Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Ibu Suri Ning



Suara bising yang nyaring menganggu ketenangan dari sosok kecantikan yang masih mendengkur nyenyak. Xiu Qixuan, gadis itu, dia jatuh demam setelah bermeditasi untuk memulihkan energi.


Bulu mata lentik miliknya perlahan mengerjap dan menampilkan kedua bola mata tajam yang menunjukan sisi keganasan jika sudah terusik.


Dia beranjak untuk mengedarkan pandangannya kesekitar, ini adalah ruangan yang luas dan tertata mewah yang rapih. Halaman Istana Ting Xue memiliki pesona nyaman yang lembut, tempat ini luas dan sejuk layaknya udara dingin awal musim semi.


Aroma harum dupa menyingsing disetiap sudut kamar, membuat ketenangan bagi sang pemilik, tetapi Xiu Qixuan malah memijat pelipisnya yang pening saat mendengar kerusuhan dari arah luar. Apa yang sedang dilakukan Xiao Leng?


Xiu Qixuan beranjak dan segera memakai mantel sutera juga tudung penutup wajahnya yang menggantung tepat diatas pilar samping ranjang. Dia berjalan melangkah keluar kemudian membuka celah daun pintu untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Nubi adalah orang Ibu Suri Ning, secara khusus datang untuk mengunjungi Nona Qi juga adalah berkat baginya. Kamu pelayan rendahan mengapa begitu sembrono?!" Suara gadis pelayan yang bersikap begitu angkuh.


"Nona sedang dalam masa pemulihan. Mohon kemurahan hati Ibu Suri untuk Nona Qi menebusnya dilain waktu." Balas Xiao Leng dengan datar penuh sirat acuh tak acuh. Dia jelas sedang menghadang pelayan istana yang begitu angkuh memaksa untuk masuk menemui sang majikan.


Mereka tidak menyadari bahwa sejak tadi Xiu Qixuan sudah berdiri di ambang pintu untuk menyaksikan interaksi yang saling menyikut ini.


"Mengapa begitu ribut?" Suaranya lembut tetapi membawa kedinginan yang menekan. "Kekuasaan membuat orang lupa diri, kemana aturannya pergi? Bahkan karakter seorang pelayan dapat berubah menjadi keangkuhan yang arogan!" Lanjut Xiu Qixuan dengan tajam menunjukan keganasaan dalam bersilat lidah.


Pelayan Istana milik Ibu Suri Ning tersebut tertegun tetapi ia dengan cepat menyesuaikan diri dibawah tekanan besar yang tertuju padanya. Begitu lihai, terlihat jelas bahwa dia sudah menerima pelatihan yang baik.



"Nubi menyapa Nona Qi!" Dia membungkuk memberi penghormatan dengan postur dan gerakan yang tepat membuat orang lain tidak dapat menangkap kesalahannya. "Ibu Suri Ning secara khusus memberikan hadiah untuk menyambut tamu terhormat. Silakan Nona Qi menerimanya!" Lanjutnya dengan tangan yang terulur sungkan.


"Xiao Leng!" Panggil Xiu Qixuan dengan menolehkan wajah memberi kode perintah agar menerima hadiah tersebut.


Dengan patuh yang menyembunyikan sirat kejengkelan—Xiao Leng membungkuk untuk menerima hadiah pemberian Ibu Suri.


"Hadiah sudah kuterima. Berterimakasih kepada Ibu Suri!" Ucap Xiu Qixuan dengan memberi penghormatan yang sungkan. Tanggapannya tepat, postur dan gerakan yang tepat, seperti dia bukanlah berasal dari latar belakang yang sederhana.


Pelayan Istana milik Ibu Suri itu mengerutkan kening, dia akan kembali untuk melaporkan setiap detail yang terjadi. Sebenarnya Ibu Suri memperintahkannya untuk mengetes riak air yaitu menelusuri bagaimana rupa dan sikap seorang Tabib Dewa.


