
Berdiri dengan angkuh dan penuh wibawa diposisi tengah benteng pertahanan timur Kota Ping'an. Xiu Jierui berucap, "Melakukan penyerangan dengan tergesa-gesa hanya untuk menyelamatkan seorang Jenderal yang memang hidup atau matinya pun layak dimedan perang."
"Tidak tahu seberapa penting penjahat negara ini bagi kalian," Lanjut Xiu Jierui melirik kesamping untuk melihat Jenderal Suku Nanbao yang berada ditangan To Mu.
Terlihat urat kekesalan dan kemarahan diwajah pria tampan yang menjadi pemimpin pasukan Nanbao saat mendengar ucapan Xiu Jierui.
"Wakil Jenderal Xiu yang terkenal akan kemampuannya bertarung dan taktik militernya yang cerdas, bukankah hampir dipermalukan oleh Suku Nanbao kami? Kau sebenarnya terjebak—oleh karena itu kami dapat membunuh setengah dari prajuritmu yang menjaga pertahanan timur." Ucap Pemimpin Pasukan Nanbao dengan keras dan yakin.
"Entah orang seperti apa yang menggagalkan rencana kami karena terbaca olehnya," Lanjut Pemimpin Pasukan Nanbao, kedua bola mata pria tampan itu melirik Xiu Qixuan dan secara tidak langsung mereka bertatapan selama beberapa saat tetapi kemudian Xiu Qixuan melebarkan kelopak matanya untuk mempelototi pria itu.
'Humphh, Apa lihat-lihat? Memangnya sangat terlihat jelas aku yang menggagalkannya, ya?' Gumam Xiu Qixuan dalam hati kemudian dia mengalihkan pandangannya dari sesi bertatapan dengan pria itu.
Pria tampan yang menjadi pemimpin pasukan Nanbao itu memajukan langkahnya sedikit kedepan dan mengangkat sebelah lengannya untuk memberi kode agar para pasukannya bersiap melanjutkan pertarungan, kemudian berucap angkuh penuh otoritas "Tidak perlu dilanjutkan lagi omong kosong ini, kami akan menyelesaikannya dengan cepat."
Xiu Jierui mengangkat sebelah sudut bibirnya, tersenyum miring— mengangkat juga salah satu lengannya memberi intruksi untuk siap bertarung.
Sebenarnya Wakil Jenderal Kekaisaran Shen itu menyimpan kecemasan dihatinya, dia membawa bala bantuan ke pertahanan timur yang mengakibatkan kekuatan pertahan barat yang dipimpin oleh ayahnya berkurang untuk menghadapi ribuan pasukan Nanbao disana.
Xiu Qixuan melihat situasi yang menegangkan ini langsung maju dua langkah kedepan mendekati pembatas benteng.
Mereka tidak boleh kembali saling menyerang! Pasukan bala bantuan ini terlihat berguna untuk menurunkan moral musuh tetapi tidak memungkinkan untuk melawan dilihat dari keadaan beberapa prajurit yang kelelahan sepertinya mereka juga digunakan untuk mengikuti pertempuran dipertahanan barat.
"Hei—Kau tunggu dulu! atau orang ini akan dipenggal didepan wajahmu." Ucap Xiu Qixuan tanpa mengalihkan pandangnya gadis itu menarik kedepan Jenderal Pasukan Nanbao dengan salah satu lengannya agar lebih jelas terlihat oleh musuh didepannya. To Mu tetap menodongkan pedangnya kearah leher sang jenderal, dia mengikuti dan mensejajarkan tubuhnya dengan Xiu Qixuan.
Posisi mereka saat ini adalah Jenderal Pasukan Nanbao ditengah antara Xiu Qixuan dan To Mu sementara Xiu Jierui berada disamping belakang Xiu Qixuan. Dan Xiao Taoli berada dibelakang mereka semua tepatnya disebelah Komandan Wei.
"Dage~" Panggil Xiu Qixuan dengan cemas menolehkan wajahnya kesamping untuk melihat kakak pertamanya. Gadis itu seakan tahu bahwa kakak pertamanya akan mengerti maksudnya dengan jelas.
