Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Lebih Cepat, Lebih Giat.



Terlihat wanita cantik yang sedang hamil muda duduk di kursi panjang dengan postur anggun dia menyulam—dikedua tangannya terdapat seutas benang, jarum dan kain.



"Dimulai dari dua titik yang dilewati jarum kemudian pegang benang dibagian ujung—" Jelas Yao Yunmei memberi arahan kepada Xiu Qixuan.


Sudah beberapa kali Yao Yunmei mengajari dasar-dasar menyulam pada Xiu Qixuan, tetapi gadis ini sungguh tidak kunjung mengerti penjelasannya.


"Tidak— Bukan begitu! Kau akan membuatnya menjadi sangat berantakan— Sulaman apa ini?! sangat tidak layak, lebih buruk dari sebelumnya— Buat kembali," Ocehan Yao Yunmei terdengar dari dalam ruangan di Manor Xing milik Xiu Qixuan.


"Kakak Ipar dilanjutkan besok saja, Bagaimana?" Bujuk Xiu Qixuan dengan nada memelas, Gadis ini sudah kelelahan sangat lama terduduk tegak dengan postur yang harus anggun dan bagus—karena kalau dia terlihat membungkuk sedikit saja Yao Yunmei akan memukul pinggangnya dengan kayu panjang.


Sebenarnya kayu panjang itu memang disiapkan untuk berlatih etiket milik Kepala Pengurus Qi Li, tetapi dengan izin Xiu Huanran yang sebelumnya datang ke Manor Xing setelah tahu berita mengenai adiknya yang kembali berulah, pria itu memberi izin kepada Yao Yunmei memakai kayu panjang itu untuk mengintimidasi Xiu Qixuan.


"Tidak bisa. Kesalahan ada padamu, hanya membuat satu sulaman bunga mawar kecil kau pun menghabiskan waktu yang cukup lama." Jawab Yao Yunmei dengan galak memberitahu resiko yang harus ditanggung sendiri oleh Xiu Qixuan.


Yao Yunmei tahu kalau adik ipar perempuannya ini termasuk tipe yang mudah belajar dan beradaptasi. Tetapi, mengapa menyulam dasar saja tidak bisa? Itu dikarenakan Xiu Qixuan tidak memiliki kemauan untuk mempelajari hal ini. Tentu saja kemampuannya dibidang ini tidak akan memiliki kemajuan jika tidak memiliki kemauan dan niat.



"Cih, Aku tidak mengerti, kenapa kalian para wanita bangsawan menyukai kegiatan ini. Sebenarnya untuk apa hal ini? Menghilangkan kebosanan? Padahal masih banyak kegiatan menyenangkan lain yang dapat menghilangkan bosan." Gerutu Xiu Qixuan tidak perduli jika didengar Yao Yunmei, asal postur tubuhnya tetap sesuai—dia tidak akan kena pukul kayu panjang dipinggangnya.


"Kediaman ini besar kemudian memiliki harta dan uang yang cukup berlimpah, kenapa tidak memakainya untuk menyuruh seorang ahli membuat sulaman." Lanjut Xiu Qixuan memberi saran dengan tetap mengeluh.


"Xuan'er, mungkin kami dapat membayar seorang ahli untuk menyulam tetapi menyulam bukan hanya dilakukan oleh para wanita bangsawan. Tetapi, para rakyat yang tidak memiliki uang berlebih diluaran sana juga menyulam. Seorang istri, ibu dan putri memberikan hasil sulaman mereka kepada suami, anak ataupun ayah mereka, memberikannya kepada orang yang mereka cintai menandakan ketulusan. "


"Adapun ketika seorang prajurit berangkat ke medan perang, orang yang mencintai mereka akan memberi sapu tangan hasil sulaman mereka sendiri kemudian diikatkan ke salah satu lengan prajurit itu untuk mengingatkan bahwa mereka menunggu kepulangnya dengan selamat." Jelas Yao Yunmei memberi pengertian.


Xiu Qixuan memasang telinga nya lebar-lebar, mendengarkan penjelasan Yao Yunmei dengan seksama. Gadis itu sedikit termenung sejenak dan kemudian mengangguk mengerti.


"Lagipula kau hampir dipermalukan oleh Xiu Yue karena tidak bisa menyulam, seharusnya kau belajar menyulam dengan giat agar tidak mengulangi kejadian itu." Ucap Yao Yunmei mengungkit kejadian saat dimana dirinya menolong Xiu Qixuan meloloskan diri.


