
Seorang gadis cantik dengan riasan sederhana dan penampilan polos keluar dari kereta kuda yang dinaikinya, berbicara kepada kusir yang mengantarnya untuk menunggu sejenak.
Memasuki Gerbang toko yang lumayan besar seperti pintu kediaman, Toko tersebut cukup terkenal akan embun bunga persiknya di kota Ping'an--letaknya yang dipinggir antara kota Ping'an dan hutan utara tidak membuat toko ini menjadi mati dan sepi pengunjung.
Gadis itu adalah pemeran utama yang nasibnya tidak seberuntung pemeran utama lainnya. tidak memiliki keistimewaan dan kekuatan, selain jackpot yang dia dapat dari kalung dan gelang giok. Sampai sekarang dia tidak memiliki petunjuk lain akan kalung dan gelang giok itu selain menyembuhkan.
Xiu Qixuan sudah menahan rasa penasarannya dengan Toko embun persik yang terkenal ini, saat ini dia hanya seorang diri mengunjungi toko terkenal ini. Xiao Taoli dan Xiao Rou sedang membeli dan mengurus beberapa keperluan lain untuk upacara kedewasaannya yang diadakan beberapa hari lagi.
Sebenarnya dia tidak diizinkan keluar kediaman--tetapi dia tetap menyelinap keluar, karena tidak ada Xiao Taoli dan Xiao Rou yang mengikutinya kemanapun membuat Xiu Qixuan lebih mudah meloloskan diri.
Dan entah ini kebetulan atau keberuntungan, Ji Gui hari ini tidak bisa datang mengajar, membuat Xiu Qixuan leluasa bertindak.
Tanpa sepengetahuan Xiu Qixuan, Kusir yang mengantarnya itu adalah bawahan Xiu Huanran yang terus menjaganya. Dan dua orang lain rekannya menyamar sebagai pedagang dan pembeli yang mengikuti mereka.
Toko ini cukup unik dengan bangunan toko didepannya yang menjual teh dengan embun bunga persik, dan pavilun yang dihiasi pohon persik memperindah pemandangan.
Xiu Qixuan menatap sekeliling takjub, memasuki bangunan toko dan membeli beberapa hal yang menurutnya menarik.
Kemudian dia keluar dari bangunan toko tersebut berjalan ke area belakang toko untuk menjelajahi pavilun yang dihiasi banyak pohon persik.
Xiu Qixuan tidak tahu sejak dia memasuki toko tersebut delapan pasang mata mengawasinya terus menerus, memandangnya dengan pandangan mengerikan yang kental.
"Bukankah kau bilang gadis itu sudah kau habisi?" Ucap salah satu diantara mereka menatap kepada rekannya.
"Tidak mungkin, aku sangat jelas membunuhnya!" Ucap seorang pria itu yang membelakan kedua matanya tidak percaya.
"Kalau Tuan sampai tahu kau membohonginya, kepalamu bisa terpisah dari tubuhmu," Ucap Rekan lainnya mengingatkan.
"Gadis secantik itu bukankah sangat boros jika langsung membunuhnya," Timpal rekan lainnya menatap Xiu Qixuan penuh nafsu.
"Aku akan menghabisinya lagi, kali ini aku akan pastikan," Ucap Seorang Pria itu yang beranjak berdiri membenarkan pakaiannya dan meraih beberapa barang.
"Aku akan membantumu," Ucap rekannya yang menatap Xiu Qixuan penuh nafsu.
Kedua rekannya yang lainpun juga mengikuti mereka.
Pavilun yang dihiasi pohon persik ini sangat sejuk dan menenangkan, Xiu Qixuan terlihat sangat bersemangat dan terkesan norak sejak tiba ditempat ini, kedua bola matanya terus berbinar menatap sekeliling.
"Aiyaa, terasa hidup seperti didalam drama," Gumam Xiu Qixuan pelan
Suara keras langkah kaki yang terdengar berat menghampiri Xiu Qixuan. Membuatnya menoleh kebelakang.
