
Keesokan harinya, desas-desus menyebar diseluruh Ibukota Nanjing karena Zhai XinXin putri kesayangan Petinggi Zhai diundang secara pribadi untuk memasuki wilayah anggota keluarga Kepala Suku, yang membuat orang membicarakannya adalah bukan sang Nyonya Tua yang mengundang putri petinggi Zhai melainkan Tuan Muda Sima yang mengundangnya secara pribadi.
Tentu saja, rumor lain yang dilebih-lebihkan juga ikut tersebar. Nona Zhai diundang secara pribadi oleh Tuan Muda Sima, mungkinkah sejak awal mereka menyembunyikan hubungan yang lebih?
Terlebih lagi Nona Zhai sejak awal sudah dikabarkan akan menjadi menantu keluarga Kepala Suku.
Hanya saja ketika perang usai dan kepulangan tentara yang membawa seorang tawanan yang begitu penting merubah alur pertunangan.
Banyak orang merasa curiga bahwa Tuan Muda Sima hanya menggunakan status tunangan kepada Nona Xiu yang terpikat padanya untuk secara tidak langsung menjerat Keluarga Xiu dengan Nanbao. Diantara mereka ada yang merasa kasihan kepada Nona Xiu yang menjadi alat politik dan diantara mereka juga menyoraki dengan bangga kecerdasaan Tuan Muda Sima.
Apalagi diantara mereka juga tidak menyukai Xiu Qixuan yang notabennya gadis asing menjadi menantu keluarga kepala suku.
Saat kebakaran melanda tentu saja diantara mereka ada yang berulah menyalahkan Xiu Qixuan membawa bencana karena Nanbao berada di gurun berpasir yang memiliki iklim sangat panas, api akan sangat sulit dipadamkan dan akan terus menyebar kalau saja bencana kebakaran itu terjadi disiang hari.
Namun orang yang mereka bicarakan tidak berniat sedikitpun untuk menanggapi, Xiu Qixuan sebagai pihak yang terlibat tidak peduli karena hanya dirinya dan Sima Junke yang mengetahui jelas apa yang sedang terjadi.
Disiang hari yang begitu cerah, diantara hamparan langit biru dapat terlihat bulatnya matahari yang tidak tertutup sedikitpun awan.
Setelah begitu banyak argumen yang Xiu Qixuan lontarkan untuk tempat tinggalnya selama di Nanbao akhirnya diputuskan bahwa Xiu Qixuan akan tetap tinggal dikawasan Sima Junke tepat dibangunan utama yang besar dan megah ini, hanya saja Sima Junke harus mengalah untuk mengungsi sementara dibangunan kecil yang letaknya sedikit jauh.
Para pelayan tentu saja keheranan dan membicarakan bahwa majikan mereka sudah tersihir dengan pinggang ramping milik Xiu Qixuan.
Tetapi, siapa yang akan peduli? Xiu Qixuan begitu keras kepala, dia tidak ingin berada satu atap dengan Sima Junke. Menjadikan Sima Junke yang juga tidak ingin gadis ini menghilang dari pandangannya memilih untuk mengalah.
Xiu Qixuan sedang bersantai mendinginkan tubuh dicuaca yang panas ini dengan memakan buah-buahan segar.
Orang akan keheranan karena kemarin mereka melihatnya tak sadarkan diri dan terluka parah, tetapi baru satu hari berlalu wajah gadis itu sangat segar, cerah dan merona layaknya bunga plum dimusim dingin.
Xiu Qixuan sudah menunggu kedatangan Zhai XinXin sejak matahari terbit ditimur, tetapi sepertinya Zhai XinXin menjadi begitu tidak tahu malu karena sangat lambat.
'Hoam,' Kantuk sejak tadi menyerangnya karena semalaman Xiu Qixuan bermeditasi untuk menyembuhkan dan membersihkan lukanya dari Jishēng jì, dia mengeluarkan sangat banyak aura kehidupan saat energinya baru saja pulih.
Mungkin harus meminta bantuan Xiu Huanran untuk membawakan Gelang Giok Birunya dari tangan Xiu Jierui, semoga kakak pertamanya itu tidak menganggap remeh dan menaruh gelang gioknya sembarangan.
Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu mengerjap selama beberapa kali, sebelum akhirnya sebuah suara mengintrupsinya dari balik layar pembatas ruangan.
"Zhai XinXin datang untuk menghadap Tuan Muda." Suara indah seorang wanita yang mengalun begitu lembut.
