
Aku dan kamu seperti orang lewat, semoga tidak saling terjerat.
*******
POV. Xiu Qixuan
Tubuhku terasa sakit terutama diarea kedua kaki, Kepala-ku juga terasa berat dan pening sepertinya aku demam.
Aku mencoba membuka kelopak mataku sedikit demi sedikit, samar-samar aku melihat seseorang pria tampan dari arah samping yang tersiram cahaya matahari pagi.
Pria menyebalkan ini yang menyelamatkanku. Kepala-ku semakin pening dan aku menutup kembali kelopak mataku.
Aku bisa merasakan sesuatu yang menyelimuti tubuhku. Sepertinya pria menyebalkan itu memberikan jubahnya padaku.
'Bau sekali,' Gumamku dalam hati.
Bukankah adegan ini tidak asing di drama? tetapi kenapa kalau aku yang memerankannya menjadi tidak romantis.
Sebenarnya kain tebal ini memang tidak harum malah beraroma amis air danau. Tetapi cukup membuat tubuhku lebih nyaman.
Sebuah tangan kokoh yang terasa dingin menyentuh keningku,
"Merepotkan," Cibirnya
Aku masih bisa mendengar ucapannya itu disetengah kesadaran yang aku punya. Betapa menyebalkannya, lihat bagaimana cara dia memperlakukan seorang gadis kecil yang sedang membutuhkan pertolongan apalagi sebelumnya gadis itu pernah menjadi penolongnya.
"Pergilah," Gumamku pelan nyaris tak bersuara.
Lagipula aku masih membawa kalung dan gelang giok yang dapat menyembuhkanku.
Tanpa-nya aku bisa sembuh dalam sekejap, hanya saja sekarang ini tubuhku susah digerakan karena lemas dan kelelahan. Aku akan menunggu sebentar lagi untuk sedikit memulihkan kekuatan gerakku.
"Aku sudah membalas kebaikanmu dengan cara ini, jadi aku tidak mempunyai hutang apapun lagi padamu. Layaknya kedua orang asing yang tidak saling berhutang satu sama lain," Ujarnya kemudian dia menyentuh puncak kepala-ku dan aku bisa merasakan rasa hangat yang menenangkan menyelimuti seluruh tubuhku.
Kedua kelopak mataku masih menutup tetapi aku bisa merasakan bahwa tubuhku menjadi lebih baik karena sentuhannya.
Dia melepaskan sentuhannya di puncak kepalaku, dan kemudian berucap
"Selamat tinggal, Gadis aneh."
Aku bisa mendengar suara langkah kaki yang hendak menjauh. Aku ingin menahannya, menanyakan siapa dirinya? Kenapa dirinya mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan Kalung dan Gelang giokku?
Tetapi kelopak mataku belum dapat terbuka, tubuhku masih tidak dapat digerakan. Apakah ini kelumpuhan sementara?
Langkah kaki yang semakin menjauh itu terhenti,
"Aku dan kamu seperti orang lewat, semoga tidak saling terjerat." Ucapnya lagi dan kemudian dia melanjutkan langkahnya pergi.
'Apa maksudnya?' pikirku.
Aku mengerti maksud kalimat dirinya yang tidak ingin terjerat oleh gadis sepertiku, tetapi aku merasa kalimatnya mengandung arti lain.
Lenggang dan Hening untuk beberapa saat sejak kepergian pria itu.
"XuanXuan! Ya Langit! XuanXuan!" Teriak Seorang Pria memanggilku, Aku sudah sangat menghafal suara itu, siapa lagi kalau bukan pengawal pendampingku yaitu Xiao Taoli.
Tubuhku diguncangkan perlahan olehnya, saat itu juga aku baru bisa merasakan tubuhku dapat digerakan dan kedua kelopak mataku perlahan terbuka sepenuhnya.
"Taotao," Panggilku pelan menatap ekspresi cemas dari wajahnya.
Aku berusaha menegakan tubuhku yang sebelumnya bersender dipohon besar.
"XuanXuan, Aku hampir mati karena kaget olehmu," Ucap Xiao Taoli menghela napas lega.
"Kau tidak terluka-kan?" Tanya Xiao Taoli mengedarkan pandangnya memastikan bahwa aku baik-baik saja.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu.
'Tanaman Lotus Bola Surgawi.'
Dengan cepat aku merogoh tempat dimana aku meletakan tanaman itu sebelumnya.
Aku bernapas lega kedua tanaman itu masih dalam kondisi baik dan utuh, kemudian aku mengeluarkan tanaman itu dari baju berburu-ku.
"Tanaman herbal untuk koleksiku," Jawabku singkat.
Tidak mungkinkan aku bilang padanya bahwa ini adalah Tanaman Surgawi dan juga tidak mungkin aku bilang ini bahan untuk meracik obat--karena aku tidak dapat membuat obat seperti yang dilakukan Qiaofeng.
