
Cahaya yang pudar menembus awan, matahari berangsur-angsur menghilang dari ufuk barat untuk beristirahat diatas perpaduannya dan langit digantikan oleh sang bulan yang ditemani taburan bintang.
Begitu pula dengan kepercayaan diri yang digantikan oleh kegelisahan yang kelam. Disudut koridor hanya tersisa puluhan orang berbaris yang sebelumnya memiliki ratusan. Beberapa diantara mereka sungguh berakhir menyedihkan membuat orang akan meringis tajam.
Sejak awal, merekalah yang menyia-nyiakan hidup dan kemampuan mereka sendiri dengan datang ke istana tanpa kekhawatiran.
Kaisar murka melihat kondisi Changning Gongzhu tidak kunjung membaik dan menjadi semakin memburuk karena ulah tangan para tabib yang semberono ini.
Melihat hal itu membuatnya menurunkan titah, yaitu menghukum mereka yang semberono dalam melakukan pengobatan kepada sang putri, dengan cara kejam seperti dibuang untuk memberi makan hewan buas peliharaannya.
Pada saat ini, disudut koridor gerbang timur Kekaisaran Xia hanya tersisa beberapa yang belum mendapatkan kesempatan untuk memasuki halaman istana. Salah satunya adalah Xiu Qixuan dan Xiao Leng yang masih begitu tenang menunggu giliran. Sedangkan, untuk beberapa sisanya ingin mengundurkan diri dan menyerah dari mimpi hidup mewah hanya saja para penjaga dan kasim istana yang bertugas begitu tajam untuk mengancam.
Angin berhembus perlahan meniup rok sederhana yang dikenakannya, Xiu Qixuan bersandar dipilar penopang atap koridor, gadis itu menyilangkan kedua tangan di depan dada dengan mata yang terpejam dibalik tudung penutup wajahnya. Dia tertidur tanpa memedulikan kegelisahan yang kacau diluarsana. Begitu percaya diri sampai tidak kehilangan sedikitpun ketenangannya.
Xiao Leng ikut terdiam dan tidak berani menganggu, dia sudah memahami perilaku santai nan damai yang dimiliki oleh sang majikan.
Tiba-tiba suara langkah di iringi kerusuhan yang ramai terdengar keras memasuki indra pendengaran.
"Changning Gongzhu sudah tidak tahan lagi! Gawat, sungguh gawat langit ingin mengambilnya!" Teriakan panik dari seorang kasim senior yang sudah lanjut usia.
"Kalian! Sudah dengar, bukan?! Cepat siapapun yang memiliki kemampuan bergegas!" Timpal seorang kasim penjaga yang sejak tadi berdiri bersama mereka.
Setelah mendengar hal itu kepanikan yang gelisah tercetak jelas diwajah masing-masing orang. Mereka saling menyikut untuk mendorong satu dengan yang lain kedalam dasar jurang. Lagipula siapa yang mampu menahan kehendak langit!
"Kurasa kami disini tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan kehendak langit, mohon keagungannya memberi sedikit kemurahan hati!" Salah satu tabib tua dari banyaknya kerumunan orang memberi tanggapan dengan berkowtow. Serempak hal itu langsung diikuti oleh yang lainnya.
Suara kasim senior menggeram marah dan berteriak untuk memerintah, "Penjaga, tangkap mereka semua dan—"Terjeda ia.
"Mengapa begitu ribut?" Suara jernih penuh kelembutan yang dingin nan tenang layaknya lotus didasar sungai terdengar mengalun indah. "Kasim, sepertinya kau melewatkanku." Terlihat sosok ramping berjalan anggun dengan udara tajam penuh penekanan membuat suasana disekitarnya jatuh kedalam keheningan.
Tudung wajah yang dikenakannya berkibar tertiup angin begitupun dengan jubah sederhana yang dikenakannya berderak mengikuti keringanan langkahnya.
Xiao Leng mengikuti langkah sang majikan dengan pancaran penuh ketegasan tanpa sedikitpun sirat keraguan membuat keduanya menjadi pusat perhatian.
Mata milik Kasim senior itu menajam dengan alis yang terangkat penuh sirat ancaman. "Nona, kuharap kau dapat menanggungnya. Mari!" Tanpa berbasa-basi dia langsung bergegas mengarahkan keduanya untuk memasuki halaman istana.
Kasim itu sudah hidup melewati setengah abad menjadikan dia lebih tertata dalam bertindak. Melihat Xiu Qixuan yang berjalan menghampirinya dengan penuh ketenangan dan kepercayaan diri, membuatnya hanya dapat menebak antara dua pilihan yaitu bahwa gadis ini bodoh atau memang benar memiliki kemampuan.
"Kasim kau pelupa! aku belum berbicara untuk menyetujuinya." Ucap Xiu Qixuan begitu ringan tidak ingin mengikuti dengan masih berdiri kokoh.
