Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Cincin & Kelahiran Yang Tidak Biasa



"Xiahou yang membunuh dirinya sendiri," Ucap Paman Kun singkat, dia menutup kedua matanya berusaha menahan perasaan masam dihatinya.


Pandangan Sima Junke semakin bergetar napasnya memburu hebat, tetapi pria itu tetap berusaha tenang untuk mendapatkan jawaban dan kejelasan.


"Bagaimana mungkin? Tidak mungkin, karena hanya ditekan oleh Aisin Boyu—ayahku mengambil langkah bunuh diri? Bagaimana caranya ayahku bunuh diri saat tidak ada bukti konkret dia menyakiti dirinya sendiri?" Tanya Sima Junke dengan mengepalkan tangannya erat. Buncahan emosi terpancar dari raut wajahnya.


"Dia tertekan oleh kekuatan anehnya," Jawab Paman Kun dengan masam.


"Saat kembali ke Nanbao, kedatangan kami membawa arus pemerintahan tidak stabil. Apalagi saat kelahiranmu sebagai Tuan Muda Kecil. Sedangkan saat itu Aisin Boyu tidak memiliki keturunan dan pendamping."


"Semua berjalan sederhana Xiahou berhasil menangani segala tekanan politik. Sampai akhirnya, suatu malam saat aku yang bertugas disampingnya melihat asap hitam misterius keluar dari dalam tubuh Xiahou dan warna matanya berubah menjadi merah nan tajam seperti bukan seorang sahabat yang kukenal."


Paman Kun terlihat kesulitan saat menjelaskan bagian itu, dia berkali-kali menarik napas panjang.


"Aku terkejut karena itu pertama kalinya aku melihat kekuatan menyeramkan yang mengintimidasi dan dapat membunuh seseorang."


"Tetapi, hal itu tidak berlangsung lama sebelum akhirnya Xiahou kembali kedalam kesadaran penuh. Beberapa tahun kejadian seperti itu akan terus berulang hingga masa buruk yang menimpa saat dia tidak dapat mengendalikan kekuatan membunuh itu."


"Keluarga Zhu yang merupakan salah satu sekutu Keluarga Sima, musnah ditangannya. Aku dapat mengingat jelas keadaan saat dia berlumuran darah memandangku dengan linglung, raut wajahnya pucat tidak mengerti."


"Begitu menakutkan saat dia mencabik-cabik daging korbannya, begitu menakutkan saat dia tidak sadar sudah melakukan hal kejam itu."


"Aku yang berakhir membereskan masalah Keluarga Zhu. Dan akupula yang saat itu menyelamatkan salah satu putri keluarga Zhu, Zhu Chuchu."


Hening.


Xiu Qixuan terdiam dia merangkai semua cerita di dalam benaknya, mengaitkan satu dengan yang lain.


Keberadaan dan peran Sima Xiahou sangat misterius di dalam cerita ini. Membuat bingung dan linglung.


Xiu Qixuan ingin berucap tetapi dia mengurungkan niatnya saat melihat Paman Kun yang masih tidak senang dengan keberadaannya sebagai orang luar.


Zhu Chuchu atau Yu Chuchu sang Nyonya Besar itu mengira Aisin Boyu yang membunuh keluarganya karena dia saat itu ditolong oleh pengawal pendamping Sima Xiahou. Lagipula keluarganya memiliki sedikit kesalahpahaman dengan Aisin Boyu.


Mungkin Yu Chuchu akan menyesal jika mengetahui hal ini.


"Tuan Muda Kecil, ayahmu tidak seburuk itu. Dia orang baik dan lembut, sama sepertimu saat ini. Aku tidak mengetahui mengapa dia memilih membunuh dirinya sendiri." Ucap Paman Kun bergetar menatap Sima Junke dengan dalam.


Pancaran kesedihan terlihat jelas dimatanya. Dia seperti sangat kesakitan untuk mengorek luka dimasa lalu ini.


"Tetapi yang kuketahui adalah dia tidak ingin menyakiti dirimu dan ibumu karena kekuatan membunuh yang tidak terkendali itu. Dia merasa kehadirannya adalah membawa bencana dan kematian."


"Aku tidak dapat menghentikannya, aku begitu lambat untuk mengerti keadaannya yang terpuruk. Saat itu dia memberiku tugas yang berat dan tak masuk akal. Ternyata dia sedang berusaha agar aku tidak menghentikan tindakannya,"


"Saat aku kembali, berita kematiannya sudah menyebar luas diwilayah Nanbao dan Aku pastikan dia membunuh dirinya dengan kekuatan menyeramkan itu. Membalikan arus kekuatan hitam yang dapat membunuh itu agar mengalir kejantungnya," Ucap Paman Kun dengan menghela napas sesak. Dia memandang Sima Junke dengan sayu.


