Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Memotong Sayap Untuk Bersama Ikan



"Baiklah, sudah dapatkah kita membicarakan inti dalam pembahasaan ini?" Tanya Xiu Qixuan dengan lugas tak bertele-tele, dia ingin cepat menyudahi dan menyelesaikan tugasnya untuk mencapai kesepakatan dengan Nanbao.


"Aku sudah menyiapkan proposal pengajuan perdagangan yang tertulis lengkap. Semua mengenai perdagangan termasuk keuntungan dan kerugian dapat kalian lihat lebih detail," Lanjut Xiu Qixuan mengeluarkan tumpukan kertas yang disatukan—dari dalam kantong lengan bajunya.


Xiu Qixuan mendapatkan proposal pengajuan perdagang itu dari Xiu Huanran yang menulisnya langsung tadi malam saat mereka bertemu dan berdiskusi mengenai rencana ini.


Saat Xiu Qixuan ingin menyerahkan proposal itu kepada Tuoba Lie, pejabat itu menolak untuk melihatnya.


Pancaran matanya sedikit bergetar tidak rela karena tidak dapat menemukan celah di gadis ini. Sebagai pejabat yang berada disisi Nyonya Tua—tentu saja dia merasa malu. Tidak gentar ia masih ingin mencobai gadis didepannya ini.


"Nona Xiu, perdagangan ini berkaitan juga dengan pertunanganmu dengan Tuan Muda kami." Ucap Tuoba Lie


Xiu Qixuan yang mendengar itu langsung mendongakkan wajah untuk menatap Tuoba Lie dan kemudian ia menjawab, "Ya kau benar, mengenai pertunangan—" Terjeda


"Pertunangan adalah sesuatu yang sakral, apalagi kau seorang gadis dari keluarga bangsawan ternama. Dimana kau hanya dapat memilih menggantungkan hidupmu kepada satu pria diantara banyaknya pria." Ucap Tuoba Lie menyela ucapan Xiu Qixuan.


"Ketika kau memutuskan untuk memilih Tuan Muda kami, kau memutuskan sendiri tanpa persetujuan keluargamu. Membuat kami ragu, Apakah karena kau terlalu mencintai Tuan Muda sampai kau menggila dan bertindak sembrono atau kau memiliki niat lain dihatimu?" Lanjut Tuoba Lie dengan nada menantang.


Xiu Qixuan terdiam membeku berusaha untuk mendapatkan jawaban dari otaknya yang tiba-tiba berhenti berfungsi dan juga ia sangat berusaha mendapatkan ketenangannya kembali.


Sebelumnya dia tidak memperkirakan bahwa Tuoba Lie akan seagresif ini membahas pertunangan dan terkesan memaksanya keluar dari lubang persembunyian.


Sima Junke yang mendengar itu menatap Tuoba Lie dengan tajam, mempertanyakan pertunangan tetapi terkesan memaksa dan memojokan Xiu Qixuan. Pertunangan itu juga adalah salah satu keputusannya berarti pejabat ini mempertanyakan keputusan dan pemikirannya. Betapa berani!


Menghela napas panjang dan tetap tersenyum lembut. Xiu Qixuan menjawab, "Aku termasuk orang yang berwawasan luas, juga sangat pemilih terhadap pria tampan. A Jun termasuk kategori langka yang jarang ditemukan selama seratus tahun, dia sangat berbakat dan tampan. Walaupun masih banyak ikan dilaut— aku tidak akan menyesal memilihnya dikehidupan ini."


"Dan kau salah—aku tidak mencintainya sampai menggila tetapi aku mencintainya dengan cukup karena cinta tidak memohon itu layak. Aku tidak memohon untuk dicintainya dan dia tidak memohon untukku cintai, bukankah ini terasa lebih ringan daripada air." Lanjut Xiu Qixuan dengan melebarkan senyumnya yang penuh pesona.


Tidak tahu darimana kalimat puitis itu berasal, dia hanya mengikuti respon pikiran dan hatinya mengenai kelayakan akan cinta.


Xiu Qixuan menginginkan cinta yang terasa ringan dan tidak rumit, cinta tidak memohon tetapi cinta adalah cukup.


Cukup dalam artian kau tidak meminta dan memohon untuk dibalaskan, cukup saat melihat orang yang kau cintai bahagia dan cukup jangan sampai kau lupa untuk mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu.


Saat kau tulus mencintai, saat cintamu tak bersyarat itu adalah suatu kelayakan akan cinta.