••••••••


"Xiao Leng, apakah kamu sudah membuat pengaturannya?" Sebuah suara mengalun lembut bertanya dengan penuh pengertian.


Xiao Leng merenggut menahan emosi kejengkelan dan berucap dengan menggebu, "Ketua, terlalu banyak perhatian yang diberikan orang-orang Istana kepada kita. Lihatlah, sudah berapa banyak hadiah yang diterima. Kita akan tidak leluasa untuk bergerak." Dia berakhir membuat keluhan.


Xiu Qixuan menolehkan wajahnya kebelakang untuk menatap sang bawahan dengan tenang berucap, "Kuharap kamu lebih berhati-hati, jangan sampai ada yang terlewatkan." Senyum melengkung lembut membawa sirat penyemangat.


"Mulai besok, berbaur-lah bersama para pelayan Istana. Dengan begitu kita dapat menemukan petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kepada Kementerian Xia Utara." Lanjutnya dengan memberi arahan tegas.


"Xiao Leng mengerti!"


Kedua mata Xiao Leng tidak sengaja menangkap riasan dan noda diwajah majikannya yang terlihat aneh. "Ketua, Ada apa dengan dahimu?" Tanyanya



Tangan Xiu Qixuan terulur menyentuh noda hitam berbentuk bulat kecil diatas dahinya. "Ini adalah jalan keluar yang kubuat jika menemui situasi tak terduga." Jawabnya dengan ringan.


Xiao Leng mengerut tak mengerti kemudian dengan reflek berucap, "Tetapi itu terlihat sangat jelek!" Dia tertegun ketika menyadari ketidaksopanannya dan tergagap untuk menepuk pelan sudut bibir tipisnya.


Suara kekehan terdengar keras, Xiu Qixuan tertawa geli melihat ketidaktahuan sang bawahan yang konyol.


Ini adalah produk baru yang dikembangkan tokonya, sebuah tato bergambar yang hanya dapat dihapus menggunakan minyak bunga mawar. Xiu Qixuan sengaja memakainya diwajah untuk membentuk sebuah noda hitam seperti tompel yang jelek.


•••••••••


Tandu itu bergetar berirama dengan lembut dari sisi ke sisi. Di dalam sana terdapat sosok anggun yang terpejam malas menyiratkan arogansi yang acuh tak acuh.


"Nona, kita akan segera sampai ke Istana Yong Hua. Mohon persiapkan dirimu." Suara Xiao Leng mengalun dari arah luar memberikan pemberitahuan khusus.


Berita mengenai Tabib Dewa yang dipanggil Nona Qi tersebar luas keseluruh penjuru Kekaisaran Xia Utara. Jantung Changning Gongzhu sudah dipastikan pulih, bahkan para Tabib Kekaisaran tertegun dan datang untuk memujanya. Statusnya melonjak tinggi sebagai Tamu Kehormatan Kaisar.


Ibu Suri Ning mengadakan perjamuan sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa syukur kepada berkat langit yang sudah diterima oleh Kekaisaran Xia Utara.


Pada saat ini, Xiu Qixuan adalah tamu istimewa yang mendapatkan perlakukan khusus untuk datang keacara perjamuan. Kemungkinan besar dia juga akan menerima hadiah dan penobatan gelar di dalam acara perjamuan.


"Nona Qi telah tiba!" Kasim yang bertugas berteriak untuk membuat pengumuman akan kedatangannya.


Setelah tandu diletakan turun, Xiu Qixuan menghela napas panjang sebelum akhirnya mengulurkan tangan dengan lembut beranjak meraih tangan Xiao Leng yang membantunya keluar dari dalam tandu.


Terlihat sosok ramping terbalut pakaian hijau pucat dengan roknya yang disulam kupu-kupu emas. Rambut hitam yang halus menjuntai keluar dari balik tudung penutup wajahnya.


