
Aku mengerutkan kening dan menopang daguku, berpikir keras akan banyak kemungkinan sembari memperhatikan dengan intens lembaran kulit hewan yang terdapat guratan gambar wilayah diatasnya.
"Disini," Ucapku menunjuk salah satu bagian dalam peta yang dibentangkan diatas meja oleh Xiu Huanran.
Peta wilayah Nanbao ini terstruktur sangat jelas. Xiu Huanran sangat luar biasa! Dia baru saja tiba di Nanjing tepatnya disiang hari tadi dan langsung mendapatkan gambaran informasi yang cukup berguna.
"Kita hanya perlu membangun dua toko besar dipusat ibukota Nanjing. Iklim Nanbao adalah gurun pasir yang tidak dapat dipakai bercocok tanam. Kita hanya perlu berdagang hasil pertanian dari Shen salah satunya adalah daun teh dan juga beberapa jenis kain sutra." Lanjutku
"Hanya dua?" Tanya Ji Gui sedikit bingung sedangkan Xiu Huanran hanya diam menunggu penjelasan lain dariku.
Aku mengangguk mengiyakan.
"Benar hanya dua, dan itu hanya toko biasa—tidak ada yang istimewa. Di dua toko tersebut kita tidak akan membangun jaringan informasi apapun untuk menghindari kecurigaan karena aku yakin sepanjang waktu kedua toko tersebut akan diawasi ketat oleh pejabat Nanbao." Ucapku
"Diperjanjian toko tersebut akan menjadi milik kedua belah pihak, karena untuk menutupi identitas kita sebagai penjual. Mereka hanya tahu kita membangun dua toko bersama yang menjual barang dari Shen."
"Sebaliknya, kita akan menggunakan toko yang menjual barang biasa khas Nanbao untuk membangun pusat jaringan informasi. Mereka tidak akan mengira toko yang seperti itu adalah milik kita, bukankah begitu?" Lanjutku menatap Ji Gui dan Xiu Huanran bergantian.
'Prokk.Prokk.'
"Sangat bagus, kau tidak mengecewakan sebagai adik." Ucap Xiu Huanran sembari menggelengkan wajah dan bertepuk tangan.
"Tentu saja," Jawabku bangga.
"Xuan'er, kau lupa. Ini adalah bisnis yang memikirkan untung dan rugi, untuk menghindari kecurigaan—kita juga harus meminta imbalan sebagai keuntungan dari mereka." Ingat Xiu Huanran kepadaku.
Aku hampir melupakan itu, apa yang harusku minta kepada Nanbao sebagai imbalan? Tidak mungkin hanya pertunangan tak berguna itu, bukan?
"Er'ge, Apakah Shen memiliki perbatasan langsung dengan lautan?" Tanyaku
"Tentu saja, ada. Dipakai menjadi pelabuhan kecil untuk jalur perdagangan dengan Mo ataupun Xia Utara." Jawabnya
'Gotcha,' Salah satu hal melintas di kepalaku setelah mendengar jawaban Xiu Huanran.
"Garam dari laut Nanbao, kita akan meminta imbalan itu sebagai keuntungan bisnis. Pelabuhan Shen terlalu kecil dan sangat ramai karena dijadikan jalur perdagangan, tidak memiliki ruang lebih untuk mengeksplorasi kandungan garam dilaut, itulah yang mengakibatkan harga garam menjadi cukup mahal di Shen. Kita akan mendapatkan imbalan itu untuk menjual kembali di Shen dengan harga yang sedikit lebih rendah," Jelasku dengan lugas dan antusias.
Aku berdiskusi cukup lama dengan Xiu Huanran dan Ji Gui membahas semua hal yang berkaitan dengan rencanaku di Nanbao.
Kami sepakat akan menggunakan beberapa toko yang salah satunya adalah toko arak berkualitas tinggi khas Nanbao sebagai pusat jaringan informasi.
Xiu Huanran akan mengurus hal yang berkaitan tentang pembangunan jaringan informasi dibawah tanah, sedangkan aku yang akan mengurus perjanjian perdagangan yang asli dengan Nanbao secara terbuka.
Dan aku juga tak lupa memberitahu Xiu Huanran satu hal penting lainnya bahwa Jenderal Zhuting Suku Nanbao yang ditahan oleh ayahku di Kota Ping'an memiliki hubungan khusus dengan Sekte Xitian. Aku memintanya untuk mencari tahu mengenai hal itu.
