Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Takut Kehilangan Xuan'er



Menurut informasi yang diberikan Xiao Rou, Pengkhianat yang membuka gerbang Kota Hu belum diketahui sampai saat ini.


Xiu Hong dahulu adalah Wakil Jenderal, tetapi mengapa dia bisa selamat tanpa luka parah dimedan perang? padahal seorang Jenderal Besar saja sudah hampir diambang kematian, cukup mencurigakan.


Saat ini Xiu Qixuan sedang belajar memainkan alat musik untuk melatih kemampuannya,


Dia bosan menjadikannya melakukan aktivitas belajar tersebut walaupun seorang diri,


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, menampilkan pria tampan dan lembut khas seorang sarjana muda.


"Kau bisa merusak pendengaran para pelayan dan penjaga Manor Xing," Ucapnya Sarkas


"Terimakasih pujiannya, Guru." Jawab Xiu Qixuan tersenyum manis.


"Itu bukan pujian," Dengus Ji Gui


Ji Gui duduk dan mengambil sitar itu dari atas meja tempat Xiu Qixuan meletakannya,


Ji Gui menaruh sitar itu dikedua kakinya yang tertekuk dengan posisi lotus,



"Guru, Kenapa anda datang? Hari ini bukan jadwal belajar, Saya belum mengerjakan tugas yang diberikan berulang kali itu," Ucap Xiu Qixuan menatap Ji Gui.


"Saya tidak akan memberikan tugas yang sama berulang kali kalau kau mengerjakannya dengan benar," Jawab Ji Gui


"Lagipula saya kesini untuk melihat kondisi tubuhmu," Lanjut Ji Gui mulai memetik sitar menghasilkan nada yang menenangkan.


"Guru, mengkhawatirkan Xuan'er? Oh, tentu saja Guru takut kehilangan Xuan'er." Ucap Xiu Qixuan percaya diri,


Ji Gui berhenti memetik sitar, dia menatap Xiu Qixuan dan berucap,


"Sepertinya tidak perlu memastikan lagi, Kondisi mu terlihat sangat baik," Ucap Ji Gui


Xiu Qixuan yang mendengar ucapan Ji Gui mendapatkan ide gila, Dia ingin bermain-main sebentar dengan gurunya karena bosan.


Xiu Qixuan memegang dada kirinya dan memasang wajah kesakitan,


"Argghh, Aku. arghh. Tidak. Bisa. Bernapas." Ucap Xiu Qixuan terengah-engah,


Ji Gui yang melihat itu langsung menaruh sitarnya dan menghampiri Xiu Qixuan dengan panik,


Mencoba memeriksa nadi Xiu Qixuan tetapi dia kebingungan karena detak nadi itu masih sama dengan aliran racun didalamnya, menjadikan dia tidak tahu kalau Xiu Qixuan membohonginya atau tidak.


"Argghhh." Erang Xiu Qixuan, melihat Ji Gui kebingungan saat memeriksa nadinya, dia berusaha membuat Ji Gui terganggu dan lebih memperhatikan kondisinya yang kesakitan.


"Guru." Panggil Xiu Qixuan pelan dengan mata berkaca-kaca, dia berusaha menahan tawa melihat Ji Gui yang menampilkan ekspresi panik--membuat matanya berkaca-kaca karena menahan tawa.


Aiyaa, Xiu Qixuan merasa dirinya berbakat menjadi aktris dengan bayaran termahal dan mendapatkan piala Oscar.


Tanpa aba-aba Ji Gui mengendong Xiu Qixuan didepannya,


Xiu Qixuan kaget dengan tindakan itu langsung melingkarkan tangannya dileher Ji Gui karena takut jatuh,


Ji Gui meletakan Xiu Qixuan diranjang, Xiu Qixuan masih terdiam membeku.


"Berbaringlah, Aku akan menyeduh obat pengurang rasa sakit untukmu," Ucap Ji Gui bergegas keluar kamar Xiu Qixuan,


Tetapi belum sempat dia melewati bilik pembatas Xiu Qixuan tersadar dari lamunannya lebih dulu,


Xiu Qixuan hendak berdiri untuk menghalangi Ji Gui menyeduh obat pahit itu untuknya, Dan ingin bilang kalau dia baik-baik saja dan hanya berpura-pura.


Tetapi dia tersandung oleh hanfu panjang yang dikenakannya dan membuatnya terjatuh terduduk,


"Brukk"


"Arghh," Ringis Xiu Qixuan


"Xuan'er," Panggilnya


Menggendong kembali Xiu Qixuan meletakannya lagi diatas ranjang. Ji Gui berjongkok didepan ranjang untuk mensejajarkan dirinya,


"Xuan'er, dimana yang sakit?" Tanyanya khawatir,


"Guru, Kau barusan memanggilku apa?" Tanya Xiu Qixuan memastikan pendengarnya denagn mata berbinar.


