Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Hukuman Yang Mengejutkan



Hai Bing berkerut bingung karena ini perintah yang begitu tak terduga. Bukankah Tuan Besar sangat menyayangi Nona sampai seperti kesalahan apapun yang di lakukan Nona akan di toleri olehnya?


Lagipula, selama ini Nona mereka terkenal begitu bijaksana. Bagaimana mungkin dia membuat kesalahan sampai harus terkurung di dalam aula leluhur?


Wajah Xiu Qixuan kosong, ia juga sama terkejut ketika mendengarnya; "Tunggu sebentar, ayah—" terjeda.


"Xuan'er telah berdosa menyinggung niat baik Guifei niang niang. Sebagai Jenderal Besar—aku sangat malu. Jadi Hai Bing, kau mendengarku bukan?" Xiu Haocun menggeram tajam kearah Hai Bing, dia berada di puncak kefrustasian nya yang parah.


Hai Bing segara beranjak patuh dan mendekat kearah Xiu Qixuan; "Nona Besar, tolong lewat sini..." ia berkata dengan satu tangan terentang sopan mempersilahkan Xiu Qixuan agar mengikutinya.


Xiu Qixuan tersenyum kecut dan menghela napas tajam berkata; "Haa... Sungguh mengejutkan. Baiklah, Hai Bing. Aku juga lelah. Tolong tunjukan jalan." Ia melontarkan tatapan kecewa dan menggeleng penuh ketidakpercayaan kepada sang ayah.


Xiu Haocun lebih memilih cara seperti ini untuk menghindar alih-alih melawan balik.


Sebelum benar-benar berbalik pergi, Xiu Qixuan menolehkan wajah untuk melihat Chu Yu dengan pandangan tersirat seolah-olah ingin berkata dan memastikan sesuatu dari wanita setengah baya tersebut.



Chu Yu yang sejak tadi begitu tenang hanya meliriknya sekilas sebelum kembali membuang pandangan. Ia seakan tidak berani menatapnya lebih lama karena dapat merasakan tekanan mematikan dari pancaran mata yang di miliki Xiu Qixuan.


Setelah Xiu Qixuan benar-benar menghilang pergi dari balik pintu.


Suara tawa Wei Guifei terdengar berdering tajam, ia melirik malas kearah Xiu Haocun; "Hoho, Jenderal Besar kamu berusaha menyembunyikan putrimu yang cerdik dan menawan itu lagi. Aku penasaran seberapa lama itu akan bertahan."


Kemudian Wei Guifei segera beranjak dan berjalan menuju pintu keluar di ikuti oleh Xiu Yue dan Chu Yue. "Ini tidak menarik lagi. Tapi, pikirkan baik-baik tawaranku yang bersedia merawat putrimu saat dia akan berada di Istana." Dia berbicara dengan nada yang serius.


Xiu Haocun tidak menjawab dan hanya membungkuk hormat; "Mengantar kepergian, Guifei niang niang."



Di sepanjang jalan koridor Kediaman Xiu. Terlihat Xiu Qixuan yang mengerutkan wajahnya, dia begitu kesal sampai rasanya ingin meledak.



"Ugh... Aku tidak mengerti, sungguh!" Dia mencengkeram kepalan tangannya begitu keras. Berusaha menormalkan kembali emosinya yang menggebu-gebu.



Hai Bing yang melihat itupun hanya menggelengkan kepala dan berkata; "Jenderal Besar hanya ingin melindungi anda, Nona."



Xiu Qixuan mendengus kasar dengan lirikan mata yang setajam mata pisau; "Sungguh kau berpikir seperti itu? Menurutmu harus sampai kapan aku berada dalam perlindungan nya?"



Mulut Hai Bing terkatup rapat. Ia tiba-tiba kehilangan kata-kata. Itu benar, Nona nya tidak butuh perlindungan yang ekstrim seperti ini. Lagipula, Nona begitu hebat dan memiliki kemampuan.



Mata Xiu Qixuan gelap seperti langit malam. Wajahnya tertekuk ketika berdecak; "tsk... Menikah atau tidak itukan urusanku! Mengapa semua orang begitu repot?!" ia berkata begitu keras sampai para pelayan yang berada di sisi koridor segera menundukan wajahnya berpura-pura tidak mendengarkan apapun.



Wajah Hai Bing berkedut berusaha menahan tawa melihat keimutan sang nona yang sedang mencurahkan kekesalan hatinya.



Kemudian Xiu Qixuan menolehkan wajahnya secara tiba-tiba ke arah Hai Bing. "Aku ingin ke Halaman milik Da'ge untuk bertemu Yuheng." katanya mendesak datar.