Xiu Jierui tidak menjawab dia tetap menatap tindakan sekecil apapun dari musuhnya didepan sana seakan menunggu untuk memberi perintah menyerang. Para Prajurit Shen sudah bersiap tempur dengan keahlian mereka masing-masing hanya tunggu intruksi menyerang dari sang Wakil Jenderal.
Situasi menegangkan terjadi selama beberapa detik dipertahanan Timur Kota Ping'an. Tidak ada yang mendengarkan ancaman Xiu Qixuan, Pria tampan yang menjadi pemimpin pasukan Nanbao itu terlihat acuh sepertinya ia tidak ingin menunjukan kelemahannya yang sangat ingin menyelamatkan sang Jenderal Nanbao.
Xiu Qixuan menutup kedua matanya dan menghela napas panjang saat melihat pria tampan itu perlahan-lahan menurunkan salah satu lengannya dan juga kakak pertamanya melakukan hal yang sama.
Tetapi sebelum gerakan intruksi menyerang itu selesai dilakukan, seseorang berlari menghampiri pria tampan pemimpin pasukan Nanbao.
"Lapor! Tuan Muda, Bala bantuan Anming merebut kembali Jizhao dan orang kita yang menjaga kota telah tewas. Sekarang bala bantuan Anming dengan cepat menuju Ping'an." Ucap salah satu pembawa pesan kepada pemimpin pasukan Nanbao.
"Tuan Muda Besar memerintahkan pasukan untuk mengurungkan pertarungan dan kembali menuju selatan," Lanjut pembawa pesan tersebut dan kemudian memberi hormat berbalik pergi saat pemimpin pasukan Nanbao memberi kode padanya.
"Aisin Tianyi, Kau Pengecut!" Geram Pemimpin pasukan Nanbao itu.
Salah seorang prajurit yang sepertinya memiliki otoritas lebih tinggi dari prajurit lainnya mensejajarkan dirinya dengan pemimpin pasukan Nanbao. Kemudian berucap, "Tuan Muda, lebih baik kembali ke selatan dan rencanakan kembali penyelamatan Jenderal Zhuting."
"Tidak bisa ditunda lagi, Kangjian. Lihatlah! pamanku sudah sangat menderita ditangan mereka. Lagipula kita sudah sejauh ini," Jawab Pemimpin pasukan Nanbao dengan amarah yang membara saat melihat penampilan Jenderal Zhuting ditangan To Mu dan Xiu Qixuan.
"Tetap lanjutkan pertarungan ini," lanjutnya dengan api yang membara.
"Sima Junke! Pasukan Nanbao dipertahanan barat sudah ditarik kembali—kita tidak dapat menang karena cepat atau lambat Jenderal Besar Xiu akan menyusul kemari." Peringat Kangjian dengan keras.
"Aku tidak perduli, kita hanya perlu menyelamatkan paman Zhuting." Jawab Pemimpin pasukan Nanbao yang ternyata bernama, Sima Junke.
"Tapi bagaimana dengan mereka? Keluarga mereka menunggu kepulangan mereka dengan selamat, Kau benar-benar akan menukar banyak kehidupan prajurit Nanbao untuk Jenderal Zhuting?" Ucap Kangjian mengarahkan pandangan kepada para pasukan Nanbao yang berbaris rapih.
Sepertinya Kangjian ini adalah pengawal pendamping atau istilah lainnya tangan kanan karena sangat tahu betul sifat Sima Junke yang akan luluh saat dirinya mengingatkan akan kehidupan prajurit dimedan perang.
Sima Junke menghela napas panjang dan kemudian dia berbisik pelan kepada Kangjian yang mengangguk mengerti.
"Pasukan Nanbao dengarkan perintah, Turunkan Senjata dan Kembali ke Selatan." Teriak Sima Junke dengan keras. Prajurit Nanbao yang menerima perintah langsung berbalik arah.
Xiu Qixuan membuka kelopak matanya kaget saat mendengar suara keras Sima Junke. Bertanya-tanya apakah rencananya berhasil mengancam dengan nyawa Jenderal Zhuting ini?
Xiu Jierui mengerutkan keningnya selama beberapa saat karena dia belum menerima berita dari pembawa pesan. Kemudian pria yang berstatus sebagai wakil jenderal itu menghela napas lega dan memberi kode kepada para prajuritnya untuk menurunkan senjata.
