
Menepuk pundak Yao Anran secara bersahabat, Xiu Qixuan berbalik sembari berkata: "Jangan menjadi munafik untuk menyangkal lagi. Kamu sudah beruntung tidak terjatuh dalam skema murahan seperti itu." Dia menggerakan tangan dengan gaya tak acuh, "Ayo pergi, Nona Duan membutuhkan perawatan. Aiya, aku juga tidak melarang jika kau ingin tetap pergi mengikuti kelas, loh."
Mendesah serius, Yao Anran penuh dengan pertimbangan. Dia menatap punggung Xiu Qixuan yang menjauh. Semuanya menjadi masuk akal untuknya sekarang. Yao Chiyun, saudari tiri tertuanya, tiba-tiba memilih untuk berangkat ke istana secara terpisah. Ini sangat memungkinkan bahwa sejak awal dia memiliki niat yang tidak baik pada kereta kudanya.
"Nona Besar, tunggu aku!" Yao Anran berkata sedikit keras. Dia berlari kecil untuk menyusul Xiu Qixuan.
Karena sekarang sia-sia saja jika dia tetap bersikeras menuju aula samping dan mengikuti kelas yang sudah tidak bisa di perbaiki, Yao Anran memilih untuk tetap bersama Xiu Qixuan yang sudah berbaik hati melindunginya dari perangkap yang bernama skema.
Mendengar suara yang memanggilnya, sudut bibir Xiu Qixuan meringkuk puas. Kalian lupa, gadis ini licik dan selalu memperhitungkan untung-rugi. Tentu saja dia tidak akan berbaik hati tanpa tujuan yang jelas.
Sebenarnya Xiu Qixuan sengaja menarik hati Yao Anran untuk berpihak padanya. Perlahan demi perlahan membuat gadis ini menjadi sekutunya yang sangat menguntungkan.
Tanpa menebak pun Xiu Qixuan tahu, ini semua pasti perbuatan kelompok wanita siluman itu. Tch, mengesalkan saja! Tapi kerja bagus karena mereka memberi Xiu Qixuan peluang untuk dekat dengan Yao Anran. Kesempatan apa pun yang datang padanya—tentu saja tidak akan sedikitpun dia lewatkan.
Ketenaran Yao Anran di ibukota berada dalam urutan kedua, dia pesaing terberat Helan Qianyu. Walaupun dia pendiam dan tidak melakukan apa pun, Yao Anran tetap menjadi topik pembicaraan. Dia cantik dan anggun. Sempurna dengan bakat dan terkenal dengan kebijaksanaan.
Dan, untuk Duan Maiqiu. Meskipun gadis pemurung tersebut memiliki kekurangan, tetapi, secara garis besar, latar belakangnya sungguh tidak biasa. Dia adalah satu-satunya Nona Keluarga Duan yang masih tersisa dan dalam usia menikah. Tentu saja, dia menjadi salah satu incaran yang bagus untuk melakukan pernikahan politik.
Bagi para kandidat lain, kedua gadis unggulan inilah yang di lihat sebagai ngengat pengganggu dan tembok penghalang.
Menyingkirkan mereka dari peluang langka seperti pengumpalan poin keluhuran saja sudah termasuk kemenangan tersendiri.
'Khehe!' Xiu Qixuan tiba-tiba terkikik seram ketika pikirannya penuh dengan imajinasi gila. Dia akan membuat Duan Maiqiu dan Yao Anran sebagai senjatanya untuk memukul kelompok wanita siluman yang kemarin berani menganggu kedamaiannya.
Helan Qianyu, Fan Jingran, Yao Chiyun. Tiga wanita siluman itu yang kemarin berskema untuk membuatnya terkurung di aula leluhur.
Karena tidak bisa memukul langsung dengan kedua tangannya, Xiu Qixuan akan mengasah senjata yang berguna untuk memberi pukulan telak pada mereka.
Dia akan memastikan Yao Anran dan Duan Maiqiu menjadi pusat perhatian yang melelehkan hati para pangeran. Kedua gadis ini akan membuat kelompok wanita siluman itu tidak berkutit dan di abaikan.
Membayangkannya saja sudah membuat Xiu Qixuan tertawa gila. Hoh, beruntung sekali mereka karena Xiu Qixuan harus mundur di awal kompetisi, kalau mereka berhadapan langsung dengan Xiu Qixuan pasti hasil akhirnya akan lebih buruk, 'kan.
••••••••••••••
Dengan bantuan Yao Anran yang lebih mengetahui seluk-beluk istana, mereka berhasil sampai ke balai pengobatan kekaisaran tanpa menarik banyak perhatian. Mereka secara perlahan memapah Duan Maiqiu memasuki pintu teras penghubung yang melengkung.
