Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Kejatuhan Dalam Kekacauan Investigasi



Pergantian pilar-pilar pemerintahan membawa arus politik berbeda dalam pengadilan istana. Kaisar memangkas seperempat kekuatan juga kekuasaan dari beberapa cabang keluarga bangsawan terkemuka. Itu aksi yang cukup nekat namun tegas dan berani.


Selama beberapa hari setelah insiden pembunuhan dalam perjamuan, penyelidikan yang diperluas sekarang menyeret banyak kasus penting.


Beberapa keluarga bangsawan yang memiliki andil dalam melakukan dan menyembunyikan kejahatan menjadi resah jika semuanya terungkap.


Pada saat ini, Aula Besar Ruming tempat dimana pengadilan pagi biasanya berlangsung. Pengadilan pagi diadakan setiap hari, ini adalah waktu pertemuan dan tempat berdiskusinya Kaisar dengan Para Menteri-nya untuk membahas semua masalah negara.


Para menteri dengan mengenakan mantel formal berjubah ungu, merah ataupun hijau berbaris sesuai kedudukan dan status mereka masing-masing.


Sang Kaisar terduduk diatas singgahsana naga dengan memasang wajah dingin juga tatapan tajam, menunggu laporan yang keluar dari mulut para subjeknya.


Biasanya beberapa diantara mereka akan berdebat sengit jika terdapat silang pendapat yang berbeda dalam menangani masalah negara bagian.


Tetapi, untuk kali ini mereka sangat tenang. Terlihat sekali bahwa mereka menghindari kemarahan juga pandangan sang penguasa.


Untuk yang sangat berbeda dalam pengadilan pagi kali ini adalah bahwa Ning Jing sebagai Perdana Menteri tidak diperbolehkan hadir. Karena Keluarga Ning dalam masa percobaan khusus, mereka saat ini adalah tahanan rumah.


Penyelidikan masih berlangsung, sedikit demi sedikit menarik kejatuhan beberapa keluarga yang menjadi pengikut setia Ning Jing. Sebelum akhirnya,


"Lapor, Yang Mulia Kaisar." Itu adalah Niao Lei yang mengangkat papan ditangannya dan segera maju keluar dari dalam barisan untuk menunjukan diri menghadap sang kaisar.


Mata Xia Qian Che yang semula menunjukan kebosanan berubah menjadi kilatan semangat penuh ketertarikan. "Oh, kira-kira masalah seperti apa yang membuat Menteri Niao yang tenang menjadi resah?" Ucapnya dengan tersenyum miring.


"..." Senyumnya yang terasa aneh sampai membuat orang bergidik ngeri.


"Diizinkan, bicaralah." Lanjut Xia Qian Che dengan melambaikan tangannya acuh.




'Brakk..srakk..' Gulungan perkamen jatuh dan berserakan tidak teratur seiring udara dingin yang menusuk tulang.



"Keberanian yang sungguh lancang." Suara rendah milik Xia Qian Che mengalir tajam. Itu adalah kemarahan dahsyat seperti panasnya lahar dalam gunung berapi.



'Brukk..' Para menteri dalam pengadilan pagi segera jatuh berlutut dengan memasang postur untuk ber-kowtow saat melihat kemarahan sang kaisar. Tubuh mereka bergetar oleh ketakutan yang kalut.



"Kaisar, jangan terlalu marah." Kasim Cui berusaha menenangkan.



Tetapi, Xia Qian Che tentu saja tidak menghiraukan. Wajahnya yang tampan menggelap oleh ketidaksenangan.



"Niao Lei sebagai salah satu menteri kekaisaran yang berani bersuara untuk kebenaran dan ketidakadilan rakyat perbatasan." Jari tangannya terangkat untuk menunjuk tegas kearah Niao Lei yang ikut berlutut dibawah sana.



