
Tiga Hari Kemudian
Qixuan baru saja menyelesaikan sarapannya bersama Xiao Taoli dan Xiao Rou, sudah tiga hari ini dirinya juga semakin dekat dengan Xiao Rou, awalnya Xiao Rou juga sama sungkan seperti dulu sikap pertama yang Xiao Taoli tunjukan, tetapi lama kelamaan dia terbiasa.
Dari informasi yang dibaca Qixuan dibuku pengetahuan dasar, Benua ini bernama Daratan Ca Li dengan tiga kekaisaran besar yang menjalankan sistem pemerintah mereka masing-masing dan beberapa kerajaan yang menggantungkan negaranya kepada ketiga kekaisaran tersebut.
Tiga kekaisaran tersebut bernama Shen, Mo, dan Xia Utara. Kekaisaran Shen dan Mo sudah sejak lama menandatangani perjanjian damai dan sudah sejak lama menjadi sekutu, sedangkan Kekaisaran Xia Utara adalah kekaisaran yang kekuatan dan wilayahnya lebih besar dibanding dua kekaisaran lainnya menjadikan mereka terlihat lebih arogan dan merasa tidak membutuhkan sekutu dari negara lain.
Desa Kui berada di sebelah utara kekaisaran yaitu di Gunung Kuang yang menjadi perbatasan wilayah antara kekaisaran Shen dan Xia. Sedangkan diwilayah barat kekaisaran adalah perbatasan antara kekaisaran Shen dan Mo.
Itu hanya bagian informasi kecil yang anak berusia enam tahun disini pun sudah tahu dan mengerti tentang negara mereka.
Qixuan sedang duduk dihalaman depan ruangannya dengan memegang kalung giok yang diberikan Qiaofeng padanya, dia memutuskan untuk menyimpan benda tersebut dan tidak memakainya untuk hari-hari kedepan.
Mencopot kalung tersebut dari lehernya dan bergegas kedalam ruangan untuk menaruh kalung tersebut dikotak kayu kecil, saat ingin menaruh kalung tersebut kedalam kotak tidak sengaja gelang giok biru miliknya bersentuhan dengan liontin giok putih kalung tersebut.
'Tring.'
Kaget, Qixuan menutup kedua matanya.
Cahaya yang dulu menyelimutinya kembali terlihat, tubuhnya diselimuti cahaya putih hangat yang menyilaukan.
Beberapa detik kejadian itu terjadi, tubuhnya terasa lebih ringan dan segar.
Qixuan membuka kedua matanya dan melihat apakah ada perubahan signifikan, melihat kesekitar ruangan ternyata dia masih di dalam ruangan Manor Xing.
Menghela napas kecewa tetapi cukup penasaran dan juga senang menemukan sesuatu hal yang menarik.
Melihat gelang giok biru miliknya dan kalung giok putih milik Qiaofeng, dia tidak bodoh kejadian ajaib seperti ini juga tidak asing.
Kedua benda ini saling terhubung tetapi Qixuan tidak tahu apa saja manfaat benda ini.
Tetapi terlintas satu hal dibenaknya, apakah kedua benda ini bisa menyembuhkan dan menambah stamina?
"Xiao Rou, bawakan aku pisau buah." Ucap Qixuan keras kepada Xiao Rou didepan ruangan.
"Baik, Nona." Jawab Xiao Rou
Beberapa menit kemudian Xiao Rou kembali membawa pisau buah dan beberapa buah.
Qixuan duduk di kursi panjang mengambil pisau buah tersebut mengarahkannya ke lengannya.
Xiao Rou yang berdiri didalam ruangan tersebut berteriak.
"XuanXuan, apa yang kau lakukan?!" Ucap Xiao Rou keras, dia tidak lagi memanggil Nona kepada Qixuan karena waktu pertama bekerja Qixuan juga memperintah Xiao Rou sama seperti Xiao Taoli yaitu saat hanya ada mereka bertiga saja, Xiao Rou dan Xiao Taoli boleh memangilnya XuanXuan.
Tetapi Qixuan tidak menghiraukannya karena sedang berpikir harus menyayat dimana agar tidak terasa terlalu sakit.
Qixuan hanya tahu kulit lengan sikut adalah kulit mati yang saat terbentur ataupun luka tidak terlalu sakit, dia akan mencobanya kemudian menempelkan liontin kalung ke gelang giok biru.
Saat ingin menggarahkan pisau tersebut ke sikut, pintu ruangan terbanting dan masuk dua orang lelaki kedalam ruangannya.
'Brak.'
Qixuan tersentak kaget tidak sengaja menggores kearah yang salah yaitu hampir saja mengenai teralu dalam urat nadi nya.
"Aduh" ringis Qixuan, lengannya mengeluarkan banyak darah.
"XuanXuan, Apa kau gila?!" Teriak marah Xiao Taoli menghampiri Qixuan.
