Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Lembut atau Membara



Xiu Qixuan melangkah menghampiri Sima Junke dan mendudukan dirinya disamping pria tampan itu.


"Apa yang kau lakukan?! Bertindak seorang diri, bagaimana kalau kau mengacaukannya?!" Bisik Sima Junke meluapkan kekesalan akan ulah Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan hanya diam dan memakan cemilan dimeja kudapan, gadis itu tidak berminat menjawab ucapan Sima Junke.


Tanpa sengaja Xiu Qixuan bertatapan dengan Aisin Tianyi yang berada diseberang mereka. Aisin Tianyi memandang Xiu Qixuan dengan penuh pertanyaan. Xiu Qixuan hanya balas tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


Sima Junke yang diacuhkan oleh gadis cantik itu tanpa sengaja melihat interaksi kecil antara Xiu Qixuan dan Aisin Tianyi. Pria itu meneguk secangkir arak dengan dengusan kekesalan.


Perjamuan dimulai dan berlangsung dengan meriah. Dimulai dari pengumuman hasil barang jarahan dan penghargaan kepada para komandan militer yang berhasil mendapatkan jarahan terbanyak.


Xiu Qixuan sejak tadi tidak berhenti memakan-makanan diatas meja kudapan, gadis itu tidak akan memedulikan hal apapun lagi kalau sedang berhadapan dengan makanan. Menurutnya itulah cara menghargai makanan, memberi perhatian penuh saat mencicipinya.


Mencoba berbagai makanan khas Suku Nanbao dan memberi sedikit komentar layaknya seorang juru makan.


"Berhenti makan!" Ucap Sima Junke mengambil mangkuk berisi sup dari hadapan Xiu Qixuan.


"Ckk, Kembalikan! Itu milikku," Decak Xiu Qixuan dengan merengut sebal. Pria ini selalu menjadi pengganggu, padahal sejak tadi Xiu Qixuan tidak berbuat sesuatu yang merugikannya.


"Saat berhadapan dengan makanan kau seperti babi bodoh, lihat kearah sana." Ucap Sima Junke mengatai dan memperintahkan Xiu Qixuan untuk mengalihkan pandangan kearah Zhai XinXin.


"Kau—!" Baru saja Xiu Qixuan ingin membalas mengatai Sima Junke. Tetapi pria itu lebih dulu bertindak, meletakan jari telunjuknya di pipi bulat Xiu Qixuan dan mendorongnya perlahan agar gadis itu menolehkan wajah kearah lain.


Terlihat Zhai XinXin melangkah mendekati mereka dengan membawa teko dan cangkir dikedua lengannya.


"Xin'er memohon maaf dan berterimakasih kepada Nona Xiu. Secangkir arak dapat melupakan kesalah-pahaman yang terjadi dimasalalu, mari bersulang." Ucap Zhai XinXin saat tiba dihadapan mereka kemudian gadis itu dengan sengaja menuangkan arak ke cangkir milik Xiu Qixuan yang sejak awal kosong karena Xiu Qixuan tidak dapat meminum arak.


Xiu Qixuan terdiam untuk memulihkan otak dan pikirannya agar berjalan kembali. Zhai XinXin sejak tadi memperhatikannya dan mendapatkan celah bahwa Xiu Qixuan tidak menyentuh arak sedikitpun berarti gadis itu tidak dapat meminum arak. Kemudian Zhai XinXin sengaja membuktikan isi pikirannya dengan mengajak Xiu Qixuan bersulang untuk membuatnya mabuk dan tak terkendali.


"Nona Zhai, Sungkan." Ucap Xiu Qixuan dengan tetap tersenyum manis, gadis itu membulatkan tekadnya untuk menerima secangkir arak tersebut—lengan dengan jari-jari lentik itu mengulur untuk mengambil cangkir tersebut.


'Happ,'


"Tuan ini akan menggantikan Xuan'er untuk bersulang denganmu, Nona." Ucap Sima Junke mengambil cangkir arak tersebut lebih dulu dan menegaknya, tidak memberi kesempatan bagi Zhai XinXin menyela.


"Wanita bangsawan di Kekaisaran Shen biasanya meminum teh. Sangat tidak baik bagi Xuan'er untuk meminum arak." Jelas Sima Junke setelah menghabiskan arak di cangkir dan menunjukan isinya yang kosong kepada Zhai XinXin.


