
Kedua gadis cantik berjalan beriringan dengan tujuan yang sama tetapi tempat yang berbeda yaitu kembali ke halaman pribadi tempat mereka tinggal. Aiya, bukan kedua gadis tetapi satu orang gadis dan satu orang wanita, Karena salah seorang dari mereka baru saja melangsungkan pernikahan.
"Kakak ipar, bagaimana rasanya menyandang status sebagai seorang Istri Wakil Jenderal?" Tanya Xiu Qixuan pada Yao Yunmei, mereka tidak menaiki tandu yang disediakan tetapi malah memilih berjalan kaki.
Memang tidak ada yang salah dari pertanyaan yang dilontarkan Xiu Qixuan, tetapi bagi orang yang mengerti seperti Yao Yunmei dia sangat paham maksud Xiu Qixuan.
Kalau Xiu Qixuan benar-benar polos dan tulus akan pertanyaannya, dia akan bertanya bagaimana rasanya menjadi seorang istri. Tidak semestinya dia menanyakan hal itu sekaligus menyebut status kakak lelaki pertama-nya. Secara tidak langsung gadis ini hendak menanyakan perasaannya menjadi bagian keluarga Jenderal Kekaisaran Shen!
Yao Yunmei memberhentikan langkahnya dan memperhatikan sekitar hanya ada beberapa pelayan terpercaya Keluarga Xiu.
Yao Yunmei menghela napas dan menatap dalam adik ipar perempuannya. Dia ingin menjelaskan pada gadis didepannya ini yaitu ada beberapa hal yang memang harus diperjelas dan ada beberapa hal yang memang cukup disimpan rapat.
Yao Yunmei tahu bahwa Xiu Qixuan cerdas tetapi saat kecerdasan seperti ini dipakai di Ibukota Anming tingkat resiko kegagalannya cukup tinggi, Xiu Qixuan masih terlalu dini dan cukup gegabah. Adik Iparnya ini masih perlu dilatih!
"Xuan'er, kau menanyakan perasaanku sebagai seorang istri atau menanyakan perasaanku menjadi bagian Keluarga Xiu?" Tanya Yao Yunmei blak-blakan kepada adik iparnya.
Ada sedikit percikan terkejut di balik kedua bola mata Xiu Qixuan, tetapi itu tidak berlangsung lama.
Xiu Qixuan sudah alih dalam mengendalikan dirinya sendiri karena selama tiga bulan ini dia terus berbohong dan berakting banyak hal didepan orang yang berbeda-beda.
Menutup wajahnya dengan lengan bajunya, Xiu Qixuan bertindak seperti seorang gadis pemalu. dia kemudian berucap,
"Aiyaa, Kakak Ipar bukankah kau terlalu kaku? Atau jangan-jangan kau malu? Aku hanya penasaran bagaimana rasanya menjadi seorang istri,"
"Berhenti bicara sambil berdiri dan menyakiti punggungmu(1)," Ucap Yao Yunmei dengan tegas.
Xiu Qixuan menurunkan lengan bajunya, ekspresinya langsung berubah drastis tidak ada lagi tingkah pemalu seorang gadis kecil. Dirinya menatap Yao Yunmei dengan pandangan teguh, dan sesekali mendengus kesal karena tindakannya barusan dikacaukan dengan kalimat yang dikeluarkan Yao Yunmei.
Xiao Rou yang berada dibelakang bersama dua orang pelayan pendamping milik Yao Yunmei, mereka melihat situasi kedua majikan mereka yang sedang saling menatap, aura diantara keduanya cukup tidak bersahabat.
Tetapi Xiao Rou melihat Yao Yunmei sangat tenang--tidak seperti Xiu Qixuan yang mengeluarkan aura tidak bersahabat.
"Kakak Ipar, aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu. Aku rasa kau cukup cerdas untuk mengerti maksudku," Jawab Xiu Qixuan dengan lugas.
"Adik Ipar Perempuan, kau harus mengerti. beberapa hal memang perlu diperjelas dan ada juga beberapa hal yang cukup disimpan rapat tanpa perlu bertanya mengapa," Ucap Yao Yunmei memberi nasihat.
"Tidak perlu menyiratkan maksud lain dari setiap kalimat yang kau lontarkan padaku,"
"Kalau kau ingin memperjelas tentang kedatanganku ke Kota Ping'an--kau bisa berkunjung ke Manor Hui untuk bertemu denganku,"
"Sangat tidak cocok untuk berbincang disini," Lanjut Yao Yunmei meneruskan langkahnya diikuti oleh kedua pelayan pendampingnya.
Xiu Qixuan masih diam memandang punggung Yao Yunmei, Wanita ini sungguh berani mengajarinya seakan-akan dirinya sendiri sangat ceras.
