Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Tuduhan!



Pada saat ini, dalam tenda Kaisar. Dupa yang terbakar sudah menjadi debu meskipun begitu aromanya masih tercium. Matahari pagi yang bertengker cerah di langit sangat kontras dengan kekacauan yang sedang terjadi.


Pagi-pagi sekali, Xiu Huanran mendatangi Kaisar setelah beberapa kali dia tetap bersabar karena Kaisar menolak untuk menemuinya.


Di samping Kaisar berdiri sosok pria setengah baya dengan kerutan di wajahnya yang tercetak lebih jelas ketika alisnya di tekan seolah berusaha mengintimidasi Xiu Huanran.


"Tuan Muda Kedua Xiu, tindakanmu tak masuk akal. Tapi ada benarnya kamu datang...," Itu adalah Menteri Pertahanan Gao, yang merupakan kakak kandung Permaisuri dan ipar Kaisar. Matanya melirik sekilas memberi kode untuk kasim kecil membuka gulungan. "Ini denah lokasi perburuan. Beberapa pertahanan yang di alokasikan selalu terjaga ketat selama bertahun-tahun. Namun, kali ini terjadi penyerangan dari kelompok luar." Dia jeda ketika dia menatap Xiu Huanran dengan berapi-api. "Seorang pelayan melaporkan gerak-gerik aneh dari Nona Besar Xiu saat malam sebelum perburuan. Kami mendapat bukti dan saksi. Keluarkan!" Ujarnya.


Xiu Huanran yang telah mengawasi setiap gerak dan kalimatnya, itu tersenyum terdapat sedikit seringai geli yang menakutkan.


Seorang prajurit muda yang babak belur masuk dan berlutut. Wajahnya memerah menahan tangis, dia mengetukkan kepalanya pada lantai. Dan mengatakan, "Ampun. Yang Mulia Kaisar! Saya bersalah karena ditipu dan di butakan oleh materi duniawi."


Kaisar menatap dengan datar dan mengibaskan lengan bajunya, "Katakanlah!"


"Kaisar mempercayai saya untuk menjaga keselamatan dan keamanan Pangeran Ketiga. Tapi, tepat di tengah malam sebelum perburuan....," Nada suara prajurit itu terjeda dan tubuhnya bergetar, matanya kosong seolah kehilangan jiwa dan pikiran. "Itu..., itu. Seorang pria datang menawarkan imbalan dan saya menolak namun dia mengancam dan menyiksa. Saya ketakutan dan menyetujui." Ada sedikit jeda ketika dia mendongak, tangannya terulur mengeluarkan totem emas berlambang elang yang merupakan tanda pasukan elite milik Jenderal Besar Xiu. "Orang itu memberikan saya benda ini sebagai jaminan. Dia sudah berpura-pura menjadi saya untuk menyusup di keprajuritan. Mohon Kaisar membantu menyelidiki dan memberi keadilan!"


Menteri Gao membuat pernyataan dengan menuntut, "Tuan Muda Kedua Xiu. Ini adalah kejahatan besar jika orang luar mengetahuinya. Kami tidak ada pilihan lain untuk memotong kepala semua keturunan Xiu. Ketiga Pangeran menghilang dan belum diketahui keadaannya. Semua bukti mengarah pada Nona Besar Xiu sebagai orang luar. Keluarga Xiu merupakan keluarga militer di Perbatasan Selatan yang jauh dari pengawasan, siapa yang tahu ambisi kalian untuk berkuasa." Ujarnya.


Hati Xiu Huanran bergerak, seolah-olah perlahan amarah akan menguasainya. Pikirannya sudah tak karuan memikirkan keadaan adiknya. Namun, ini adalah permainan. Di mana ketenangan sangat dibutuhkan untuk menang. Mata Xiu Huanran menyapu lurus, bereaksi seolah tidak ada apa-apa.


Dia berkata tanpa emosi; "Keluarga Xiu bisa berjalan sampai hari ini, mengandalkan kesungguhan kami bertarung di medan perang. Meski keluarga Xiu tidak kaya, tapi juga tidak akan membiarkan orang menindas kami." Wajahnya tentram namun matanya memberikan tekanan mengerikan yang tak beraturan.


"Meski tuduhan ini tak beralasan. Tapi ada ucapan Menteri Gao yang benar, Keluarga Xiu kami memang merupakan keluarga militer. Kami menjaga perbatasan dan berperang, biasanya menggunakan pedang untuk menyelesaikan masalah, tidak suka dengan diskusi." Kelicikan meningkat dimata Xiu Huanran yang mengancam.


Kaisar tetap diam menonton dan mengamati. Meskipun beberapa hal berjalan tak sesuai prediksinya. Namun, semua ini masih dalam kendalinya. Dia yang menggerakan semua orang bagai bidak.