Zhai XinXin tidak mengira Sima Junke akan seprotektif itu dengan Xiu Qixuan.


Memang benar kebanyakan gadis bangsawan di Kekaisaran Shen meminum teh sebagai pengganti arak diacara perjamuan besar seperti saat ini. Mereka tidak sebebas gadis Suku Nanbao dalam mengekspresikan diri.


Setelah kegagalan tersebut Zhai XinXin kembali ketempatnya dan untuk beberapa saat gadis itu terdiam tak berulah tetapi ternyata tak bisa bertahan lama dirinya melangkah menghadap Nyonya Tua.


"Nyonya Tua, Xin'er sudah menyiapkan tarian khusus untuk menunjukan rasa syukur Nanbao kepada langit." Ucap Zhai XinXin dengan tersenyum lembut.


"Oh, Sangat bagus. Segera bersiap dan tunjukan kepada kami," Ucap Nyonya Tua sedikit mengangkat sudut alisnya.


Setelah memberi hormat Zhai XinXin dengan cepat bersiap untuk mengganti pakaiannya.


Xiu Qixuan dan Sima Junke sejak tadi memperhatikan Zhai XinXin yang menghadap Nyonya Tua. Menyesap teh yang disediakan khusus untuknya dengan tenang dan anggun seakan-akan yang dilakukan Zhai XinXin bukanlah urusannya.


"Apa yang ingin gadis itu lakukan lagi? Dan kau disini masih bisa tenang, sangat jelas dia mengincarmu." Ucap Sima Junke dengan mengeram kesal akan respon Xiu Qixuan saat menghadapi segala sesuatu dengan santai.


Xiu Qixuan mengedikan bahu acuh tidak perduli, dia sudah pernah menghadapi hal seperti ini sekali saat diperjamuan Xiu Yue memaksanya yang tidak bisa melakukan apapun untuk menunjukan bakat wanita bangsawan tetapi saat itu dengan keberanian dan ketenangan dia dapat menghadapinya.


Kejadian itu mungkin terulang kembali tetapi setelah setahun tiba di Daratan Ca Li—tentu saja Xiu Qixuan sudah memiliki kemampuan untuk bertarung dengan menunjukan bakat wanita bangsawannya.


Zhai XinXin memasuki ruangan perjamuan kembali dengan pakaian menari-nya yang dapat dibilang sangat terbuka.


Xiu Qixuan mengedarkan pandangannya untuk melihat reaksi semua orang tetapi tidak ada yang bereaksi berlebihan mereka sepertinya terlihat biasa dengan pakaian yang dikenakan Zhai XinXin.


"Ada apa? Kau sedang mencari sesuatu?" Tanya Sima Junke saat melihat tingkah Xiu Qixuan yang menolehkan wajah kesana-kemari.


"Tidak. Apakah semua pakaian menari Suku Nanbao seperti itu?" Tanya Xiu Qixuan mengerutkan kening tidak suka saat melihat Sima Junke sangat menikmati pemandangan lekuk tubuh Zhai XinXin.


Sima Junke mengangguk mengiyakan pertanyaan Xiu Qixuan. dan kemudian menjawab, "Nanbao kami tidak terkekang etika dan aturan yang ketat, tidak seperti Shen dan dua kekaisaran lainnya. Itulah mengapa sedikit dari para wanita Nanbao memiliki kemampuan bertarung dan berbisnis, mereka dapat sesuka hati mengekspresikan diri mereka."


"Aku mengerti, itu sangat bagus. Hanya sedikit terkejut saat melihat orang daratan kuno bisa begitu terbuka," Ucap Xiu Qixuan dengan nada pelan diakhir kalimat agar tidak didengar oleh Sima Junke.


Musik bertabuh dengan keras, Zhai XinXin memulai gerakan menarinya dengan energik dan membara. Tidak seperti gadis bangsawan Shen yang saat menari menampilkan keindahan dan keanggunannya, para gadis Nanbao menari dengan penuh energik dan sedikit vulgar.


Xiu Qixuan terdiam dengan mulut sedikit terbuka, gadis itu sangat menikmati tarian Zhai XinXin yang membara dan energik. Ditambah pakaian yang dikenakan Zhai XinXin menambah kesan vulgar.


