
Cahaya petir mencambuk langit gelap. Guntur yang keras menjerit memuntahkan ratapan sang cakrawala. Hujan deras membawa kabut angin yang menembus udara. Air tergenang di sudut-sudut lubang jalan.
Sibuk mengepakan lengan pakaiannya yang basah, Xiu Qixuan baru sadar bahwa tempat di sekitar bangunan ini begitu gelap dan nyaris tak terawat. Dengan dipenuhi lumut dan tanaman merambat lebat yang menjalar di dinding pilar bangunan.
Biasanya gudang penyimpan untuk menaruh barang pun akan terlihat lebih rapih di bandingkan bangunan ini.
Ugh, entah mengapa suasana di tempat ini malah mengingatkan Xiu Qixuan dengan wahana rumah hantu.
Xiu Qixuan sedang berdiri kosong di sudut teras bangunan. Atap lapuk yang terkelupas di atasnya bergoyang menimbulkan gema menakutkan, semua ini tak bisa sepenuhnya menahan sentuhan angin yang membawa curah hujan. Membuat tubuh Xiu Qixuan tersentak menggigil oleh hembusan hawa yang dingin.
Dengan dorongan hati, kedua kakinya bergerak mendekati sisi pintu bangunan yang rapuh. Dia menyilangkan kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri dengan jari-jemari yang meremas kuat pundaknya.
Matanya menelisik tajam memasang kewaspadaan. Perlahan Xiu Qixuan memiringkan kepalanya untuk melongok kedalam ruangan melewati sisi jendela rusak yang terdapat di sebelah pintu bangunan.
Dia diam sejenak, menyipitkan pupil matanya yang tenggelam berusaha menembus kegelapan.
Tiba-tiba, Xiu Qixuan bisa merasakan jantungnya hampir melompat keluar dari tenggorokannya.
"Uwaa!"
Jari-jari kurus yang pucat dengan tulang yang bisa terlihat itu tiba-tiba mencuat muncul bersamaan dengan benda bundar, terbungkus rambut putih, dari bawah sebrang jendela. Setelah di lihat lebih dekat, ini adalah penampakan kepala.
Tentu saja, secara spontan, Xiu Qixuan yang di penuhi oleh fantasi tentang hantu pun akan memilih memutar tubuh dan berlari.
Tapi, langit tidak menghendakinya. Sol sepatunya yang terbuat dari karet menjadi kemalangan tersendiri ketika dia bergerak menyentuh genangan air di lantai teras yang licin.
Bruk!
Suara gedebuk bergema nyaring ketika bokongnya menyentuh marmer yang keras.
"Aw! Aduh, aduh tubuhku yang berharga...," Xiu Qixuan meringis pelan dengan mengusap pinggangnya yang terasa nyeri. "Ugh, di mana pun tempatnya—pasti ada hantu iseng yang suka mengagetkan!" Bibirnya menggerutu tanpa henti, sejenak dia lupa untuk kembali lari.
"Qixuan tidak apa-apa? Di mana yang sa—"
Mendengar suara tepat di telinganya, Xiu Qixuan segera reflek melompat ke atas. Tubuhnya memutar di udara sembari melayangkan tendangannya pada sosok yang mengeluarkan pertanyaan cemas tersebut.
Bug!
Ketika Xiu Qixuan berakhir mendarat di belakangnya, dia menjepit leher sang pemilik istana dingin itu dengan lengannya. Sungguh itu hanya gerakan pertahanan diri yang spontan!
"Urghh... Qi—,Qixuan!"
Ini adalah Shen Yuan Zi yang meronta-ronta karena tak bisa bernapas. Wajah pucat menawannya sudah berubah menjadi merah keruh dengan air mata yang menggenang di sudut pelupuk matanya.
Sontak Xiu Qixuan melebarkan matanya, terkejut. Dia segera melepaskan cekikan mautnya dari Shen Yuan Zi dan mengangkat kedua tangan kosongnya keatas, seolah-olah seperti penjahat bersalah yang harus menyerahkan diri ketika sudah tertangkap.
Shen Yuan Zi terjatuh dengan napas yang masih tersenggal, berusaha menghirup banyak oksigen untuk menstabilkan kembali pernapasannya.
"Yang mu—, ah bukan! Maksud saya, Yuan Zi." Panggil Xiu Qixuan dengan menggigit bibirnya sendiri, matanya terkulai ragu kebawah memandang Shen Yuan Zi dengan getaran meminta maaf. "Eugh, anu... Maafkan saya! Sungguh saya bersalah!" Ujarnya sembari membungkuk.
Hening sejenak.
Selama beberapa detik, Shen Yuan Zi tidak kunjung memberi respon padanya.
