Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Bujukan & Perayaan



Keesokan Harinya


Udara lembab dengan matahari yang bersinar merah cerah. Awal musim panas di ibukota terasa sedikit lebih sejuk di bandingkan saat berada di Kota Ping'an.


Halaman Faicheng dipenuhi oleh aroma wangi, ini adalah halaman yang dahulunya ditempati oleh Xiu Haocun dan Wen Liu.


Xiu Lingze memberikannya halaman ini untuk ditempati, dia terlihat tidak memihak dan adil diluar.


Namun, saat pertama kali Xiu Qixuan menapakkan kakinya, halaman ini sangat kusam dan tidak terawat di dalam. Mereka benar-benar menyambutnya dengan begitu kacau.


Pintu terbuka. Xiao Rou datang dengan membawa mangkuk keramik kecil berwarna hijau di tangannya.


"Nona, ini makan siang yang dikirim dari dapur. Mereka berkata tidak bisa secepatnya menyiapkan daging yang layak untukmu karena di kediaman ini Nyonya Tua Lu adalah seorang vegetarian. Kita harus menghormatinya selama tinggal. Ini sungguh menyebalkan." Xiao Rou berkata geram dengan terus mengoceh.


Xiu Qixuan hanya tersenyum dan menanggapi. "Ya sudah, buang saja!" Ia melirik sekilas dan kembali fokus pada bungkusan kotak-kotak hadiah di tangannya.


Menggerutu. Xiao Rou terduduk disampingnya dan mencondongkan sedikit tubuh untuk mengintip isi dalam kotak yang terbuka. "Anda sudah membuka semua hadiahnya?" ia bertanya.


Xiu Qixuan mengangguk samar. "Ini semua barang yang berguna." ujarnya.


Dengan menghela napas, mata Xiao Rou sedikit memerah. "Ulang tahun anda jauh dari keluarga dan bahkan diperlakukan secara tidak layak disini. Sungguh malang!"


Xiu Qixuan menggeleng dan tertawa melihat Xiao Rou yang bertingkah melankonis. Ia berkata, "Haruskah kita merayakannya bersama dengan Xiao Taoli juga diluar?"


Spontan wajah Xiao Rou berbinar, dia mengambil tangan Xiu Qixuan dan berkata; "Ya, ayo pergi melihat ibukota! Anda juga harus melihat perkembangan toko kita disini, 'kan."


"Baiklah, kita pergi bersama malam hari nanti." Xiu Qixuan berkata sumringah. "Sekarang diam-diam pergilah membeli makanan dan barang keperluan lainnya." Dia menyerahkan sekantong yang berisi koin emas dan perak kepada Xiao Rou.




Malam Hari...



Dalam sekat ruangan, aroma harum arak mengepul hangat, ketiga orang yang bertingkah dekat layaknya sahabat, sedang berbincang tanpa memedulikan batasan status majikan dan pelayan.



"Hanya tujuh kandidat wanita pemenang yang sudah lolos berbagai seleksi dapat terpilih menjadi permaisuri pangeran." Itu suara Xiao Taoli yang sedikit merancau. "Anda harus melakukan kesalahan untuk tidak menjadi salah satu di antara ketujuh wanita tersebut."



Cegukan. Xiao Rou menanggapi. "Ugh.. tentu saja, Taoli. Melihat hasil sulaman nona. Sejujurnya, itu kacau bagai medan perang. Jadi, hal mudah untuk tidak terpilih!"



**Brakk**... Xiu Qixuan membenturkan cangkir keatas meja dengan sedikit kekuatan di tangannya. Dia ikut merancaukan gumaman, "Hoh, kalau pun terpilih—akulah yang akan memilih para pangeran itu. Mereka yang menjadi kandidat, bukannya aku!!" Matanya menyipit ketika dia berkata penuh bara percaya diri.



Menutup mulut cekikan, Xiao Rou berkata ceria; "Kalau begitu, aku akan membuatkan gaun tercantik sedaratan untukmu, Nona!!"



Xiu Qixuan dengan lantang memotong cepat untuk berkata; "Tolong buatkan yang terburuk, Xiao Rou."



Mereka bertiga benar-benar mabuk.



Jadi percakapan yang mereka maksudkan adalah diakhir kompetisi nanti, para pangeran akan melakukan kontribusi untuk berburu.



Pemenang dari perburuan tersebut dapat memilih lebih dulu salah satu diantara ketujuh wanita pemenang untuk dijadikan istri sah.



Dan, yang lainnya akan memilih sesuai urutan hasil buruan yang mereka dapatkan. Mereka akan memberikan hasil hewan buruannya kepada wanita yang akan menjadi istri mereka sebagai bentuk simbolitas juga meminta restu Kaisar dan Permaisuri.