"Sangat bagus, haha. Seperti dirumah bordil saja," Kekeh Xiu Qixuan pelan dengan asal menceletuk karena gadis itu sebenarnya tidak pernah memasuki rumah bordil. Tanpa berkedip Xiu Qixuan melihat tarian tersebut dengan antusias, kapan lagi kan dia melihat tarian seperti ini langsung di depan matanya.


'Takk,' Sima Junke memukul pelan dahi Xiu Qixuan untuk menyadarkan gadis tersebut.


Xiu Qixuan meringis kaget dan melirik Sima Junke dengan tajam.


"Bagaimana bisa kau terkagum? dia musuhmu, harusnya kau terprovokasi." Ucap Sima Junke menatap Xiu Qixuan dengan pandangan aneh.


"Ckk, kau ini. Jika pemandangan bagus, aku senang. jika pemandangan tidak bagus, aku kecewa. Tariannya bagus, tentu saja aku senang melihatnya. Mengerti?" Ucap Xiu Qixuan seperti menjelaskan ke balita yang tidak mengerti apa itu bagus dan tidak bagus.


"Aku tidak perduli musuh atau tidak, kalau mengesankan tentu saja harus diapresiasi." Lanjut Xiu Qixuan menolehkan wajahnya lagi kearah depan untuk melihat tarian.


"Kau memang aneh," Balas Sima Junke kelelahan tidak ingin berdebat lagi.


Setelah tarian yang dibawakan Zhai XinXin selesai semua orang bertepuk tangan dan memujinya.


"Nona Zhai, kau cukup berbakat. Tarian yang sangat memukau sama sepertiku duapuluh tahun lalu juga membawakan tarian bersyukur kepada langit." Ucap Yu Chuchu tersenyum lembut. Sontak semua pejabat yang hadir dan sudah berusia lanjut mengingat kejadian dimana Yu Chuchu dilamar langsung oleh mendiang kepala suku setelah membawakan tarian tersebut.


Mengingat hal tersebut mereka menjadi merasa bahwa Zhai XinXin tidak lebih baik daripada Yu Chuchu saat itu.


"Terimakasih, Nyonya besar. Bolehkah aku meminta satu hal kecil sebagai hadiah?" Ucap Zhai XinXin dengan lugas dan polos. Gadis itu tidak mengetahui jelas maksud ucapan Yu Chuchu sebelumnya.


Yu Chuchu tidak langsung menjawab, wanita itu malah menolehkan wajah menunggu respon Aisin Fei terkait permintaan Zhai XinXin.


"Oh, kau masih dapat meminta hadiah rupanya. Sebutkan," Ucap Aisin Fei mengangkat sudut alisnya sedikit tertarik mengenai permintaan Putri Petinggi Zhai dihadapannya ini.


Zhai Dawai terlihat sangat cemas pada putrinya tetapi pria paruh baya itu berusaha agar tetap tenang, dia tidak mungkin tiba-tiba masuk dan terlibat karena itu akan semakin menarik perhatian semua orang kepada keluarganya.


Zhai XinXin membalikan badan dan menatap Xiu Qixuan yang juga sejak tadi diam memperhatikannya.


"Ku dengar gadis dari Kekaisaran Shen memiliki tarian yang bertolak belakang dengan Nanbao kami, tarian mereka indah dan anggun sedangkan tarian Nanbao bebas dan lepas." Jelas Zhai XinXin dengan terus menatap Xiu Qixuan


"Bagaimana kalau Nona Xiu memperlihatkannya?" Lanjut Zhai XinXin sedikit tersenyum miring. Gadis itu yakin Nanbao tidak memiliki kecocokan dengan Shen diberbagai hal, termasuk salah satunya selera mereka yang sudah mengakar sejak dini.


Maka dari itu Zhai XinXin ingin menunjukan ketidakcocokan hubungan antara Xiu Qixuan dan Sima Junke kepada semua orang. Xiu Qixuan juga tidak cocok dengan Nanbao!


Tidak tahukah Zhai XinXin? Xiu Qixuan adalah titisan koala cap bunglon yang mudah beradaptasi dan dapat melindungi dirinya sendiri dimanapun dirinya berada.


