Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Bai Weiwei



Di lereng tebing curam sesosok pria muda terlihat nekat memanjat bebatuan tinggi dan tajam, di sisinya sekelompok kawanan monyet menyalak bingung karena seorang manusia mengikuti tingkah laku mereka yang menggelayut di udara.


huft. Ia berhenti sejenak untuk menyeka keringat yang mengalir melalui dahi, napasnya sudah sedikit tersendat lelah.


Walaupun sudah banyak waktu yang di lalui untuk memanjat, tetapi, jaraknya menuju puncak masih sangat jauh.


Setengah bagian tebing pun sepertinya belum dia telusuri karena permukaan tanah di bawah masih terlihat sangat jelas.


"Permisi, tuan! Kau sedang apa diatas sana?!"


Suara teriakan seorang wanita muda terdengar menegurnya keras dari arah bawah tebing yang dia naiki.


Di bawah sana, terlihat sosok wanita muda yang memakai pakaian sederhana tanpa perhiasaan apapun. Meskipun begitu wanita muda itu memiliki wajah bulat seperti persik matang yang berair manis.


Dia tidak terlihat kusam di balik pakaian sederhana nya dan malah itu memberikan dia kesan polos dan bersih. Keranjang bambu yang di kenakan di punggungnya penuh dengan sayur dan herbal gunung.


"Sebelum itu—sebutkan terlebih dahulu siapa diri Anda wahai Nona Muda? Mengapa berbicara pada saya?"


Itu adalah Xiu Huanran yang menjawab dengan ketus dari atas tebing.


"Ah... maafkan jika saya lancang, Tuan." Wanita muda itu balas berkata dengan sopan.


"...." Xiu Huanran tidak menjawab dan memilih mengacuhkannya. Pikiran pria ini sepertinya hanya tertuju untuk menemukan keberadaan sang adik perempuan.


"Hanya saja kuda-kuda yang Anda tinggalkan ini terluka dan berlari tanpa arah. Bukankah lebih baik Anda mengikatnya terlebih dahulu sebelum meninggalkan mereka." Suara wanita muda itu kembali terdengar membuat Xiu Huanran mendengus untuk menolehkan wajah.


Srukk...


Xiu Huanran merogoh kantung bajunya dan segera melemparkan kantong koin kepada wanita muda tersebut. Itu berisi beberapa tael perak dan emas.


"Aku titip kuda-kuda itu. Rawatlah mereka sebentar." Dia memerintah dengan tak acuh.


Wanita muda yang menjadi lawan bicaranya tercengang dengan mulut berkedut jengkel, ia reflek menangkap kantong koin tersebut.


"Maaf, tuan. Saya—"


"Nona muda, aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu. Jadi, pergi dan enyahlah." Xiu Huanran berkata dengan tajam menyerobot ucapan wanita muda tersebut.


Tanpa sadar Xiu Huanran kembali mengatupkan bibirnya dan menggeram; "Beruang sialan itu membawa adikku pergi. Aku harus menemukannya." Urat-urat di tangannya menonjol ketika dia dengan kuat mencengkeram permukaan batu yang tajam sampai kulitnya tergores mengeluarkan darah.


Wanita muda tersebut tidak bereaksi marah, sebaliknya dia seperti berpikir keras dengan kerutan kencang di dahinya.


"Beruang kata Anda?" Wanita muda bergumam mengeluarkan pertanyaan. "Ah... apakah itu Lili?!" Tiba-tiba ia berteriak keras penuh kejutan.


Xiu Huanran segera menolehkan wajah dan menatap skeptis kearah wanita muda tersebut dari atas tebing.


Bukankah beruang buas di dalam hutan seluas ini sangat banyak. Entah bagaimana caranya wanita muda tersebut mengenali seekor beruang.


Wanita muda tersenyum simpul dan berkata ringan; "Lili memiliki tubuh dua kali lipat lebih besar daripada yang seharusnya. Lili juga memiliki bulu cokelat yang lebat, cakar yang runcing dan tajam, kaki raksasa yang gagah. Dan—,"


Whooshh...


Sebelum wanita muda tersebut menyelesaikan kalimatnya. Angin berhembus kencang dan sosok Xiu Huanran sudah berada di hadapan nya dengan wajah berbinar seperti mendapat suatu pencerahan.


Tap...


"Benar beruang itu. Dimana sarang nya?! Aku akan memberimu lima ratus tael keping emas jika kau membantuku untuk menemukan adikku." Xiu Huanran berkata dengan tergesa-gesa memerintah.