"Baiklah, serahkan padaku. Kau urus bagianmu dan aku yang akan mengurus perjanjian perdagangan yang asli ini," Ucapku dengan yakin.
Aku mengurungkan niatku untuk mempertemukan Xiu Huanran dengan Nyonya Tua, biarkan aku yang mengurus dan menjadi perantara perjanjian dagang.
Nyonya tua tidak dapat diremehkan, saat keberadaan dan wajah Xiu Huanran sudah dikenalinya—hal itu akan menghambat rencana kami. karena aku yakin Nyonya Tua akan mengawasi tingkah laku Xiu Huanran di wilayah Nanbao secara penuh.
Kami akan mengurus secara terpisah, karena kita tidak bisa menaruh semua telur didalam satu keranjang yang sama, bukan?
Jadi biarkan aku yang akan diawasi oleh Nyonya Tua karena dia tidak mengetahui keberadaan Xiu Huanran yang memang tersembunyi. Dan biarkanlah Xiu Huanran mengurus bagiannya sendiri, setelah selesai mengkokohkan semuanya—baru aku akan pulang ke Kota Ping'an.
Sedangkan untuk Ji Gui aku tidak tahu, karena memang dia datang ketempat ini untuk menjemputku. Aku tidak akan melibatkannya terlalu banyak. Lagipula sejak tadi pria itu menjadi sangat irit bicara. Dia hanya menatapku dengan dalam dan sangat lama, sebenarnya cukup risih tetapi karena aku terlalu fokus berpikir menjadikanku tidak menghiraukannya.
"Er'ge, bagaimana situasi rumor mengenai diriku di Kota Ping'an? Aku jatuh ketangan Nanbao dan menghabiskan waktu berhari-hari dibarak mereka. Kau tahu maksudku, bukan?" Ucapku
Tanpaku sadari setelah mendengar ucapanku, Ji Gui yang sedang bersandar menjadi duduk tegak dengan tangan sedikit mengepal.
Aku bertanya seperti itu karena sangat mengerti dengan jelas situasi di dunia kuno ini, aku yang seorang perempuan menjadi tawanan militer dan menghabiskan waktu berhari-hari dibarak militer yang notabennya seluruhnya adalah pria.
Biasanya, tawanan militer perempuan akan dijadikan budak **** yang di-gilir oleh seluruh prajurit militer. Tentu saja, itu tidak akan terjadi padaku karena aku memiliki nama Keluarga Xiu yang besar dibelakangku.
Tetapi, tetap saja reputasi seorang perempuan yang pernah dijadikan tawanan militer akan sangat buruk, para pria akan berpikir dua kali untuk datang melamar dan menikahi apalagi status Keluarga Xiu adalah bangsawan.
"Kami menyembunyikan kabar kau yang jatuh ketangan Nanbao, Seluruh Kota Ping'an hanya tahu kau terluka parah saat membantu dimedan perang dan sedang dirawat tidak membiarkan siapapun menjenguk. Kau bisa tenang," Jelas Xiu Huanran.
Aku mengangguk mengerti, sebenarnya itu cukup bagus tetapi reputasiku menjadi tetap baik yang bisa saja sangat mengganggu kebebasanku dimasa depan.
"Baiklah, Aku harus pergi—hari sudah semakin terang," Ucapku beranjak berdiri dan menunduk memberi hormat.
"Xuan'er, gunakan ini untuk menghubungiku." Ucap Xiu Huanran memberiku lonceng kecil berwarna hijau yang juga terdapat hiasan kupu-kupu. Sangat indah!
Aku mengambilnya dan mengguncang lonceng itu perlahan untuk melihat cara kerjanya. Tetapi, lonceng itu tidak bersuara sedikitpun membuatku mengerutkan kening bingung.
"Guncangkan lonceng itu sembari berucap," Perintahnya padaku
Aku melakukan apa yang ia perintahkan. Mengguncangkan lonceng perlahan dan berucap random, "Er'ge, Aku pergi dulu jangan rindu."
'Cring,'
Beberapa saat kemudian suara nyaring lonceng Xiu Huanran terdengar dan saat Xiu Huanran menggerakan dengan cara memutar lonceng tersebut suara atau ucapanku sebelumnya terdengar jelas.
