Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Menunda



"Xin'er!" Panggil seorang pria paruh baya berdiri dari duduknya dan menghampiri kemudian berdiri disamping Zhai XinXin.


"Nyonya tua, mohon berbelas kasih. Kesalahan saya tidak mendidiknya dengan baik. Xin'er terlalu sembrono karena dia masih terlalu kecil." Ucap pria paruh baya itu jatuh berlutut.


"Ayah, ini bukan kesalahan kita. Sebelumnya Nyonya tua, sudah menjanjikan aku sebagai tunangan sekaligus pendamping Tuan Muda. Aku tidak terima! Semua persiapan dan barang peresmian ritual pertunangan aku yang mengurus dan merancangnya. Bagaimana mungkin digantikan karena kehadiran jalang tak diundang itu?" Ucap Zhai XinXin menggebu-gebu.


Zhai Dawai adalah seorang petinggi Suku Nanbao. Disini kedudukan petinggi sama seperti perdana menteri yang memiliki kekuasaan kedua setelah kaisar, hanya penyebutan-nya saja yang berbeda. Sedangkan panggilan untuk pejabat terbagi menjadi beberapa peringkat bagian karena tanggung jawab yang ditugaskan berbeda, seperti para menteri di kekaisaran besar.


"Zhai XinXin! Cepat berlutut!" Teriak keras Zhai Dawai dengan menolehkan dan mendongak-kan wajah penuh amarah kepada Zhai XinXin yang masih tetap kukuh berdiri. Tetapi terlihat ekspresi cemas dipancaran kedua bola matanya.


Zhai XinXin terlihat begitu ketakutan melihat sang ayah membentaknya penuh amarah. Gadis itu dengan cepat jatuh meluruh kelantai ikut berlutut.


"Nyonya tua, putriku tidak memiliki maksud lain akan ucapannya. Xin'er terlalu naif dan begitu menambakan Tuan Muda sampai berhalusinasi. Mohon Nyonya berbelas kasih," Jelas Zhai Dawai dengan membenturkan dahinya kelantai.


Zhai Dawai adalah salah satu orang kepercayaan dan dekat dengan Aisin Boyu sang mendiang Kepala Suku. Sebelumnya, Nyonya tua dengan perlahan menyingkirkan orang-orang terdekat disekitar Aisin Boyu seperti pengawal pendamping ataupun pejabat peringkat rendah.


Nyonya tua belum memiliki kemampuan dan pijakan yang sangat kuat untuk membunuh petinggi dan para pejabat tingkat atas yang sekarang mendukung Aisin Tianyi untuk menjadi Kepala Suku.


Zhai Dawai adalah seorang petinggi yang sulit disingkirkan dan pria paruh baya itu cukup berbakat, sangat disayangkan bila dibunuh begitu saja. Itulah yang menyebabkan Aisin Fei ingin mengikat dan mengendalikannya dengan menyimpulkan tali pertunangan antara Zhai XinXin dengan Sima Junke.


Zhai Dawai tidak dapat menolak perintah Nyonya tua yang sekarang sangat ditetuakan dan diagungkan dikalangan Bangsa Nanbao. Pria paruh baya itu sudah menyusun rencana agar terjadi pembatalan peresmian pertunangan tetapi gerak-geriknya selalu diawasi Nyonya Tua, Zhai Dawai mengetahui bahwa Aisin Fei dapat membuat skema jahat untuk membahayakan semua anggota keluarganya.


Itulah yang membuatnya berhenti sejenak agar Nyonya Tua melonggarkan kewaspadaannya dan saat Zhai Dawai mendapatkan kepercayaan Nyonya Tua, barulah perlahan Zhai Dawai akan mendorong Aisin Tianyi keatas tahta Kepala Suku.


Tetapi Zhai XinXin sang putri kesayangannya bersikap dengan sangat semberono membuat rencana-nya hancur dan mengakibatkan Nyonya Tua lebih waspada akan intensitasnya sebagai petinggi dan juga orang terdekat mendiag Aisin Boyu.


"Petinggi Zhai dan Nona Zhai," Panggil Aisin Fei dengan nada rendah dan datar. Tidak ada yang mengetahui dengan pasti apakah Nyonya Tua itu sedang marah karena tersinggung atau tidak—karena ekspresi wajah wanita tua itu tidak tergambarkan.


"Nona Zhai, Apakah aku sebelumnya mengumumkanmu sebagai calon menantuku?" Tanya Aisin Fei dengan sedikit keacuhan dipancaran kedua bola matanya.


"Tidak, tetapi—tetapi Nyonya bilang padaku akan mengumumkannya diacara peresmian ritual pertunangan." Jawab Zhai XinXin sedikit tergagap.


"Lagipula walaupun Nyonya Tua tidak mengumumkannya secara pasti tetapi aku memiliki bukti nyata karena semua persiapan ritual aku yang mengurus dan merancangnya." Lanjut Zhai XinXin dengan yakin mendongakkan wajahnya tidak takut.