Semua orang memusatkan perhatian kepada Xiu Qixuan untuk menunggu respon gadis cantik itu pada permintaan Zhai XinXin.


Xiu Qixuan beranjak dari duduknya dan saat itu juga Sima Junke menahan dengan menggenggam lengan Xiu Qixuan—pria itu masih terduduk dibantalan kursi sedangkan Xiu Qixuan sudah berdiri, membuatnya mendongakkan wajah untuk menatap Xiu Qixuan kemudian dirinya menggeleng kepala pelan memperingatkan agar Xiu Qixuan tidak bertindak gegabah.


Xiu Qixuan tersenyum dan melepaskan lengan Sima Junke dengan lembut, kemudian dirinya melangkah menghampiri Zhai XinXin.


"Tentu saja, akan menjadi suatu kebanggaanku jika kalian menyukainya." Ucap Xiu Qixuan menyetujui dengan sangat percaya diri.


Zhai XinXin menyembunyikan senyum bangganya karena berhasil menjerat Xiu Qixuan dalam rencananya. Tidak tahukah Xiu Qixuan bahwa orang Suku Nanbao akan bosan dan mengantuk jika melihat tarian yang lembut dan indah.


Xiu Qixuan menunduk memberi hormat dan berbalik melangkah keruang ganti pakaian.


Tidak memiliki persiapan apapun, pakaian menari khas Kekaisaran Shen pun dia juga tidak punya. Xiu Qixuan hanya dapat masuk kedalam dunia kecil kipas emas dan meminta bantuan kedua hewan surgawi.


Beruntung sangat beruntung, didalam pavilun dunia kecil kipas emas terdapat satu kotak kayu besar berisi pakaian berlatih Xiu Qixuan dan disana terdapat satu pakaian menari pemberian Yao Yunmei yang tak sengaja dia lupakan.


Pakaian tersebut berwarna pink cerah, dengan cepat Xiu Qixuan bersiap dan merias dirinya kembali. Padahal awalnya Xiu Qixuan sudah berniat meminta Baijin Hu membuatkannya pakaian menari dari sedikit helai bulu lebat rubah surgawi itu.


Dengan langkah anggun Xiu Qixuan kembali memasuki ruang perjamuan, kecantikan Xiu Qixuan saat memakai pakaian menari membuat semua orang diruangan itu terpanah.


Berdiri ditengah dan saat musik bertabuh lembut—Xiu Qixuan menari dengan sangat indah. Ajaran Yao Yunmei diterapkannya dengan cukup baik. Memiliki ilmu peringan tubuh membuat Xiu Qixuan seakan melayang diudara selerti seorang dewi.


Semua orang terdiam membeku tak dapat memalingkan wajah dari Xiu Qixuan, siapa bilang mereka akan mengantuk dan bosan?


Tarian yang begitu indah dan semerbak wangi bunga tulip yang bertebaran diudara membuat mereka semua tersihir.


Berputar dengan cepat dan berirama, Xiu Qixuan menaburkan serbuk bunga tulip dari kuku jarinya, gadis itu dengan cerdas memetik beberapa bunga tulip dari dunia kecil kipas emas dan menumbuknya menjadi serbuk. Tak lupa Xiu Qixuan juga membungkus—ralat, maksudnya adalah membawa beberapa kupu-kupu dari dalam dunia kecil kipas emas untuk membantu tariannya agar tak monoton dan membosankan.



Beberapa kupu-kupu tersebut hinggap ditubuhnya saat mencium serbuk sari bunga yang ditebarkannya. Berbeda dengan tarian Zhai XinXin, yang energik dan bebas. Tarian yang dibawakan Xiu Qixuan sangat anggun dan lembut.


Iringan musik berhenti bertabuh menandakan bahwa tarian sudah selesai, Xiu Qixuan membungkuk memberi hormat.


Suasana hening tak ada yang bersuara sampai suara tawa dan tepuk tangan milik Sima Hong yang lebih dulu memecahkan keheningan.


"Haha, sangat indah. Seumur hidupku tidak pernah melihat tarian seindah dan seanggun ini. Tidak ada penyesalan, tidak ada penyesalan. A Jun kau sangat pintar memilih calon istri," Ucap Sima Hong dengan antusias sampai pria tua itu beranjak berdiri dari duduknya.