"Aku tahu, tetapi gadis bodoh itu tidak akan mencoba menjatuhkan lagi dengan cara yang sama karena itu akan mengurangi hasilnya. Kalau memang dia tetap memakai cara yang sama berarti gadis itu bukan bodoh lagi tetapi memang tidak memiliki otak." Jawab Xiu Qixuan dengan ekspresinya yang sangat acuh—masih tetap fokus pada kain dan utasan benang didepan matanya.


Memang benar apa yang dikatakan Xiu Qixuan. Kalau Xiu Yue tetap memakai cara yang sama memaksanya menyulam itu akan memberikan hasil yang tidak akan berimbas besar padanya dan terlihat sia-sia saja.


Saat itu Xiu Yue sudah memaksanya menyulam didepan para Nona Bangsawan lainnya tetapi Xiu Qixuan hanya diam dan tidak melakukan apapun, sejak saat itu juga orang yang melihat kejadian tersebut tahu bahwa Xiu Qixuan tidak dapat menyulam tetapi Xiu Yue sengaja memaksanya agar membuat malu kakak sepupunya.


Xiu Qixuan dihadapi dua pilihan yang ditawarkan Xiu Yue padanya secara tidak langsung.


Pertama, menolak secara terang-terangan bahwa dirinya tidak dapat menyulam berarti Xiu Qixuan tidak cocok menjadi wanita apalagi dengan status Nona Besar Keluarga Xiu. Sedangkan Kedua, Xiu Qixuan tetap memaksakan diri karena memiliki harga diri yang cukup tinggi dan tetap membuat sulaman dengan hasil yang buruk akan lebih membuat malu diri sendiri.


Yao Yunmei memang menggagalkan rencana itu tetapi para Nona Bangsawan yang hadir di sana tidak akan lupa kejadian tersebut. Kalau memang diulangi sekali lagi keantusiasan para Nona Bangsawan itu akan berkurang, mengira Xiu Yue cukup bodoh karena tidak dapat memikirkan dan melakukan rencana lain.


'Tak,' Suara Pukulan Keras yang cukup nyaring terdengar.


Xiu Qixuan sedikit meringis tetapi dia tidak memberikan reaksi yang cukup besar.


"Seorang gadis dilarang berbicara kasar," Peringat Yao Yunmei


'Humph,' Dengus Xiu Qixuan tidak memiliki tenaga untuk membalas, gadis itu sedang fokus agar kegiatan menyulam ini cepat diselesaikan.


"Apa yang kau katakan memang benar, Xiu Yue mungkin tidak akan mengunakan cara yang sama untuk menjatuhkanmu. Tetapi, bagaimana jika dimasa depan ada orang lain yang berniat menjatuhkanmu dengan cara seperti Xiu Yue?" Ucap Yao Yunmei menatap sang adik ipar dengan dalam, wanita hamil itu sedang memberi nasihat.


Xiu Qixuan yang sedang fokus membuat sulaman memdengar setiap untaian kalimat tersebut dengan cepat menolehkan wajah balas menatap Yao Yunmei.


Menghela napas panjang, kemudian dirinya menjawab, "Aiyaa, terlalu rumit. Tidak tahan lagi," dengan memasang ekspresi seakan dirinya tersakiti dan tertekan karena ditindas.


Yao Yunmei tertawa kecil karena mengira Xiu Qixuan sedang mengeluh karena belajar menyulam, ekspresi gadis didepannya ini sangat menggemaskan. Padahal kenyataannya Xiu Qixuan sedang mengeluhkan banyak sekali hal dari kalimat yang dia lontarkan tersebut.


Yang dikatakan Yao Yunmei benar, dirinya tidak tahu dimasa depan akan bertemu seorang penganggu atau seorang pendukung. Xiu Qixuan harus lebih mawas diri.


Mengubah ekspresinya menjadi serius dengan cepat. Xiu Qixuan berucap, "Kau benar. Aku harus dengan cepat mengisi dan melengkapi celah di diriku kemudian menjadi lebih baik agar para penganggu itu tidak mudah menyentuhku."


"Aku hampir selesai. Ajarkan aku bagaimana membuat daun dibawah bunga ini," Ucap Xiu Qixuan dengan berinsiatif untuk belajar.


Mendengar perubahan mendadak dari adik didepannya Yao Yunmei hampir saja menjatuhkan rahangnya.


*****


"Aku pergi dulu. Dua hari lagi kita akan—" Ucapan Yao Yunmei terpotong.


"Kakak Ipar tidak ingin makan malam bersama lebih dulu dan baru kembali?" Tanya Xiu Qixuan dengan perhatian.


