Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Percakapan Jarak Jauh



Diluar sana, bintang-bintang terlihat seperti tetesan air hujan yang menghiasi kegelapan langit malam.


Cahaya bulan seperti kain kasa perak tipis yang dengan samar menyinari kamar tidur.


Kabut merah dari cahaya lilin disudut ruangan itu membentuk sesosok bayangan kecantikan yang tampak seperti sebuah lukisan.


Keheningan menyelimuti ruangan kamar tidur ini, suara deburan ombak masih dapat terdengar jelas membuat orang jatuh kedalam ketenangan yang damai.


Sosok kecantikan itu sedang termenung jauh, dia sedang berpikir keras karena terlihat lipatan di keningnya. Saat ini postur tubuhnya yang sedang terduduk dengan menopang dagu dan punggungnya yang melengkung tidak tegap itu menguarkan sedikit pancaran kemalasan dan keacuhan.


Bibir merahnya perlahan terbuka dan dia bergumam pelan, "Begitu janggal... Sangat janggal..."


Suara ketukan dimeja kecil itu dapat terdengar saat dia mengetuk pelan kuas tinta yang berada dalam genggaman keatas meja dihadapannya.


Dia menundukkan wajah cantiknya untuk menatap beberapa lembar kertas acak yang berada diatas meja tersebut, menulis semua poin penting yang sudah dia ketahui adalah langkah awal untuk menjadi lebih objektif.


Para gadis memang memiliki intuisi yang lebih tajam, keahlian seperti itu akan sangat berguna disaat-saat tertentu.


Xiu Qixuan, gadis itu, dia dapat merasakan banyak kejanggalan dari cerita sebelumnya. Semua peran di dalam cerita yang dilontarkan oleh Paman Kun memang sangat penting yang menarik dan juga begitu misterius.


Tetapi, seorang Xiu Qixuan lebih tertarik pada dua sosok yang menurutnya punya peran besar pada kejadian dihari itu.


Utusan Kekaisaran dan Ketua Sekte, Shi Feng.


Bukankah sangat aneh saat Ketua Sekte begitu tenang dalam menanggapi juga menutup kasus pencurian benda peninggalan langit surgawi dan penderitaan kehilangan putrinya yang ternodai dalam kurun waktu semalam?


Juga bagaimana mungkin Ketua Sekte tidak melaporkan kasus utusan yang menghilang itu kepada pemerintahan pusat?


Semua abdi dalam Sekte mencurigai sang utusan tetapi Ketua Sekte tidak menanggapi dan malah menutup kasus dengan berlapang dada.


Bukankah seharusnya dia menelusuri juga memberi peringatan keras kepada kekaisaran tersebut agar tidak bertindak semberono?


Dengan kekuatannya dan juga kekuatan Sekte Xitian, dia sebenarnya dapat melakukan hal itu. Tetapi mengapa dia memilih diam?


Orang baik yang waras tetap akan murka dan tidak semudah itu menerima.


Helaan napas terdengar keras dari bibirnya, gadis itu menatap lonceng pemberian Xiu Huanran dengan pandangan dalam yang rumit.


"Sudahlah, hubungi lebih dulu karena aku masih membutuhkan bantuannya." Gumam Xiu Qixuan dengan mendengus pasrah mengambil lonceng pemberian kakak keduanya itu.


Dia juga yakin Xiu Huanran saat ini sudah mengetahui keberadaannya di laut Nanhai. Cepat atau lambat pria otoriter itu akan menyusul dan memberi hukuman padanya. Jadi, bukankah lebih baik bernegosiasi lebih dulu dan membujuknya.


Xiu Qixuan butuh menyelesaikan kasus yang penuh misteri ini. Selain karena Sima Junke, kekasihnya. Dia juga mengambil kepentingan tersendiri.


Baijin Hu dan Lao Yong, kedua hewan surgawi itu memberi pesan untuknya agar membantu Sima Junke mencari tahu sebuah kebenaran karena ini memiliki kaitan dengan misi pemberian sang Dewi.


'Sebuah titik awal munculnya sumber kehancuran Daratan Ca Li. Bantu pria itu untuk mencari tahu, ini adalah langkah pertamamu. Semakin cepat, semakin baik dan semakin dekat untuk kau kembali!'


