
Angin berhembus kencang seiring langkah tapak kaki kuda yang terdengar saling beriringan. Cahaya keemasan dari sinar matahari menyorot terik, menemani perjalanan dua sejoli yang sedang memadu kasih.
Eitss, ternyata terdapat sedikit kesalahan, dua sejoli ini tidak sedang memadu kasih tetapi mereka sedang bertanding!
Suara langkah tapak kaki kuda terdengar semakin nyaring, sebelum akhirnya sosok kecantikan -lah yang mengerut kesal karena tertinggal jauh oleh sang pria yang memang memiliki kemampuan hebat dalam berkuda.
Sosok kecantikan itu dengan cepat berusaha mengejar ketertinggalannya, dia memacu kudanya dengan lebih keras. Sebelum akhirnya berhasil mensejajarkan posisi kudanya dengan kuda milik sang pria.
"A Jun, tunjukan kerendahan hatimu. Mengalah sedikit, baik?" Ucapnya dengan berdengus sebal.
Keringat mengalir dari dahinya, kain sutra yang dipakai sebagai penutup kepala dan wajahnya menjuntai tertiup angin yang berhembus kencang.
Sosok kecantikan itu berada diatas pelana kuda hitam yang gagah, pembawaan dia saat ini terkesan begitu bangga nan angkuh tetapi kesan elegan juga terpancar jelas.
"Xuan'er, kau sendiri yang mengajakku bertanding, kalau aku mengalah begitu saja—bukankah lebih baik tidak usah bertanding?" Balas Sima Junke dengan realistis.
"Humph, aku sangat bosan dan pegal mengendari kuda. Itulah sebabnya aku mengajakmu bermain tetapi kau sangat tidak pengertian," Cibir Xiu Qixuan dengan menarik tali kekang kudanya agar melangkah lebih dulu untuk menjauh dari pria menyebalkan ini.
Sima Junke menghela napas panjang, dalam menghadapi Xiu Qixuan wadah kesabaran miliknya sudah semakin melebar.
Kemudian Sima Junke memacu kudanya dan mensejajarkannya tepat berada disamping kuda milik Xiu Qixuan dan dia dengan berhati-hati berucap, "Baiklah, maafkan aku. Bagaimana kalau kita bermalam disalah satu penginapan terlebih dahulu? dan melanjutkan perjalanan esok pagi saja karena kau sekarang sudah kelelahan." dengan tatapan lembutnya yang membuat Xiu Qixuan mendengus tetapi tidak dapat menolak.
Seharusnya mereka dapat sampai dilaut Nanhai dalam kurun waktu satu hari, yaitu tepat setelah matahari terbenam.
Tetapi, seorang Xiu Qixuan yang memang tidak berniat melakukan perjalanan jauh terus saja melontarkan cibiran dan keluhan karena kelelahan. Menjadikan Sima Junke yang memang sudah memiliki sifat toleran dan pengertian harus lebih bersabar lagi.
Sebenarnya Xiu Qixuan ingin saja menjelajah, tetapi dia adalah manusia modern yang menginginkan kemudahan saat berpergian. Kalau saja di Daratan Ca Li memiliki kendaraan seperti mobil ataupun pesawat terbang, tentu saja Xiu Qixuan akan dengan senang hati menjelajahi setiap tempat.
********
Pada saat ini mereka memberikan tali kekang kuda kepada pengurus kuda yang memang disediakan oleh pemilik penginapan.
Kemudian dengan langkah yang saling beriringan mereka berjalan memasuki bangunan penginapan yang terbilang cukup sederhana tetapi sangat ramai, karena letaknya dijalur tengah antara Ibukota Nanjing dan Laut Nanhai yang menjadi pusat para nelayan Suku Nanbao mencari sumber penghasilan.
Saat memasuki ruangan didalam bangunan penginapan, semua mata tertuju pada Xiu Qixuan yang berada diambang pintu.
Sima Junke dengan cepat menghalangi pandangan mereka dengan tubuhnya yang tinggi menutupi tubuh mungil Xiu Qixuan, kemudian dia mengulurkan lengannya untuk mengaitkan kain penutup wajah yang sebelumnya terlepas diwajah cantik Xiu Qixuan.
"Jangan dilepas," Peringatnya setelah itu kepada Xiu Qixuan.
Seketika Xiu Qixuan mengedarkan pandangannya kemudian melihat para tamu lelaki menatapnya penasaran dan penuh nafsu. Sangat menjijikan!
'En,' Jawab Xiu Qixuan menganggukan kepala kemudian berinisiatif mengaitkan jari-jari lentiknya dengan jari-jari kokoh milik Sima Junke.
Dia perlahan dapat mengerti mengapa Sima Junke menyuruhnya menutup wajah saat berada didalam penginapan ini yang notabennya tempat beristirahat para pekerja yang berstatus nelayan Suku Nanbao.
Mereka melihat Xiu Qixuan yang memiliki kulit seputih salju dan tubuh yang mungil, berbeda jauh dari wanita Nanbao yang memiliki kulit eksotis dan lekuk tubuh berisi, mereka semua sudah dapat menebak bahwa Xiu Qixuan bukan berasal dari Suku Nanbao tetapi berasal dari salah satu kekaisaran besar.
Itulah sebabnya, saat melihat sesuatu hal berbeda orang akan dibuat penasaran dan gairah meningkat drastis.
