Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Mulai Dijalankan!



Saat embun menempel di daun dan matahari mulai terbit. Di tenda milik Pangeran Ketiga, Shen Yuan Zi, lima orang pelayan muda di berikan oleh Kaisar untuk mengurus semua keperluannya. Aneh, tentu saja.


Lima pelayan itu hanya mengerjakan tugas dan berbicara seperlunya, memberi jarak yang membentang cukup kental terlihat diantara mereka.


Memberi sentuhan penampilan terakhir dengan menyampirkan mantel bulu di bahu Shen Yuan Zi, seorang pelayan yang bertugas memuji dengan formalitas yang datar: "Pakaian berburu yang Kaisar berikan cocok untuk anda. Mantel ini menjaga tubuh anda tetap hangat."


Shen Yuan Zi menatap cermin perunggu tanpa ekspresi. Itu menjadi kesunyian yang menenggelamkan ketika para pelayan bergegas pamit karena sudah selesai dengan tugas mereka.


Suara tenda terbuka dengan langkah kaki sepatu militer terdengar. Seorang Prajurit datang menghadapnya, prajurit itu memberi hormat kemudian berkata: "Salam kepada Yang Mulia Pangeran Ketiga! Semua persiapan berburu sudah selesai dalam pengecekan. Silahkan anda bersiap di titik yang sudah di tentukan."


Shen Yuan Zi hanya mengangguk samar.


Mengetahui tugasnya sudah selesai, Prajurit itu pamit dan berbalik pergi.


Takk!


Prajurit itu menjatuhkan sesuatu dari dalam kantongnya, namun bersikap layaknya tak terjadi apapun—dia tetap berjalan keluar dari tenda sang pangeran, seperti prajurit itu memang sengaja menjatuhkannya untuk Shen Yuan Zi.


Bangun dari duduknya, Yuan Zi mengerutkan kening kemudian meraih bungkusan sebesar kepalan tangan anak-anak yang dijatuhkan prajurit tersebut.


Sapu tangan yang membungkus sesuatu di dalamnya. Buru-buru Shen Yuan Zi membuka dan wajahnya cerah ketika dia menemukan lima butir permen buah di balik helai sapu tangan itu.


Ada sepucuk kertas kecil yang tergulung menarik perhatiannya. Menarik pita tali yang menyengel kertas tersebut. Shen Yuan Zi mengeja isinya cukup lama; [Di bawah ranjangmu, ada kotak berukiran bunga peony. Berisi pakaian berburu dariku, pakai itu!]


Pesan yang langsung pada intinya. Sangat jelas, singkat dan mudah dimengerti.


Shen Yuan Zi mengetahui dengan jelas siapa pengirimnya, tentu saja dia menjadi begitu penurut.


Entah firasat yang tajam atau pikiran yang menyeluruh, namun insting pengirim pesan ini benar-benar menakutkan.


Pakaian berburu yang diberikan Kaisar pada Shen Yuan Zi memang terlihat mewah diluar tetapi jika terjadi suatu krisis yang membahayakan, pakaian tersebut menyulitkannya untuk bergerak dan kualitas bahan pakaian tersebut sangat biasa untuk mudah merobeknya dengan taring hewan, pedang atau panah. Itu tidak seperti benar-benar pakaian berburu, hanya seperti bahan pakaian biasa yang di design menyerupai pakaian berburu.


•••••••••••••••••••••


Lautan awan yang menyelimuti gunung.


Suara sungai yang manis. Dipenuhi oleh aroma tanah dan kicauan burung. Matahari sudah tinggi dilangit.


Perburuan sudah berlangsung hampir satu jam, para pangeran membawa sepuluh prajurit dan masuk melalui titik pintu yang berbeda. Pangeran Pertama Shen Minwei diwakilkan oleh ajudannya, karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan untuk dia berburu sendiri.


Namun bukan itu yang menjadi topik pembicaraan, satu yang hangat di bicarakan oleh semua orang. Nona Besar Xiu, seorang gadis muda, calon menantu kekaisaran, putri seorang jenderal, dia mengikuti perburuan setelah mengalahkan Duan Bian Jian diatas arena. Kaisar dengan bijaksana mengizinkan dia.


Tetapi meskipun begitu, tidak ada yang berani menyangkal ataupun protes setelah menyaksikan langsung bagaimana dia bertarung.


