
Setelah kejadian itu Aisin Tianyi cenderung pendiam dan hanya saat bersama Zhai XinXin dia dapat lebih terbuka meluapkan segala bentuk ekspresi dari dalam hatinya.
Dia juga perlahan membuat batasan dengan Xiu Qixuan, sebenarnya Aisin Tianyi hanya begitu malu dan tidak percaya diri saat berhadapan dengan orang yang mengetahui detail keadaan dirinya yang menyedihkan.
Xiu Qixuan tidak memperdulikan itu, dia menjalani harinya dengan biasa, sesekali dia akan melihat toko besar yang sedang dibangun untuk menjadi tempat perdagangan barang dari Shen.
Selang empat hari sejak kejadian itu, barang perdagangan dari Shen datang, beberapa diantaranya masuk kedalam lumbung pemerintahan dan sisanya dijual dalam pasaran.
Xiu Qixuan semakin sibuk mengurus laporan dan berkas barang yang masuk, sampai suatu ketika kakak keduanya yaitu Xiu Huanran yang selama ini berusaha dirinya hindari karena berbagai alasan malah datang untuk menemuinya.
Saat itu Xiu Huanran menyamar sebagai pengantar barang dan utusan, dia begitu pintar sampai tidak ada yang menyadari bahwa dirinya -lah tuan dan pedagang kaya dari semua kesepakatan dengan Nanbao.
Xiu Qixuan yang sedang berada didepan lumbung pemerintahan untuk melihat barang yang baru saja datang dengan panik tetapi berusaha untuk tetap tenang memberi kode kepada Xiu Huanran agar mengikutinya untuk berdiskusi.
Dia membawa Xiu Huanran keoasis kecil disudut barat yang tertutupi banyak ilalang, "Er'ge apa yang kau lakukan?" Sentaknya kesal tetapi cukup pelan seperti berbisik.
Xiu Huanran menatap Xiu Qixuan dari bawah hingga atas, seperti memastikan keadaan yang diderita adiknya.
Kemudian Xiu Huanran menyilangkan lengannya didepan dada dan mendengus diiringi keangkuhan yang menguar, "Kau tidak memberiku kabar dan tidak menjawab pesanku," Ucapnya.
Xiu Qixuan mengerutkan alisnya dan berucap, "Hanya itu dan kau datang?" Dengan menggelengkan wajahnya, dia tidak habis pikir betapa posesifnya Xiu Huanran.
"Tentu saja, aku mengkhawatirkanmu. Pulanglah, tempat ini tidak aman. Kau berusaha menutupinya tetapi tidak ada hal yang dapat disembunyikan dari pandanganku." Balas Xiu Huanran dengan tegas menatap Xiu Qixuan.
Perkataannya jelas merujuk pada insiden pemberontakan dan kekacauan pemerintahan dalam Nanbao.
Xiu Qixuan mendengus kesal dan melirik tajam lewat ekor matanya, "Baik, memang kau yang paling hebat, tidak ada yang dapatku sembunyikan. Tetapi, bukankah ini terlalu berlebihan?" Ucapnya dengan cemberut.
Xiu Huanran mengulurkan tangan dan menarik daun telinga Xiu Qixuan dengan keras memelintirnya, "Jangan membantah lagi, tengah malam nanti akan ada yang menjemputmu." Ucapnya
Xiu Qixuan meringis dan menepis lengan Xiu Huanran kemudian berucap tegas, "Tidak bisa, bagaimana dengan perdagangan ini?" Tanyanya mencari alasan.
Sebenarnya itu bukanlah alasan yang tidak memperbolehkannya pulang, tetapi dia sedang menunggu seseorang yang dia rindukan untuk bangun dari tidur panjangnya.
"Aku dapat mengirim surat kepada calon kepala suku itu, asal kau sudah keluar dari wilayah Nanbao semuanya akan lebih mudah." Jelas Xiu Huanran
Ya, benar apa yang dikatakan Xiu Huanran. Asal dirinya sudah keluar dari wilayah Nanbao, semua akan lebih mudah.
Bahkan seorang Aisin Tianyi tidak dapat menghentikannya, dan mengenai perdagangan mereka tidak akan gegabah memutuskan perjanjian, karena saat ini mereka sudah merasakan ketersedian dan keterikatan barang dan pangan yang berbeda dari Shen. Semakin lama mereka akan cenderung bergantung akan itu.
"Tidak bisa, ini baru saja dimulai bukan?" Sergah Xiu Qixuan dengan kukuh.
Xiu Huanran memandang Xiu Qixuan dengan pandangan geli dan meledek seakan Xiu Qixuan adalah mahluk terbodoh di dunia ini, "Siapa bilang baru dimulai? Aku sudah hampir menyelesaikan bagianku, kau saja yang begitu lamban." Ucapnya dengan bangga.
Xiu Qixuan ternganga dan hampir menjatuhkan rahangnya tidak percaya, "Bagaimana mungkin? Berarti kau selama ini berada didalam Nanbao dan tidak kembali?" Tanyanya dengan kesimpulan.