"Xuan'er, dimana yang sakit?" Tanya Ji Gui sekali lagi,


"Tidak ada, aku sudah baik-baik saja berkat guru, bukankah panggilan Xuan'er lebih sederhana dan mudah diucapkan?" Ucap Xiu Qixuan menggoda gurunya--karena sejak awal Ji Gui tidak mau memanggilnya Xuan'er, dia selalu memanggilnya dengan nama panjangnya yaitu Xiu Qixuan.


Ji Gui yang mendengar godaan Xiu Qixuan pun langsung tersentak mengerti bahwa dirinya dipermainkan, dia kesal juga malu--tidak bisa menyembunyikannya--dia bersemu merah.


Xiu Qixuan yang melihat Ji Gui terdiam membeku dengan telinga yang bersemu merah pun langsung terkikik geli,


"Apa yang kamu tertawakan? Tidak ada yang lucu," Ucap Ji Gui menatap tajam Xiu Qixuan untuk menyembunyikan rasa malunya,


Ji Gui berdiri dan berniat pergi, tetapi Xiu Qixuan menarik lengan bajunya,


"Guru, jangan marah. Xuan'er, Tidak berani membuat guru marah dan kesal. Hati Xuan'er sakit kalau melihat suasana hati guru yang buruk," Rayu Xiu Qixuan polos menarik-narik lengan baju Ji Gui.


"Gadis ini, bukankah dia yang selalu membuatku kesal setengah mati? Masih berpura-pura polos," Ucap Ji Gui dalam hati,


Ji Gui menghela napas panjang, kemudian berucap.


"Tidak baik seorang gadis berdiam diri dengan seorang lelaki asing didalam ruangan tertutup," Peringat Ji Gui


"Bodoh, hal dasar seperti ini aja kamu lupakan." Lanjutnya, menempelkan jari ke kening Xiu Qixuan dan menyentilnya pelan.


Xiu Qixuan melepas pegangannya dari lengan baju Ji Gui, dia mengusap keningnya dan merenggut sebal karena di katai bodoh.


Ji Gui berjalan keluar bilik pembatas ruangan dan kamar tidur, dia kembali ke ruang tamu dan mengambil sitar.


Xiu Qixuan menyusulnya kemudian duduk di depan Ji Gui,


Menikmati musik yang dimainkan Ji Gui dan membuat Xiu Qixuan jatuh tertidur dengan meletakan kepala diatas meja,


Ji Gui yang melihat Xiu Qixuan tidak memasang kewaspadaan dengannya pun hanya menggelengkan kepala, Gadis ini entah masih begitu polos akan dunia atau dia begitu mempercayainya.


Beruntungnya Ji Gui bukan orang jahat yang mengambil setiap kesempatan yang ada, bagaimana kalau Xiu Qixuan bertemu orang jahat, bukankah gadis ini akan berakhir dengan buruk?


Entah sejak kapan rasa ingin melindungi itu muncul, Ji Gui tidak mengelaknya dia ingin melindungi Gadis Kecil ini.


Ji Gui tidak tahu masa lalu apa yang terjadi pada gadis kecil ini saat dulu tinggal seorang diri di Desa Kui, Bagaimana cara dia bertahan hidup dan bagaimana dia bisa dikejar para pembunuh kejam, Ji Gui tidak tahu.


Ji Gui hanya tahu gadis ini membutuhkan perlindungannya, Ji Gui tidak bisa membiarkan gadis ini terluka lagi, Ji Gui menyukai setiap godaan gadis didepannya, Ji Gui ingin melihat tingkah bodoh dan cerobohnya setiap kali mereka bertemu, atau melihat sifat bijaksana dan cerdasnya gadis ini--yang selalu tersembunyi karena tertutupi oleh tingkah ceroboh dan nyelenehnya.


Ji Gui membenarkan sejuntai rambut yang menutupi wajah Xiu Qixuan, dia tersenyum melihat wajah polos Xiu Qixuan saat tertidur dan terdengar suara mendengkur, membuatnya tidak tahan tersenyum geli.


Sebuah kertas dengan tulisan yang tidak begitu bagus terlihat dibawah meja yang ditempati Xiu Qixuan,


Ji Gui mengambil kertas itu dan membacanya,


"Aku--seekor serigala kuat yang tidak memakan kelinci lemah tak berdaya, seekor serigala kuat yang tahu akan kemampuannya adalah ia yang hanya akan menerkam rubah menyebalkan dan serigala lain yang menganggunya,"


"Tertanda Xiu Qixuan"


Dibawah tulisan itu terdapat kalimat lain,


"Er'ge, sekarang aku mengerti maksudmu, perumpamaan-mu sangat membantu, kau cocok menjadi guru, tidak seperti guruku yang tampan tetapi menyebalkan. Aku bercanda, Guru--kau yang paling baik,"


Ji Gui membaca itu dengan serius dan menahan senyum,


•••••••••