Sima Junke melepaskan genggaman tangannya dan meraih pinggang ramping Xiu Qixuan, mendekapnya dengan posesif memberikan peringatan tidak langsung kepada mereka.
Saat di Nanbao tepatnya di ibukota Nanjing, Xiu Qixuan hanya berada didalam wilayah pemerintahan yang memang semua orang disana sudah mengenal statusnya. Orang-orang luar seperti mereka tidak akan ada yang mengetahui wujud kecantikan seorang Xiu Qixuan, bukan?
Sima Junke kemudian memesan dua kamar kepada pengurus toko dan mendapatkan letak kamar dilantai atas yang saling berdampingan.
Pada malam harinya, Xiu Qixuan berada didalam kamar penginapan dengan ditemani oleh cahaya lilin yang berpendar.
Dia baru saja makan malam bersama Sima Junke, saat ini dia akan berganti pakaian kemudian beristirahat untuk melanjutkan perjalanan besok.
Xiu Qixuan duduk disamping ranjang, menyeka kotoran dari wajahnya dengan kain basah yang disediakan di dalam baskom. Cahaya bulan juga ikut menyinari kamar penginapan, rambutnya yang panjang menjuntai seperti gulungan sutra yang tidak dihiasi aksesoris apapun.
Perlahan jari-jari lentiknya mengulur tepat berada diatas bahu untuk melepaskan pakaiannya, setelah itu terlihat kulit pucat seputih salju dan kabut merah dari cahaya lilin membuat kulitnya tampak tembus cahaya, yang halus seperti aroma anggrek dibawah bulan.
'Brukk,' Tiba-tiba muncul seorang pria asing bertubuh tinggi langsung memeluk dan membanting tubuh Xiu Qixuan keatas ranjang, pria itu muncul dari tempat persembunyian disudut lemari.
Xiu Qixuan terkejut dan ingin sekali berteriak keras, tetapi tenggorokannya tercekat, dia hanya terdiam dan mematung. Jelas hal ini adalah pelecehan saat tubuh pria ini menekannya dari atas.
Bagaimana mungkin Xiu Qixuan tidak menyadari kehadiran pria ini yang bersembunyi dikegelapan? Dapat dipastikan kemampuan pria ini tidak terlihat seperti seorang nelayan pada umumnya, tetapi seperti seorang bandit hebat yang handal dalam hal mencuri bunga(1).
"Hai, cantik. Aku sudah bersabar menunggumu sejak tadi, sekarang waktunya kita bermain." Ucapnya dengan berbisik penuh nafsu.
Aroma arak menguar dari nafasnya membuat Xiu Qixuan merasakan jijik yang teramat sangat.
"Lihat kulitmu yang begitu halus dan harum, sangat menggairahkan." Lanjutnya tertahan dengan mengelus perlahan leher dan turun kebahu Xiu Qixuan.
Jantung Xiu Qixuan berdetak kencang, tubuhnya seketika lemas tidak dapat digerakan untuk membanting atau memukul pria jelek ini.
Wajah pria itu perlahan mendekat, Xiu Qixuan memejamkan kedua matanya dan dengan cepat mencoba berkonsentrasi untuk memanggil atau mengeluarkan pedang ditangannya.
'Splash,' Pedang dengan cahaya indah itu muncul tetapi pedang itu terbang mengambang diatas tubuh mereka dan dengan kecepatan kilatan memotong tubuh pria brengsek yang ingin melecehkan menjadi dua bagian.
'Pfst,' Cairan merah yang kental mengalir, membuat Xiu Qixuan dengan gerak reflek mendorong dan menendang keras mayat pria itu hingga terguling jatuh kelantai.
'Brukk,' Mayat pria itu terjatuh kelantai keras dengan wajah yang membelalak.
Hening.
Pedang yang bercahaya milik Xiu Qixuan seketika hilang setelah memotong tubuh pria itu karena Xiu Qixuan tidak dapat berkonsentrasi untuk mengendalikannya, gadis itu sedang gemetar terkejut.
Pikirannya kosong, napasnya memburu, dan tubuhnya bergetar hebat. Xiu Qixuan meringsut memeluk tubuhnya sendiri, dia terlihat sangat ketakutan dengan pandangannya yang gemetar melirik mayat pria yang terpotong dengan mengenaskan.
"A Jun..." Dalam benaknya hanya terdapat satu nama yang terlintas, dia berusaha mengeluarkan suara tetapi tercekat dengan sesak di dadanya.
Matanya berkaca-kaca, tetapi dia tidak dapat menangis keras karena seperti tertahan oleh sesuatu.
•••••••••••
Mencuri bunga : biasanya panggilan untuk pelaku pemerkosa.
Tonic immobility menggambarkan keadaan kelumpuhan yang tidak disengaja dan di luar kendali, di mana seseorang tidak dapat bergerak atau dalam banyak kasus, juga tidak dapat berbicara. Biasanya dialami oleh korban pelecehan s*ksual.
Btw, hebat ya pedang Xuan selalu ada saat dibutuhkan, bagaimana kalau kita kasih nama untuk pedangnya?
Dipilih nama yang sekiranya cocok gaiss:
A. Xue Yue: 雪 月 : Dingin seperti salju dan bersinar seperti bulan.
B. Dong Fengli: 冬天 锋利 : Musim dingin yang tajam.
Kalau ramai yg koment, bsk aku up 4 episode !!!