"Zhen perintahkan kamu bersama departemen kriminal untuk menangkap kepala penjahat." Suaranya mengalir penuh otoritas berat yang mutlak. "Segel semua properti keluarga Ning dan segera bawa Ning Jing kehadapan zhen." Perintahnya.



Niao Lei merupakan pendukung penting. Ia menyiapkan segala bukti transkasi gelap yang tersedia dan beberapa kesaksian dengan sempurna. Ini adalah waktu yang sudah mereka sepakati.



\*\*\*\*\*\*\*\*



**Ruang Baca Kepala Keluarga, Kediaman Ning**.



"Sialan!" Rutuk Ning Jing dengan tangan terkepal erat. "Aku harus segera membereskan semua ini, tetapi, brengsek itu menghalangiku dengan ketat. Yin'er-ku yang malang." Giginya bergemelatuk menahan emosi.



"Putrimu terlalu bodoh." Dengus seseorang yang jadi lawan bicaranya.



"Rui Jizhang!! Jangan kau menghina putriku." Sentak Ning Jing marah.



Rui Jizhang, dahulu ia adalah salah satu dari sekian petinggi di Kekaisaran Shen. Menteri sekaligus Penasehat Kaisar, orang terdekat dari Shen yang agung.



Tetapi, dalam satu malam semua dapat berubah ketika dia tiba-tiba berganti status menjadi buronan yang melarikan diri. Pada saat ini, dirinya berada dalam perlindungan sekutu dan teman lama.



"Baiklah." Rui Jizhang segera berdiri dengan wajah termenung untuk sejenak berpikir. "Bagaimana dengan identitas baruku yang kau persiapkan? Setidaknya, aku dapat keluar bebas untuk membantu kasus putrimu. Mencarikannya alibi domba pengganti." Ucapnya tenang dengan menolehkan kearah Ning Jing.



"..." Ning Jing balas meliriknya tajam. Jari-jarinya terketuk diatas meja untuk menelaah.



Biasanya kasus yang menyangkut kecerobohan putrinya akan diselesaikan dengan membuat kambing hitam sebagai tumbal pengganti, tetapi, entah mengapa sekarang terasa mengganjal dan tidak mudah.



"Hmm..." Ning Jing berdeham dengan jari tangannya mengait diatas dagu yang bertumbuh sedikit janggut. "Baiklah." Ia segera berdiri dan mengambil beberapa perkamen kertas dari dalam kotak kayu yang membentuk sebuah laci.



"Ambil ini." Ucapnya memberikan kertas dokumen kepada Rui Jizhang.



Rui Jizhang segera menerima dan melihat isi dalam dokumen tersebut. Itu berisi kartu identitas milik seseorang, Ia akan dapat melakukan perjalanan keluar dan masuk Kekaisaran.



Kemudian Ning Jing mengambil gulungan dan pena berbulu. Ia menulis beberapa kode aneh dalam gulungan tersebut.



Sebelum Rui Jizhang bertanya ataupun Ning Jing menyelesaikan tulisannya. Tiba-tiba pintu ruang baca terbuka dengan semberono yang tergesa seorang bawahan masuk.



'Brak...' Pintu terbanting keras. "Gawat, Tuan Besar!!" Suaranya yang begitu panik dengan napas tersendat.




![](contribute/fiction/2125469/markdown/10367472/1634901744358.jpg)



"Tuan—, itu.." Terjeda ia.



Pasukan berseragam militer kekaisaran tiba-tiba merangsek masuk kedalam ruangan.



Dari balik pasukan itu muncul sosok Niao Lei yang membawa gulungan kuning terbuat dari sulaman naga emas dalam genggamannya. Itu adalah dekrit kekaisaran.



Ia melangkah tegas penuh kepercayaan diri. Disampingnya terdapat juga sosok kepala pejabat departemen kriminal yang mendampingi.



"Tidak tahu apakah ada sesuatu yang membuat kediaman kami kedatangan rombongan tamu istimewa?" Suara cerdik Ning Jing mengalir penuh penekanan khusus.