Xiu Qixuan yang sejak tadi berdiri menonton pertunjukan yang menarik ini sekaligus menunggu gilirannya ikut masuk kedalam pertunjukan dan membumbui sedikit garam. Gadis itu terlihat memperhatikan ekspresi wajah Zhai Dawai dengan intens.


Sepertinya dia dapat menebak dari ucapan dan tindakan petinggi Zhai sebelumnya, bahwa pria paruh baya itu berusaha untuk menjadi transparan agar tidak mendapatkan perhatian lebih sang Nyonya Tua tetapi putrinya keluar dan mengacau.


"Ada apa denganmu?" Tanya Sima Junke tidak sengaja pria itu menolehkan wajahnya kepada Xiu Qixuan yang sedang mengerutkan kening.


"Ah, Tidak apa. Hanya menikmati pertunjukan dan sedikit menertawakan kebodohan." Jawab Xiu Qixuan dengan menolehkan wajah balas menatap Sima Junke.


"Kebodohan?" Tanya Sima Junke


"Nikmati saja pertunjukan didepanmu," Jawab Xiu Qixuan mengedikan bahu dengan acuh.


"Sepertinya ada kesalahpahaman, Aku hanya memberi Nona Zhai perintah sekaligus anugerah untuk dapat membantuku mengurus hal penting seperti persiapan rancangan ritual peresmian. Bukankah begitu Petinggi Zhai?" Ucap Aisin Fei memusatkan pandangan kearah Zhai Dawai.


"Iya—iya benar. Xin'er kau ini anak tak berbakti membuat malu Keluarga Zhai dihadapan Nyonya Tua. Aku akan menghukummu, A Pei cepat bawa Nona kembali dan kurung dia untuk menunggu hukuman sampai aku pulang." Ucap Zhai Dawai dengan cepat dan sedikit tergagap. Pria paruh baya itu memanggil pengawal pendampingnya untuk membawa kembali sang putri.


"Ayah," Panggil Zhai XinXin dengan bersikeras dan tidak rela.


"Lancang! Aku belum—" Ucap Aisin Fei yang terpotong karena suara lain mengintrupsi. Dirinya belum memberi perintah hukuman tetapi Zhai Dawai sudah bertindak lebih dulu, berdalih memberi hukuman padahal niat petinggi itu adalah untuk melindungi sang putri.


"Sepertinya Petinggi Zhai sangat ketat dalam mendidik anak," Ucap Xiu Qixuan mengintrupsi. Membuat semua yang berada diruangan perjamuan kembali memusatkan perhatian padanya. Begitupun pengawal Zhai Dawai yang bernama A Pei sejenak menghentikan tindakannya saat sedang menarik sang nona keluarga Zhai untuk dibawa pulang.


Xiu Qixuan melangkah mendekati sepasang ayah dan anak itu kemudian mensejajarkan dirinya disamping mereka.


"Nona Zhai salah paham padaku, kemudian merasa dirugikan karena mempersiapkan ritual peresmian bukanlah suatu hal yang mudah. dia sudah membuang banyak sekali tenaga sampai kelelahan itulah sebabnya Nona Zhai mengeluh tidak terima kalau aku yang datang tanpa diundang ini memakai hasil kerja kerasnya." Jelas Xiu Qixuan kepada semua yang hadir mengambil semua kesalahan tertuju pada dirinya.


Zhai Dawai yang melihat tindakan Xiu Qixuan mengerutkan dahi dan sangat waspada karena kemungkinan gadis ini ingin putrinya terlibat dalam masalah. Tetapi mengapa gadis ini sengaja membuat semua hal tertuju padanya? Apa yang direncanakannya?


"Apa maksudmu?" Tanya Yu Chuchu secara spontan, wanita paruh baya itu sejak tadi hanya terdiam melihat pertunjukan.


"Maksudku adalah Nona Zhai tidak salah paham dengan Nyonya Tua. Tetapi, padaku. Begini jika kalian mencurahkan semua yang kalian punya dan bekerja keras akan suatu hal, kemudian datanglah seseorang tak dikenal memakai hasil kerja keras kalian tanpa izin—Apakah kalian akan terima dan tak marah? Tentu saja akan marah dan merasa tak terima, bukankah begitu?" Ucap Xiu Qixuan


Dengan begini Zhai XinXin tidak akan dihukum berat karena sangat berani salah paham dengan Nyonya Tua yang diagungkan. Xiu Qixuan menarik semua kesalapahaman Zhai XinXin tertuju padanya.


Xiu Qixuan sebenarnya tidak merasa ingin membantu Zhai XinXin, gadis itu hanya ingin menunda atau membatalkan ritual.


