
'Byurr..' Air sedingin es sengaja di siramkan dengan cara kasar kewajah seseorang yang terbaring lemas tak berdaya di lantai lembabnya penjara.
Cahaya remang dari nyala-nya obor menyinari kegelapan ruang penjara yang kotor. Terlihat sosok Xiu Qixuan yang terduduk di salah satu kursi memperhatikan pekerjaan Xiao Taoli untuk menangani penyiksaan Rui Jizhang.
Tubuh Rui Jizhang penuh lubang luka yang menganga dengan kulit tersayat-sayat, wajahnya sekarang tak berbentuk karena lebam pukulan.
Tetapi, sorot matanya yang tenang tanpa goyah itu cukup memuakkan untuk di lihat dalam kondisinya sekarang.
Rui Jizhang benar-benar senior yang memiliki banyak pengalaman hidup dan mati, cukup sulit untuk menangani nya.
Bahkan jika sekarang kematian menghampiri nya, ia tak sedikitpun berkutit seperti sudah tak memiliki penyesalan apapun lagi. Atau dapat di bilang dia sudah memantapkan pilihan untuk mengubur bersama semua yang dia ketahui.
Tetapi, mengapa saat eksekusi mati dijatuhkan sebagai hukuman Rui Jizhang memilih untuk melarikan diri?
Dari pancaran matanya saja kita dapat tahu bahwa Rui Jizhang masih memiliki loyalitas dan kecerdasan tanpa goyah. Apakah benar kejahatan korupsi macam tikus selokan yang dapat dia lakukan?
"Cukup, taotao." Xiu Qixuan mengangkat tangan kanannya untuk memberi perintah agar Xiao Taoli berhenti.
Xiao Taoli yang patuh mundur beberapa langkah kebelakang.
Kemudian Xiu Qixuan beranjak dari duduknya dan melangkah perlahan menghampiri Rui Jizhang. Ia merendahkan tubuhnya untuk berjongkok sejajar dengan tahanan yang merangkak di lantai.
"Rui Jizhang..." Suara Xiu Qixuan sedikit rendah dengan alisnya yang melengkung mengalirkan rasa dingin dari bola mata hitamnya. "Apa dengan terus menutup mulutmu, semua hal akan selesai dan aku menyerah dengan langsung mengirimu ke neraka?"
Xiu Qixuan adalah orang yang tanpa ragu. Xiao Taoli yang melihat hal itu tidak bisa membantu, tetapi, ia merasa ikut terintimidasi.
Mata Rui Jizhang menatap lurus ke wajahnya dengan ekspresi penuh jejak pengawasan dan penilaian.
Xiu Qixuan tersenyum tipis dan berucap, "Apakah sudah cukup dengan penilaianmu? Apakah aku memenuhi syarat untuk itu?"
Gadis cantik ini mengetahui dengan jelas bahwa dirinya sedang dinilai, tetapi, ia dengan picik mempertanyakan nilainya.
Rui Jizhang menggertakan gigi dengan napasnya yang tersendat, ia berkata. "Gadis kecil, untuk apa kamu mempertanyakan tentang sekte yang sudah hancur?"
Sekelebat aura dingin memancar keluar dari sudut mata Xiu Qixuan. "Itu berhubungan denganku. Tuan Rui, aku yakin bahwa kamu pasti mengetahui dengan jelas kekuatan macam apa yang tersembunyi dan ikut hancur didalam sana." Ucapnya dengan tajam.
Sejak panggilannya berubah, itu berarti cukup menandakan bahwa Xiu Qixuan menghormatinya.
Rui Jizhang tersentak mendengar perkataan tersebut. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya.
Melihat reaksi yang tak biasa dari lawan bicaranya membuat Xiu Qixuan melambaikan tangannya membentuk isyarat perintah pada Xiao Taoli untuk membantu memapah Rui Jizhang agar duduk diatas kursi yang nyaman.
Rui Jizhang masih terdiam seperti sedang tenggelam dalam pikirannya yang bercabang. Ia hanya membiarkan saja Xiao Taoli membantu menempatkan tubuhnya di bantalan kursi.
Setelah Xiao Taoli menyelesaikan perintahnya, Xiu Qixuan melirik sekilas untuk kembali berkata. "Taoli, kau keluarlah dan berjaga saja disana. Aku ingin menyelesaikannya sendiri."
Walaupun ragu meninggalkan majikannya seorang diri, Xiao Taoli tetap mengangguk patuh dan berjalan keluar ruang tahanan.