Xiu Huanran adalah orang yang teliti, dalam detail ini dia tidak mempercayai adik perempuannya ceroboh. Kecuali pengkhianat kecil itu yang membuat ulah. Dia tahu bahwa Xiao Taoli menyusup di tempat ini sebagai prajurit, tapi mereka sudah mengerti dan selalu bermain lembut tanpa jejak.


Keheningan menenggelamkan ruangan yang beku.


Pada saat ini, tiba-tiba seorang kasim bergegas masuk dan berteriak; "Yang Mulia, Yang Mulia Kaisar! Ketiga Pangeran dan Nona Besar Xiu kembali! Surga menolong mereka!"


Mendengar itu, Xiu Huanran bangkit dan berlari keluar dengan ekspresi tegang namun sorot matanya memancarkan rasa lega yang tak terbendung.


Dia tersenyum kala melihat postur tubuh yang familiar dari samping. Orang-orang menyingkir memberi jalan. Pihak lain yang melihat akan merasa madu yang manis keluar dari matanya yang hangat.


Adik perempuannya berpenampilan begitu kuat seolah tak perlu lagi untuk dia lindungi. Namun, ada jejak dingin yang samar kala Xiu Huanran melihat wajah adiknya yang pucat dan kering dari kejauhan.


Uhuk!


Xiu Qixuan menekan dadanya. Ini menyakitkan seperti ribuan semut sedang menggerogoti jantungnya.


Matanya kabur tapi dia bisa mengenali suara ini. Tangannya bergetar memeluk pundak Huanran dan seperti bocah yang sedang menggadu, "Er'ge, aku sakit!" Katanya.


Xiu Huanran menjentikkan jari di keningnya, dan mencibir. "Konyol! Sekarang kamu baru tahu apa itu sakit." Dia mengangkat tubuh Xiu Qixuan kedalam gendongannya dan pergi. Meninggalkan semua orang yang menyaksikan adegan harmonis itu.


••••••••••••••••••••••••


Keempat orang itu segera mendapatkan perawatan yang menyeluruh dari para tabib kekaisaran. Acara perburuan sepenuhnya sudah gagal oleh kejadian ini. Kaisar tetap melakukan penyelidikan sambil menunggu mereka pulih untuk di introgasi.


Xiu Qixuan mendapat perawatan pribadi di dalam tenda miliknya. Pada saat ini, Huanran sedang membantu dengan perhatian menyuapinya obat. "Tubuhmu baik-baik saja. Tapi, kekuatan internal dan organ dalammu cedera karena memaksa mengeluarkan energi yang berlebihan." Jelas Huanran sambil mendecakkan lidah.


Dia menatap tajam pada Xiu Qixuan yang bersandar ditiang ranjang. "Bagaimana cara kau keluar dari jurang kematian?" Tanyanya sedikit mengintimidasi.


Senyum Xiu Qixuan melebar, tidak terburu-buru dia mencondongkan tubuh dan menjawab pelan. "Karena tidak ada jalan keluar. Aku memanggil Baijin Hu dan Lao Yong, kedua hewan surgawi itu membantu untuk terbang memanjat tebing. Ah.., kau tenang saja para pangeran sudah kubuat pingsan. Mereka tidak tahu bagaimana cara mereka selamat."


Huanran sejenak terbengong. Berangsur-angsur ekspresi wajahnya tampak gelap, dia selalu stress jika menangani Xiu Qixuan. Jari-jemarinya bergerak menoyor kepala sang adik, "Pantas saja kau terluka dalam separah ini. Kau menguras energi kehidupanmu berapa banyak, Ya Langit!" Makinya.


Huanran sebagai sosok keluarga, dia yang paling memahami seluruh kemampuan dan karakter Xiu Qixuan. Dia orang pertama yang selalu ada, dia orang pertama yang selalu akan menemukannya.


Menaruh mangkuk obat yang sudah kosong dengan kasar, Xiu Huanran bangkit dengan amarah yang menyeramkan. Tapi, Xiu Qixuan yang melihat itu hanya tersenyum seperti sudah terbiasa. Gadis itu hanya menganggap Xiu Huanran sebagai anjing galak yang menyalak.


"Aku akan membereskan semuanya. Kau pulihkan dirimu. Tiga hari kemudian kita kembali ke Ping'an." Tegasnya.


Prang!


Setelah kata-kata itu di ucapkan. Suara pecahan giok membentur lantai dengan keras. Kedua kakak beradik itu menoleh dan melihat sosok yang berdiri memasang ekspresi terkejut yang gugup.


••••••••••••••••••••••••••


兔年大吉 — Wishing you lots of luck this Rabbit year!