Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Terlalu Memaksakan Diri



Xiu Qixuan berjalan dengan kebingungan tanpa arah di suatu ruangan asing terlihat tirai-tirai putih disekitarnya yang berkibar tertiup angin menghalangi pandangannya.


Kedua tangan Xiu Qixuan berusaha menyingkirkan tirai-tirai itu yang sedikit menutupi wajahnya. Saat salah satu lengannya menyentuh dan menarik tirai itu kesamping agar lebih leluasa melihat jalan dengan lebih jelas tetapi cahaya aneh membuat tirai yang mengeliling ruangan itu hilang seketika.


Terlihat seorang pemuda berambut putih. Xiu Qixuan tidak dapat melihat jelas tetapi dia merasa bahwa pemuda ini adalah lelaki yang sama saat di mimpinya.



Lelaki itu menutup kelopak matanya dan menelungkupkan kepalanya ke kedua lutut yang menekuk. Terlihat pancaran kesedihan, kesepian dan penderitaan di diri sang lelaki itu.


Xiu Qixuan berniat melangkah tetapi tubuhnya tidak dapat digerakan kemudian pandangan miliknya menggelap.


********


Kelopak mata gadis cantik yang sedang tertidur itu terbuka dengan cepat.


Terlihat dari ekspresi wajahnya yang kesulitan mencerna dan mengingat jelas mimpinya barusan.


Xiu Qixuan beranjak duduk melihat jam pasir yang terletak dikamarnya menunjukan pukul 12 malam.


Mengulurkan lengan kanan untuk memperintahkan kipas emas menghampirinya, dia akan berkunjung ke dunia kecil untuk bercerita kepada dua hewan agung surgawi. Kitab Seni Beladiri pemberian Xiu Huanran masih berada disalah lengan kirinya tetapi gadis itu tidak memperdulikan dan membiarkan kitab ini ikut kedalam Dunia Kecil.


'Cring'


Cahaya putih keemasan kembali menyelimutinya membawa masuk kedalam dunia kecil kipas emas.


Xiu Qixuan membuka kelopak matanya terlihat Baijin Hu yang bergelung dan menatapnya acuh, Lao Yong beranjak berdiri tetapi menatapnya dengan pandangan malas.


"Ada apa? Kau sudah menyelesaikan dasar seni beladiri?" Tanya Lao Yong kepada Xiu Qixuan.


Sebelumnya Lao Yong dan Baijin Hu memperintahkan Xiu Qixuan saat sudah mencapai dasar seni beladiri baru berlatih dengan mereka. Dasar itu akan disatukan dengan kekuatan Xiu Qixuan yang lain agar berkembang lebih pesat, tetapi Xiu Qixuan harus tetap berlatih teknik menengah dan teknik atas seni beladiri di kediaman jenderal.


Di dunia kecil ini Lao Yong dan Baijin hanya akan mengajari cara menyatukan kekuatan Xiu Qixuan dengan kemampuan seni beladiri.


"Belum," Jawab Xiu Qixuan singkat, Memasukan kitab seni beladiri yang dia bawa kedalam hanfunya kemudian melangkah mendekati aliran air kecil yang mengalir untuk mencuci muka.


"Kalau belum untuk apa kau kemari?" Tanya Lao Yong dengan pandangan mata mengikuti kemana Xiu Qixuan melangkah.


"Ada yang inginku tanyakan," Jawab Xiu Qixuan selesai mencuci muka dan melangkah menghampiri kedua hewan agung surgawi tersebut.


Xiu Qixuan memperlakukan kedua hewan ini seperti platform pencarian informasi di bumi, dia terlalu banyak berharap bahwa kedua hewan agung ini selalu tahu informasi.


Mendudukan diri di dekat kedua hewan agung surgawi dan bersandar pada batu berukuran sedang yang entah sejak kapan muncul disana.


Lao Yong ikut mendudukan diri dan bergelung sedangkan Baijin Hu sejak tadi hanya memperhatikan dan mendengarkan.


"Aku memimpikan sesuatu tetapi sangat menyeramkan dan aneh. Sesudah bermimpi akupun masih dapat melihat bayangan lainnya saat memejamkan mata."


Xiu Qixuan menceritakan dan menjelaskan detail cerita yang terjadi padanya. Lima hari ini dia baik-baik saja dirinya sudah tidak terlalu banyak berpikir dan kembali tenang--mimpi atau bayangan itu tidak pernah muncul lagi, tetapi saat tadi kilasan bayangan pria itu muncul kembali.