"Tidak, aku akan makan bersama Xiu Jierui yang mungkin sedang dalam perjalanan kembali." Jawab Yao Yunmei menolak tawaran Xiu Qixuan.


"Aiyaa—Memang pasangan yang sedang kasmaran. Ah, entah mengapa aku tiba-tiba merasa sangat bangga," Ledek Xiu Qixuan dengan menggelengkan kepala dan menepuk dadanya memasang ekspresi bangga.


"Baiklah—Baiklah. Sangat berterimakasih kepada Xuan'er," Ucap Yao Yunmei menarik kedua pipi Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan menepuk kedua tangan Yao Yunmei yang berada di kedua pipinya agar wanita hamil itu berhenti mencubit pipinya. Yao Yunmei melepaskan cubitan itu dan menarik tangannya kemudian melangkah keluar ruangan.


"Tunggu—" Panggil Xiu Qixuan membuat Yao Yunmei berbalik dan memberhentikan langkahnya.


"Kakak ipar, bisakah kau mengajari-ku menari?" Tanya Xiu Qixuan dengan tatapan penuh permohonan.


Yao Yunmei mengerutkan kening sejenak tetapi kemudian dia tersenyum lembut dan mengangguk menyetujui permintaan Xiu Qixuan.


'Tunggu dan lihat saja, Xiu Yue. Sekalinya aku menari—seujung kuku-ku pun kau tidak dapat menyamai bagusnya. Urusan menari seorang fan-girl sepertiku sedikit dapat diandalkan,' Gumam Xiu Qixuan dalam hati.


Walaupun tidak memiliki pengalaman menari seperti Xiu Yue dan Yao Yunmei tetapi Xiu Qixuan sering menonton video yang menampilkan idolanya sedang menari dan dibeberapa waktu dia dapat mengikuti gerakannya.


••••••••


"Apa yang kau lakukan? Memakai pakaian berlatih, bukankah di tempatmu seharusnya sedang malam hari?" Tanya Baijin Hu melihat kedatangan Xiu Qixuan.


Rubah surgawi itu sudah hafal mengenai jadwal kedatangan Xiu Qixuan untuk berlatih. Yang dapat di pasti bukan di jam saat ini yang seharusnya ditempat gadis itu sudah sangat larut malam.


Xiu Qixuan tidak menjawab dan hanya melangkah kedalam pavilun kecil yang terdapat sebuah meja kudapan dan teh diatasnya.


Dunia Kecil Kipas Emas sudah lebih bagus dan luas dari sebelumnya. Disini sudah terdapat siang hari dan sebuah bangunan kecil tempat bernaung. Beberapa bulan ini, kedua hewan surgawi dan tempat inilah yang membantunya meningkatkan kemampuan bela diri.


Disuatu hari Xiu Qixuan pernah bertanya dan memperlihatkan Buku Seni Beladiri Sekte Xitian. Lao Yong dan Baijin Hu secara berurutan menjawab seperti ini saat melihat isi buku tersebut,


"Terlihat familiar, sepertinya memang kemampuan bela diri para dewa dan dewi yang berperingkat rendah."


"Hanya ilmu beladiri yang biasa saja."


Tidak tahukah mereka bahwa ilmu yang mereka bilang biasa saja dan kecil di alam surgawi sana tetapi di Daratan Ca Li ini sudah banyak yang mengincar dan berebut kemudian merenggang nyawa karena ilmu didalam buku ini.


Xiu Qixuan mendudukan diri didepan meja kudapan dan menuangkan teh kedalam cangkir kemudian membuka buku Sekte Xitian untuk mempelajarinya. Barang ditempat ini semua dibawa dan disiapkan oleh Xiu Qixuan dari Kediaman Xiu.


"Baijin, Dimana Lao Yong?" Tanya Xiu Qixuan tidak melihat keberadaan sang harimau besar. Gadis itu menolehkan wajah menatap sang rubah surgawi yang mengikutinya masuk kedalam pavilun.


"Sedang berjemur di dekat aliran sungai kecil," Jawab Baijin Hu dengan singkat.


"Cih, bergaya sekali harimau tua itu. berjemur untuk apa coba," Decih Xiu Qixuan kemudian terkekeh pelan.


"Ada apa? Ku perhatikan kau sedang gelisah?" Tanya Baijin Hu dengan menatap serius Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan terdiam cukup lama dan kemudian menjawab, "Aku tidak tahu, tetapi sejak tadi perasaanku tidak enak dan aku tidak dapat tertidur. Terus menerus terlintas dibenakku untuk berlatih lebih giat lagi dikarenakan akan segera terjadi sesuatu,"


•••••••••••