Di bawah langit biru, dia berjalan maju dengan mantelnya yang berkibar tertiup hembusan angin. Langkahnya begitu ringan penuh tekanan keanggunan, suara gemericing pelan dari getaran riasan gioknya yang saling berbenturan membuat irama musik yang lembut.


Dia tidak menunjukan wajah tetapi orang masih dapat terpikat oleh lekuk tubuh yang mempesona. Begitu mematikan! Para gadis bangsawan yang hadir di dalam perjamuan menjadi khawatir jika Nona Qi memiliki wajah yang cantik.


Ini adalah pesta perjamuan untuk menikmati keindahan bunga yang diadakan secara khusus di taman Istana Yong Hua milik Ibu Suri Ning.


Xiu Qixuan sudah mengambil langkah awalan untuk berjalannya misi, dia datang secara pribadi bermaksud untuk melihat wajah para menteri peringkat satu dan dua.


Selama beberapa hari ini mereka baru menyusuri beberapa tempat di dalam sudut Istana Kekaisaran Xia Utara. Secara perlahan mengenali medan pertempuran musuh adalah suatu kebijaksaan.


Xiu Qixuan berjalan mendekati sosok bermartabat yang terbalut pakaian phoenix emas dengan rumbai gulungan sutera dan jepit rambut sayap phoenix berekor sepuluh menandakan statusnya sebagai wanita tertinggi dan dihormati.


"Hamba menyapa Ibu Suri. Semoga kebahagiaan dan kesehatan yang melimpah menyertaimu selama ribuan tahun!" Xiu Qixuan membungkuk memberi penghormatan sesuai etiket yang tepat.


Mata Ibu Suri tertuju padanya terdapat sirat keingintahuan tetapi tertutupi oleh tampilan senyumnya yang ramah berucap, "Sangat baik. Nona Qi, sungguh berpengetahuan luas. Cepat tegakanlah tubuhmu!"


"Terimakasih Ibu Suri." Xiu Qixuan segera bangkit dari postur yang membungkuk hormat. Matanya menangkap jejak samar di raut wajah Ibu Suri yang menatapnya lembut tetapi penuh arti.


Ibu Suri Ning mengizinkannya duduk dan melupakan formalitas untuk sejenak mereka mengobrol santai dengan para tamu.


Dalam ketenangan Xiu Qixuan duduk dikursi paling kanan sudut paviliun yang terletak diantara taman bunga. Jari-jarinya terulur mengambil cangkir yang terbuat dari porselen putih, dia memegang secangkir penuh teh yang terbuat dari embun kelopak bunga persik, perlahan menyesap tiga teguk untuk merasakan jejak teh yang manis, segar dan harum.


Kemeriahan yang ceria terhenti digantikan atmosfer menekan saat keagungannya tiba. Segera, di luar tirai paviliun, Kasim Cui muncul untuk mengumumkan kedatangan. "Kaisar, Pangeran Mahkota dan Tuan Putri telah tiba." Semua orang yang hadir serentak berdiri untuk membungkuk memberikan penghormatan.


Dari balik tudung penutup wajahnya, Xiu Qixuan melirik untuk melihat Xia Qian Che yang menggandeng sepasang balita kembar dikedua tangannya.


Gadis itu terburu-buru kembali menundukan wajah ketika mereka berjalan mendekat untuk menghampiri Ibu Suri yang berada dipusat perjamuan.


Tiba-tiba sosok mungil berlari menubruk tubuhnya, "Muhou.." Panggilan itu membuat sengatan listrik yang mengalir di dalam nadinya.


Jantung Xiu Qixuan berpacu cepat, dia tertegun, begitu terkejut ketika melihat Xia Zhiwen yang memeluk kedua kakinya dengan sangat erat.


Tangan Xiu Qixuan perlahan terulur untuk menyentuh tudung yang dikenakannya, dia jelas masih mengenakan tudung untuk menutupi wajah. Tetapi, Mengapa bocah tampan ini dapat mengenalinya?


•••••••••••


Kalo kalian mau author crazy up jgn lupa dukungan plus commentnya yaa luv💖