Setelah mendengar ucapan Sima Hong, semua orang kembali mendapatkan kesadarannya kemudian ikut bertepuk tangan dan memberi pujian.


Zhai XinXin mengepalkan tangan kesal tetapi gadis itu tidak pantang menyerah.


"Tarian yang sangat indah, Nona Xiu. Aku memiliki ide, Bagaimana kalau kedua tarian kami digabungkan bersamaan disatu pertunjukan? Bukankah itu akan menjadi sangat bagus," Ucap Zhai XinXin mengutarkan isi pikirannya.


Semua orang memasang wajah aneh menatap Zhai XinXin, dan tidak sedikit yang menertawakan Zhai XinXin bodoh. Tarian mereka tidak dapat disatukan dikarenakan Shen dan Nanbao tidak akan pernah menjadi satu.


"Maksudmu kita duet?" Tanya Xiu Qixuan spontan menggunakan bahasa yang tidak dimengerti.


"Duet?" Ucap Zhai XinXin mengerutkan kening.


"Lupakan. Aku setuju." Jawab Xiu Qixuan tersenyum penuh arti.


Zhai XinXin dengan antusias mengambil pisau belati kecil dan berucap angkuh, "Aku akan menari-kan tarian medan perang,"


Xiu Qixuan hanya mengangguk tak perduli, sebelum memulai tarian itu mereka mendapatkan persetujuan dari Nyonya Tua yang terdiam menikmati tonton menarik seperti saat ini. Sebenarnya Xiu Qixuan tidak ingin menghabiskan waktu bertarung dengan gadis yang ternyata lebih bodoh daripada Xiu Yue, seperti Zhai XinXin ini.


Zhai XinXin sangat tidak terkontrol dan impulsif, Xiu Yue memang impulsif tetapi gadis itu lebih baik karena masih memiliki ibu yang dapat mengarahkan dan membimbingnya. Sedangkan, ibu Zhai XinXin sudah meninggal sejak dirinya masih kecil dan dia tidak dapat pengarahan menjadi sebagai mana mestinya seorang gadis.


Xiu Qixuan dan Zhai XinXin memulai tarian mereka dengan gaya khas maisng-masing. Musik bertabuh dengan energik tetapi sedikit lebih lembut, dengan mudah dan ringannya tubuh Xiu Qixuan melenggok menari hanya sesuai irama musik.


Sedangkan untuk Zhai XinXin, gadis itu sangat menikmati menggerakan tubuhnya karena memang dia sudah sangat mahir menarikan tarian medan perang menggunakan belati disalah satu lengannya.


Xiu Qixuan tersenyum penuh arti kemudian dirinya melakukan gerakan berputar agar lebih dekat dengan Zhai XinXin, mencopotkan salah satu pernak-pernik kecil berbentuk bulat dari pakaian menarinya dan dengan sengaja menyentilkan dengan kekuatan penuh kearah kaki Zhai XinXin.


'Srett,'


Darah mengalir deras dari lengan gadis cantik yang sedang menari membuat semua orang yang berada diruangan itu sontak beranjak berdiri.


"Xuan'er,"


"XuanXuan,"


"Cucu menantu,"


Panggil Sima Junke, Aisin Tianyi dan Sima Hong berbarengan.



Zhai XinXin kehilangan keseimbangan didekat Xiu Qixuan tanpa sengaja belati dilengan gadis itu melukai lengan Xiu Qixuan kemudian meninggalkan luka yang panjang dan dalam membuat darah mengalir deras.


"Hentikan," Perintah Aisin Fei dengan keras kearah pengiring musik.


Suasana menjadi tegang dan hening,


"Ughh, ternyata sakit juga." Ringis Xiu Qixuan bergumam pelan memegang salah satu lengannya yang terluka agar menahan darah tak bercucuran lebih deras.


Zhai XinXin seketika jatuh berlutut, tak menyangka bahwa dia melukai Xiu Qixuan dihadapan semua orang, dirinya tidak akan sebodoh itu melukai Xiu Qixuan dihadapan semua orang akan membuat citranya hancur.