Sima Junke yang mendengar itu menolehkan wajahnya menatap Xiu Qixuan dengan tatapan dalam yang teduh.


Tuoba Lie terdiam selama beberapa saat setelah mendengar kalimat tersebut. Pejabat itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


Nyonya Lie yang sejak tadi terdiam menikmati dan menganalisa situasi didepannya-pun melengkungkan senyum tertarik akan kalimat yang dilontarkan Xiu Qixuan.


Merasa gadis ini memang benar mencintai cucu tersayangnya saat melihat pancaran kedua bola mata Xiu Qixuan menerawang dan berbinar penuh kasih sayang saat mengucapkan kalimat tersebut.


Tidak tahu saja, Xiu Qixuan saat ini sedang memikirkan idolanya dibumi dan drama percintaan yang diperankan oleh idolanya.


"Ya kau benar, Nona. Masih banyak ikan dilaut dan kau malah memilih tuan muda kami adalah suatu kehormatan besar yang diterima oleh Nanbao. Tetapi, apakah kau bersedia memotong sayapmu untuk bersama ikan tersebut seumur hidupmu?" Tanya Tuoba Lie yang tidak kunjung menyerah dan terus menyerang Xiu Qixuan dengan pertanyaan yang sengaja dia lontarkan.


Tuoba Lie tidak akan mempercayai kalau Xiu Qixuan akan selalu dapat menangani dan merespon segala hal dengan benar. Harga diri pejabat ini sangat tinggi, membuatnya merasa malu kalau tidak dapat menghilangkan kecemasaan sang Nyonya Tua. Terkesan menjilat memang.


Tuoba Lie mendengar beberapa kabar burung kalau Nona Keluarga Xiu adalah seorang gadis yang sejak kecil berguru jauh dari kediaman dan menyukai kebebasan. Dia dengan sengaja mempertanyakan hal itu.


Xiu Qixuan terdiam cukup lama, gadis itu tak bisa menjawab, itu adalah suatu hal yang sulit untuk dia jawab.


Xiu Qixuan tidak akan pernah memotong sayapnya demi terkurung bersama seorang pria. Walaupun dimasa depan dia memang mencintai seorang pria, dia akan dengan tegas menyatakan dirinya tetap berdiri dibawah kedua kakinya. Dia tidak akan menggantungkan hidupnya kepada seorang pria dan kehilangan kebebasannya.


Semua yang diruangan itu menunggu jawaban Xiu Qixuan.


"Kau terdiam cukup lama, Nona. Aiyaa, aku tahu. Kau adalah gadis yang menginginkan kebebasan."


"Tetapi, apa itu kebebasan? Saat kau sudah memilih menggantungkan hidupmu kepada seorang pria. Berarti sekarang hidupmu adalah milik Tuan Muda kami," Ucap Tuoba Lie terkesan menghina yang secara tidak langsung mengingatkan bahwa seorang wanita tetaplah seorang wanita yang membutuhkan lelaki untuk dijadikan penopang hidup.


"Kau bisa tenang, pilihanmu tidak salah. Nanbao kami sangat terbuka dan kau lebih dapat mengekspresikan diri disini. Atau—ini adalah tujuanmu yang sebenarnya mendekati Tuan Muda? Kau ingin berada di Nanbao dan memiliki status sebagai menantu keluarga besar kepala suku, kau sebenarnya tidak mencintai Tuan Muda kami?" Lanjut Tuoba Lie memasang wajah berpura-pura terkejut dan penuh tanya.


Nyonya Tua yang mendengar itu memasang ekspresi suram diwajah tuanya, menginginkan batu pijakan kekuasan di Nanbao adalah sesuatu hal yang sensitif dan patut dia waspadai.


Sima Junke merasa Tuoba Lie sudah sangat keterlaluan, menekankan segala cara untuk menyudutkan Xiu Qixuan. Dan berani-nya juga pejabat itu selalu menggunakan namanya untuk menekan Xiu Qixuan.


Sima Junke juga tidak menyukai saat melihat kedua bola mata Xiu Qixuan yang bergetar menahan segala ucapan yang dilontarkan Tuoba Lie.


Tubuh gadis itu sedikit bergetar berusaha menahan amarah dengan mencengkram erat proposal yang berada digenggamannya.


Sima Junke tidak dapat menahan dirinya lagi saat melihat gadis ini masih berusaha mengendalikan diri untuk tetap berjuang sendirian melawan Tuoba Lie yang licik dan agresif.