Melihat wajah licik tersebut membuat Niao Lei mencibir dalam hati.



"Segera kumpulkan semua orang untuk menerima dekrit dan investigasi kediaman ini secara menyeluruh!" Pejabat departemen kriminal memberikan perintah kepada bawahannya.



"Baik!" Serentak pasukan tersebut menjawab.



Sebagian besar diantara pasukan bergegas keluar menelusuri juga menggiring para pelayan dan penjaga kediaman, memperintahkan mereka untuk berlutut menunggu di halaman luar yang memiliki tanah lapang.



Dan beberapa orang sisa pasukan mendekat kearah Ning Jing dan Rui Jizhang untuk menahan mereka.



"Tuan Perdana Menteri." Panggil Niao Lei dengan dingin. "Kaisar menurunkan dekrit dan perintah investigasi. Mohon kerjasamanya dan ikuti kami!" Nadanya yang tegas terdengar begitu tajam.



"Kurang ajar! Kau mengtahui bahwa aku adalah seorang Perdana Menteri. Tetapi, perlakuan lancang macam apa ini?!" Teriak Ning Jing penuh amarah.



"Dekrit seperti apapun itu, kalian tidak dapat menyentuh wilayahku dengan paksaan dari pasukan militer!" Sentaknya lagi.



Niao Lei tidak dapat menahan diri untuk tidak mendengus penuh cibiran dan hinaan.



"Jangan buang waktu lagi." Ucap Niao Lei melambaikan tangannya memberikan isyarat perintah kemudian segera berbalik dan melangkah keluar ruangan.



Sebelum pergi, ia melirik sekilas dan melemparkan senyuman penuh arti kearah Rui Jizhang yang juga sedang menatapnya dalam.



"Bawa mereka!" Kepala pejabat departemen kriminal memberikan perintah yang lebih jelas. Setelah menyelesaikan perkataannya, ia segera menyusul Niao Lei untuk bergegas keluar.



Wajah Ning Jing berubah gelap karena menerima penghinaan yang tak tertahankan ini. Pasukan militer yang menyeretnya paksa dipenuhi oleh makiannya.



Kediaman Ning jatuh dalam kekacauan investigasi besar. Nyonya rumah dan para selir meraung pilu dengan tangisan tersedu saat mendengarkan isi dekrit penawanan dari sang penguasa utara.



Entahlah apakah mereka menangisi harta kekayaan yang hampir raib atau khawatir akan hidup sang suami.



Kedua kubu yang bersitegang tidak menyadari, terdapat pihak lain dalam bayang-bayang yang hanya menunggu waktu untuk memenuhi tujuan mereka dengan mengambil sedikit keuntungan dari kekacauan yang sedang berlangsung.



Sepertinya Ning Jing juga tidak semudah itu menyerah. Terlihat dari wajahnya yang masih dipenuhi pancaran ketegasan dan ambisi perlawanan.



Ia memiliki sisa sedikit kekuatan dari kekuasaannya, sama seperti Rui Jizhang pada saat melarikan diri. Dapatkah ia lolos tanpa cacat? Perlawanan semberono seperti apa yang akan ia lakukan untuk terakhir kali?



•••••••••••••



Dibalik sudut tersembunyi dalam kegelapan bayangan. Beberapa orang terampil sedang mengamati seluruh situasi. Mereka bersembunyi diatap ataupun batang pohon yang rindang tanpa terkecuali.



"Sampai kapan kita harus menunggu?" Tanya seseorang yang diyakini adalah sosok pria muda dari suaranya yang rendah nan berat.



"Bukankah Anda berkata kalau akan kesulitan jika mangsa kita sudah jatuh kedalam cengkeram harimau ganas macam Kaisar Xia Utara." Lanjutnya.



"Tunggulah sebentar lagi, Taotao." Sebuah suara indah milik seorang wanita muda menjawab dengan irama yang tenang.



•••••••••••••