Kalimat itu mereka lontarkan padanya saat dirinya mengunjungi dunia kecil kipas emas untuk meminta pengarahan.


Lonceng pemberian Xiu Huanran berada beberapa jarak di depan wajah Xiu Qixuan.


Gadis itu menggoyangkan lonceng tersebut dengan pelan dan kemudian berucap, "Er'ge, kau dapat mendengarku?"


'Sring,' Suara bergetar cepat dari dalam bagian lonceng tersebut muncul.


Kemudian terdengar sebuah suara keras yang menahan geram, "Oh, sangat tidak menyangka adikku tersayang memiliki keberanian untuk menghubungiku lebih dulu."


"Bukankah saat ini kau sedang bersenang-senang dengan kekasih busukmu itu?" Lanjutnya


"Er'ge, jangan begitu galak padaku. Aku tidak," Balas Xiu Qixuan dengan nada yang memelas.


"Tidak, apa?! Kau dan kekasih busukmu itu sudah membodohiku, lihat saja aku akan—," Terjeda Xiu Huanran


"Bukankah kau memang bodoh?" Sergah Xiu Qixuan terkikik geli.


"Xuan'er, kau—" Tergagap Xiu Huanran.


Kesabaran yang habis dan kekesalan yang meluap, dia tidak akan dapat berkata-kata kepada adik perempuannya yang sangat berani ini.


Mungkin kalau para bawahannya mendengar ini, dia akan kehilangan muka dan wibawa-nya!


"Baiklah... Maafkan aku," Ucap Xiu Qixuan dengan senyum yang berkedut lucu. Ia hanya ingin mencairkan suasana!


Ekspresinya sangat cepat berubah, Xiu Qixuan menjadi begitu serius untuk memulai topik ini. "Er'ge, Apakah kau mengetahui kejadian besar di dalam Sekte Xitian duapuluh dua tahun yang lalu?" Tanyanya


Karena saat ini usia Sima Junke adalah duapuluh satu tahun. Kejadian itu terjadi sebelum Sima Junke lahir ke Daratan Ca Li.


Hening.


Sebelum akhirnya pria otoriter ini menjawab dengan sedikit gurauan, "Aku saja belum lahir saat itu, bagaimana mungkin aku tahu? Otakmu bergeser, ya? Menganggapku sebagai seorang panatua yang serba tahu."


"Er'ge! Aku tidak sedang bermain," Geram Xiu Qixuan.


Helaan napas terdengar keras dari seberang sana, kemudian suara Xiu Huanran yang terdengar berat mengalun, "Hingga saat kehancurannya—Sekte Xitian begitu tertutup dan kejadian yang kau tanyakan berada saat aku belum menjadi seperti sekarang."


Jawaban itu mengutarkan kejelasan yang benar bahwa Xiu Huanran tidak mengetahui sedikitpun mengenai Sekte Xitian.


Hening.


Xiu Qixuan terdiam menatap kosong kearah depan, bahkan seorang Xiu Huanran tidak dapat mengetahui hal yang berkaitan dengan Sekte Xitian.


"Apa yang kau temukan?" Tanya Xiu Huanran dengan lembut.


Beberapa ringkasan cerita yang dipersingkat perlahan keluar dari mulut Xiu Qixuan, dia sengaja menjelaskan bagian kasus ini untuk bertukar informasi dengan Xiu Huanran nantinya.


"Jadi... Er'ge, dapatkan kau mencari tahu mengenai informasi utusan yang datang ke Sekte Xitian saat itu?" Tanya Xiu Qixuan dengan ringan.


Ya, dia harus mengetahui dengan jelas mengenai latar belakang dan juga asal wilayah kekaisaran dari sang utusan tersebut.


Sejak awal inilah yang dia ingin dapatkan dari Xiu Huanran, agar pria ini mengulurkan bantuan sebagai seorang penerang jalannya.


"Hal sepenting ini, terlalu rumit! Sampai aku tidak dapat menampungnya!" Gumam Xiu Huanran diseberang sana berkedut nyeri.


"Er'ge, apa kau sekarang sedang mengutarkan ketidakmampuan-mu?" Tanya Xiu Qixuan dengan nada meremehkan.


"Tentu saja, aku sangat mampu! Tunggulah dengan tenang, aku akan segera memberimu informasi yang tak mudah didapatkan itu." Balas Xiu Huanran dengan sombong.