Menarik lengan Xiu Qixuan dan membuang sembarang proposal dijari lentik gadis itu, Sima Junke meraih tengkuk Xiu Qixuan dan mendekat wajahnya kearah wajah Xiu Qixuan.



Xiu Qixuan terbelak kaget, saat melihat wajah Sima Junke yang begitu dekat dan bibir mereka yang nyaris bersentuhan. Sima Junke semakin mendekatkan wajahnya dan memeluk pinggang ramping Xiu Qixuan dengan salah satu lengannya yang lain.


'Deg,' Suara jantung mereka yang sama-sama tak terkendali ketika bibir mereka bersentuhan dan menyatu.


Memejamkan kedua kelopak matanya Xiu Qixuan terlena saat merasakan kelembutan dan kehangatan dari benda kenyal yang saat ini tepat berada diatas bibirnya dan memanggutnya pelan tanpa paksaan. Pikiran gadis itu tidak berfungsi dan membeku, dia malah menikmati apa yang dilakukan Sima Junke padanya.


Keduanya saling memanggut pelan dan penuh kelembutan—selama beberapa saat ciuman penuh perasaan itu berlangsung, sampai keduanya menyudahi karena kehabisan napas.


Jantung keduanya berdegup kencang dan napas mereka memburu. Xiu Qixuan memalingkan wajahnya karena merona malu, gadis itu sepertinya sudah dapat berpikir jernih.


Ciuman pertamanya secara sadar direbut oleh Sima Junke. Aiyaa, dia tidak menyesal karena Sima Junke memperlakukannya sangat lembut dan penuh perasaan. Lagipula hanya ciuman ini adalah hal biasa dia sudah sering melihatnya di drama.


Sima Junke juga tidak dapat menahan senyumnya, pria itu juga sedang berusaha menetralkan degup jantungnya yang membara.


"Ekhm, Pejabat Tuoba." Panggil Sima Junke berdeham pelan dan mengeluarkan aura kepemimpinannya yang kental.


"Hadir," Jawab Tuoba Lie dengan cepat—pejabat itu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, pikirannya juga ikut membeku saat melihat perilaku intim sang Tuan Muda.


"Apakah kau sudah melihat interaksiku dengan Xuan'er? Itu sudah dapat menjawab segala pertanyaanmu, bukan?" Tanya Sima Junke mengambil cangkir terisi teh milik Xiu Qixuan diatas meja kudapan dan menyesapnya secara perlahan.


"Kenapa sekarang kau yang terdiam?Aiyaa, atau kau sudah mengetahui apa kesalahanmu?" Lanjutnya dengan nada yang sama persis seperti apa yang dilakukan Tuoba Lie kepada Xiu Qixuan.


'Brakk, Prang,' Sima Junke membanting cangkir ke meja kudapan hingga pecah dan menimbulkan suara yang sangat keras.


"Kesalahanmu adalah mempertanyakan pertunangan yang juga aku ikut andil didalamnya! Kau mempertanyakan keputusan dan pemikiranku! Sangat berani," Lanjut Sima Junke tidak membiarkan Tuoba Lie menjawab dan menyanggah ucapannya.


"Menggunakan namaku untuk menyudutkan Xuan'er. Sebagai pejabat kau begitu agresif dan tidak tahu malu,"


"Nenekku memperintahkanmu untuk berdiskusi mengenai perjanjian perdagangan, tetapi kau menunda diskusi perdagangan yang seharusnya adalah pokok tugasmu dan kau lebih memilih ikut campur mengenai pertunangan yang tidak mengharuskanmu terlibat."


"Mempertanyaan keputusanku, melalaikan tugas yang diberikan Nyonya Tua, menggunakan namaku untuk kepentinganmu, dan memaksa masuk kedalam urusan pernikahan anggota keluarga besar kepala suku." Ucap Sima Junke menyebutkan satu persatu kesalahan Tuoba Lie dengan tajam.


"Jadi—Pejabat Tuoba sudah berapa banyak kesalahanmu?"


••••••••••


Ciuman secara sadar ya bund kmrn kaga sadar dan kaga tau rasanya haha.


iya bener xuan tuh pemilih banget akan pria tampan yang sebenernya gabisa dia pilih karena bimbang ingin semua😂


terimakasih yang sudah memberikan hadiah, vote, like dan koment. yang suka dan nunggu kelanjutan cerita ini dan belum ngasih dukungan, author tetep tunggu loh keikhlasannya hehe:)