Xiu Huanran adalah seorang pemimpin yang mengepalai banyak bawahan, menjadikannya kadang lupa untuk berbicara lebih halus daripada memberikan perintah kepada orang asing. Xiu Qixuan sangat mengetahui itu dan seringkali memarahinya jika bertingkah seenaknya begini.


Ekspresi wanita muda tersebut terdistrosi dengan masam. "Terimakasih tawarannya tapi maaf, Tuan. Saya tidak membutuhkan uang Anda. Ini saya kembalikan."


Dia melemparkan kantong koin yang sebelumnya dan kemudian segera berbalik pergi.


Xiu Huanran mengerjap tercengang menerima lemparan kantong tersebut. Melihat wanita muda itu menjauh, dengan terburu-buru Xiu Huanran menyusul dan meraih lengannya.


Greb


"Tunggu, Nona. Tidak bisakah Anda membantu saya? Saya akan memberikan apapun yang Anda inginkan." Xiu Huanran berkata dengan memelas tapi juga tersirat paksaan.


Wanita muda itu mengerut tidak senang oleh tingkah tidak sopan Xiu Huanran. "Yang saya inginkan?" Ia mengulangi dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Ya, apapun yang Anda inginkan." Xiu Huanran menjawab cepat dengan yakin.


"Bagaimana jika saya meminta Anda untuk melompat dari longsoran jurang disana?" Wanita muda berkata dengan dingin menunjuk kearah longsoran tebing tanah diujung jalan.


"...." Xiu Huanran terdiam memasang wajah pahit, tidak menjawab.


Hwik...


Wanita muda tersebut segera menghempaskan dengan kasar tangan Xiu Huanran yang melingkari lengannya. Dan, kembali melangkah menjauh.


"Bagaimana jika adik perempuan saya terluka oleh beruang tersebut?" Xiu Huanran tiba-tiba berkata dengan keras dan putus asa.


"...." Langkah wanita muda itu terhenti. Tubuhnya terdiam mematung.


Keheningan menyelimuti kedua nya. Hanya suara kawanan hewan yang terdengar dengan semilir angin berhembus menerbangkan dedaunan yang jatuh.


Wanita muda menarik napas dalam-dalam dan berbalik badan menghadap Xiu Huanran. "Anda tenang saja. Lili tidak akan menyakiti siapapun."


Wajah Xiu Huanran mengeras, dia tidak percaya kecuali melihatnya langsung. "Nona muda, karena Anda tahu—lebih baik tunjukkan saja jalannya." Suaranya rendah dengan tatapannya yang tajam, kesabarannya perlahan-lahan habis.


Wanita muda itu bergidik ngeri. Punggungnya terasa berkeringat dingin oleh tatapan tajam Xiu Huanran.


Ia segera mengangguk; "Baiklah, kemari ikuti saya. Tetapi perlu Anda ingat, —saya tidak pernah meminta uang Anda."


Kemudian wanita muda tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Bai Weiwei.


Selama beberapa menit yang canggung itulah mereka berjalan menelusuri hutan. Sampai di sebuah aliran air yang jernih, Bai Weiwei berhenti untuk berkata.


"Karena jalan utama menuju Kuil tertutup longsor. Kita hanya bisa menyebrangi dan berjalan menyusuri aliran air untuk menuju puncak. Ini lebih mudah daripada mengikuti kawanan monyet yang memanjat tebing batu."


Bai Weiwei berkata dengan jelas, tersirat suatu sindiran yang di tujukan jelas kepada Xiu Huanran di kalimat dan nada bicaranya.


Xiu Huanran mendengus tetapi dia tidak bisa menahan untuk tidak berkomentar. "Kuil?"


"Ya, Kuil. Lili adalah beruang milik Guru Biyan yang tinggal di puncak gunung." Bai Weiwei menjawab dengan dangkal.


Xiu Huanran terkejut. "Dan, kamu? Bagaimana kamu mengetahui jalan yang hanya sedikit orang lalui ini?"


"Saya?" Bai Weiwei menolehkan wajah dengan tersenyum mengangkat alisnya. Ia terlihat berkilau dengan pancaran polosnya.



"Saya hanya seorang yatim yang di berkati oleh Guru Biyan. Tiga hari sekali saya akan menjadi pengirim sayur juga herbal yang diambil dari desa. Ah, saya juga biasanya memasak untuk Guru atau membersihkan halaman Kuil." Bai Weiwei berkata dengan ceria penuh semangat menceritakan tugas kesehariannya.


Sejenak Xiu Huanran terhenyak oleh rasa asing yang tidak dia mengerti.


••••••••••••••


monmaap yg roasting huanran kmrin di koment karena sepertinya tercium bau² huanran kita ini akan melepas masa lajangnya...