Xiu Qixuan dengan cepat membuka kembali kedua kelopak matanya, dia sejak awal sudah memperintahkan para pelayan untuk tidak membuat pemberitahuan dan langsung mempersilakan Zhai XinXin masuk untuk menghadapnya.
Sepertinya Zhai XinXin tidak mengetahui bahwa Sima Junke tidak berada dibangunan utama melainkan Xiu Qixuan -lah yang sekarang menyambut kedatangannya.
Zhai XinXin masih berada dibalik layar pembatas ruangan dengan setia menunggu Sima Junke melangkah keluar dari layar pembatas.
Tetapi alangkah terkejutnya Zhai XinXin, saat seseorang yang tidak dia inginkan berdiri angkuh menyambut kedatangannya.
"Aiyaa, sepertinya Xuan'er harus mengecewakan Nona Zhai." Ucap Xiu Qixuan dengan pesona halus penuh keangkuhan yang terpancar.
"A Jun sedang mengurus beberapa pekerjaan diluar, aku sangat bosan dan hanya mengenal Nona Zhai, menjadikan A Jun mengundangmu untuk datang menemaniku." Lanjut Xiu Qixuan tersenyum begitu manis.
Ucapannya mengandung makna yang begitu tersirat, menjelaskan bahwa dialah yang sejak awal mengundang Zhai XinXin untuk menghilangkan kebosanan.
Tentu saja itu membuat permusuhan dan kemarahan yang ada di dalam hati Zhai XinXin bergejolak. Tetapi, Zhai XinXin adalah seorang gadis bangsawan Nanbao, setidaknya dia mengetahui harus menjaga tingkah lakunya agar tidak menderita kerugian seperti sebelumnya.
Saat Zhai XinXin sudah mulai mengerti cara bermain untuk menghadapi Xiu Qixuan, seseorang datang membuat kekacauan dipihaknya.
"Apa maksud ucapanmu?! Mengundang Nona Zhai untuk menghilangkan bosan, kau mengira Nona -ku adalah permainan!" Sentak gadis pelayan memperkeruh keadaan, itu adalan pelayan pendamping kepercayaannya.
Sebelumnya Zhai XinXin sengaja membawa pelayannya agar tidak mendapatkan rumor buruk akan kesuciannya karena secara keseluruhan ini adalah tempat tinggal Sima Junke. Tidak menyangka semua hal terlihat jauh dari perkiraannya dan pelayan ini malah datang mengacaukannya.
Senyum semakin mengembang diwajah Xiu Qixuan dengan alis berkerut bingung dia berucap, "Oh? Aku tidak mengatakan hal tersebut, kau yang menyimpulkan sendiri bahwa Nona Zhai adalah permainan untuk menghilangkan bosan."
Kemudian Xiu Qixuan mengalihkan pandangan dari pelayan itu dan memandang kearah Zhai XinXin, "Nona Zhai, pelayan ini begitu tidak tahu malu. Kau harus lebih tegas saat mendisplinkannya atau dimasa depan dia akan mempermalukanmu."
Ucapannya memang terdengar seperti nasehat yang penuh perhatian tetapi secara tidak langsung menjelaskan bahwa Zhai XinXin adalah orang yang tidak tegas dalam mendisplinkan pelayan.
Padahal seorang pelayan akan membawa wajah majikannya, jika seorang pelayan begitu kurang ajar dan tidak tahu malu berarti majikan tidak akan jauh berbeda.
"Tan'er, keluar! Aku akan mengurusmu nanti," Ucap Zhai XinXin dengan penuh amarah.
"Nona—," Ucap Tan'er penuh keluhan tetapi saat melihat kilatan penuh amarah dimata majikannya, dia dengan cepat melangkah pergi untuk menunggu diluar ruangan.
Setelah Tan'er sang pelayan pendamping Zhai XinXin melangkah pergi, hanya tersisa mereka berdua didalam ruangan ini.
"Silakan duduk, Nona Zhai." Ucap Xiu Qixuan dengan tersenyum dingin dan kilatan penuh sirat dikedua bola matanya.
Ekspresi Zhai XinXin berubah kaku dan keringat membanjiri punggungnya, dia menyadari bahwa Xiu Qixuan sudah mengetahui suatu hal yang dengan susah payah dia tutup rapat untuk disembunyikan kedalam permukaan tanah.
"Nona Zhai, kenapa kau terdiam? Sepertinya kau tidak ingin menghancurkan riasan megahmu dengan hanya mendudukan diri dikursi." Ucap Xiu Qixuan saat melihat Zhai XinXin termenung.
