
"Nona Besar," Panggil Xiao Rou keras menghampiri Xiu Qixuan yang wajahnya memerah. Dirinya mengira majikannya dilukai dan dianiaya oleh Yao Yunmei.
Hei, Xiao Rou salah besar! karena siapa orang yang dapat menganiaya Xiu Qixuan?
"Kau tidak apa?" Tanya Xiao Rou dirinya melirik Yao Yunmei dengan pandangan menuduh yang sangat kentara.
Yao Yunmei mengerutkan kening dia tidak suka disalahkan. Dirinya menghampiri adik iparnya yang terlihat menjulurkan lidah dan mengkipas-kipas.
"Bai Li ambilkan salju diranting pohon dan taruh dikain bersih," Perintah Yao Yunmei, langsung dituruti oleh pelayan pendampingnya yang tidak banyak bertanya.
"Nyonya Yao, untuk apa barang itu? Tidakkah kita seharusnya memanggil tabib untuk Nona Besar?" Tanya Xiao Rou mempertanyakan tindakan Yao Yunmei.
"Tidak perlu, mulut majikanmu hanya terbakar karena meminum teh panas dalam sekali teguk," Ucap Yao Yunmei memandang Xiu Qixuan dengan pandangan geli, adik iparnya itu masih fokus dengan tangan mengkipasi lidah yang menjulur.
"Kebetulan sekali sudah memasuki musim dingin dan salju turun di Kota Ping'an, setidaknya bisa meredakan panas yang menjalar di mulutnya," Lanjut Yao Yunmei tidak dapat menahan lagi dirinya terkekeh geli.
Xiu Qixuan yang mendengar kekehan wanita didepannya langsung menoleh menatap tajam dengan tatapan permusuhan.
******
"Kau seharusnya memberiku segelas air bukannya salju-salju itu dimasukan kemulut-ku," Oceh Xiu Qixuan kesal saat dirinya sudah merasa lebih baik.
"Aku tidak kepikiran," Jawab Yao Yunmei Singkat masih memandang Xiu Qixuan dengan pandangan geli.
"Bilang saja ingin menindasku," Ucap Xiu Qixuan masih saja mengoceh karena kesal.
"Kau gadis yang sangat menyenangkan kalau sikapmu yang jujur dan apa adanya seperti ini keluar," Ucap Yao Yunmei tidak berbohong, karena dia bisa membedakan perbedaan sikap Xiu Qixuan yang berpura-pura seperti sebelumnya dan yang apa adanya seperti saat ini.
"Terimakasih tetapi aku sudah tahu, Kau tidak perlu memujiku," Jawab Xiu Qixuan tidak membatasi diri lagi.
"Baiklah, Sebagai balasannya aku akan menjawab pertanyaanmu sebelumnya dengan jujur dan apa adanya juga," Ucap Yao Yunmei membenarkan posisi duduknya untuk menjelaskan beberapa hal.
"Tentu saja, kau memang harus jujur kalau tidak aku akan mendepakmu keluar dari kediaman ini," Ucap Xiu Qixuan angkuh.
Yao Yunmei terkekeh kecil, dan berucap
"Tidak perlu merepotkan dirimu sendiri, aku tidak ingin dan tidak akan keluar dari Kediaman Xiu walaupun kau menjadi musuhku,"
Xiu Qixuan mengernyitkan kening tidak suka karena Yao Yunmei memandangnya rendah.
"Aku mencintai Xiu Jierui," Ucap Yao Yunmei dengan lugas,
Xiu Qixuan terdiam memandang Yao Yunmei dengan penuh tanya, dia ingin mendengar dan menganalisis ucapan Yao Yunmei selanjutnya.
Yao Yunmei mengeluarkan sepotong giok yang terbelah dan menaruhnya dimeja kudapan memperlihatkan kepada Xiu Qixuan.
"Aku teman masa kecil Xiu Jierui, Mendiang Nyonya Wen dan ibuku membuat perjodohan kami saat itu," Lanjut Yao Yunmei
"Mainstream sekali kisah kalian," Gumam Xiu Qixuan pelan sedikit menggelengkan kepala,
"Kau bicara apa?" Tanya Yao Yunmei tidak mendengar jelas ucapan Xiu Qixuan.
"Ah tidak, lanjutkanlah." Jawab Xiu Qixuan
"Awalnya aku tidak mengetahui perjodohan ini, tetapi beberapa bulan lalu ibuku memberiku giok tanda pertunangan ini padaku," Ucap Yao Yunmei dengan pandangan menerawang.
"Saat itu Xiu Huanran belum lahir begitupun juga dirimu," Ucao Yao Yunmei menatap Xiu Qixuan yang sedang memakan cemilan.
"Xiu Jierui kecil memperlakukanku selama hampir tiga tahun dengan hangat dan penuh perhatian, kami bermain dengan riang dan bahagia, dia menggendongku saat aku jatuh dan terluka--bahkan kakak lelaki pertama-ku saja tidak pernah memperlakukanku seperti itu." Jelas Yao Yunmei dengan antusias bercerita.