Hai Bing sontak menjawab lugas; "Tidak bisa, Nona. Jenderal besar memerintahkan untuk mengirim Nona ke aula leluhur."



Wajah Xiu Qixuan semakin kusam. "Apa yang harus aku lakukan disana?"



"Sembahyang dan menyalin kitab sutra untuk leluhur." Hai Bing menjawab.



Xiu Qixuan tiba-tiba tertawa dingin dan bergumam miring; "Sial... Apakah ini disebut karma yang datang secara kebetulan? Kau tahu? aku kabur meninggalkan Er'ge di kuil karena tidak ingin melakukan semua yang kau sebut itu."




Wajah Xiu Qixuan kembali datar dengan pandangan lurus kedepan. Itu lebih normal daripada sebelumnya. Tapi, Hai Bing malah merasa lebih tertekan karena pancarannya.



"Hai Bing..."



"Ya, Nona?"



"Kapan Xiu Yue melangsungkan pernikahannya?"



"Itu terjadi di awal musim semi. Nona kedua menikah dengan putra walikota secara mendadak namun begitu meriah. Sampai Guifei niang niang datang langsung dari ibukota untuk memberi keponakan nya selamat secara khusus." Hai Bing menjawab lugas.



Tampang kusut Xiu Qixuan membuat orang yang melihat nya merinding. Dia membentuk senyum kesal; "Hoh, kebajikan dan kemuliaan Wei Guifei begitu luar biasa. Melakukan perjalanan jauh hanya untuk memberi selamat pernikahan."



Jelas bahwa itu adalah bentuk kalimat sindiran yang tajam.



Ini mudah di mengerti. Tujuan Wei Guifei ke Kota Ping'an adalah untuk menggandeng tangan Keluarga Xiu lebih dulu di bandingkan siapapun.



Dekrit kekaisaran untuk Xiu Qixuan belum benar-benar tiba. Tetapi, wanita itu sudah datang untuk merayu dengan menawarkan perlindungan baginya di Istana.



Wei Guifei seperti nya mendapatkan begitu banyak kepercayaan dari Kaisar karena dia bisa keluar Istana untuk mengunjungi kerabat jauh tanpa memiliki kecurigaan apapun.



Sungguh Xiu Qixuan tidak mengetahui berapa banyak pangeran lajang di negara ini untuk menikah. Silsilah bangsawan dan kekaisaran itu terlalu banyak untuk di pelajari sampai membuat nya muak.



Ia memang tidak ingin memasuki Istana tapi belati yang akan menyebabkan kehancuran bagi Daratan Ca Li itu berada di dalam genggaman Kaisar Shen Zhenning. Jadi, haruskah dia mencoba?



Aula leluhur begitu sunyi. Hanya terdengar suara serangga kecil yang berisik di luar. Cahaya merah lilin berkelip-kelip mengikuti siulan angin yang berhembus dari balik celah jendela.


Sinar bulan menyinari wajah Xiu Qixuan yang tampak agak sedikit memutih pucat.


Tubuhnya sudah di tutupi jubah yang tebal tetapi aula leluhur memiliki udara yang lebih dingin dan lembab.


Xiu Qixuan merenggangkan tangan nya yang kesemutan. Kertas dan tinta berserakan dimana-mana karena dia berusaha cepat membereskan salinan.


Brukk...


Tidak tahan lagi. Xiu Qixuan melemparkan dahi nya diatas meja dengan tangan tertelungkup lesuh.


Tiba-tiba terdengar suara bunyi nyaring dari pintu yang terbuka. Xiu Qixuan segera menolehkan wajah dan melihat Xiao Rou yang berjalan mengendap-endap membawa kudapan hangat.


"Malaikatku, Xiao Rou! Akhirnya kamu datang..." tangannya terulur dengan dramatis yang berkaca-kaca.


Xiao Rou segera menghampiri dengan menaruh jari telunjuknya di atas bibir dan berbisik pelan; "Jangan berbicara terlalu keras, Nona. Saya datang diam-diam dengan memberikan dua penjaga di depan arak dan tael perak."


"Baguslah, kamu mengetahui dengan baik kekuatan uang." Xiu Qixuan yang sedang menggigil segera mengambil cangkir teh. "Bagaimana situasi di luar? Apakah da'ge dan Yunmei jiejei sudah mengetahui bahwa aku sudah kembali dan berada di dalam Kediaman?" Dia mengangkat kepala nya dan serius bertanya.


Xiao Rou berkata dengan dengusan kekesalan yang tidak puas. "Anda kembali tanpa berkata apapun. Dan berakhir di kurung seperti ini. Bagaimana bisa masih begitu santai? Saya saja baru mengetahui ketika para pelayan membicarakan sifat buruk anda."


•••••••••••••••••