
Xiu Qixuan menggelengkan kepala dan terkekeh kecil. Kemudian dia berucap,
"Apakah ada monster yang setampan dirimu?"
'Blush'
Pria itu bersemu merah, beruntungnya gelap menyelimuti hutan ini dan lampion kecil itu hanya mengeluarkan cahaya remang membuat wajahnya yang bersemu merah tidak terlihat jelas oleh Xiu Qixuan.
Seumur hidupnya dia belum pernah sekalipun digoda oleh seorang Gadis, karena rata-rata Gadis yang pernah ditemui olehnya adalah Gadis elegan yang lemah lembut lagipula para Gadis itu tidak ada yang tertarik padanya, malah mereka akan mencaci makinya.
Xiu Qixuan adalah Gadis pertama yang menggodanya dan Gadis yang paling tidak tahu malu.
Pria tersebut memalingkan wajahnya setelah mendengar pertanyaan Xiu Qixuan.
"Kau malu ya? Aku hanya bercanda," Ucap Xiu Qixuan melihat Pria didepannya hanya diam dan memalingkan wajah.
"Tidak, Harusnya kau yang malu. Seorang Gadis bertindak tidak senonoh sepertimu, Aku tidak yakin apakah ada pria yang ingin menikahimu," Jawab Pria tersebut kesal, dia merasakan dongkol dihatinya karena terpojok oleh seorang Gadis kecil yang sebenarnya mudah untuk dia bunuh.
"Heh, kapan aku bertindak tidak senonoh?" Tanya Xiu Qixuan, dia tidak merasa melakukan hal tersebut.
"Apakah ada atau tidak pria yang ingin menikahiku itu bukan urusanmu. Oh... Aku mengerti, kau tertarik padaku dan tidak ingin aku menikah dengan pria lain?" Lanjut Xiu Qixuan membalikan ucapan pria didepannya.
"Kau.." Jawab Pria itu menunjuk Xiu Qixuan dengan jari telunjuknya, dia menggeram marah dan tidak tahu harus bagaimana menanggapi Gadis didepannya.
Xiu Qixuan meringis dan tersenyum canggung melihat kemarahan pria dihadapannya. Kemudian dia berucap,
"Sepertinya kau sudah membaik, kalau begitu pergilah dari hadapanku," Usir Xiu Qixuan kepada pria didepannya, karena dia ingin melihat kedalam danau, apakah itu benar tanaman surgawi yang dia cari?
"Gadis lemah sepertimu sendirian didalam hutan yang gelap ini, tidak takut bertemu binatang buas?" Ucap Pria didepannya meremehkan,
"Aiyaa, Aku lupa. Kau bukan Gadis pada umumnya, tidak ada hal yang kau takuti, bukan? Baiklah, aku pergi. Berhati-hatilah wahai kau gadis aneh," Lanjut Pria itu dengan nada terkesan mengejek, kemudian beranjak dari duduknya untuk bergegas pergi.
"Heh, dasar tidak tahu terimakasih! Lagipula Gadis pada umumnya itu seperti apa?" Ucap Xiu Qixuan keras agar didengar pria yang sudah melangkah pergi.
"Yang jelas tidak sepertimu," Jawab Pria itu berteriak tanpa menoleh kebelakang dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Pria menyebalkan! Aku sumpahi kau dimasa depan mempunyai istri sepertiku dan kau tergila-gila padanya," Teriak Xiu Qixuan
Pria itu masih bisa mendengar teriakan Xiu Qixuan tetapi dia hanya berucap pelan,
"Tidak mungkin," Desisnya
Xiu Qixuan melihat Pria itu sudah menghilang dari pandangannya dan dia mendengus kesal, betapa beraninya Pria itu mengatai dirinya terang-terangan karena selama ini tidak ada yang berani berucap seperti itu padanya.
Walaupun Xiu Qixuan tahu tindakannya tidak sesuai gadis normal pada umumnya di Daratan Ca Li.
Dia sering menggoda Ji Gui tetapi Ji Gui hanya membalas ucapannya dengan kalimat sarkas dan tidak pernah berucap seperti Pria tadi.
Beranjak dari duduknya Xiu Qixuan melihat sebuah benda seperti besi berbentuk persegi dibawah kakinya, kemudian dia menendang benda itu karena kesal.
Menghampiri tepi danau, cahaya ungu dan biru yang berpendar kecil dari kedalaman air danau masih terlihat jelas olehnya.
Xiu Qixuan melepas sepatunya dan kemudian dia melompat kedalam danau.
Danau ini cukup dalam dan gelap, Xiu Qixuan tetap berusaha menyelam kedalam tetapi cukup sulit karena dirinya yang kehabisan oksigen.