Sima Junke balas memandang dengan mata yang berkaca-kaca, dadanya sesak karena dalam ingatannya sang ayah itu adalah orang pemarah dan suka menyakiti sang ibunda.


"Tuan Muda Kecil, jangan menyimpulkan. Carilah kebenarannya," Peringat Paman Kun dengan singkat.


"Aku mempalsukan kematianku karena ingin mendapatkan jawaban dari apa yang menimpa sahabatku. Aku menempatkan diriku sebagai langkah pertamamu untuk mendapatkan penjelasan dan mencari kebenaran." Ucap Paman Kun dengan lugas dan tenang.


Dia memandang fitur wajah Sima Junke yang begitu mirip dengan Sima Xiahou saat itu. Begitu mirip sampai dia ingin memaki dan meluapkan amarah karena sudah dibodohi dan ditinggalkan oleh sahabatnya itu.


"Tuan Muda Kecil, ayahmu bukan orang biasa seperti kita. Kurasa ini saling berkaitan dengan cincin yang dibawanya sejak lahir," Lanjut Paman Kun dengan sirat kelelahan.


"Cincin?" Tanya Sima Junke tidak mengerti


"Saat Xiahou lahir, badai pasir melanda Nanbao menghancurkan dan menewaskan ratusan jiwa. Dia lahir ditengah badai pasir dan saat berhasil lahir dari dalam kandungan, hal mengejutkan terjadi—bayi itu menggenggam sebuah cincin dilengannya."


"Tidak ada yang dapat menjelaskan fenomena itu, Bagaimana mungkin seorang bayi baru lahir membawa benda dari dalam kandungan."


"Sejak saat kelahirannya Nyonya tua membuat cincin itu sebagai liontin kalung dan dipakaikan dileher Xiahou, tidak pernah terlepas. Sampai akhirnya aku tidak melihat keberadaan cincin itu lagi sejak kepulangan kami ke Nanbao. Aku bertanya dan Xiahou akan menjawab cincin itu terjatuh di Kuil Emas." Jelasnya


Cerita ini begitu panjang sampai Xiao Bao tertidur pulas dipangkuan Xiu Qixuan yang masih terfokus mendengarkan.


Entah mengapa Xiu Qixuan merasa semua hal ini berkaitan dengan tugas yang diberikan sang Dewi Nuwa padanya.


"Baiklah... Sudah selesai, kalian cepatlah pergi. Aku ingin melanjutkan pekerjaanku yang tertunda," Usir Paman Kun beranjak berdiri menatap mereka dengan pandangan lebih hangat dan bergegas keluar ruangan meninggalkan ketiga orang itu.


Xiu Qixuan menolehkan wajah kesamping untuk memandang Sima Junke yang jatuh termenung sendu.


Kesakitan, kekecewaan dan penyesalan tersirat dari pancaran mata sehitam langit malam itu. Jiwanya terguncang dan tidak dapat menerima penjelasaan seperti ini. Pikirannya tidak dapat mengerti langkah seperti apa yang harus dia ambil selanjutnya. Mencari atau menyudahi?


"A Jun—" Panggil Xiu Qixuan dengan pelan.


Kedua kelopak mata milik Sima Junke mengerjap dan pria itu menarik napas panjang sebelum akhirnya menolehkan wajah menatap Xiu Qixuan dengan tersenyum lembut seolah tidak ada yang terjadi.


"Ayo, kembali! Biarkan aku yang menggendong Xiao Bao," Ucapnya beranjak berdiri dan meraih tubuh Xiao Bao yang berada di pangkuan Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan mengekori Sima Junke dari belakang sebelum mereka melangkah keluar pintu gerbang, dia menolehkan wajah tersenyum hangat menatap Paman Kun yang sedang memukul palu kebatang besi dibara api.


Paman Kun, dia tidak menikah, dia memilih menyingkir untuk datang menjadi penuntun jalan. Hanya menghabiskan waktunya dengan memukul batang besi.


Xiu Qixuan mengerti bahwa semua kehidupan di dunia memiliki jalannya masing-masing. Jika kau tidak menyentuhnya, dia juga tidak akan bergerak. Sebab dan akibat adalah sebuah hukum mutlak.


••••••••••••••


Ada yang bisa menebak, apa atau siapa dibalik pintu Kuil Emas? Siapa sebenarnya Sima Xiahou sebelum lahir ke Daratan Ca Li? Siapa yang mencuri Mutiara Hitam Laut Surgawi?


Ada loh di sepenggal dialog aku bocorin satu huhu😂 jgn lupa vote & hadiahnya💖