Seperti para pangeran, Xiu Qixuan juga merupakan peserta berburu, gadis ini mengisi titik pintu sebelah timur yang seharusnya untuk Pangeran Mahkota yang tak hadir. Suatu kehormatan besar yang mencurigakan.


Tapak kaki kuda terdengar ringan, rombongan ini berjalan santai. Hasil buruan yang dia dapatkan sedikit namun itu hewan besar bernilai 5 point.


Paras tampan bersinar di bawah matahari. Monekel yang bertengker di lekukan hidung membuat penampilan dia lebih mencolok lagi. Di atas pelana kuda hitam yang gagah, dia memegang pedang dan membawa anak panah di punggung. Terlihat keren.



"Yang Mulia...," Menekuk sedikit tubuh dan menunduk, Xiu Qixuan hanya memberi hormat dari atas pelana kuda. Ini tidak sesuai aturan, melihat pangkat dari sang Pangeran seharusnya Xiu Qixuan turun dan memberi salam dengan benar, namun gadis ini tidak bersedia.


Shen Ruan Ye menatap. "Nona Besar Xiu...," Sahutnya acuh tak acuh.


Mata Shen Ruan Ye tertuju pada hasil berburu Xiu Qixuan yang dibawa oleh prajurit. Dia berkata tenang namun tersirat inti kesarkasan di dalamnya; "Orang berkata, menikahi istri harus yang lembut dan bermoral. Tapi melihat Nona Besar Xiu mungkin mereka akan berubah pikiran."


Sudut bibir Xiu Qixuan melengkung, membentuk senyuman manis. "Yang Mulia Pangeran Ketujuh terlalu lelah baru mengatakan omong kosong." Ujarnya lugas.


Shen Ruan Ye balas terkekeh kencang. "Kamu tahu, orang bisa berencana dan dewa menertawakannya. Kamu mungkin berusaha begitu keras, tapi kamu terlihat begitu kecil bagi kami yang berkuasa." Ini adalah perkataan sinis tetapi mungkin merupakan sebuah nasehat dari Pangeran yang hanya tertarik dan menghabiskan waktu dengan penelitiannya saja.


Entah apa maksudnya. Tapi sepertinya dia tahu bahwa Xiu Qixuan menentang banyak aturan untuk tidak memasuki harem Istana Kekaisaran.


Tidak ingin menanggapi, Xiu Qixuan mempersilahkan Sang Pangeran Ketujuh pergi dan berjalan lebih dulu. Dia menarik tali kekang dan mundur, "Silakan Yang Mulia!" Padatnya.


•••••••••••••••••••


Tempat Perkemahan, di dalam Tenda Kaisar.


"Xiao Teng, kau percaya kan? Zhen ini tidak menargetkannya. Namun, gadis kecil itu sendiri yang memilih jatuh di neraka." Kaisar berbaring santai dengan menopang kepala dengan satu tangannya diatas kursi panjang. Kasim Teng berdiri mengipas udara untuk memberi kesejukkan.


"Tentu saja, Yang Mulia. Anda hanya bersikap adil dan bijaksana mengabulkan permintaan seorang gadis untuk bisa ikut berburu. Nona besar Xiu seharusnya berterima kasih pada kemurahan hati anda yang memberinya kemuliaan." Kasim Teng berbicara dengan bakat menjilatnya yang tersusun dalam kata-kata.


"Kata-kata yang bagus, sangat bagus!" Kaisar bangkit dari kursi dan berdiri, dia mengibaskan lengan pakaiannya dan kembali berujar; " Xiao Teng, cepat pergilah! Ini waktunya."


••••••••••••••••••••••


"Nona Su.., Ayo kembali! Kamu tidak ingin Nona-ku marah dan mengadukanmu 'kan?"


"Xiao Rou, aku hanya ingin melihat dan menunggu Qixuan kembali. Dengan penyamaran ini tidak akan ketahuan. Dan berhenti memanggilku Nona Su." Peringatnya.


Dua orang berpakaian pelayan pribadi kediaman Xiu itu berjalan seperti berlari kecil.


Syu Yiyang menghentikan langkah dan merajuk. "Ayolah berhenti mengikutiku!" berkata dengan menghentakan kakinya.


"Tidak sampai Nona-ku kembali dan mengadukanmu." Dengus Xiao Rou menimpali.


Xiao Rou menghela napas kasar mengapa Sang Nona memiliki teman yang sama bermasalah disisinya. Saat acara yang melelahkan semalam selesai, Su Yiyang sudah berdiam diri didalan tenda milik Sang Nona.


•••••••••••••••••