Fokus Xiu Qixuan kembali pada Rui Jizhang. Ia menatap lurus kearah pria itu. Kemudian berkata, "Tuan Rui, anda tidak perlu khawatir bahwa saya menginginkan kekuatan besar yang tak cocok untuk digunakan manusia." Suaranya jernih mengalir dalam dengan matanya yang tegas meyakinkan orang.
Mata Rui Jizhang bergetar skeptis.
'Cring...' cahaya keemasan memancar samar menyelimuti tubuh Rui Jizhang, itu terasa nyaman dan hangat.
Beberapa saat berlalu, luka yang menganga ngeri berubah hanya menyisakan bekas. Jika dilihat oleh orang awam, ini akan membuat mereka tercengang karena saking menakjubkannya.
Xiu Qixuan menarik tangannya kembali untuk berkata, "Bagaimana? Kekuatan aura kehidupan ini adalah pemberian salah satu dewi langit. Saya diperintahkan untuk mencegah sesuatu yang salah terjadi lagi di Daratan Ca Li." Suaranya yang lembut dengan pancaran teduh.
Rui Jizhang tercengang, ia merasa gadis kecil ini memancarkan ilusi yang sangat aneh. "Gadis kecil, kamu memiliki identitas yang tak nyata." Gumamnya.
Xiu Qixuan terkekeh. "Pujian yang cukup aneh untuk didengar." Balasnya.
Wajah Rui Jizhang terlihat mengeras kaku, ia terlihat cukup serius. "Apa yang ingin kau ketahui?" Tanyanya.
"Semua yang Anda ketahui." Jawab Xiu Qixuan dengan cepat dan lugas.
Satu senyuman tipis terlihat diwajah Rui Jizhang, "Kau cukup menarik, nak." Ucapnya.
Xiu Qixuan balas tersenyum angkuh, "Ya, itulah pesonaku. Jadi, cepatlah ceritakan apa yang anda sembunyikan dan anda ketahui."
"Apa yang sebenarnya terjadi pada tahun ketika Anda menjadi utusan dan menghilang begitu saja di Sekte Xitian?" tanyanya.
Wajah Rui Jizhang berkedut dingin, "Itu bukan aku." Jawabnya singkat.
Xiu Qixuan mengernyit bingung, tidak mungkin informasi yang dikirimkan kakak keduanya salah. "Tapi—," Terjeda ia.
Rui Jizhang tiba-tiba mendongakkan wajah menatapnya dalam dan berucap, "Kaisar Shen Zhenning."
"Yang menjadi utusan itu sendiri adalah Kaisar Shen yang pada saat itu masih berstatus sebagai seorang pangeran. Dia menggunakan namaku untuk penyamaran. Tetapi, aku sebagai bawahannya tetap ikut dan berada disana dengan menjadi pendampingnya."
Xiu Qixuan terdiam. Pikirannya berpacu untuk menganalisa informasi baru yang dia dapatkan.
Dari raut wajah dan pandangan Rui Jizhang terlihat begitu jujur, dia tidak mungkin berkata bohong ketika itu tidak menguntungkannya.
"Apa yang terjadi saat itu? Apakah kalian benar mencuri benda surgawi?" Tanya Xiu Qixuan dengan tergesa. Entah mengapa ia tidak bisa tenang lagi.
"Gadis kecil, kamu adalah gadis yang cerdas." Suara Rui Jizhang yang tenang terdengar memuji. "Kamu pasti dapat berpikir. Bagaimana mungkin benda surgawi yang dijaga ketat dapat dicuri semudah itu dengan kekuatan manusia biasa, bukan?"
"Shi Feng, Kepala Sekte Xitian saat itu. Karena keserakahannya membuat dia berakhir mengkhianati Dewi agung Yinxi."
Xiu Qixuan tersentak.
Wajah Rui Jizhang semakin tidak biasa. Suaranya terdengar emosional. "Kaisar Shen Zhenning berkomplot dengan Kepala Sekte Xitian untuk mendapat kekuatan yang dapat menguasai seluruh benua. Ambisi yang seharusnya wajar dimiliki oleh seorang penguasa."
Jari-jari Xiu Qixuan menyusut kaku di balik lengan bajunya, gadis itu sudah dapat sedikit menyimpulkan. "Aku mengerti." gumamnya.
Rui Jizhang mendesah ragu, tetapi, ia berusaha keras menyelesaikan apa yang seharusnya diselesaikan. "Benda surgawi yang diberikan oleh Dewi agung Yinxi pada leluhur Keluarga Shi itu sendirilah yang menjadi senjata kuat dan membantu aksi pengkhianatan mereka." Jelasnya.
••••••••••••••••••