Xiu Qixuan tidak merasakan kecemasan atau kegelisahan lagi karena dia dapat bercerita dan mengungkapkan perasaan yang dia rasakan kepada kedua hewan agung surgawi ini tanpa takut orang menganggapnya gila.


Lao Yong dan Baijin Hu mendengar dengan seksama cerita demi cerita yang mengalir dari mulut Xiu Qixuan.


"Sebenarnya dia siapa? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa hubungannya denganku? Kehancuran itu apakah benar akan terjadi atau sebelumnya sudah pernah terjadi?" Tanya Xiu Qixuan beruntun


"Kehancuran ditimbulkan olehnya dapat dipastikan pria itu jahat dan kejam. Dia sangat berbahaya dan mengancam. Pria itu melakukan kesalahan, tetapi disatu sisi dia terlihat menyedihkan--aku tidak mengerti." Lanjut Xiu Qixuan


"Bukankah kau terlalu banyak bicara?" Gumam Lao Yong pelan, Harimau Jantan itu masih berkutat dengan pikirannya kemudian bertatapan dengan kedua mata Baijin Hu seakan suatu hal di pikiran mereka berkaitan.


"Aku hanya tidak ingin menjadi buta arah dan tidak tahu apapun. Karena setiap langkah selanjutnya yang akan ku ambil tergantung apa yang aku ketahui dan aku pikirkan. Bagaimana kalau pilihan yang akan ku ambil salah dan menyebabkan hal yang tidak seharusnya?" Jelas Xiu Qixuan menatap kedua hewan surgawi itu bergantian.


"Lihat di depanmu," Ucap Baijin Hu mengarahkan pandangan agar Xiu Qixuan melihar aliran air kecil yang memantulkan cahaya bulan dan hamparan bunga di depan mereka.


Xiu Qixuan mengerutkan kening, apa yang harus dilihat? Dia sudah melihat pemandang indah dunia kecil ini beberapa kali.


Baijin Hu mengetahui bahwa gadis ini selalu tidak perduli akan banyak hal. Keharusan dan dunia yang kacau yang membuatnya perlahan merubah dirinya--tetapi gadis kecil ini terlalu memaksakan diri dengan caranya yang selalu ingin menuntut dan mencari tahu sisi yang benar dan sisi yang salah.


Padahal semua hal itu tidaklah begitu penting, asal Xiu Qixuan tetap menjadi dirinya yang apa adanya tanpa rasa terpaksa, situasi atau keadaan apapun yang akan terjadi nanti dapat dia lalui dengan sifatnya yang menyenangkan menujukan ketulusan.


Baijin Hu mengetahui niat gadis kecil ini, karena ingin membuat dan menyusun rencana bertahan hidupnya sendiri. Tetapi didalam hidup ini ada yang disebut spontanitas, kalau rencananya yang disusun tidak sesuai ia juga akan tetap harus menghadapi dan menangani hal apapun yang terjadi didepannya.


"Sebenarnya apa itu Benar dan Salah? Baik dan Jahat? Hitam dan Putih? Didunia ini tidak ada yang pasti dan semua manusia memiliki dua sisi."


Xiu Qixuan mendengar ucapan Baijin Hu mencernanya setiap penggal kata, gadis itu tetap diam memandang keindahan dunia kecil ini didepannya.


"Aku mengerti. Tetapi semua hal itu bukan ilusi, aku dapat merasakan perasaan yang nyata dan aku yakin itu adalah petunjuk. Bukankah kau bilang sendiri padaku untuk tidak menjadi acuh?" Tanya Xiu Qixua menolehkan pandangan menatap Baijin Hu untuk mengingatkan Baijin Hu akan nasehat yang pernah diberikan sang rubah surgawi itu.


"Baiklah, tetapi kami tidak dapat memberitahumu keseluruhan hal yang terjadi. Aku akan memberitahumu garis besar yang harus kau ketahui, bahwa lelaki dimimpi-mu adalah salah satu sebab kau dikirim kesini--membantu Daratan Ca Li terhindar dari kehancuran yang dapat terjadi karena ulahnya." Ucap Baijin Hu menghela napas dan menjawab dengan lugas.


"Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Xiu Qixuan


"Jangan terlalu memaksakan dirimu. Tidak perlu perubahan drastis. Perlahan tapi pasti dirimu juga akan menyesuaikan hidup di Daratan Ca Li tanpa terus berpikir dan menyusun rencana untuk bertahan hidup. Asal kau dapat mengendalikan diri disituasi apapun--itu sudah cukup. Sekarang fokuslah untuk melatih dirimu menjadi lebih baik dan kuat." Jawab Baijin Hu memberi nasehat.


