
Senyum penuh kelegaan dengan kabut samar dikedua mata milik Xiu Huanran, pria itu perlahan membalas pelukan sang adik dengan sangat erat. "Syukurlah, syukurlah." Gumamnya dengan berulangkali mengecup pucuk kepala Xiu Qixuan.
Mo Ji Gui juga menyaksikan adegan penuh kehangatan itu, dia ingin sekali menarik Xiu Qixuan kedalam pelukannya dan menanyakan keadaan gadis cantik ini. Tetapi Mo Ji Gui cukup tahu diri dan mengetahui dengan jelas bahwa statusnya tidak pantas untuk melakukan hal tersebut.
Keanggunan yang tampan ini memilih untuk mengurungkan niat hatinya, perlahan bibirnya melengkungkan senyum samar dengan pancaran kelembutan memandangi punggung Xiu Qixuan yang berada dalam pelukan Xiu Huanran.
Setelah beberapa waktu, kakak beradik ini melepaskan pelukan mereka, Xiu Huanran segera menangkup wajah sang adik dengan teliti memeriksa keseluruhan pancaran raut wajah yang hidup itu.
'Tukk,' Pria itu menyentil dahi Xiu Qixuan dengan keras. "Gadis bodoh yang merepotkan dan tidak berbakti, kau ini menakutiku sampai mati." Cercaan keluar dari mulut tajam Xiu Huanran.
Xiu Qixuan tidak merenggut ataupun meringis, gadis itu hanya balas tersenyum dalam dengan mata yang berair.
"Sudah, jangan menangis lagi." Ucap Xiu Huanran dengan menyeka airmata yang masih mengalir diwajah sang adik. Setelah itu dia beranjak berdiri dan sedikit membungkukkan tubuh untuk mengulurkan tangannya kearah Xiu Qixuan, "Ayo, gege bantu kamu berdiri. Angin musim dingin tidak baik untuk kesehatan." Lanjutnya dengan tersenyum hangat.
Xiu Qixuan mengangkat pandangannya dan balas menatap dengan senyuman manis yang merekah hangat seperti bunga musim semi. Perlahan tangannya terulur untuk menyambut bantuan yang diberikan oleh sang kakak.
Tubuh ramping itu sudah berdiri tegak dengan pancaran semangat yang hangat dari jiwa di dalam raga.
Xiu Huanran yang melihat itu merasa sangat bahagia sampai menjadi linglung, "Xuan'er, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Apa yang dilakukan Pria Nanbao itu? Kalau kau ingin, gege akan membantumu." tanpa disadari dia melontarkan pertanyaan yang membuncahkan ingatan Xiu Qixuan akan kejadian memilukan yang sudah gadis itu alami.
Kedua mata milik Xiu Qixuan mengerjap, dengan cepat dia menarik tangannya dari genggaman Xiu Huanran.
'Arghh,' Ringis Xiu Qixuan dengan mencengkeram kepalanya yang terasa sangat sakit seperti ribuan panah memecahkan otaknya. Aliran darah dalam nadinya berpacu, dia merasakan sesuatu menyumbat tenggorokannya. 'Uhukk,' suara batuk tidak tertahankan, dia segera memuntahkan segumpalan darah berwarna hitam kotor.
Tubuhnya melemas dan limbung kebelakang, Mo Ji Gui segera menangkapnya. Sementara itu, Xiu Huanran mematung penuh kekalutan dengan perubahan yang terlalu tiba-tiba.
Xiu Qixuan kehilangan kesadaran karena tidak dapat menahan rasa sakit yang di deritanya.
"Aku akan membawanya kembali untuk melakukan pemeriksaan," Ucap Mo Ji Gui dengan tenang. Pria itu seolah mengetahui bahwa akan ada efek mengejutkan seperti ini.
Dengan cepat Mo Ji Gui membopong tubuh Xiu Qixuan dan melangkah perlahan untuk membawa gadis itu kembali penuh sirat kehati-hatian yang khusus.
•••••••••••
Bara-nya api terbakar dalam lubang penghangat ruangan. Semerbak aroma dupa menenangkan hati.
Terlihat sosok keanggunan yang tampan itu sangat teliti dalam menangani kondisi medis yang di derita oleh gadis cantik yang sedang tertidur nyenyak diatas ranjang.
"Ji Gui, bagaimana?" Suara Xiu Huanran yang berjalan melewati tirai untuk mengamati keadaan sang adik.
"Tidak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja. Hanya jatuh tertidur karena kelelahan." Jawab Mo Ji Gui beranjak berdiri dan segera merapihkan kotak peralatan medis miliknya.