Dalam kurun waktu terbilang singkat pria ini dapat menyelesaikan bagiannya untuk membangun jaringan informasi, bukankah terlalu lihai.
Saat ada sedikit celah yang diberikan padanya, Xiu Huanran dapat membuat lebih banyak celah untuk memperlebar jalannya. Hanya dengan surat perjanjian perdagangan sebagai token masuk Nanbao yang diberikan oleh Xiu Qixuan adalah suatu hal yang dapat digunakan untuk mempermudah segala hal.
Selama beberapa tahun ini dia sudah terbiasa bekerja dalam kegelapan untuk menampung dan membangun jaringan informasi, hal seperti ini tidaklah sulit.
Xiu Qixuan menghela napas panjang dan berucap pelan, "Tetap saja aku tidak bisa pergi sekarang. Ada yang belum aku selesaikan," Dengan tertunduk lesuh.
"Tuan Muda Nanbao itu," Ucap Xiu Huanran dengan singkat memberi pernyataan.
Xiu Qixuan mendongakkan wajah dan menatap sebal kearah kakak keduanya ini, "Ya, kau benar. Aku harus berada disisinya dan menunggu sampai dia terbangun," Balas Xiu Qixuan dengan menantang.
Xiu Huanran menatap kearah adiknya dengan tidak suka dan berucap tegas, "Ketahui batasanmu sebagai anggota Keluarga Xiu. Kembali dengan kerelaan atau aku sendiri yang akan menyeretmu pergi sampai tidak memiliki kesempatan lagi untuk bertemu dengannya." Dengan tatapan tajam bak mata pedang yang menembus tubuh Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan memiliki sifat yang keras kepala dan tidak suka diatur, dia balas menatap tajam dan bersikeras untuk melawan kakak keduanya ini. "Kau tidak bisa memutuskan kehendakku," Balasnya tajam.
Xiu Huanran mengerjapkan matanya tidak percaya saat melihat respon Xiu Qixuan yang begitu bersikeras untuk tetap tinggal, tetapi dia juga memiliki sifat yang tidak ingin kalah kemudian dia berucap, "Baiklah, kalau itu mau -mu. Aku akan pastikan kau tidak dapat menemui pria itu lagi," dengan ancaman yang begitu menyakiti hati adik perempuannya.
Xiu Qixuan tentu sangat mengerti sifat Xiu Huanran yang akan melakukan apa yang sudah dia ucapkan, ancaman itu bukan sekedar ancaman, dengan kekuatan yang dimiliki Xiu Huanran tentu saja itu akan mudah dilakukan untuk menghancurkan kehidupan seorang Sima Junke.
Napas Xiu Qixuan memburu karena amarah, dia sangat tidak menyukai paksaan. Menarik napas panjang untuk menetralkan perasaan yang menyesakan dan tidak menyenangkan ini, Xiu Qixuan kemudian berucap pasrah, "Beri aku waktu lagi, hanya berikan sedikit kesempatan."
Xiu Huanran yang melihat ekspresi sedih Xiu Qixuan sedikit luluh karena tidak tega, tetapi dia tetap harus tegas untuk membawa adiknya ini kembali, "Baiklah, sampai tengah malam setelah acara penobatan Kepala Suku Nanbao yang baru." Ucapnya membuat keputusan.
Saat acara besar seperti itu tentu saja akan lebih mudah untuknya membawa pergi Xiu Qixuan karena keramaian yang terjadi akan membuat seseorang tidak fokus.
Itu akan berlangsung seminggu lagi, dan Xiu Qixuan hanya memiliki waktu selama seminggu untuk menyelesaikan perdagangan dan berada disisi Sima Junke.
Aisin Tianyi masih memiliki hutang dua permintaan dengannya, hal itu akan dia gunakan dengan sebaik mungkin dan secerdas mungkin.
Kemudian Xiu Huanran kembali melembut dan mengusap pucuk kepala Xiu Qixuan dengan sayang, "Jangan melibatkan terlalu banyak perasaan, atau kau akan terluka lagi." Pesannya
Setelah mengucapkan itu Xiu Huanran berbalik pergi, meninggalkan Xiu Qixuan yang tidak mengerti dan terdiam dengan beban menyesakan karena ketidakrelaan dihatinya.
••••••••••••••
Sampai seminggu kemudian berlalu dan acara penobatan akan berlangsung, kesibukan dan antusiasme terjadi diantara banyak kalangan—mulai dari rakyat, pelayan, pengawal dan pejabat pemerintahan.
Hanya Xiu Qixuan yang tertunduk lesuh, dia menghabiskan waktunya untuk berada disisi Sima Junke setelah tugas sebagai perantara perdagangan selesai dan berjalan stabil.
Tetapi sampai batas akhir sesuai kesepakatan dengan Xiu Huanran, Sima Junke yang dirindukannya tidak kunjung terbangun, mungkinkah mereka memang tidak ditakdirkan untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai?
•••••••••••••••