"Ikuti kata hatimu tetapi jangan pernah melewati batas. Itu mungkin cara terbaik untuk bertahan hidup di dunia." Ucap Lao Yong menimpali ucapan Baijin Hu.


Xiu Qixuan termenung untuk beberapa saat.


"Kalian benar," Ucap Xiu Qixuan mengangguk mengerti. tidak seharusnya dia terlalu memaksakan diri dan hampir melupakan dirinya yang mencintai bersantai dan menikmati hidup.


"Baiklah--Baiklah. Ada satu hal yang ingin ku tanyakan lagi. Apakah kalian tidak pernah bertanya kepada sang dewi kenapa harus aku yang dipilih olehnya?" Tanya Xiu Qixuan mendengus, gadis ini masih sedikit tidak rela dihatinya karena hidup biasa dan monoton-nya terganggu karena hal ajaib ini.


"Kami ingin bertanya pada Yang Mulia Dewi sejak melihat kau pertama kali ditempat ini, tetapi tidak dapat bertanya langsung karena harus terisolasi di Dunia Kecil tidak dapat kembali ke alam surgawi." Jelas Lao Yong mendengus kesal. Gadis ini aja merasa dirinya sendiri tidak layak menjadi yang terpilih apalagi dengan sudut pandangnya.


Xiu Qixuan menghela napas dia belum pernah merasakan beban seberat ini yang harus dipikul seorang diri. Menyelamatkan orang masih masuk akal untuk gadis biasa dari bumi, tetapi menugaskan dirinya menyelamatkan dunia--Memangnya ini seperti film superhero yang terkenal asal Negara Adidaya bagian barat.


Xiu Qixuan teringat kalimat Lao Yong yang terucap sebelumnya, gadis itu salah fokus dan membuatnya menolehkan wajah memandang Lao Yong dengan tatapan menyelidik.


"Kau tidak dapat kembali ke alam surgawi dan terisolasi disini denganku?" Tanya Xiu Qixuan mengulangi ucapan tersebut.


"Iya," Jawab Lao Yong dengan cepat tanpa berpikir terlebih dahulu.


"Aiyaa, Sepertinya aku tahu. Kalian bukan hanya ditugaskan untuk membantuku menjalankan tugas sang dewi tetapi kalian disini untuk menerima hukuman juga, Bukan?" Tanya Xiu Qixuan dengan tatapan menyelidik yang kentara menatap Lao Yong dan Baijin Hu bergantian.


Lao Yong terlihat gagap untuk menjawab dan Baijin Hu terlihat sangat kaget sampai tersentak dengan kepala yang terangkat keatas yang sebelumnya berbaring bergelung.


"Kesalahan apa yang kalian perbuat?" Tanya Xiu Qixuan dengan tatapan yang sama yaitu menyelidik yang kental.


Hening untuk beberapa saat situasi sangat canggung itu berlangsung sekian detik sebelum Xiu Qixuan mengakhirinya.


"Sudahlah, tidak penting juga untukku. Lagipula harusnya kalian senang karena di dunia kecil ini tidak ada aturan khusus, kalian dapat melakukan hal apapun yang kalian suka," Ucap Xiu Qixuan dengan ceria mencoba menyairkan suasana.


"Kau benar. Kau gadis yang cerdas berhasil menebak apa yang tidak seharusnya diketahui. Hukuman ini karena bertarung dan bertengkar." Jawab Baijin Hu dengan jelas.


Lao Yong hanya diam menyetujui ucapan Baijin Hu.


"Aku tidak akan bertanya lagi, maaf telah memaksamu berbicara mengenai hal itu, Baijin. Aku akan kembali, Terimakasih." Ucap Xiu Qixuan beranjak untuk kembali ke kamarnya di Kediaman Xiu, dia tahu kapan waktunya berhenti dan kapan waktunya memulai.


Baijin Hu mengangguk mengerti, dia tahu gadis ini memang cerdas walaupun di iringi pikiran nyeleneh kecerdasannya malah terlihat unik.


••••••••••


Selamat Hari Raya Idul Fitri


Minal Aidin Walfaidzin


Kalau ada yang berniat ngasih author THR bisa dengan like, hadiah atau, vote 😉


Terimakasih readersku kalian semua semoga selalu sehat dan banyak rejekinya.