Melihat bayangan keberadaannya, perlahan Shen Yuan Zi mendongak dengan kesenduan yang menawan, dia terdiam, menatap lekat sosok Xiu Qixuan yang memasang wajah cemas.
"Anda tidak apa-apa, 'kan? Apa merasa ada bagian yang tidak nyaman? Katakan saja! Saya akan bertanggung jawab untuk anda!" Cerca Xiu Qixuan dengan melontarkan banyak pertanyaan khawatir kala melihat Shen Yuan Zi yang masih terdiam memandanginya. Permasalahan utama bagi Xiu Qixuan adalah Shen Yuan Zi merupakan salah satu Pangeran, kalau dia terluka dan mati akan menimbulkan banyak masalah.
Merasakan tatapan panas yang terasa bergelenyar aneh darinya. Tubuh Xiu Qixuan meremang dan tanpa sadar kedua tangannya bergerak menangkup rahang wajah Shen Yuan Zi.
"Ada apa? Kenapa menatap saya begitu?" Dia tegas bertanya dengan mata mereka yang saling berbenturan dalam.
Bibir Shen Yuan Zi perlahan bergerak, dia bergumam: "Qixuan akan bertanggung jawab." Nada suaranya yang ambigu terdengar seperti sengaja mengulangi kalimat Xiu Qixuan sebelumnya.
"Eh? Apa yang anda katakan?" Xiu Qixuan bereaksi bingung. Dia mengira, dia salah dengar akibat suara derasnya hujan yang masih bergulir membasahi halaman teras.
Shen Yuan Zi mengerjap, "Qixuan akan bertanggung jawab akan aku, benar?" Kali ini dia berkata dengan suara yang keras untuk menegaskan suatu tujuan pembicaraan.
Xiu Qixuan terbengong menatapnya. Seperti terhipnotis, Xiu Quxuan hanya berdeham dan mengangguk. "Hngh, benar." Jawabnya.
Senyum lebar melengkung di sudut bibir Shen Yuan Zi. Dia sangat menawan ketika tersenyum, seolah ribuan bunga mekar dengan membawa sinar yang berkilau. "Kalau begitu diriku dalam perawatanmu sekarang." Ujarnya dengan sangat riang.
"Apa?" Xiu Qixuan tercengang sejenak.
Jari-jemari Shen Yuan Zi terangkat balas menggenggam pergelangan tangan Xiu Qixuan yang masih berada di pipinya. Dia menatap dan berbicara dengan kalimat ambigu, "Itu karena aku serahkan diriku pada Qixuan." kemudian dia sedikit memiringkan wajah dan seketika—Xiu Qixuan merasakan sensasi menggelitik kala benda lunak tak bertulang itu mengecup sekilas kulit tangannya.
Dan seperti anjing yang menemukan pemilik aslinya, Shen Yuan Zi tanpa malu menggosokan pipinya sendiri di lengan Xiu Qixuan, dia mendusel, seolah itu adalah belaian untuk mendapatkan kenyamanan.
Mata Xiu Qixuan melebar untuk kesekian kalinya mengungkapkan rasa terkejut. Dia segera menarik lengannya dari Shen Yuan Zi yang langsung bereaksi kehilangan.
"Eum..., aduh! Bagaimana menjelaskannya, ya?" Gumam Xiu Qixuan menggaruk keningnya gusar, dia meringis hampir kehilangan kata-kata.
Xiu Qixuan mengerti bahwa Shen Yuan Zi sedikit bodoh. Namun, tentu saja hal-hal seperti ini harus di jelaskan dengan teliti. Masa dia begitu saja menyerahkan dirinya pada Xiu Qixuan. Bisa-bisa dia di unboxing, ups ralat!
Maksudnya adalah bisa-bisa Shen Yuan Zi akan di pergunakan seumur hidup oleh Xiu Qixuan.
Byarr!
Dari arah langit, guntur yang besar tiba-tiba kembali terdengar. Sambaran petir yang tak terduga membelah langit menjadi dua. Tapi kali ini berbeda ketika tubuh kedua sejoli tersebut sama-sama menegang kala merasakan hembusan udara yang membawa samar kekuatan aura surgawi yang datang entah dari mana.
Xiu Qixuan berbalik memandang langit. Dia tidak menyadari sesuatu yang sangat penting, sekilas mata Shen Yuan Zi memancarkan cahaya ungu keemasan yang begitu mulia.
••••••••••••••••
A/N:
Mata merah Shen Yuan Zi itu adalah milik Mozi.
Dan, ketika mata Shen Yuan Zi memancarkan sinar ungu keemasan itu adalah kala kekuatan surgawi yang berada di tubuh Shen Yuan Zi bekerja.
Dalam mode manusia normal dia akan memiliki pupil mata hitam yang merupakan keturunan ayahnya.