
Sejauh ini, Mo Ji Gui tidak berbicara lagi, karena dia berusaha menekan perasaannya yang terbelit rumit. Dia ingin sekali berteriak keras melarang gadis itu pergi ke ibukota, tapi, dia tidak bisa melakukan itu.
Disisi lain, Xiu Qixuan memahami situasi yang sulit di antara mereka. Meskipun peristiwa canggung yang salah dalam hubungan mereka sepertinya sudah terlupakan di masa lalu. Tapi, tekanan berat yang mengalir secara alami tidak berubah.
"Apa yang membuatmu kembali ke Kota Ping'an?" Xiu Qixuan beralih untuk bertanya. Bagaimanapun, dia ingin segera mengakhiri ketegangan ini dengan cara berbicara santai.
"Menurutmu? Apa yang membawaku kembali?" Senyum sederhana di sudut mulut Mo Ji Gui menjadi sedikit lebih lemah. Matanya yang mengandung kebijaksanaan itu sedikit terkulai menatap wajah cantik Xiu Qixuan dengan pandangannya yang tenggelam.
Melihatnya seperti itu membuat Xiu Qixuan agak kesulitan untuk berbicara.
"Angin menujukkan mata arah pada kawanan burung. Segera setelah itu kabar yang di bawakan para elang datang, membuatku bergegas tanpa berpikir panjang." Suara lembut Mo Ji Gui mengalir tenang untuk kembali bergema di telinganya.
Mendengarkan narasinya diam-diam ekspresi di wajah Xiu Qixuan tampak sedikit terdistrosi kaku. Orang-orang di negara Shen pasti mengerti apa yang dimaksudkan dengan 'Para Elang'. Itu adalah sebutan untuk pasukan elite yang secara turun-temurun di latih oleh Kepala Keluarga Xiu.
Mereka dapat menyebutnya sebagai Elang Penjaga Perbatasan atau Elang Pengintai. Bahkan itu bisa di bilang sebagai lambang khusus milik Keluarga Xiu.
"Apa yang ayah katakan padamu?" Suaranya yang tenang secara alami bertanya, namun tampak memiliki ketegangan tertahan dalam pandangannya yang bergetar.
Jika para elang memberi kabar pada Mo Ji Gui—berarti itu atas perintah dan kehendak ayahnya, Xiu Haocun. Hati Xiu Qixuan merasa tidak nyaman akan hal tersebut.
Dua bibir tipis milik Mo Ji Gui yang tersenyum lembut itu terangkat untuk balas berbicara; "Tidak ada. Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan." Nada suaranya rendah dan damai bercampur dengan kasih sayang yang sulit di prediksi dalam pancaran kedua bola matanya.
Secara konyol, metodenya berhasil memukul hati Xiu Qixuan yang bergelut ragu. Wajah cantik gadis itu berangsur-angsur melunak nyaman. Mo Ji Gui selalu saja seperti ini, pria yang tidak berminat untuk mengambil keuntungan dalam situasinya yang bercelah.
Xiu Qixuan dengan tulus berkata; "Seperti yang diharapkan. Itu tidak buruk untuk di dengar. Mo Ji Gui, terimakasih."
Segera setelah kenyamanan kembali mereka dapatkan, secara alami di sepanjang jalan pembicaraan terus mengalir. Sampai pada titik ketika topik tentang Kekaisaran Mo tanpa sengaja terangkat.
"Dalam dua tahun terakhir kekeringan parah terjadi di timur laut hingga barat daya Kekaisaran Mo. Curah hujan hampir tidak pernah turun disana." Mo Ji Gui menjelaskan dengan kerutan di wajahnya. "Kami sudah memaksimalkan penanganannya, namun tidak kunjung membaik. Alih-alih membaik itu malah semakin menyebar ke ujung wilayah. Dan, entah mengapa bencana ini terlalu aneh."
Xiu Qixuan mendengarkan dengan serius. Dia memiringkan sedikit wajahnya yang bingung; "Apakah ada fenomena tertentu yang menyebabkan keanehan?"
Wajah Mo Ji Gui mengeras, matanya tampak agak kusam. Dia terdiam cukup lama. Menimbang-nimbang untuk berbicara.
"Ah, maafkan aku. Tanpa sadar sudah kehilangan batasan." Secara naluriah Xiu Qixuan segera memperbaiki ucapannya, dia menyadari kesulitan Mo Ji Gu. Dia berusaha memahami bahwa itu adalah urusan negara lain yang dimana orang asing tidak boleh terlalu melibatkan diri.
Mo Ji Gui menjawab halus; "Tidak apa-apa, Xuan'er. Aku yang ingin menceritakannya padamu." Matanya menerawang serius, melanjutkan. "Itu sungguh menyeramkan. Ketika tanah menjadi gersang, dan binatang tiba-tiba menjadi lebih liar seperti monster. Gumpalan awan hitam keluar dari tanah yang retak, manusia yang berada di wilayah dengan fenomena tersebut tidak ada yang selamat."
Kerutan di wajah cantik Xiu Qixuan tampak jelas ketika pikirannya berkutat untuk menerka-nerka. Rasa ingin tahu nya benar-benar meningkat.
"Aku baru mendengar kabar terkait ini." Xiu Qixuan berkata dengan agak linglung.