Bangunan yang di balut kokoh oleh kayu merah langka, dan di bungkus oleh serat mineral atap yang tahan panas. Dengan lentara dan pepohonan yang begitu mempesona terasnya, aroma herbal menyeruak memenuhi indra penciuman. Ini masih terasa sejuk seperti musim semi, membuat orang merasa nyaman.
"Kau yakin ini balai pengobatan?" Xiu Qixuan berargumen skeptis. Matanya membidik lurus ke depan.
"Tentu saja." Yao Anran menjawab singkat. Namun kedua matanya tampak ikut mengerjap penuh ekspresi lucu melihat-lihat ke sekitar.
Melirik sekilas Duan Maiqiu yang sudah begitu lemas dan pucat karena kekurangan banyak darah. Xiu Qixuan berbicara: "Tunggu sebentar!" Ia melepaskan tangan Duan Maiqiu yang bersandar di pundaknya dan menyerahkannya pada Yao Anran, kemudian dengan segera dia berlari menuju pintu ruangan untuk memanggil bantuan.
Di depan pintu ruangan yang lebar dan memiliki banyak ukiran langka yang melambangkan kemegahan istana. Xiu Qixuan mengetuk secara tidak sabar dengan mata mengedar gusar mencari keberadaan seseorang.
Tok!
Tok!
Tok!
"Permisi, kami membutuhkan perawatan!" Suaranya terdengar nyaring dan berkelip-kelip memanggil.
Di dalam ruangan yang luas penuh dengan tungku demi tungku untuk memasak, mengeringkan, dan membakar herbal sesuai resep dan khasiat pengobatan mereka masing-masing. Campuran aromanya sangat menyengat dan mengepulkan asap. Jika, tidak terbiasa ini dapat membuat orang merasakan pening.
Dalam pandangan berair yang terbakar oleh asap, Xiu Qixuan mengucek matanya ketika merasakan bayangan keberadaan sosok tinggi di sana. Asap yang berkumpul juga kebisingan yang mengusik tidak menggagalkan fokus sosok tersebut pada lembar kertas penelitiannya.
Dalam ruangan yang memanas, sosoknya berkelip bagai bintang di tepi langit. Udara di sekitarnya menampilkan kesan ketenangan seorang misterius. (1) Monokel yang terbuat dari emas di mata kanannya membuat profilnya tampak luar biasa berkilau.
Shen Ruan Ye, Pangeran Ketujuh Kekaisaran. Sosok cerdas yang sangat berbakat di bidang pengobatan. Dia menguraikan banyak penelitian rumit dan menghasilkan metode pengobatan untuk beberapa penyakit langka yang sekarang sangat berguna.
Dia tidak ingin menyebut dirinya sebagai tabib. Karena dia tidak menyembuhkan orang secara langsung. Hanya lewat penelitian-penelitiannya yang membantu orang untuk dapat sembuh. Dan, satu hal yang sangat umum di ketahui tentangnya. Dia tidak tertarik pada apa pun selain herbal-herbal langka. Shen Ruan Ye dapat menghabiskan seumur hidupnya tanpa keluar dari ruang penelitian.
"Nona Besar, apa tidak ada orang di dalam?" Nada suara Yao Anran meninggi. "Cepatlah! Nona Duan tidak bisa menahannya lagi." ujarnya.
Xiu Qixuan berdecak frustasi. "Ada~ ...tapi aku tidak yakin dia dapat membantu." gumamnya pelan seorang diri.
Haa, dia sangat amat tidak ingin berurusan dengan salah satu dari para pangeran lagi.
Para pangeran itu sepertinya terdiri dari macam-macam pria gila yang aneh. Pertama adalah sih kurus putih yang menyedihkan, terus sih pirang norak yang berpenampilan glamor, ada juga bocah coklat yang gemar berjudi, atau beruang kaku yang serius menaati peraturan. Dan sekarang adalah sih ilmuwan tidak waras yang berdedikasi. Kacau sekali, tidak ada yang normal!
Semoga saja Pangeran Mahkota dan Pangeran Pertama yang belum pernah Xiu Qixuan temui adalah orang waras yang setidaknya memiliki kebiasaan dan perilaku lebih normal daripada ini.
Memutar pikirannya, Xiu Qixuan tersenyum penuh arti ketika dia dengan cepat berlari kembali mendekati Yao Anran. Dia meraih tubuh Duan Maiqiu yang tak berdaya dan memapahnya. "Nona Ketiga Yao, kamu yang paling beretiket di sini. Jadi, aku mengandalkanmu. Pergi dan bicaralah pada orang itu." Seringainya licik bak sengaja mendorong kepolosan Yao Anran untuk di berikan pada iblis.
••••••••••••••••
A/N:
Monokel: Kacamata satu lensa.