Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Ikon Penguasa Balai Pengobatan!



Ruangan perawatan yang lebih kecil seperti sebuah kamar ini di penuhi oleh aroma herbal, suasana tampak memberat hening. Duan Maiqiu terbaring lemah di atas ranjang, gadis itu kehilangan kesadarannya karena sudah tidak kuat lagi menahan kepala nya yang memberat dan pandangan yang berkunang-kunang. Dia kehabisan banyak darah, jika luka robekan di betis kakinya terus di biarkan—dia dapat benar-benar mati di sini.


Merasakan tatapan seseorang menembus dirinya, Xiu Qixuan yang berada di sisi ranjang pun menoleh. Wajah tanpa ekspresinya jelas menunjukkan masalah. Satu sosok bermonokel emas dengan bidikan profil cemerlang yang terpancar sedang berdiri di samping pintu ruang perawatan dengan kedua tangannya yang menyilang arogan di depan dada menatap penuh peringatan padanya.


"Hei, ingat! Jangan mengacau di tempat suci ini. Karena aku tidak peduli kau dapat menjahit luka gadis itu atau tidak. Jadi jagalah tanganmu untuk tetap utuh!" Suara ketat Shen Ruan Ye terdengar mengancam tajam.


Tempat suci katanya. Dia kira ini adalah aula leluhur atau kuil yang terdapat banyak patung dewa, ya? Bhaha, Xiu Qixuan ingin terbahak saja sekarang.


Dengan senyum formal yang tampak terjerat palsu, Xiu Qixuan berbicara lugas untuk menanggapi: "Tentu saja, pangeran tidak mengusir kami saja sudah membuat hati saya merasa lega. Saya tidak akan berpikir untuk menyentuh apa pun selain barang untuk menjahit luka di sini."


"Nona besar, saya sudah mengisi baskom airnya."


Mata Xiu Qixuan dengan ringan melirik ke arah luar pintu, Yao Anran datang menaruh baskom di atas meja. Xiu Qixuan segera beranjak dan tersenyum lembut ketika berbicara pada Yao Anran: "Terima kasih, Nona Ketiga Yao. Aku akan mulai perawatannya, jika kamu tidak tahan melihat darah. Kamu bisa menunggu dengan pangeran ketujuh di luar."


Tentu saja, maksud hati adalah untuk mendekatkan Yao Anran pada Shen Ruan Ye. Tapi, dia sedikit tidak rela juga memberikan Yao Anran yang murni pada Shen Ruan Ye yang tidak waras.


"Tidak! Aku akan mengawasimu di sini. Kalau kau gagal melakukan perawatan dan gadis itu mati, aku akan menjadi saksi nanti yang memberatkanmu di pengadilan." Sinis Shen Ruan Ye dengan kedua alisnya menyatu penuh tekanan yang mengancam.


Tabib istana memiliki tugas untuk mengecek secara berkala kondisi kesehatan para penghuni istana dalam. Dan, sekarang adalah hari yang di tentukan untuk mereka melakukan pengecekan kondisi kesehatan para selir dan permaisuri.


Jadi, untuk hari ini balai pengobatan hanya tersisa Pangeran Ketujuh yang merupakan ikon penguasa di sini. Lagipula Pangeran Ketujuh itu memiliki kebiasaan tidak dapat di ganggu saat melakukan penelitian. Secara alami, saat Pangeran Ketujuh berada di balai pengobatan—orang-orang yang bekerja akan segera menyingkir untuk memberinya ruang.


Shen Ruan Ye ini sungguh memiliki tabiat jelek, dia tidak bisa di ajak kompromi. Padahal seseorang membutuhkan bantuannya untuk mendapat perawatan, tapi, dia tidak peduli. Saat tadi dia hanya marah-marah saja karena Xiu Qixuan dan Yao Anran terus merengek dan mengusiknya saat sedang terfokus melakukan penelitian.


Karena tidak tahan lagi, Shen Ruan Ye akhirnya menyerah. Namun dia hanya memberi ruang perawatan dan alat-alat medis, sisanya Shen Ruan Ye menyuruh mereka melakukan semua ini sendiri. Saat itu Yao Anran bereaksi kaku. Tapi, berbanding terbalik dengan Xiu Qixuan yang percaya diri dan malah berterima kasih menyetujuinya.