Terlihat empat orang pria dengan wajah dan aura gelap memasang wajah tidak bersahabat menghampirinya, pakaian hitam mereka juga menambah kesan menyeramkan.
Xiu Qixuan tersentak kaget saat dia tidak sengaja bertatapan dengan salah seorang dari mereka, mata itu--dia sangat mengingatnya, orang itu adalah yang membunuh Qiaofeng.
Embun bunga persik yang dia beli dan dia pegang di lengannya pun terjatuh.
'Tak' Suara kayu terjatuh
Berusaha memasang wajah polos dan tidak tahu apapun, tetapi dengan reaksinya yang menjatuhkan barang dilengannya tadi, sepertinya sudah tidak bisa lagi dia berpura-pura tidak tahu apapun.
Melihat sekitar dan terlihat pintu belakang toko ini yang terbuka entah mengarah kemana.
Pasalnya jarak pavilun yang dia tempati cukup jauh dark bangunan toko dan gerbang utama untuk keluar.
Jadi dia harus pintar mencari peluang meloloskan diri.
"Gadis cantik jangan takut," Ucap salah satu dari mereka yang terus menatap Xiu Qixuan penuh nafsu.
Xiu Qixuan merinding mendengar ucapannya. Diapun langsung berlari kencang untuk mencapai pintu itu.
Tidak perduli lagi pintu itu mengarah kemana yang terpenting dia harus meloloskan dirinya dari tempat ini.
Keempat lelaki itu ternyata mengejarnya dengan langkah yang sama cepat.
"Gadis Bodoh, Bukankah kejadian ini tidak asing," Teriak Seorang pria yang ternyata adalah pembunuh Qiaofeng.
Dia tidak asing karena pernah melakukan hal seperti ini saat mengejar Qiaofeng dulu.
Pintu belakang toko itu ternyata mengarah ke hutan utara, membuat Xiu Qixuan mengangkat rok pakaiannya agar tidak tersangkut dan lebih mudah berlari.
"Lelaki gila, kejadian ini sangat asing bagiku--karena sebelumnya tidak pernah diriku bertemu mahluk menjijikan seperti kalian," Teriak Xiu Qixuan tidak mau kalah dengan terus berlari.
Mereka terus saling mengejar, keempat lelaki itu sepertinya sudah kehabisan napas dan tenaga, tetapi tidak bagi Xiu Qixuan yang mendapatkan stamina tambahan dari jackpot kalung dan gelang gioknya.
"Sudah Cukup Bermainnya!" Ucap salah satu dari mereka yang meluncurkan jarum panjang.
"Aku akan membantumu. Kucing liar ini aku yang akan mengurus," Ucap orang yang meluncurkan jarum panjang itu kepada pria yang membunuh Qiaofeng.
"Aduh" Ringis Xiu Qixuan pelan tetapi terus melanjutkan berlari.
Saat jarum panjang itu menusuk bahunya tidak menimbulkan rasa yang begitu sakit.
Tetapi dia tidak tahu--racun dijarum itu akan menyebar dan akan menimbulkan rasa yang amat sakit dibeberapa menit kemudian.
Xiu Qixuan tetap berlari, tetapi lama kelamaan Kalung dan Gelang Giok miliknya tidak bisa membantu banyak untuk menambah stamina saat dirinya terserang racun mematikan ini.
Napasnya sudah hampir habis, dia memberhentikan langkahnya, membalikan badan menatap keempat orang itu.
"Berhenti," Teriak Xiu Qixuan membuat keempat orang itu kaget dan memberhentikan langkahnya tanpa sadar.
"Senjata apa yang kalian gunakan tadi?" Tanya Xiu Qixuan dengan napas tersendat
"Jarum panjang milikku, mengandung racun mematikan," Ucap salah satu dari mereka
"Seharusnya kau merasa terhormat karena membuat Dage, mengeluarkan jarum miliknya," Ucap salah satu yang paling kecil diantara mereka memandang Xiu Qixuan acuh.