"Kabar tersebut dicekal secara rahasia oleh pemerintahan. Shen hanya bersedia mengirimkan bantuan pangan kepada Mo. Jadi, secara terpisah tidak ada orang luar yang mengetahui fenomena tersebut." Mo Ji Gui menjelaskan dengan nada santai yang terkesan acuh tak acuh setelah membeberkan sebuah rahasia negara padanya.
Bibir Xiu Qixuan segera mengerucut maju, dia memelotot tajam tidak percaya; "Aku tidak mendengar apapun." Spontan dia menggelengkan wajahnya dengan lucu mengangkat tangan untuk menghindari kesialan di masa depan.
Mo Ji Gu balas tertawa konyol melihat tingkahnya.
Gerbong yang berderak perlahan-lahan terasa melambat. Kusir menarik kendali dan berhenti. Mo Ji Gui mengangkat tirai dan melihat patung singa yang bertahkta menghiasi gerbang utama Kediaman Xiu sudah menyambut mereka.
"Tuan, nona. kita sudah tiba di Kediaman Xiu." Kusir kereta meninggikan suaranya, memberi tahu secara singkat.
Mo Ji Gui yang terlebih dahulu bergegas melompat keluar dari kereta. Setelah itu Xiu Qixuan bangkit dengan sedikit kesusahan membawa Xiu Yuheng di kedua tangannya.
Hujan yang turun menyisakan rintik-rintik samar. Angin yang berhembus membawa embun dingin yang sejuk.
Xiu Qixuan bergerak maju untuk keluar dari dalam gerbong kereta. Jubah yang diberikan oleh Mo Ji Gui masih dia kenakan untuk menyelimuti tubuh Xiu Yuheng.
Tersentak tubuhnya yang meluncur bebas, tergelincir kedepan. Dia tetap menjaga kedua tangannya melilit erat melindungi Xiu Yuheng dari benturan.
Sebelum benar-benar terjatuh, sepasang tangan dengan lembut melingkari tubuhnya, diangkut ringan dia kedalam pelukan. Di atas kepalanya suara rendah dan berat perlahan bergema merdu; "Langkah yang ceroboh, Nona."
Xiu Qixuan tidak bergeming. Dia mengerjap dengan debaran napasnya yang masih tak karuan karena terkejut.
Menonton ekspresi polos Xiu Qixuan yang tegang. Mo Ji Gui bergerak mundur, melepaskan lebih dahulu pegangannya dari tubuh ramping Xiu Qixuan. Kemudian dia menjentikan jarinya keras di atas dahi cantik gadis itu dan berkata dengan nada penuh peringatan; "Sangat berbahaya jika terjatuh dengan masih membawa anak."
Xiu Qixuan segera tersadar dan segera berdeham anggun untuk menstabilkan ekspresinya. Sikapnya secara drastis berubah menjadi lebih bermartabat dan dia bertindak secara halus.
Dia mengedarkan pandangan kesekitar memastikan tidak ada kaki tangan Yao Yunmei yang menyaksikan kejadian tersebut. Karena jika Yao Yunmei sampai mengetahui bahwa Xiu Yuheng hampir terjatuh dari tangannya, latihan cara berjalan di pelajaran etiketnya akan berlangsung lebih rumit.
"Tidak perlu berhati-hati begitu. Bertindaklah secara bebas. Ini terasa aneh melihatmu bertindak seperti seorang nona bangsawan sungguhan." Melihat perubahan sikap yang mendadak, Mo Ji Gui mencondongkan tubuh kedepan untuk membisikan kata-kata tersebut di telinga Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan dapat merasakan sensasi menggelitik dari hembusan napasnya yang hangat menusuk daun telinga. Mata Xiu Qixuan spontan melebar dan berkerut tidak senang mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Mo Ji Gui.
"Bocah Ji, kamu sudah datang." Tiba-tiba sebuah suara keras bergema ramah dari arah pintu masuk kediaman.
Mereka menoleh secara bersama, siluet tinggi tertangkap dalam jarak pandangan mata. Xiu Haocun berjalan mendekat dengan wajahnya yang tersenyum aneh menatap mereka secara bergantian.
"Hoh, kamu bersama Xuan'er..." Xiu Haocun berkata ambigu dengan nada bicaranya terdengar aneh seperti mengandung sirat khusus yang tidak dapat di mengerti.
•••••••••••••••
N/T: di setiap chapter pasti author selipin clue informasi untuk puncak ending nanti. gamungkin dibuat kosong tanpa garis. btw, cover novel ini diganti karena beberapa chapter lagi author bakal ngambil 'main focus' ke konflik rumit XuanYuan.
Q&A ini yang banyak dipertanyakan oleh kalian;
Apakah male lead sudah ditentukan?
Secara garis besar sudah sejak awal, Iblis Zi a.k.a Yuan Zi. (Ini mah male lead paling bermasalah seantero cerita hidupnya rumit lebih dari xuan)
Siapakah yang berakhir sebagai pasangan Qixuan sampai ending nanti? Hmm, mungkin male lead kita (nada ragu wkwk) pokoknya kejutan.
Bagaimana dengan Sima Junke?
A Jun kita terlalu sayang untuk dijadikan sad boy. authornya juga masih belum ikhlas nih memberikan A Jun kepada yang lain wkwk. Kalian yang cinta mati sama A Jun maunya kayak gimana nih?
Yang mau lanjut bertanya-tanya sok di kolom komentar.