"Sesuatu hal yang mengejutkan akan merangsang syaraf otak untuk kembali bekerja normal. Secara tidak sengaja kau tadi melakukan hal tersebut, saat ini otaknya sedang bereaksi untuk pulih." Jelas Mo Ji Gui dengan lugas dan sangat meyakinkan.
Xiu Huanran menghela napas lega dan mengangguk mengerti karena jika seorang Mo Ji Gui sudah berkata seperti itu berarti memang tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.
•••••••••••
Sebuah mimpi mengambang dan harum dengan ribuan ingatan yang membuncah satu demi satu dalam pikiran.
Dalam mimpi tersebut tubuhku melayang dan berpindah-pindah menyaksikan adegan demi adegan di dalam ingatan. Mungkin ada beberapa hal yang terlewatkan tetapi bukankah itu lebih baik?
Pada saat ini, aku berada dihamparan luasnya lembah pegunungan. Udara yang familiar ini membuatku merasakan kenyamanan.
"Sudah kembali," Suara magnetis milik seorang wanita yang terkesan angkuh dan acuh.
Aku membalikan tubuhku dan melihat sosok wanita dengan ekor rubah terduduk dengan postur elegan.
"Baijin.." Panggilku dengan penuh keraguan.
"En, ini aku." Jawab Baijin Hu dengan mengangguk pelan. "Kemarilah," Lanjutnya.
Aku melangkah dan terduduk disampingnya. Dengan mengedarkan pandangan kesegala penjuru seperti sedang menelusuri tempat ini.
"Kau mengalami peningkatan kekuatan, hal itu mempengaruhi perubahan dalam dunia kecil kipas emas." Jelasnya seolah dapat menebak isi pikiranku.
Dunia kecil kipas emas menjadi lebih luas dengan beberapa tempat baru di dalamnya. Sungguh menakjubkan!
Mungkin kalau Xiu Qixuan yang dulu akan bersemangat untuk menelusurinya tetapi Xiu Qixuan yang hari ini tidak mempunyai keinginan untuk melakukan hal itu. Jujur saja aku sangat kelelahan.
"Hm, kau dapat berubah menjadi bentuk manusia juga karena peningkatan itu, bukan?" Jawabku acuh tak acuh seakan hal ini tidak ada hubungannya denganku.
Baijin Hu menjawab dengan mengangguk pelan. "Kerja bagus, gadis kecil. Kau dapat menyelesaikan semua tugasmu dengan cepat karena peningkatan demi peningkatan yang kau alami." Ucapnya dengan memandang tulus kearahku.
Aku balas menatapnya dengan pandangan dalam, "Tetapi mengapa hatiku terasa begitu sakit?" Ucapku dengan sendu.
"Aku nyaris saja tercekat dengan semua hal ini, aku sama sekali tidak merasa senang, aku hanya ingin kembali. Dapatkah?" Lanjutku dengan muram penuh permohonan.
Baijin Hu balas tersenyum tipis, "Gadis bodoh, kaulah yang menjerat dirimu sendiri. Perasaan yang melembut akan membuatmu mudah terpedaya dan menjadi serakah akan kehangatan cinta." Suaranya begitu dalam dan masuk kerongga hatiku yang seketika mencelos hebat.
"Alesha Djingga, ingatlah bahwa semua orang di Daratan Ca Li tidak memiliki hubungan denganmu. Selesaikan dan kembalilah tanpa terjerat akan perasaan tak berdasar." Peringatnya dengan tajam dan sarkas.
Tubuhku membeku, perkataannya tepat seperti ratusan jarum yang menusuk kedalam hatiku. Itu adalah suatu kebenaran yang tak dapat ter-elakan. Sebuah nama yang tidak pernah disebutkan lagi itu sebagai bentuk penekanan olehnya bahwa aku adalah orang asing yang tak mungkin.
Sesak dalam dada membuatku menarik napas panjang berusaha untuk menguraikannya. "Aku mengerti." Jawabku mantap tanpa sirat emosi. Tetapi sangat jelas bahwa aku sedang berusaha menahan lonjakan perasaan ketidakrelaan.
Baijin Hu menghela napas panjang seperti sedang membuang kepenatannya oleh tingkahku.
Aku tertawa serak penuh kepalsuan dengan mengedarkan pandangan, "Dimana Lao Yong?" Tanyaku mengalihkan topik saat tidak menemukan keberadaan sang harimau menyebalkan itu.
End POV.
••••••••••••