"Jadi, aku akan mati sama seperti Qiaofeng? Ya langit, aku tidak tahu apapun disini," Ucap Xiu Qixuan tidak rela mati dibunuh saat dia sebenarnya tidak tahu apapun.
"Apa maksudmu?" Ucap Pria yang membunuh Qiaofeng
"Kapan racun ini bekerja?" Tanya Xiu Qixuan tidak menghiraukan ucapan pria itu.
"Sekitar waktu satu batang dupa," Jawab salah satu diantara mereka.
"Aiyaa, Waktu sebanyak itu sudah sangat cukup untuk aku bermain dengan dirinya sebelum dia mati," Ucap seorang pria yang sejak tadi diam menatap Xiu Qixuan penuh nafsu.
"Gadis cantik, biarkan aku memberimu kenikmatan sebelum dirimu mati, anggap saja hadiah dariku," Lanjutnya melangkah kearah Xiu Qixuan
"Menjijikan! kau tidak punya uang untuk pergi ke rumah bordil, sudah jelek tidak punya uang lagi, miris sekali hidupmu," Balas Xiu Qixuan menghina lelaki itu.
"Aku suka yang bermulut liar sepertimu," Balas pria itu terus melangkah mendekati Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan membalikan badan untuk berlari lagi, setidaknya kalaupun dia mati, dia tidak ingin mati dihadapan keempat orang yang hina itu.
Tetapi langkahnya sekarang cukup lambat, pria yang menatapnya penuh nafsu menarik lengannya dengan mudah. dan merobek pakaiannya dengan paksa.
"Lepaskan," Ucap Xiu Qixuan
Sebelum tindakan pria itu sudah melampau batas, Xiu Qixuan mengambil belati kecil yang tersimpan di lengan bajunya, dan mengarahkan belati kearah dada pria itu.
"Jleb"
Belati itu menancap di dada pria itu, pria itu mengerang kesakitan dan terduduk jatuh.
Ketiga rekannya tersentak kaget dengan kejadian tersebut mereka dengan cepat menghampiri pria itu.
Xiu Qixuan melangkah mundur, dia melihat tangannya yang gemetar berlumur darah.
Kedua bola matanya berkaca-kaca, dia ketakutan dan merasa bersalah.
"Maaf," Gumam Xiu Qixuan sangat pelan menatap pria yang tergeletak ditanah dengan ketiga rekannya itu.
"Beraninya kau," Ucap Pria yang membunuh Qiaofeng, menatap tajam Xiu Qixuan dan beranjak berdiri dengan cepat menarik pedang dari sarungnya dan mengarahkan ke Xiu Qixuan.
Sedikit lagi pedang itu menembus dada Xiu Qixuan.
Tetapi seorang pria tampan menghadangnya dengan kipas miliknya.
Pria tampan itu menendang tubuh pembunuh Qiaofeng sehingga pembunuh itu sedikit terpental kebelakang.
Sebelum dia melanjutkan aksi berkelahinya, dia melirik Xiu Qixuan untuk memastikan keadaannya.
Xiu Qixuan masih kaget dengan segala hal yang terjadi, dia masih terdiam dengan segala hal dibenaknya.
Pria tampan itu dengan cepat menghajar ketiga pembunuh yang tersisa, saat dia sudah menyelesaikan ketika para pembunuh itu mati, dia menghampiri Xiu Qixuan yang masih terdiam mematung.
Mereka bertatapan sejenak,
Kemudian Xiu Qixuan akhirnya bersuara,
"Kenapa lama sekali? Kau terlambat,"
Airmata mengalir dari kedua mata Xiu Qixuan, dia akhirnya menangis dengan keras karena sejak tadi menahannya.
••••••••••••••••••••