Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Iblis Zi & Pahlawan Yang Terlumur Darah



Semilir angin berhembus kencang menimbulkan suara derakan nyaring di iringi buliran salju yang berjatuhan dari ranting pepohonan.


Dengungan jarum jam yang berdetik seperti terdengar dari pikirannya yang tenggelam penuh kewaspadaan, menghitung mundur waktu yang berjalan lambat.


Matanya yang cemerlang terlihat begitu tajam menelusuri setiap sudut disekitarnya yang kosong nan sunyi. Manik-manik aksesoris kecil yang menjuntai indah untuk menutupi bercak noda hitam dibagian atas dahinya terlihat bergetar dingin seiring gerakan tubuhnya.


Keheningan yang menenggelamkan sudah terasa memuakkan.


'Splash..' Kilatan cahaya tajam melesat dengan cepat membuat putaran mematikan. 'Sring..' Suara benturan besi tajam yang nyaring terdengar. Sesosok bertubuh tinggi dan kuat perlahan-lahan melayang keluar memotong serangan dari pedang bercahaya tersebut.


Kulit tangan yang halus dan lembut milik Xiu Qixuan bergerak dengan cahaya samar menarik pedangnya kembali kedalam genggaman.


Sosok itu melayang ringan dengan jubahnya yang berkibar, ia terlihat begitu mempesona. 'Tap..' Kedua kakinya yang panjang menapak keatas tanah bebatuan membuat aliran udara berganti kelam namun damai.


"Cukup mengesankan! Bahwa kamu menyadari keberadaanku dengan begitu cepat." Suaranya mengandung otoritas penguasa yang aneh. Penuh keangkuhan yang tajam nan dalam.


Xiu Qixuan tersenyum manis dengan acuh tak acuh berucap, "Terimakasih, itu bukanlah masalah besar." Ia melambaikan salah satu lengannya untuk memasang gestur malas yang sombong.


Tiba-tiba dalam sekejap mata, ekspresinya berubah masam dengan menatap tajam kesatu titik arah yaitu tepat pada posisi pria berjubah itu berdiri. "Yang menjadi masalah adalah penguntit besar sepertimu ini." Ucapnya dingin.


Sosok itu balas tertawa dengan mengerling nakal, "Sungguh menggemaskan."


'Splash..' Tiba-tiba pedang tajam yang bercahaya sudah berada tepat diatas kulit lehernya. Siap memotong kapanpun sesuai intruksi sang pengendali. Tindakan gadis cantik ini penuh perhitungan dalam membuat kelengahan dipihak lawan.


Sosok itu tertegun sejenak, "Ouch.. Setidaknya kau harus tahu kearah siapa pedangmu terayun, kan?" Seringainya penuh jejak keanehan yang mengalir tenang.


Ia bahkan tidak sedikitpun melirik pedang tajam yang mengancam nyawanya tersebut dan malah memilih untuk menatap intens kearah Xiu Qixuan yang berdiri tegak.


"Kalau begitu perkenalkan dirimu! Maka aku akan tahu kearah siapa pedangku terayun, kan?" Balas Xiu Qixuan dengan santai.


Suara tawa bahagia milik seorang pria dewasa perlahan bergema mengisi kekosongan jalan kecil yang sunyi, "Mozi, kamu bisa memanggilku dengan sebutan itu." Ucapnya dengan riang.


"Baiklah, aku mengerti. Jadi Iblis Zi apa yang kau inginkan?" Meskipun suaranya lembut, tatapan Xiu Qixuan membawa keganasan yang menyebabkan hati orang lain bergetar.


"Kamu menyebutku apa?" Tanya Mozi dengan polos memiringkan wajahnya yang tertutup jubah.


"Iblis Zi." Jawab Xiu Qixuan dengan tenang penuh ketidakacuhan. "Kamu belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau inginkan?!" Tanya Xiu Qixuan sekali lagi dengan tajam penuh penekanan.


Tanpa sedikitpun keraguan Mozi menjawab dengan lugas, "Kamu—, Aku menginginkanmu!" Sorot matanya penuh keyakinan yang tegas, menyembunyikan sirat kobaran api.


