh. Jadi, Xiu Qixuan memuntahkan alasan seolah-olah dia di perintahkan untuk menyiapkan ketersediaan kereta kuda.


"Aku baik-baik saja. Bangunlah, tunggu sebentar di sini!" Ujar Xiao Rou lembut dengan datang mendekat seraya meremas tangan Xiu Qixuan untuk membantunya berdiri tegak.


Tanpa ada yang menyadari, pada saat itulah Xiu Qixuan membisikkan beberapa patah kata di telinga Xiao Rou. Dia memberikan intruksi dan cara untuk segera menangani situasi yang tidak bagus ini.


Mata Xiao Rou berkedip samar. Dia melemparkan tatapan penuh makna pada Xiu Qixuan. Kerja sama dan pergerakan mereka begitu seiras, tanpa banyak bicarapun mereka saling mengerti. Seolah-olah mereka terbiasa melakukan telepati lewat tatapan mata.


"Kami sudah menahan Nona Besar Xiu terlalu lama rupanya." suara Shen Zongshun terdengar ramah.


Xiao Rou segera membalikkan tubuhnya, dia tersenyum tipis. Dan bergerak untuk berdiri di hadapan kedua pangeran tersebut.


Melihat Xiao Rou yang sedang berusaha melakukan tugasnya. Xiu Qixuan menghela napas kemudian dia menoleh sekilas pada Su Yiyang. Dia memelototi Su Yiyang, melemparkan tatapan yang di penuhi bara api kekesalan.


Su Yiyang tersentak meringis, kaku. Dia bergidik merasakan punggungnya panas oleh tatapan Xiu Qixuan.


Pukk


Tiba-tiba dari arah belakang—seseorang menepuk bahunya. Xiu Qixuan berjengkit kaget, dia menahan napas dengan kerutan samar.


"Hei, Nona pelayan! Kamu ini tidak sopan, ya. Masa pergi begitu saja?!" suara menyebalkan milik Shen Kaicheng bergema di samping.


Kemudian pria itu melambaikan tangannya ke arah Shen Zongshun dan Shen Wanqi. Dia berkata cerah dengan nada riang: "Hoh, Kakak kelima. Adik kesembilan. Kalian sedang berkumpul dengan dua nona cantik, mengapa tidak mengajakku juga?"


Haaa.. Xiu Qixuan menghela napas kasar, dia bisa gila dan langsung berumur tua jika terus berurusan dengan para pangeran ini. Sungguh dia merindukan kedamaian Ping'an!


••••••••••••••••••