"Aku menyukainya, menanyakan keberadaannya pada ibuku saat dia menghilang--pergi ke Kota Ping'an dan tidak menemuiku lagi, sejak saat itu aku hanya mengenangnya sebagai seorang lelaki yang sempat aku kagumi,"
"Saat aku sudah tumbuh lebih besar dan mulai mengerti beberapa hal, aku tetap mencari berita dan kondisinya--dengan statusku sebagai Nona Perdana Menteri-- mempermudahku menemukan informasi tentangnya. Lima tahun lalu saat Jierui berusia empatbelas tahun-- dirinya menyandang status Wakil Jenderal atas persetujuan Kaisar, dirinya mempertahankan Kota Ping'an dari serangan suku bar-bar, Aku mengetahuinya dan sangat mencemaskannya." Lanjut Yao Yunmei dengan sendu.
"Bisakah kau melewatkan bagian itu, Jelaskan saja bagaimana kau menikah ke Kota Ping'an?" Tanya Xiu Qixuan menyela, dirinya tidak ingin mendengar kisah percintaan yang penuh perjuangan karena terpisah jarak.
Yao Yunmei mengangguk mengiyakan karena dirinya juga merasa hal itu tidak perlu.
"Ibuku memberiku giok pertunangan itu beberapa bulan lalu, tepat saat pengumuman pemilihan Putri Mahkota akan segera berlangsung. Ayahku langsung menghubungi Jenderal Besar, memberitahu bahwa Mendiang Nyonya Wen meninggalkan wasiat pertunangan kami, Jenderal Besar baru menerima pesan itu beberapa minggu lalu--Ayah Mertua menyetujuinya dan aku kemudian langsung berangkat tepat sebelum hari pemilihan Putri Mahkota," Jelas Yao Yunmei
"Pemilihan Putri Mahkota?" Tanya Xiu Qixuan
Yao Yunmei mengangguk, dan berucap
"Pemilihan Putri Mahkota sudah berlangsung beberapa hari lalu, aku belum mendapat kabar siapa yang terpilih,"
"Kenapa kau tidak mengikutinya saja? Daripada datang jauh ke kota perbatasan menikah dengan orang yang tidak mengingat bahwa kau ada didunia ini," Tanya Xiu Qixuan dengan pernyataan yang cukup menohok hati.
"Menurutmu, Apakah menjadi Putri Mahkota itu menyenangkan dan bahagia?" Tanya Yao Yunmei ingin tahu pendapat Adik Iparnya, dia ingin mencobai--apakah Adik Iparnya mempunyai ambisi haus kekuasan layaknya Nona Bangsawan lainnya.
"Tidak tahu, tetapi aku rasa tidak. Karena Pangeran Mahkota pasti akan mempunyai wanita lain, itu sangat tidak menyenangkan." Jawab Xiu Qixuan dengan lugas tanpa berpikir terlalu banyak.
"Tapi ada satu hal yang membuat bahagia jika menjadi Putri Mahkota," Lanjut Xiu Qixuan dengan pandangan menerawang.
Yao Yunmei mengernyitkan kening, memandang dengan ekspresi bertanya.
"Kekayaan! Putri Mahkota pasti mempunyai banyak barang berharga dan emas yang berlimpah," Ucap Xiu Qixuan terkekeh membayangkan dirinya diliputi kekayaan yang segudang banyaknya.
Yao Yunmei ingin sekali menjatuhkan rahangnya, Gadis didepannya ini sungguh berterus terang saat membahas emas dan barang berharga.
Xiu Qixuan berdeham canggung dirinya merapihkan posisi duduknya menjadi tegak dan anggun,
"Aku sudah sedikit mengerti beberapa hal sekarang, tetapi apakah Perdana Menteri Yao juga tidak ingin kau menikah dengan keluarga kerajaan?" Tanya Xiu Qixuan memandang Yao Yunmei dengan dalam.
Yao Yunmei tergagap saat Xiu Qixuan menanyakan hal itu, gadis ini cerdas tetapi dibeberapa saat dia dapat terlihat bodoh karena perilakunya sendiri.
"Ayahku---" Ucap Yao Yunmei terpotong karena Xiu Qixuan mengangguk-anggukan kepala seperti sedang berpikir dan menyetujui isi pikirannya sendiri.
"Tidak perlu dijelaskan, Aku mengerti. Perdana Menteri tidak ingin kau menikah dengan keluarga kerajaan karena dirinya di Pengadilan bersifat netral, Kalau kau menikah dengan salah satu Pangeran--Perdana Menteri tidak dapat bersifat netral lagi karena dirinya harus membantu menantunya," Ucap Xiu Qixuan menjabarkan isi pikirannya.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Yao Yunmei heran dan cukup kagum,
"Menebak saja," Jawab Xiu Qixuan singkat, sebenarnya dia diberitahu sedikit oleh Xiao Rou tentang sahabat ayahnya yaitu Perdana Menteri Yao dan menganalisis beberapa poin baru dari ucapan Yao Yunmei.
••••••••••
Yao Yunmei dan Xiu Qixuan