"Taotao, tolong ambilkan kotak kayu kecil yang kosong di pelana kuda," Perintahku yang dengan cepat dilaksanakan olehnya.
Xiao Taoli menyerahkan kotak kayu kecil yang sudah aku siapkan sebelumnya dan kemudian aku memasukan Tanaman Surgawi itu kedalam kotak tersebut.
Saat memastikan bahwa benda berharga ini sudah aman. Aku menatap Xiao Taoli untuk mengajaknya kembali ke Kota Lian, berusaha menyiapkan mental sekuat baja untuk menghadapi ocehan Xiu Huanran.
"Ayo, kita kembali ke Kota Lian," Ajakku beranjak berdiri, Jubah yang diberikan Pria menyebalkan itu lepas dan luruh ke tanah.
Xiao Taoli mengambilnya,
"Bukankah ini jubah pria? Milik siapa? Kenapa kau memakai ini?" Tanya Xiao Taoli mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang lain.
"Kau mencari apa? Kemarikan, itu milikku. Aku tidak tahu kalau ini jubah pria. Aku membawanya kemarin karena lebih tebal dan panjang," Jawabku berbohong, kemudian mengambil jubah itu dari lengan Xiao Taoli.
Xiao Taoli memandangku ragu tetapi tidak berlangsung lama, karena dia tahu sifatku yang kadang tidak dapat membedakan beberapa jenis barang di daratan Ca Li.
"Baiklah. XuanXuan, Tunggulah sebentar." Ucap Xiao Taoli kemudian dia berjalan beberapa langkah kedepan kemudian menyalakan suar api yang melesat kelangit memancarkan cahaya merah.
"Taotao," Panggilku memandangnya penuh tanya,
"Yi Hongli membawa beberapa pasukannya ke Hutan Guang untuk mencarimu," Jelas Xiao Taoli menghampirku.
"Kau meminta bantuan Er'ge untuk mencariku?" Tanyaku menuntut jawaban secepatnya.
Yi Hongli sampai membawa pasukan untuk mencariku, bukankah ini sangat berlebihan. Sepertinya aku sudah membuat amarah Xiu Huanran tak bisa terkendali lagi.
"Tidak, bukan aku. Semalam aku tidak sengaja bertemunya saat berusaha mencarimu," Sergah Xiao Taoli tidak ingin diriku salah paham padanya.
Aku menghela napas panjang, hanya bisa menghadapi kemarahan Xiu Huanran. Padahal ini juga bukan kemauanku pergi ke hutan dan membohonginya, kalau dapat memilih--aku akan memilih diam menikmati makanan dan hidup mewah di kediaman.
Xiao Taoli melepas tali kekang kuda yang di ikat dipohon besar kemudian dia naik keatas kuda dan mengulurkan tangannya kearahku.
Suasana diantara kami hening, aku sangat lelah dan tidak ingin berpikir terlalu banyak.
Apa yang harus dihadapi akan aku hadapi, termasuk kemarahan Xiu Huanran.
Aku menyenderkan kepala-ku di punggung Xiao Taoli yang sedang mengendarai kuda dan memejamkan kedua mataku.
Beberapa saat tubuhku mulai rileks tetapi suatu kejadian terlintas di pikiranku yang membuatku membuka kedua mata dan terbelak kaget.
Dengan cepat aku menjauhkan kepala-ku dari punggung Xiao Taoli.
Malu. Marah. Kesal.
Bercampur menjadi satu. Bagaimana mungkin sebelumnya aku bisa melupakan kejadian itu? Pria itu mengambil ciuman pertamaku!
'Aiyaa, Aku tidak merasakannya dengan kondisi yang sepenuhnya sadar, bukankah aku begitu rugi?' Eluhku.
END POV. Xiu Qixuan
*****
Ditempat lainnya di daratan Ca Li, seorang pria tampan berambut putih sedang memegang kuas dan menggambar sesuatu dibuku yang berada dilengannya.
Terlihat dia menggambar manusia yang seperti seorang gadis dengan menambah beberapa penghias yang membuat gadis digambarnya menjadi aneh dan lucu.
Setelah menyelesaikan gambarnya pria tampan itu tersenyum kecil, dia seperti membayangkan sesuatu hal menyenangkan dibenaknya.
•••••••••••
Note:
Gambar terakhir bikin pikiran travelling yang lagi puasa mohon ditahan atau jangan diliat dulu ya haha.
Xuan kayanya gabisa diperlakukan baik dan sedikit romantis deh liat aja isi pikirannya anti mainstream, udah gitu bisa-bisanya merasa rugi karena dicium dalam kondisi gasadar berarti kalo dalam kondisi sadar dia terima-terima aja dong?