Mereka yang berada disana terperangah melihat keberaniannya dalam bernegosiasi dengan seorang kasim senior yang berstatus lebih tinggi dari seorang rakyat biasa sepertinya.
"Nona jangan bermain-main! Jika—," Terjeda sang kasim senior yang mengerut penuh kemurkaan.
"Tenanglah, mengapa begitu marah? Aku hanya ingin meminta dua hal yang harus disetujui selama melakukan pengobatan." Jelas Xiu Qixuan dengan cepat tanpa sedikitpun rasa bersalah.
"Kau sangat berani!" Sentaknya.
Kasim Senior mengerut tidak senang menatap para tabib yang hadir itu malah menyingkir kesudut untuk menolak titah. Membuatnya hanya dapat menggantungkan harapan kepada gadis sombong yang berdiri dihadapannya ini.
Diakhir pertimbangan dia berucap, "Baik, hanya dua hal atas persetujuan Kaisar!" Suaranya penuh ancaman agar gadis itu mengetahui sebuah batasan yang terbentang luas.
Tanpa diketahui siapapun dari balik tudung penutup wajah, gadis itu balas menyeringai senang.
••••••••••
Halaman Istana Cang Ting Yi adalah yang paling indah dengan keharuman aroma bunga musim gugur yang berjatuhan. Mungkin dalam kurun musim semi halaman ini dapat dipastikan akan dipenuhi warna-warni keindahan bunga yang bermekaran.
Dengan bangunan yang luas terdapat ornamen patung bergambar phoenix emas terlihat bahwa Kaisar Xia begitu mengasihi putrinya. Xiu Qixuan mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut dalam diam.
Xiao Leng berbisik pelan ditelinga sang majikan, "Nona, kau yakin?" Tanyanya terdapat sedikit keraguan yang menggantung. Dia merasa bahwa kondisi sang puteri sudah terlalu parah, bagaimana mereka dapat menariknya dari jurang kematian?
"Yakinlah." Jawab Xiu Qixuan balas berbisik pelan.
Pada saat di ambang pintu masuk, Kasim Senior itu menolehkan wajah dan berucap dengan lebih sopan, "Nona Qi, silahkan!"
Xiu Qixuan mengangguk samar dan sedikit membungkuk kemudian ia berjalan teratur memasuki celah pintu yang terbuat dari kayu cendana kokoh.
Aroma obat-obatan yang menusuk hidung memasuki indra penciuman mereka. Kesuraman yang kelam perlahan berhembus penuh tekanan.
Dari balik tudungnya, Xiu Qixuan dapat melihat sosok mungil yang begitu menyedihkan terbaring kaku diatas ranjang mewah yang terletak di sudut ruangan, dia begitu kurus dan pucat yang cekung disekitar area wajah polosnya. Menunjukan bahwa sudah begitu lama sosok itu menderita kesakitan.
Kemudian Xiu Qixuan segera mengalihkan pandangan kepada sosok kemuliaan yang hanya berjarak beberapa langkah di hadapannya.
Xia Qian Che, dia memiliki udara dingin, tak kenal ampun yang sangat cocok untuk keagungannya. Sulaman emas diujung pakaiannya dan rambut hitam gelap diikat dengan mahkota giok menandakan statusnya yang mulia. Dia memiliki mata yang setajam pedang dan hidung tegak lurus yang memikat hati kaum hawa.
Dalam keengganan Xiu Qixuan tidak bisa untuk menahan decakan penuh bentuk rasa apresiasi.
Xiu Qiaofeng, kau benar-benar tahu bagaimana cara memilih ketampanan! Sungguh layak, begitu layak!
Tanda sadar dia meringis dan tidak sengaja mengeluarkan dengusan kesal. Membuat Xiao Leng terburu-buru menyadarkannya dengan cara berbisik pelan. "Nona, jaga kepala kita tetap aman!" Peringat Xiao Leng dengan penuh penekanan, dia tidak ingin kepalanya terpisah dari tubuhnya!
Xiu Qixuan mengerjap sadar dan segera memberi penghormatan kepada sang kaisar, "Hamba memberi hormat kepada Kaisar, semoga hidup seribu tahun." Ucapnya dengan berkowtow ringan. Xiao Leng mengikutinya dari belakang.
"Berdirilah." Suaranya tajam penuh pancaran yang menekan, dia menatap dengan pandangan dalam kepada sosok ramping yang memakai tudung penutup wajah itu perlahan beranjak untuk kembali berdiri tegak.
Melihat kesuraman tidak nyaman menyelimuti tubuh Kaisar membuat sang kasim senior perlahan berucap, "Lancang! Nona Qi, etiket seperti apa yang kau tunjukan? Cepat perlihatkan wajahmu di hadapan Kaisar!" Perintahnya
••••••••••
Ayoo, Xuan tunjukan bakat ngelesmu dipart selanjutnya wkwk😂