'Hei, kalau kau sangat cerdas kenapa tidak menetap di Ibukota dan menikah dengan seorang pangeran berstatus tinggi? dengan kecerdasaan itu sungguh sangat di-sayangkan malah mengasingkan diri di Kota Perbatasan dan menggangguku,' Gumam Xiu Qixuan kesal di dalam hati.
Xiu Qixuan dengan kekesalan yang belum mereda tetap melanjutkan perjalanannya, dia tidak menuju Manor Xing tetapi menuju Manor Hui tempat tinggal Xiu Jierui.
"XuanXuan, Apakah secepat itu kau lupa? ini bukan arah menuju Manor Xing!" Ucap Xiao Rou berbicara pelan disamping telinga Xiu Qixuan. Dia mengira bahwa majikannya melupakan jalan menuju halaman tempat mereka tinggal, karena Xiao Rou tahu bahwa majikannya ini mempunyai navigasi yang sangat buruk untuk mengingat arah.
"Aku tidak lupa, kita akan menuju Manor Hui. Aku ingin memperjelas beberapa hal kepada Kakak Iparku Tercinta. Tidak ada seorang-pun yang diizinkan menindasku, termasuk dirinya!" Jawab Xiu Qixuan dengan membara karena kekesalan yang belum mereda.
Sesampainya di Gerbang Manor Hui, pintu besar itu dijaga oleh empat prajurit dengan pakaian yang berbeda sepertinya pakaian yang belum pernah Xiu Qixuan lihat itu adalah bawahan khusus milik Yao Yunmei yang diberikan oleh Perdana Menteri Yao Xin.
Pintu Besar yang menjadi Gerbang Manor Hui terbuka--mengizinkan Xiu Qixuan lewat memasuki Manor. Tentu saja harus terbuka dan membiarkan Xiu Qixuan masuk, kalau tidak Xiu Qixuan akan merusuh disini memanggil-manggil nama Yao Yunmei yang sudah mengundangnya.
Xiu Qixuan memasuki bangunan yang berwarna abu-abu itu, hanya Manor Hui yang mempunyai artistektur bergaya kuno minimalis dan berwarna abu-abu.
Yao Yunmei sudah mengira bahwa Xiu Qixuan akan mengikutinya menuju Manor Hui, dia sudah menunggu dengan terduduk anggun menuangkan teh ke cangkir.
Xiu Qixuan memasuki ruangan tersebut dan memposisikan dirinya didepan Yao Yunmei, saat pintu ruangan sudah tertutup oleh pelayan pendamping milik Yao Yunmei--Xiu Qixuan tidak berbasa-basi langsung menanyakan beberapa hal.
"Apa tujuanmu memasuki Kediaman Xiu? Kau mata-mata yang dikirim seseorang?" Tanya Xiu Qixuan blak-blakan, bahkan dia tidak memanggil Yao Yunmei dengan sebutan kakak ipar lagi, dirinya sedang tidak berpura-pura saat ini.
Yao Yunmei tersenyum menatap Xiu Qixuan,
"Adik Ipar, minumlah terlebih dahulu teh khusus yang kusiapkan untukmu, teh ini cukup terkenal di Ibukota Anming." Ucap Yao Yunmei menyodorkan secangkir teh kepada Xiu Qixuan.
"Kau menaruh racun didalam teh tersebut?" Tanya Xiu Qixuan--dengan bodoh dan percaya dirinya dia langsung mengambil cangkir dari tangan Yao Yunmei dan meneguk abis air teh tersebut.
Xiu Qixuan meminum teh itu dengan sekali teguk, dirinya tidak perduli jika terdapat racun didalam teh.
Aiyaa, sebenarnya Xiu Qixuan sekalian ingin mencoba kekebalan tubuhnya terhadap segala jenis racun, jika memang Yao Yunmei ingin meracuninya dia akan tahu bahwa Yao Yunmei ini perempuan jahat.
'Sembari menyelam minum air, ah tidak maksudku minum teh,' Batin Xiu Qixuan terkikik geli.
Xiu Qixuan tidak sabar melihat reaksi Yao Yunmei karena dirinya baik-baik saja kalau memang kebal oleh racun itu sungguhan nyata.
Yao Yunmei terdiam membeku, awalnya dia kaget dengan pertanyaan dan tindakan Xiu Qixuan. Apakah ada seseorang yang meminum secangkir teh seperti meminum segelas air tawar yang langsung diteguk habis?
'Gadis ini sungguh keterlaluan, sebagai pencinta teh bagaimana bisa aku melihat seseorang menyetarakan teh dengan air tawar yang langsung diteguk dengan tidak berharga?' Rutuk Yao Yunmei menyesal memberikan teh yang cukup mahal kepada Xiu Qixuan.
"Aarggghh" Teriak Xiu Qixuan tiba-tiba yang mengagetkan Xiao Rou yang berada didepan ruangan langsung menerobos masuk tanpa permisi.
••••••••••••••••••••
Berhenti bicara sambil berdiri dan menyakiti punggungmu :
Mengatakan dan melakukan dua hal yang berbeda.