Tidak tahu saja, Xiu Qixuan sudah berguru pada Xiao Leng. Jahit menjahit luka, sudah biasa dia lakukan saat melalukan misi, dalam organisasi yang selalu melakukan pekerjaan berbahaya, mereka para anggotanya harus memiliki sedikit pengetahuan medis untuk melakukan perawatan di kondisi darurat yang mempertaruhkan nyawa. Xiu Qixuan sih jarang menjahit lukanya sendiri, dia biasanya hanya merawat Xiao Taoli yang suka babak belur ketika pulang sehabis melaksanakan tugas pengintaian berat.


Dengan berdecak pelan, Xiu Qixuan bergumam rendah. "Wah, jahat sekali ya!"


Disisi lain, mendengar ancaman Shen Ruan Ye. Yao Anran sudah pucat dan gemetar tertahan, dia sungguh merasakan adrenalin yang tak biasa sejak awal bertemu dengan Xiu Qixuan. Secara spontan, dia mengutuk dirinya sendiri karena mengikuti permainan gila ini.


Merasakan seseorang meremas pundaknya dengan lembut, Yao Anran menoleh. Dia tercengang melihat Xiu Qixuan yang masih bisa menyeringai santai dan berbisik padanya: "Hei, Anran. Jika aku berhasil menyembuhkan Maiqiu. Bagaimana kalau kau berjanji—di masa depan buat ilmuwan gila itu bertekuk lutut padamu?" Ia lagi-lagi membuat taruhan yang tak masuk akal.


Namun Yao Anran mengangguk penuh kilatan yang membara. "Ya, pastikan saja kau melakukan bagianmu." timpalnya.


Sudut bibir Yao Anran di tarik membentuk senyuman hangat. Dia memberikan semua kepercayaannya pada Xiu Qixuan. Segera setelah itu ia berbalik kemudian melangkah keluar, Yao Anran sekilas membungkuk ketika melewati Shen Ruan Ye yang berada di ambang pintu.


Krak!


Krak!


"Haa, baiklah mari kita mulai!" Xiu Qixuan menggertakan jari-jemarinya satu persatu seperti sedang melakukan pemanasan.


Dia menatap ke arah deretan botol porselan yang terdiri dari berbagai jenis herbal. Tangannya terulur secara bergantian menghirup aromanya untuk mencari obat anestesi.


Tidak ada ketegangan dan rasa jijik di wajahnya ketika melihat darah dan daging. Dia tampak tenang dan lihai melakukan perawatan luka.


Mata Shen Ruan Ye tiba-tiba menyipit skeptis, dia menatap aneh ke arah jari-jemari Xiu Qixuan yang tampak sangat terampil seperti sudah terbiasa memakai gulungan alat medis yang terdiri dari jarum dan pisau bedah.


"Dari mana asalmu?" Kali ini Shen Ruan Ye bertanya dengan sedikit minat.


Pandangan Xiu Qixuan terangkat dingin, wajahnya tanpa ekspresi sekilas melirik Shen Ruan Ye. "Ah, ternyata pangeran tidak mendengarkan perkenalan saya saat memberi salam pada anda di awal pertemuan. Tapi, mengapa anda tiba-tiba berubah pikiran sekarang?" Kata-katanya diam-diam mengkritik perlakuan buruk Shen Ruan Ye pada mereka.



Mendecih sinis, Shen Ruan Ye menggerutu ketus: "Tch, aku benci pertanyaan abstrak yang bisa mempunyai arti luas. Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku tanpa mengutarkan pertanyaan balik."


Sudut mulut Xiu Qixuan berkedut mencemooh keegoisannya. "Perkataan Yang Mulia, sungguh membuatku tercengang."


"... Perbatasan Selatan, Kota Ping'an. Itu tempat asal saya." Xiu Qixuan kembali mengangkat suaranya sebagai jawaban sambil menjatuhkan pandangannya untuk terfokus merawat luka Duan Maiqiu.


Rahang Shen Ruan Ye mengetat serius, dalam diam dia mengamati. Shen Ruan Ye bisa merasakan sensasi dingin yang menusuk hingga ke dasar tulang dari sudut mata Xiu Qixuan.


Meskipun gadis ini berusaha menyembunyikan ketidaksukaan padanya, tapi, itu malah terlihat jelas ketika mata jernihnya berkelip-kelip menahan geraman emosi. Entah mengapa dia malah tampak lucu namun di sisi lain dia sangat berbahaya seperti anak yang mencoba memegang lilin bercahaya.


••••••••••••••••••