"Eumm, Apakah aku boleh kembali untuk mengobati luka?" Tanya Xiu Qixuan dengan tatapan polos melihat semua orang terlalu lama diam memandangi. Memang itu niat Xiu Qixuan sengaja melukai dirinya untuk pergi dari perjamuan ini tanpa perlu berbasa-basi dan beralasan. Tidak ada sedikitpun niat membingkai Zhai XinXin.


Sima Junke mengepalkan lengan dan mengeram marah saat yang mendengar pertanyaan dan melihat tingkah polos Xiu Qixuan yang seperti sedang tidak terluka. Pria itu sangat tidak menyukai tingkah Xiu Qixuan yang satu ini, selalu terus berpura-pura tak merasakan sakit sedikitpun ditubuhnya. Mengingatkan pada ibunya yang meninggal kesakitan tetapi masih dapat tersenyum seakan tak merasakan sakit.


Dengan langkah cepat dan sedikit berlari Sima Junke menghampiri Xiu Qixuan kemudian menggendong gadis itu untuk membawanya pergi.


"Apa yang kau lakukan? Aku terluka dilengan bukan dikaki, cepat turunkan." Ucap Xiu Qixuan dengan wajah kaget tak menyangka tindakan dan reaksi Sima Junke akan seperti ini.


Ekspresi wajah pria itu sedikit menyeramkan, "Diam, aku akan membawamu kembali."



"Aiyaa, aku tahu. Kau sedang berusaha lebih meyakinkan mereka bahwa hubungan kita benar-benar nyata. Baiklah, aku akan ikut berperan." Ucap Xiu Qixuan mengalungkan lengannya keleher Sima Junke.


Sima Junke melangkah pergi tanpa berucap sedikitpun. Tetapi tanpa sengaja Xiu Qixuan melihat Zhai XinXin yang jatuh berlutut menundukan kepala, membuat Xiu Qixuan berucap keras diambang pintu ruang perjamuan.


"Ini adalah suatu ketidak-sengajaan, jangan menghukumnya. Biarkan aku sendiri yang menyelesaikannya," Ucap Xiu Qixuan keras kepada mereka agar tak bertindak berlebihan dengan Zhai XinXin.


"Kau masih membelanya," Desis Sima Junke dengan tajam.


"Tidak, bukankah dia masih cukup berguna? Sangat disayangkan kalau menghilangkannya begitu saja. Jadi kau harus memastikan gadis itu tidak dihukum berlebihan yang mengancam nyawa," Jawab Xiu Qixuan dengan yakin kemudian menyenderkan kepalanya dipundak Sima Junke untuk mengakhiri percakapan mengenai Zhai XinXin.


"Aku lelah," Lanjut Xiu Qixuan memejamkan kedua matanya tidak membiarkan Sima Junke menyela ucapannya. Lagipula Xiu Qixuan mendapatkan keyakinan bahwa Sima Junke mengerti ucapannya mengenai kondisi Zhai XinXin yang memang sangat mudah untuk dipergunakan.


Sima Junke tidak menjawab karena pria itu berusaha menetralkan degub jantungnya yang membara sejak saat Xiu Qixuan menyenderkan kepala dipundaknya—napas gadis itu terasa sangat dekat.


"Tidurlah," Ucap Sima Junke dengan singkat.


Ditengah perjalanan menuju tempat tinggalnya, Kangjian menghampiri mereka dan menawarkan bantuan.


"Ada apa dengan gadis itu?" Tanya Kangjian melihat darah yang menetes dari lengan Xiu Qixuan.


"Biarkan aku yang membawanya," Lanjut Kangjian berusaha membantu sang majikan dengan menggendong gadis itu. Kangjian mengulurkan lengan kearah tubuh Xiu Qixuan yang berada didalam dekapan Sima Junke.


"Tidak perlu. Menyingkirlah," Ucap Sima Junke dengan tajam, pria itu melangkah mundur satu langkah dan mendekap tubuh Xiu Qixuan semakin erat.


Dengan reflek Kangjian menyingkir kesamping memberi jalan, Sima Junke dengan cepat melanjutkan langkahnya.


"Apa yang salah dengannya?" Tanya Kangjian dengan bingung menggaruk kepala melihat punggung Sima Junke yang berjalan menjauh.


••••••••••••••