Lelaki tampan yang tidak Qixuan kenal juga ikut menghampirinya. Lelaki tampan tersebut mengambil pisau buah dari tangan Qixuan yang sedikit gemetar karena kaget dengan perubahan mendadak direncananya.
Xiao Rou hanya berlutut dan terisak menahan tangis melihat kelakuan Nona Besar yang berusaha melukai dirinya sendiri.
Qixuan mengedarkan pandangannya.
'Situasi apa ini?' Eluhnya dalam hati.
"Kalau kau ingin melukai dirimu sendiri jangan memakai pisau buah, kenapa tidak menggunakan pedang saja? agar lebih cepat kembali ke langit." Ucap Lelaki Tampan itu entah kalimat itu memberi saran atau mengejek dirinya.
Qixuan yang mendengar kalimat yang dikeluarkan lelaki asing tersebut menoleh dan menatap lelaki asing itu tajam. Heh, dia tidak berniat bunuh diri tetapi karena mereka yang mengagetkannya hal ini menjadi diluar perkiraan.
"XuanXuan! Tidak ada lain kali! Kalau kau melakukan ini lagi aku akan melaporkannya kepada Para Tuan." Ancam Xiao Taoli
"TaoTao, Kau memarahiku? Ini sangat sakit." Ucap Qixuan memelas dan mengunjukan lengannya yang menngelurkan banyak darah.
"Cepat ambil sebaskom air dan kain untuk membalut luka." Perintah Lelaki asing itu kepada Xiao Rou.
Xiao Rou yang mendengar perintah tersebut langsung bergegas.
Lelaki asing tersebut duduk didepan Qixuan.
"Kemarikan lenganmu." Ucap Lelaki tersebut, entah Qixuan terkena sihir apa karena Qixuan tidak protes dan langsung menuruti mengarahkan lengannya kepada lelaki tersebut.
Qixuan yang sejak tadi tidak terlalu memperhatikan lelaki asing tersebut, tetapi saat lelaki itu duduk didepannya dia langsung terdiam karena melihat ketampanan lelaki asing itu.
Lelaki asing itu menekan beberapa titik di lengan Qixuan untuk menghentikan darah.
"Tampan sekali" Gumam Qixuan berbinar pelan, tetapi tetap terdengar oleh lelaki didepannya yang sengaja menekan keras luka Qixuan agar dia tersadar.
"Aduh. Kau sengaja ya?!" Ucap Qixuan Kesal setelah kesadarannya kembali.
Lelaki tersebut mencoba menyembunyikan senyumnya. Gadis yang akan menjadi muridnya ini sungguh menggemaskan.
Xiao Rou datang dan menyerahkan barang yang dibutuhkan kepada Lelaki tersebut.
kemudian lelaki tersebut memulai membersihkan luka Qixuan dan memberi obat berbentuk serbuk miliknya diluka Qixuan.
Xiao Taoli hanya berdiri melihat dan membiarkan pria tersebut mengobati Qixuan.
"Kau siapa?" Tanya Qixuan saat sadar pria ini cukup asing.
Lelaki itu hanya diam membalut luka Qixuan.
"Jawab, Nona. Ini adalah Tuan Ji Gui yang akan menjadi Guru Nona kedepannya." Jawab Xiao Taoli kembali ke etiket dasar yaitu memanggil Qixuan dengan sebutan Nona karena saat ini ada Ji Gui bersama mereka. Sebelumnya dia lupa etiket karena panik melihat Qixuan melukai dirinya sendiri.
"Apa?!" Tanya Qixuan tidak percaya.
"Bukankah Tuan Ji Gui adalah pria paruh baya seusia ayahku?" Lanjut Qixuan
Ji Gui yang mendengar ucapan Qixuan langsung mengangkat pandangannya menatap Qixuan dengan tatapan kesal.
"Haiih, Guru jangan marah. Maafkan sikapku sebelumnya jika menyinggung guru." Ucap Qixuan tersenyum canggung.
Ji Gui kembali melakukan pekerjaannya membalut luka Qixuan dengan rapih dan mengikatnya dengan cukup keras.
'Aduh, Guru tampan tapi galak dan pendendam.' ringis Qixuan dalam hati.
Setelah selesai membalut Ji Gui berucap.
"Lain kali jika aku tahu kau melukai dirimu sendiri lagi, aku akan membantumu dengan cepat kembali ke langit." Ucap Ji Gui sarkas.
"Tidak akan ada lain kali, Guru bisa tenang. Xuan'er tidak berani merepotkan Guru." Ucap Qixuan cepat.
•••••••••••••••••••
Ji Gui
22 Tahun
Single
Sarjana Terpelajar / Sastrawan
Ahli beladiri tetapi disembunyikan
Saat dirinya berusia 7 tahun pernah mendapat bantuan Wen Liu.