Saat musuh didepannya ini memilih untuk menyerah Xiu Jierui tidak berniat mengejar dan menghabisnya langsung karena dia tahu kemampuan pasukannya saat ini sangat terbatas.
Xiu Qixuan menghela napas lega tidak terjadi gencatan senjata, ini adalah suatu keberuntungan!
Gadis itu mengalihkan pandangan kesamping untuk menatap To Mu dan tersenyum bangga. To Mu yang melihat ekspresi itupun ikut tersenyum senang karena baginya ini suatu pencapaian berkontribusi dengan Nona Besar yang cantik dan juga cerdas.
Xiu Jierui mengalihkan sedikit pandangannya menatap Xiao Taoli untuk memberikan perintah kepada Xiao Taoli kembali ke pertahanan barat dan mencari tahu keadaan disana kemudian melaporkan padanya.
Terlihat dibawah sana prajurit Nanbao yang sudah setengahnya berbalik arah dan melangkah pergi tetapi Sima Junke dan Kangjian tetap berdiri menatap intens Xiu Qixuan dan To Mu yang berada disamping Jenderal Zhuting.
Kemudian Sima Junke berlari cepat mengunakan jurus peringan tubuh kearah depan.
Xiu Qixuan dengan pendengaran tajamnya mendengar deruan benda yang terbawa angin melesat cepat kepadanya. Gadis itu reflek menolehkan wajah dan terkejut melihat dua anak panah yang melesat satu kearahnya dan satu lagi kearah To Mu.
Dengan cepat dan tidak direncanakan Xiu Qixuan berbalik kemudian mendorong tubuh Jenderal Zhuting yang tepat berada disebelahnya— menyebabkan Jenderal Zhuting dan To Mu jatuh kelantai benteng yang kotor karena dorongannya yang terlalu kuat.
Panah yang mengarah padanya dapat ia hindari tetapi panah yang seharusnta mengarah pada To Mu menggores sedikit pungungnya.
Langkah dan Tubuh Xiu Qixuan sangat dekat dengan pembatas dinding benteng. Tanpa sengaja Xiu Qixuan terpeleset dan tubuhnya melampaui dinding pembatas—gadis itu jatuh kebawah benteng saat kedua kakinya menginjak lantai yang dihiasi lumut dan juga terdapat genangan darah.
'Aargghh,' Teriak Xiu Qixuan
Xiu Jierui berada tepat disamping belakang Xiu Qixuan, pria itu yang sedang berbicara kepada Xiao Taoli melihat dua anak panah melesat dan adik perempuanya hampir terjatuh kebawah benteng—dengan cepat bergegas berusaha menyelamatkan adiknya tetapi dirinya hanya dapat memegang sebelah lengan Xiu Qixuan yang berbandol Gelang Giok Biru.
"Xuan'er!" Teriak Xiu Jierui dengan panik. Pegangnya pada lengan Xiu Qixuan terlepas dan hanya dapat menyelamatkan Gelang Giok Biru milik Xiu Qixuan yang terlepas.
Bukan karena Xiu Jierui tidak kuat menahan lengan adiknya agar tidak terjatuh tetapi dia terlambat, Xiu Qixuan sudah meluncur jatuh kebawah itulah yang menyebabkan Xiu Jierui hanya dapat memegang dan melepaskan Gelang Giok Biru dari lengan Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan meluncur dari ketinggian benteng timur Kota Ping'an. Gadis itu menutup kedua matanya berusaha tetap tenang agar dapat memakai kekuatannya tetapi ketinggian benteng ini sangat tinggi memakai jurus peringan tubuh untuk pendaratan juga tidak cukup berguna karena dirinya masih tahap pembelajaran jurus peringan tubuh.
Merasakan hembusan angin yang menerpanya, kejadian ini mengingatkan ia akan detik pertamanya tiba ke Daratan Ca Li dengan cara jatuh dari atas langit.
'Hap' Sebuah lengan kokoh dan hangat menangkapnya agar tidak terjatuh.
Xiu Qixuan membuka kedua kelopak matanya melihat guratan wajah tampan dan kokoh milik Sima Junke yang berada tepat didepannya.