"Bagus, sangat bagus! Kau memang yang paling hebat," Puji Xiu Qixuan yang berusaha menjilat agar kakak keduanya ini tidak berubah pikiran.


"Humph, tentu saja. Kapan kau pulang? Aku akan menjemput—," Terjeda Xiu Huanran yang mengalihkan topik pembahasan.


"Tidak perlu! Tidak perlu menjemputku," Sergah Xiu Qixuan dengan cepat.


"Maksudku adalah aku tidak ingin merepotkanmu." Selorohnya lagi.


"Xiu Qixuan! Jangan bilang padaku bahwa kau tidak ingin pulang karena kekasih busukmu itu!" Ucap Xiu Huanran dengan tajam dan tegas.


Xiu Qixuan yakin bahwa diseberang sana Xiu Huanran sudah mengerut marah dan menahan diri agar tidak langsung bergegas menyusulnya kemari.


"Tidak, bukan begitu! Aku hanya ingin mencari tahu mengenai Sekte Xitian melaluinya. Kau mengerti, bukan?"


"Saat ini aku adalah satu-satunya pengguna Ilmu Xitian. Hal ini sangat menarik untuk menghasilkan kemajuan Seni Beladiri -ku. Apalagi dengan benda langit surgawi yang hilang itu, aku yakin Sekte Xitian tidak hanya memiliki satu peninggalan langit surgawi." Jelas Xiu Qixuan dengan sangat meyakinkan.


Perkataan yang diutarkan itu adalah setengah kebenaran dan setengah kebohongan, tentu dia tidak akan setega itu hanya menggunakan Sima Junke sebagai jembatan penyambung jalan menuju Sekte Xitian.


"Kau benar," Balas Xiu Huanran dengan singkat. Perkataan Xiu Qixuan sangat masuk akal dan tidak memiliki celah saat di analisa olehnya. Dia tahu bahwa adik perempuannya yang sekarang lebih objektif dan berpandangan luas.


"Tetapi, bagaimana dengan ayah dan Jierui? Kau tahu—aku sudah kehabisan cara untuk menahan mereka agar tidak membawa pasukan ke Nanbao." Eluh Xiu Huanran dengan menghela napas lelah.


Bibir Xiu Qixuan berkedut menahan senyum lembut yang akhirnya melengkung indah, "Katakan saja padanya, bahwa aku baik-baik saja dan sudah bersamamu. Saat ini aku sedang bekerja dibawah naunganmu dan berlatih kemampuan dasar. Mereka akan mengerti," Ucap Xiu Qixuan memberi saran.


"Baiklah, walaupun aku mengetahui dengan jelas bahwa mereka tidak akan semudah itu percaya." Balas Xiu Huanran yang akhirnya pasrah dan mengalah.


Beberapa menit kemudian mereka mengakhiri percakapan panjang jarak jauh tersebut.


Setelah membujuk begitu lama dan memberi penjelasan begitu banyak. Akhirnya Xiu Huanran sepakat untuk mencari dan akan memberi informasi yang dibutuhkan Xiu Qixuan.


Ia juga mengizinkan sang adik mengelana jauh, menurutnya hal itu memiliki sedikit kebaikan untuk membantu melatih kemampuan di dunia beladiri yang luas.


Tetapi Xiu Huanran tidak akan rela dan semudah itu menerima kehadiran Sima Junke dalam kehidupan sang adik.


Xiu Huanran juga tetap akan mengawasi sang adik dari kejauhan. Selama beberapa menit terakhir percakapan mereka, wejangan tanpa henti keluar dari mulut Xiu Huanran yang membuat Xiu Qixuan mendengarkan dengan malas.


'Brukk,' Xiu Qixuan membanting dirinya keatas ranjang, dia menengadahkan wajah untuk menatap langit-langit ranjang kuno ini dengan mata yang mengerjap lelah.


Gadis ini merindukan kemudahan hidup saat berada di Bumi. Tetapi, dirinya adalah tipe yang cepat menyatu dan menyayangi orang-orang di Daratan Ca Li. Sangat membingungkan!


'Tokk..Tokk..' Suara ketukan pintu terdengar dari arah luar membuat gadis yang sedang termenung dan hampir terlelap ini terganggu.


••••••••••