Semua orang yang berada disana mengangguk mengerti dengan penjelasan dan maksud Xiu Qixuan.


"Jadi menurutmu apa yang harus dilakukan?" Tanya Aisin Fei. Nyonya tua itu sedikit tertarik dengan pemikiran Xiu Qixuan.


"Bagaimana kalau aku dan A Jun yang akan mempersiapkan dan merancang ritual peresmian pertunangan kami dilain hari agar lebih istimewa dan berkesan. Lagipula, aku harus menepati janjiku terlebih dahulu untuk menjalin perjanjian perdagangan agar petinggi dan pejabat lebih tenang. Kemudian juga akan memberikan kompensasi dan penjelasan kepada Nona Zhai." Ucap Xiu Qixuan dengan meyakinkan.


"Cucu menantu, kau tidak ingin dengan cepat meresmikan pertunangan dimalam ini?" Giliran Sima Hong yang membuka suara bertanya, pria tua itu tidak sabar ingin Xiu Qixuan terikat menjadi calon cucu menantunya.


"Aku tidak bisa memakai hasil kerja keras orang lain yang tak terima akan kedatanganku. Tenang saja, Kakek. Dengan cepat aku akan mempersiapkan ritual peresmian bersama A Jun sampai membuatmu terkesan karena keistimewaan rancangannya." Jawab Xiu Qixuan tersenyum lebar tidak sungkan memanggil Sima Hong dengan sebutan kakek.


"Kau ingin menunda untuk hari ini?" Tanya Aisin Fei sekali lagi memastikan.


"Iya. Hari ini pengumuman hubunganku dengan A Jun sudah lebih dari cukup. Kita dapat mencari hari lain untuk ritual peresmian dan membuat persiapan." Ucap Xiu Qixuan dengan tetap tersenyum anggun penuh pengertian.


"Baiklah. Cukup bagus kau tidak banyak mau dan menuntut akan segala hal," Ucap Aisin Fei sedikit lega karena Xiu Qixuan tidak bertindak seenaknya, sebelumnya dipikiran wanita tua itu terlintas bahwa Xiu Qixuan mungkin saja akan bertindak sangat otoriter merasa dianak emaskan karena mereka terikat perjanjian perdagangan yang mungkin hanya akan menguntungkan Suku Nanbao.


Tetapi dugaannya salah. Mungkinkah gadis ini tidak memiliki niat lain, terlalu baik dan benar sangat mencintai Sima Junke?


Kemudian Aisin Fei memperintahkan pelayan untuk berhenti dari mengambil beberapa barang keperluan ritual.


Xiu Qixuan tersenyum kesenangan, gadis itu hanya tinggal menemui sang kakak kedua agar rencananya berjalan lancar mengikat Suku Nanbao dibawah kendali Xiu Huanran kemudian baru akan mencari rencana membatalkan pertunangan.


"Kalian, berdiri dan kembalilah. Aku akan memulai perjamuan ini," Ucap Aisin Fei dengan acuh tak perduli.


Zhai Dawai dan Zhai XinXin yang dipersilahkan berdiri untuk kembali ketempat mereka atas perintah Nyonya Tua pun mengangguk mengucapkan terimakasih dan memberi hormat.


Sebelum melangkah menuju tempatnya, Zhai Dawai sedikit menganggukkan kepala menyapa dan berterimakasih atas bantuan Xiu Qixuan karena berhasil melepaskan putrinya dari hukuman berat yang mungkin dapat terjadi.


Sedangkan, untuk Zhai XinXin dengan kesal dia menyenggol bahu Xiu Qixuan dengan keras. Tetapi Xiu Qixuan tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri, yang terjadi malah Zhai XinXin terdorong beberapa langkah kebelakang beruntungnya gadis itu tidak terjatuh.


"Kau—! Humph, liat saja aku akan mempermalukanmu." Ucap Zhai XinXin tepat ditelinga Xiu Qixuan.


"Oh, Baiklah. Aku tidak sabar menunggu," Jawab Xiu Qixuan dengan antusias menaikan sudut alisnya.


"Tapi aku harus mengingatkanmu. Bahwa aku tidak akan menolongmu lagi," Lanjut Xiu Qixuan dengan angkuh melangkah pergi untuk menghampiri Sima Junke yang sudah terduduk diatas bantalan kursi yang berada tepat dibelakang meja kudapan, tempat khusus yang disediakan untuknya.


•••••••••••


Author pengen bgt crazy up karena udh ngalir diotak alur ceritanya tapi banyak kendala dan sedikit masalah di rl. Gabisa maksain takut feel dan susunan kalimatnya kurang memuaskan. ini aja harus nunggu suasana hati menjadi lebih baik😭


terimakasih gaiss, sumpah kalian tuh penyemangatku bgt:-*


tentu saja selain kalian, melihat photo para pria tampan membuat suasana hatiku menjadi lebih baik wkwk:-D