Beberapa saat gadis cantik tetapi absurd itu kehilangan fokusnya karena melihat dari dekat wajah tampan dan kokoh milik Sima Junke.
Sima Junke memang memiliki ciri khas dan pesona yang berbeda dari para pria kekaisaran Shen yang notabennya sangat terpelajar dan lembut. Mungkin karena Sima Junke berasal dari Suku Nanbao tubuhnya lebih hangat, kokoh, dan kulitnya lebih kasar.
'Tipeku! Sangat gagah,' Gumam Xiu Qixuan dalam hati dengan berbinar.
"Kenapa malah kau?!" Ucap Sima Junke dengan tidak suka.
Pria tampan itu sebenarnya menargetkan agar tubuh Jenderal Zhuting yang lemas itu terjatuh saat kedua panah tepat sasaran mengenai Xiu Qixuan dan To Mu yang memegang tubuh sang jenderal.
Sangat tidak menyangka kedua anak panah yang melesat cepat ditembakan oleh Kangjian sang ahli panahan Suku Nanbao dapat dideteksi dengan mudah oleh seorang Xiu Qixuan dari jarak jauh.
Rencana Sima Junke gagal oleh pelaku yang sama!
"Hei, kau! Turunkan aku," Ucap Xiu Qixuan saat mendapatkan kembali akal sehatnya, menggeliatkan tubuhnya berusaha melepaskan dekapan Sima Junke.
Darah merembes dari punggung Xiu Qixuan, goresan panah itu tidak dalam tetapi cukup menorehkan luka.
"Arghsss," Ringis Xiu Qixuan karena banyak bergerak menimbulkan rasa sakit dilukanya, gadis itu berusaha menyembuhkan punggungnya dengan aura kehidupan tetapi tidak berhasil.
"Diam!" Perintah Sima Junke dan kemudian mengubah posisi tubuh Xiu Qixuan mengangkat seperti karung beras dipundaknya.
Kemudian Sima Junke berlari zig-zag dan dengan cepat membawa tubuh Xiu Qixuan. Pria itu berucap pelan, "Kau sepertinya cukup berguna,"
Xiu Jierui yang melihat itu sangat panik dan mengambil alat panahan untuk memanah Sima Junke agar berhenti tetapi Sima Junke berlari dengan tidak menentu membuatnya sulit memposisikan anak panah yang akan ditembakan apalagi tubuh Xiu Qixuan berada tepat diatas pundak Sima Junke. Bagaimana kalau adiknya yang terkena anak panah?
"Penjahat, Jangan kau berani membawa pergi adikku!" Teriak Xiu Jierui dengan panik dan frustasi.
"Dagē, Tenanglah! Percaya padaku, Aku akan kembali sendiri!" Balas Xiu Qixuan berteriak, gadis itu tidak meminta untuk diselamatkan karena sudah terbiasa mengandalkan dan menopang dirinya disituasi serumit apapun.
"Jangan sia-siakan usahaku, tetap tahan orang itu!" Teriak Xiu Qixuan sekali lagi dengan sangat keras.
'Bukk,' Sima Junke memukul tengkuk akupuntur Xiu Qixuan yang membuat gadis itu jatuh pingsan. Alasannya sangat sederhana karena Xiu Qixuan memerintahkan Xiu Jierui untuk tetap menahan Jenderal Zhuting.
Sima Junke awalnya tidak tahu bahwa Xiu Qixuan adalah adik perempuan Xiu Jierui, pria itu awalnya hanya menebak-nebak hubungan apa yang terjalin antara mereka dilihat dari ekspresi Xiu Jierui yang panik saat melihat gadis yang sekarang berada didekapannya terjatuh dari atas benteng. Dia baru tahu kalau gadis ini adalah salah satu anggota keluarga Xiu saat Xiu Jierui berteriak dengan panik barusan.
••••••••••
Ngga up selama tiga hari karena sibuk di real life, ku ganti up lebih banyak dihari-hari berikutnya yaa gaiss. sepertinya akan bnyk waktu luangku kedepannya di-dedikasikan untuk cerita ini dan kalian yang para pembaca baikku.
Jangan lupa tetap kasih penilaian agar ratingnya terus naik kembali dan juga like, koment , hadiah dan votenya. luv:-*
Kira-kira dibawa kemana tuh Xuan'er?