Sebelum itu, ketujuh wanita pemenang tersebut harus melewati banyak seleksi dalam berbagai keterampilan.



Tanpa mereka sadari, seseorang di balik sekat pembatas ruangan mendengar seluruh percakapan mereka. Sosok pria muda bermata biru itu memiliki rambut yang pirang, begitu kontras dengan kulitnya yang pucat. Rona di wajahnya begitu cerah, terlihat dia sangat terhibur oleh kata-kata yang dia dengar dari bilik sebelah.




**Krakk**.... Sebuah jarum tipis yang berkilat tajam menembus dinding kayu di belakangnya. Tanpa sadar dia menahan napasnya, tercekat. Sangat menakutkan jika membayangkan jarum itu bisa menembus daging dan tulang.



"Ada apa? Mengapa anda berdiri?" Suara Xiao Rou terdengar ketika dia bertanya dengan bingung.



Dengan mengotak-atik benda yang menempel di pergelangan tangannya, Xiu Qixuan menjawab linglung; "Ah, tidak. Aku tiba-tiba kepikiran untuk menguji coba hadiah yang diberikan Ji Gui. Ini sangat bagus, bukan?"



![](contribute/fiction/2125469/markdown/10367472/1644602615761.jpg)



Aksesoris seperti gelang yang terbuat dari kulit berselaput emas dengan corak mata ular yang terbuat dari batu zamrud itu memiliki dampak mematikan yang tersembunyi. Jika, emas bulat yang berada ditengah lilitan ekor ular ditekan itu akan mengeluarkan jarum beracun dan bila ditarik dari ujung batu zambrud yang membentuk mata ular itu terdapat belati kecil di dalamnya.



Mo Ji Gui menyiapkan dengan sempurna. Entah apa yang berada dipikiran pria itu namun dia sangat perhatian dengan keselamatan Xiu Qixuan.



••••••••••••••



Didalam ruangan yang gelap dengan udara dingin yang suram. Ban Xia menunduk, menata kembali wajahnya yang bergetar dengan serius berkata; "Ketua, anda harus kembali ke Istana Kekaisaran Shen."



Kelopak mata semerah darah itu terbuka dengan jeratan haus darah, dia berujar keras; "Ban Xia, apa kau sudah tidak berguna sekarang?!"



Ban Xia tidak merespon, dia dengan patuh menerima semburan amarah dari atasannya.



"Aku sudah mengajarimu cara untuk membentuk kamuflase diri." Dia berkata dengan matanya yang terbakar hebat. "Gunakan itu untuk menyamar, jadilah si idiot Shen Yuan Zi." ujarnya.



Batin Ban Xia sedikit gemetar, namun dengan lugas dia menjawab; "Saya tidak kompeten. Saat ini para Pangeran Shen sedang menjadi pusat perhatian para penduduk benua. Dan, anda termasuk kedalamnya. Ilmu kamuflase saya tidak cukup untuk menangangi itu."



Biasanya Ban Xia memakai bentuk kamuflase saat mengawasi pergerakan Shen Zhenning di istana kekaisaran. Namun, saat ini keberadaan pangeran ketiga yang berada di istana dingin juga ikut mencuat seiring semakin dekatnya hari kompetisi pemilihan permaisuri pangeran.



Dengan dingin, dan ganas dia berkata; "Saat beli kuda, aku tidak bernegosiasi dengan kuda." Dia melambaikan tangan mengirim tekanan udara yang menakutkan. "Pergilah, jangan sekali-kali membujukku!"



Tidak kehilangan akal. Ban Xia berbicara sepatah kata lagi; "Saya menemukan keanehan. Bagaimana jika anda pergi untuk memeriksanya?" Dia melanjutkan, "Banyak gadis dan anak-anak menghilang tanpa jejak di Kekaisaran Shen. Dan, tidak ada upaya serius dari pemerintahan. Rumor yang beredar adalah para korban penculikan tersebut di bawa ke suatu tempat untuk menjadi persembahan ritual." jelasnya.



Dengan tenang, Ban Xia bernarasi untuk membujuk. "Mungkin dalam hal ini Shen Zhenning memiliki kontribusi. Saya sudah mengawasinya dengan seksama. Beliau selalu menghilang di hari-hari tertentu saat terjadi kekacauan tentang berita penculikan." ujarnya. Kegigihan terpantul dari kedua mata Ban Xia.



"Ayo, pergi!!" Dia memerintah dengan dingin. Secara gamblang, dia tertarik untuk menyelidiki ketika mendengar nama Shen Zhenning.



•••••••••••••••



N/T: bab ini sebenernya buat di up besok, tapi up skrng aja deh buat kalian wkwk:)