Zhai XinXin memang memakai pakaian dan riasan yang dapat dibilang begitu megah, mewah dan terkesan berlebihan. Sepertinya gadis itu berusaha tampil memukau untuk memikat hati Sima Junke.
Saat itu Zhai XinXin berakhir menderita kerugian dan memendam banyak keluhan, walaupun rumor buruk tentangnya dapat langsung ditutupi dan dirinya tidak dihukum langsung oleh Nyonya Tua tetapi Zhai Dawai sang ayah mengurangi jumlah pelayan dan uang bulanan untuknya.
"Ya, tentu saja aku sudah melupakannya lebih awal, karena kalau tidak—wajahmu tidak akan secerah sekarang, bukan?" Balas Xiu Qixuan dengan menatap dingin Zhai XinXin.
Kalimatnya merujuk bahwa dirinya -lah yang mentolerir tindakan Zhai XinXin itulah sebabnya gadis itu tidak mendapatkan hukuman berat dan masih dapat memasang wajah cerah merona.
Mata Zhai XinXin berkedip dengan samar dapat terlihat jejak emosi. "Ya, berterimakasih untuk kemurahan hati Nona Xiu." Ucap Zhai XinXin dengan kedua telapak tangannya sudah mengepal erat.
"Nona Zhai, kamu sejak awal telah mencapai ketenaran dan juga posisi diatas gadis bangsawan Nanbao lainnya. Tetapi sangat disayangkan karena kamu begitu naif, kamu hanya dijadikan perisai dan pion diatas papan catur milik seseorang." Ucap Xiu Qixuan dengan senyum gemerlap menyembunyikan niatnya.
Zhai XinXin tertegun sejenak, mendengar Xiu Qixuan mengejeknya membuatnya menjadi tidak terkendali.
"Apa maksudmu?! Kau mengundangku hanya untuk melemparkan ejekan?!" Sentak Zhai XinXin dengan murka.
Dia sepertinya tidak dapat mengerti dengan jelas maksud ucapan Xiu Qixuan.
"Jika aku jadi kamu, aku akan memilih memendam keluhan kemudian memulai langkah awal untuk membalas dendam dengan lebih banyak mendengar dan menilai siapa yang pantas untuk dijadikan sekutu atau musuh." Ucap Xiu Qixuan tersenyum dingin.
Xiu Qixuan berusaha membimbing selangkah demi selangkah Zhai XinXin agar selaras dengan pikirannya.
"Zhai XinXin, aku mengetahuimu dengan jelas." Lanjut Xiu Qixuan dengan begitu suram kearah Zhai XinXin.
Tekanan yang diberikan Xiu Qixuan membuat Zhai XinXin membeku. Pandangannya bergetar kalut dan ketakutan. Wajahnya berubah menjadi pucat. Tetapi dia masih berusaha untuk menutupi dengan berucap, "Xiu Qixuan, jangan keterlaluan!"
"Aku tidak. Tetapi, jika kamu tidak ingin diketahui jangan lakukan itu." Balas Xiu Qixuan mengulum senyum manis diwajahnya.
Sebuah jepitan rambut dengan hiasan burung merak dan manik kristal bunga merah yang melambangkan keberuntungan diletakan Xiu Qixuan diatas meja.
Itu adalah aksesoris yang dikerjakan oleh pengrajin terkenal dengan biaya yang sangat mahal diwilayah Nanbao, dan motif seperti ini hanya dimiliki oleh Zhai XinXin.
Tersentak tak dapat berkata-kata Zhai XinXin menatap Xiu Qixuan dengan pandangan kalut.
"Nona Zhai, jepit rambut sebagus dan seindah ini seharusnya adalah milikmu, bukan? Tetapi, bagaimana mungkin seorang penjahat dari organisasi gelap membawa ini bersamanya." Ucap Xiu Qixuan dengan tenang.
"Kecuali... kamu terhubung dengan organisasi gelap dan memperintahkan mereka untuk membunuhku." Lanjut Xiu Qixuan tidak terlihat sedikitpun riak emosi diwajah cantiknya. Bahkan sangat tenang, ketenangan yang dapat menenggelamkan.
Zhai XinXin menciutkan leher, kakinya melemas karena takut. Walaupun begitu naif dan polos, tetapi setidaknya Zhai XinXin masih memilik sedikit kecerdasan untuk tidak meninggalkan bukti.