Menyelam. Kembali ke permukaan untuk menghirup oksigen sebanyak mungkin. Menyelam lagi. Kembali ke permukaan.
Hal itu terus berlangsung berulang kali. Sampai akhirnya dia menyentuh dua benda dengan cahaya yang berpendar tersebut.
Dan benar saja itu adalah Tanaman Lotus Bola Surgawi yang tertanam di antara sebuah batu besar.
Xiu Qixuan memetik kedua tanaman berbeda warna itu dengan cepat dan memasukan kedalam baju berburunya.
Saat dia ingin kembali ke permukaan--akar merambat yang hidup melilit kedua kakinya dengan cepat.
Xiu Qixuan meronta berusaha untuk melepaskan lilitan akar tersebut yang semakin kencang melilit kedua kakinya.
'Blup.Blup'
Xiu Qixuan sudah hampir kehilangan kesadarannya, Dia sudah tidak bisa bernapas, Dia tidak mengira akan terjadi hal seperti ini, harusnya tadi dia membiarkan pria menyebalkan itu tetap tinggal.
Disaat akhir batas kesadarannya, pandangannya yang memburam menangkap siluet seseorang yang menghampirinya. Xiu Qixuan merentangkan salah satu lengannya kearah siluet itu, dan tangan seorang pria dewasa dengan cepat menarik Xiu Qixuan kedekapannya.
Pandangan Xiu Qixuan memburam dan tidak bisa melihat jelas wajah pria yang memeluknya.
Tetapi dia bisa merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh bibirnya. Seperti oasis di tengah gurun pasir, sesak di dadanya akan kehilangan oksigen sedikit membaik.
Pria itu melepaskan pelukannya, dengan cepat mengeluarkan belati panjang yang tersampir dipinggangnya dan menebas akar yang melilit kedua kaki Xiu Qixuan.
Kemudian dia membawa Xiu Qixuan kembali ke permukaan, dia menggendong dan menyenderkan tubuh Xiu Qixuan dipohon besar sebelumnya.
Xiu Qixuan pingsan tetapi sebelum dia sepenuhnya kehilangan kesadaran--saat mereka kembali ke permukaan danau--dia bisa melihat wajah Pria menyebalkan yang sebelumnya dia tolong.
*****
Sebelumnya pria itu sudah berjalan cukup jauh dari area yang ditempati Xiu Qixuan, tetapi kemudian dia menyadari plakat khusus yang dia taruh dibaju atasnya menghilang.
Pria tersebut menggeram marah dan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kental, dugaannya benar Xiu Qixuan bukanlah gadis biasa. Gadis itu pasti mata-mata atau orang yang bekerja dibawah perintah musuh untuk mencuri plakat khusus miliknya.
Dengan cepat Pria itu menggunakan teknik meringankan tubuh, dia tidak menghiraukan lukanya yang akan terbuka lebar dan mengeluarkan darah.
Tetapi saat sampai tempat sebelumnya Pria tersebut dibuat bingung, kuda milik Xiu Qixuan masih terikat di pohon besar dan lampion kecil masih tergelantung--tetapi pemiliknya tidak ada.
Pria itu menghentikan langkahnya, dia menginjak sesuatu besi yang keras.
Berjongkok untuk melihat, betapa terkejutnya plakat khusus berwarna emas yang seharusnya sangat berharga menjadi begitu menyedihkan tertinggal, kotor dan diinjak.
Apakah mungkin pikiran buruknya mengenai gadis aneh itu salah?
Mengambil plakat tersebut dan meng-kantonginya kemudian beranjak berdiri, dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Xiu Qixuan.
Tetapi keberadaan gadis aneh itu tidak terlihat, Pria itu hanya melihat sepatu berburu milik Xiu Qixuan di tepi danau.
Berjalan menghampiri tepi danau dia melihat riak air danau yang seharusnya tenang karena hujan sudah berhenti tetapi bergelombang seperti ada sesuatu dibawah sana.
Pria itu membelakan mata dan dengan cepat melompat masuk kedalam danau.
Dia menyelam semakin dalam dan melihat Xiu Qixuan yang terlilit akar hidup di kedua kakinya, gadis itu menutup kedua matanya perlahan dan merentangkan salah satu lengan kearahnya.
Entah iblis apa yang merasuki Pria itu, dia menarik Xiu Qixuan kedekapannya dan mencium bibir Xiu Qixuan untuk memberinya napas buatan. Gerakan refleks itu membuat jantung-nya berdetak kencang.
Ini bukan ciuman bukan? Ini pertolongan pertama--pikirnya saat itu berusaha menetralkan detak jantungnya yang membara.
•••••••••