Tanpa sadar aku berbinar kagum dan mengangguk-anggukan kepala. Ini seperti smartphone minimalis sebagai alat komunikasi, Xiu Huanran memang sangat luar biasa canggih!
"Er'ge, Darimana kau mendapatkan alat seperti ini?" Tanyaku antusias
"Aku akan memberitahumu nanti, sekarang cepatlah pergi. Sebelum hari semakin terang," Ucapnya melihat langit yang dapatku perkirakan masih jam dua atau tiga pagi.
"Humph, Baiklah. Aku pergi dulu," Balasku sedikit kesal karena harus menahan rasa penasaranku karena harus melakukan dan memikirkan hal yang lebih penting terlebih dahulu.
Aku melangkah keluar dari Toko Kaibo, sebelumnya aku juga sudah pamit kepada Ji Gui tetapi pria itu hanya diam saja tak menjawab.
Baru saja beberapa langkah menjauh dari Toko Kaibo, sebuah lengan kokoh mencengkeram erat lengan atasku yang terluka.
'Auww,' Ringisku
Sebelumnya aku tidak sempat menyembuhkan luka di lengan bagian atasku ini dengan aura kehidupan yang-ku punya, karena sangat terburu-buru saat mendapat surat dari Xiu Huanran. Dan juga saat Sima Junke keluar dari ruangan tempatku tinggal, aku langsung bergegas dan bersiap dengan mengganti pakaian.
Darah merembes keluar dari kain yang membalut lukaku.
"Kau terluka," Ucap suara tajam pria yang sangat kukenal, Ji Gui.
Ji Gui memegang pundakku, dia sedikit memaksaku berbalik sehingga menghadapnya.
Tangannya merobek lengan pakaianku dengan cepat.
"Guru, apa yang kau lakukan?!" Sentakku terkejut berusaha menghindar, dia menjadi sangat aneh hari ini.
'Srett,' Suara robekan.
Dia menundukan kepala mensejajarkan wajahnya melihat lukaku yang terbalut kain kasa. Mengelus perlahan lenganku yang terluka dengan lembut dan hati-hati.
Ekspresi diwajah Ji Gui sangat tenang, karena terlalu tenang dia tampak dingin.
"Mereka melukaimu," Ucapnya dengan pelan.
"Tidak, ini—" Ucapku terjeda karena terkejut saat dirinya tiba-tiba mencium keningku.
"Jaga dirimu baik-baik dan cepat kembali padaku, aku merindukanmu." Ucapnya menatap mataku dengan dalam.
Aiya! Seperti drama saja, tetapi tindakannya ini membuat jantungku berdebar kencang dan pipi-ku memanas. Aku yakin kedua pipi-ku memerah malu.
Ji Gui sangat kaku dan selalu memendam semua hal seorang diri, saat dia bertindak terbuka seperti ini membuatku sangat terkejut.
"Aku—" Saat aku ingin menjawab suaran desiran angin dan tapak kaki manusia diatas atap bangunan toko terdengar.
Aku melihat di sepanjang jalan menuju Toko Kaibo terdapat beberapa orang berjalan dan bersembunyi diatas atap bangunan dengan pakaian hitam tetapi memiliki ciri khas Suku Nanbao.
"Guru, cepat kau pergi dan cari tempat bersembunyi lainnya!" Gumamku pelan.
Ji Gui awalnya terlihat kebingungan tetapi setelah beberapa saat dia mengedarkan pandangan dan akhirnya dia mengerti.
Kami berpisah, Ji Gui kembali masuk kedalam Toko Kaibo dan aku bergegas kembali dengan mencoba berusaha tenang mengawasi tindakan orang-orang itu dari sudut mataku.
Yang tak kuduga adalah orang-orang itu baru datang, dan mereka hanya menelusuri jalan dari atas atap bangunan seperti sedang mencari sesuatu. Mereka belum menemukan apapun itu yang mereka cari dan juga tidak mencurigaiku karena aku berjalan dengan perlahan dan tersembunyi.
•••••••••••
Makasii yang udh ngasih hadiah, penilaian dan vote cerita ini. luv u💖
Yang belum ditunggu keikhlasannya haha.
Tetap setia ya nungguin xuan'er😉
Yang likenya bolong-bolong dipart² tengah, bisa dungs dipencet kembali likenya. dan koment kalian tuh moodbooster bgt—aku selalu bacain sambil senyum² gila wkwk.