Dirinya tidak memberikan barang pribadi sebagai jaminan kepercayaan kepada organisasi gelap itu. Bagaimana mungkin jepitan rambut yang begitu langka miliknya berada ditangan penjahat itu. Sangat jelas, sejak awal mereka berusaha mengungkapnya jika terjadi kegagalan.
"Nona Zhai, bagaimana menurutmu?" Tanya Xiu Qixuan penuh intimidasi.
"Beraninya kamu menuduhku! Jepitan rambut itu memang milikku tetapi aku kehilangannya beberapa hari yang lalu." Bantah Zhai XinXin, dia berpikir bahwa dengan tidak mengakui semua tuduhan dia masih memiliki kesempatan untuk membalikan keadaan.
"Oh? Bukankah jepitan rambut ini kau pakai saat menari dimalam perjamuan?" Tanya Xiu Qixuan dengan menautkan alis.
Perjamuan terjadi tiga hari yang lalu, Xiu Qixuan hanya ingin mempertanyakan apakah Zhai XinXin kehilangan jepitan rambut ini dalam malam perjamuan. Tetapi, sepertinya tidak karena Zhai XinXin gelagapan untuk menjawab.
"Tidak apa kalau kau tidak ingin mengakuinya. Tetapi, dengan tulisan didalam surat ini akan dapat kita buktikan keterlibatan dirimu." Lanjut Xiu Qixuan dengan santai menunjukan secarik kertas yang ditulis tangan oleh seseorang, tulisan itu indah dan rapih.
"Kau keterlaluan! Jadi ini niatmu sejak awal, berdalih mengundangku sebenarnya niatmu untuk mengintrogasiku." Bentak Zhai XinXin berdiri dari duduknya dan jejak permusuhan mengalir dikedua matanya. Dia tidak dapat lagi menahan kekalutan dan ketakutan.
"Bukankah aku begitu baik padamu? Kalau aku ingin, A Jun dapat menyeretmu kepenjara untuk mengintrogasimu. Reputasimu dan kemakmuran klan Zhai akan ikut hancur dalam sekejap, karena tuduhan kami memiliki bukti nyata yang tak dapat ter-elakan." Balas Xiu Qixuan dengan suara rendah yang suram.
Tubuh Zhai XinXin menegang dan kedua kakinya kembali melemas, 'Brukk,' Dia jatuh terduduk dengan mata yang membelak. Ucapan Xiu Qixuan benar, bahwa semua bukti dan kesaksian dari penjahat itu dapat menyeretnya kedalam lubang kegelapan.
Semua hal yang dibangun oleh dirinya dan klannya akan menghilang dalam sekejap jika kasus ini tersebar kepermukaan.
Kejahatan karena terhubung dengan organisasi gelap dan merencanakan pembunuhan diwilayah anggota keluarga kepala suku. Dengan semua hal yang dilakukan hanya dapat dihukum pemusnahan seluruh anggota klannya.
"Apa yang harusku lakukan?" Gumam Zhai XinXin pelan dengan kedua bola matanya berkaca-kaca karena ketakutan.
"Aku akan menilai bahwa kau bersalah atau tidak. Jika, kau menceritakan semuanya padaku. Bagaimana kau dapat berhubungan dengan organisasi gelap ini?" Tanya Xiu Qixuan dengan tegas.
Seperti mendapat sedikit pencerahan Zhai XinXin dengan cepat beranjak dan berlutut mengenggam erat tangan Xiu Qixuan, dia memohon dengan air mata mengalir deras.
Kemudian Zhai XinXin berucap, "Kau harus membantuku, kau harus membantuku. Aku tidak bersalah, sungguh. Seseorang mempengaruhiku,"
Xiu Qixuan mengembangkan senyum lembut dan riang, bukannya dia mentolerir tindakan Zhai XinXin. Hanya saja dengan memperalat gadis ini informasi berharga akan lebih mudah didapatkan.
Layaknya mengalahkan musuh tanpa harus menodai pedangnya, Xiu Qixuan lebih memilih menyerang Zhai XinXin secara psikis daripada menghukum secara fisik.
Sebagai seorang gadis Xiu Qixuan sangat mengerti bahwa Zhai XinXin tidak ingin kehilangan reputasi, kekuasaan, kemakmuran dan kekayaan.
Zhai XinXin akan mengeluarkan semua kartu yang dia punya untuk mempertahankan semua itu.
••••••••••••
Paling pusing author membuat pertikaian antar sesama wanita yang harusnya saling mendukung, busyeng deh wkwk.