Mendengar hal itu membuat Xiu Qixuan mengerjap samar, tubuhnya bergetar sebelum akhirnya tawa geli penuh ejekan terdengar. "Pfftt.. apa-apaan si bodoh ini!" Dengusnya sinis.


Kedua kaki Xiu Qixuan melangkah mendekat untuk mengikis jarak diantara mereka dengan terus menatap kedalam mata pria itu. Rambutnya yang tergulung tertiup hembusan angin, wajah cantiknya menggelap membawa pancaran pesona yang tajam.


Jari-jari lentik itu perlahan terulur untuk menggenggam kuat dan menekan pedang bercahaya miliknya agar semakin menyentuh kulit leher Mozi. 'Pfsstt...' Setitik darah timbul dan perlahan mengalir. "Siapa yang mengirimmu?" Suaranya rendah penuh ancaman yang dingin.


Seolah sedang menikmati pertunjukkan yang menarik dari kemarahan gadis dihadapannya ini. Mozi memasang seringai bahagia yang terlihat gila. Bagaimana mungkin raut wajah tersebut ia tunjukan disituasi mata pedang sudah menggores kulit lehernya?


"Tidak bertemu selama beberapa tahun dan kamu sudah banyak berubah, ya?" Gumam Mozi dengan tersenyum miring penuh arti.


Jari-jari kokoh yang dingin itu terangkat untuk membelai wajah cantik yang selembut pancaran dimusim semi. "Tetapi, ini akan semakin menarik karena kau tidak mengingatku." Suaranya yang rendah melekat tajam kedalam.


'Deg..' Suara ini?!


'Kaupun takut padaku. Kau meninggalkanku seorang diri. Kau membuatku lebih hancur.'


Xiu Qixuan terbelalak dengan pancaran kekosongan yang melanda pikirannya. Ia merasa tidak asing, suara yang penuh getaran keanehan ini membuatnya tidak nyaman.


'Trang...' Suara benturan pedang yang terjatuh ketanah. Gerakannya begitu cepat dalam menghilangkan ancaman.


Melihat Xiu Qixuan hanya terdiam mematung membuat Mozi segera menarik celah diantara mereka. Membalikan keadaan dengan seperdetik waktu.


"Kau lengah!" Ucap Mozi dengan sorot ketidaksukaan.


Xiu Qixuan tertegun, ia melirik sekilas kearah pedangnya yang sudah lepas dari genggaman. Kemudian dia mengalihkan pandangan untuk menatap malas kearah pedang hitam nan suram yang siap menghunus tajam. "Ternyata kau iblis sungguhan." Ucapnya ringan dengan senyuman yang menyembunyikan rasa tertarik.


Mozi terkekeh, "Bisa dibilang begitu." Balasnya mengedikkan bahu tak acuh.


Xiu Qixuan menatap Mozi dengan intens penuh rasa keingintahuan.


Terdengar suara kepakan sayap dari kawanan burung yang melintasi sang cakrawala, membuatnya mendongak untuk melihat cahaya langit yang semakin meredup.


"Iblis Zi, apa yang kau inginkan? Cepatlah, kalau kau ingin membunuhku kita harus bertarung lagi." Ucap Xiu Qixuan dengan sorot ketidaksabaran.


Mozi melangkah maju dengan pedangnya yang masih terhunus tajam, "Kenapa terburu-buru, hum?" Tanyanya dengan seringai aneh.


Wajah Xiu Qixuan tertunduk dengan kerutan cemas tanpa sadar ia meloloskan gumaman pelan, "Ckk, Iblis ini cukup merepotkan. Shu'er dan Xiao Wen pasti sudah merengek ingin mencariku." Decaknya pelan nyaris berbisik.


Mozi bukanlah seseorang yang mudah untuk ditangani, ia juga memiliki indra pendengaran yang tajam bahkan terbilang sangat tajam. Tentu saja dia dapat mendengar jelas tentang gumam kekesalan tersebut.


Kerutan ketidaksukaan tercetak jelas dengan alisnya yang bertaut. Mozi teringat dua serangga kecil yang selalu mengekori juga memanggil gadisnya dengan sebutan ibu.


'Greb..' Dia mencengkeram erat lengan Xiu Qixuan untuk memaksa gadis itu berbicara. "Siapa mereka?!" Sentaknya bertanya dengan kobaran api emosi yang tak tertahankan.


Sebelumnya, Mozi sudah menyuruh orang untuk melakukan penyelidikan. Tetapi yang di dapatkan tidaklah banyak. Hanya dikatakan bahwa gadis ini adalah Ketua Divisi Rubah, Qi Qi.


Organisasi yang menaungi gadis ini sulit untuk dijangkau. Serikat Heng Yun Ge, yang begitu misterius dan tertutup dari dunia luar.


Mereka memiliki tujuan yang sama untuk datang ke Xia Utara, yaitu untuk mengejar seorang buronan penting. Tetapi, gadis ini memiliki kemajuan yang luar biasa dalam misinya. Dia memilih untuk mengacau dari dalam, mendekat dan maju dengan terarah. Tujuannya yang jelas dan terorganisir saat memasuki politik pemerintahan.


Tiba-tiba suara menyeramkan penuh kemegahan yang agung memerintah dari arah belakang, "Lepaskan dia!"


'Bukk..' Tubuh Mozi terkena hantaman kuat dari tendangan seseorang yang membuatnya terpanting mundur satu langkah kebelakang.


Sesosok bayangan halus memancarkan keagungan yang mulia berdiri didepan tubuh ramping milik gadis cantik itu. Seolah menunjukan suatu kuasa perlindungan.


"Yang Mulia—," Panggil Xiu Qixuan dengan memiringkan wajah penuh rasa terkejut. "Mengapa kau datang? Apakah suratku sudah kau terima?" Tanyanya beruntun dengan reflek yang spontan.


Xiu Qixuan melangkah maju untuk melihat keadaan Mozi karena tubuh tinggi milik Xia Qian Che menghalangi pandangannya.


"Qi Qi—, Diamlah!" Sentak Xia Qian Che dengan tegas. Ia menolehkan wajah kesamping untuk melihat Xiu Qixuan yang sedang tersentak kaget. Salah satu lengannya terangkat waspada menghalangi agar gadis itu tidak keluar dari dalam perlindungannya.


Ekspresi Xiu Qixuan yang dengan cepat berubah menjadi tersenyum manis, "Tidak apa-apa. Mengapa Anda terlihat begitu khawatir Yang Mulia?" Tanyanya dengan terkekeh kecil penuh sirat menggoda.


"Pria itu cukup berbahaya. Kamu jangan bertinggi hati!" Dengus Xia Qian Che dengan segera mengalihkan pandangannya yang bergetar samar.


Tiba-tiba suara tawa keras yang sinis terdengar dari arah depan mereka. Mozi tertawa dengan riangnya memancarkan udara kelam yang menekan. "Bukankah ini lucu? Seperti kisah bodoh mengenai seorang pahlawan yang menyelamatkan gadis cantik." Ucapnya.


"Yang Mulia Kaisar, apakah kamu berniat menjadi pahlawan itu?" Lanjut Mozi dengan ringan penuh ketidakacuhan. "Huh, kurasa tidak. Tanganmu sudah kotor dengan lumuran darah dari semua saudaramu yang sudah mati. Sangat tidak cocok untuk menjadi pahlawan, kan?" Suaranya tajam penuh ejekan yang sinis.


Setelah Mozi menyelesaikan kalimatnya, udara disekitar perlahan menjadi lebih dingin yang membekukan.


••••••••••••


魔鬼 : Móguǐ : Iblis


Jadi knpa xuan manggil Iblis Zi? karena karakter depan namanya yang sama dengan penyebutan dari kata iblis.


tdinya mau up bsk, tapi daripada kelamaan yaudh ku up skrng untuk menemani malam minggu kalian:)


Jgn lupa komment dan hadiahnya💖