Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Melupakan Tujuan Awal



Tiga Hari Kemudian


"Xuan'er, kondisi tubuhmu baru membaik. Tidak perlu mengikuti Huanran melakukan perjalanan bisnis, biarkan Dagē yang merawatmu dikediaman," Bujuk Xiu Jierui melihat betapa antusiasnya Xiu Qixuan memasukan kotak besar berisi barangnya ke karavan.


Xiu Qixuan menghampiri Xiu Jierui dan memeluk lengan kakak pertama-nya dengan manja. Dia kemudian berucap,


"Dagē, tidak perlu khawatir. Sebenarnya aku juga tidak ingin pergi, tetapi ada yang harus aku lakukan, dan perjalanan bisnis ini adalah salah satu kesempatanku. Anggap saja aku sedang pergi berlibur," Jawab Xiu Qixuan berusaha menenangkan kakak lelaki pertama-nya,


"Tetap saja kau harus memperhatikan tubuhmu, pergi dengan kondisi seperti ini bukan hanya diriku yang cemas, tetapi Ayah juga mencemaskanmu," Ucap Xiu Jierui sebal, mencubit kedua pipi Xiu Qixuan dengan gemas.


"Tetapi, kalian tidak bisa melarangku," Ucap Xiu Qixuan dengan pancaran bangga dikedua bola matanya, dengan kedua pipi yang dicubit gemas oleh Xiu Jierui ucapan yang dikeluarkan tidak ada pancaran kesombongan melainkan seperti dia bertingkah konyol.


Xiu Jierui menjauhkan kedua tangannya dari pipi Xiu Qixuan, dia kemudian menghela napas sebal,


"Sulit sekali menangani tingkahmu, sampai Ayahpun menyerah dan menyetujui permintaanmu," Ucap Xiu Jierui,


Benar saja apa yang diucapkan Xiu Jierui, sejak tiga hari yang lalu Xiu Qixuan merajuk dan mogok berbicara, kemudian dia mengancam ketiga pria keluarga Xiu dengan kata-kata khasnya yaitu berisi kalau mereka melarangnya pergi, dia tetap akan pergi dengan caranya sendiri.


Itulah yang membuat ketiga pria itu menyetujui, karena kalaupun mereka melarang, Xiu Qixuan tetap akan pergi seorang diri, daripada membiarkan hal itu terjadi lebih baik membiarkannya mengikuti Xiu Huanran yang akan menjaganya. Ketiga pria itu mulai memahami sifat Xiu Qixuan yang tidak bisa dilarang, Xiu Qixuan akan selalu keras kepala dengan keinginan dan kehendaknya.


Ji Gui pun kemarin datang berusaha membujuk Xiu Qixuan tetapi bukannya mendapatkan hasil malah dirinya yang mendapat godaan dan rayuan khas Xiu Qixuan,


"Guru, bilang saja kau tidak ingin aku menghilang dari pandanganmu barang sejenak karena takut kau akan merindukanku," Ucap Xiu Qixuan saat itu kepada Ji Gui,


Perjalanan kali ini Xiu Qixuan sudah memiliki Xiao Rou yang akan mengurus keperluannya secara pribadi, membuatnya tidak begitu kerepotan seperti perjalanan sebelumnya.


Xiao Taoli tidak memiliki informasi khusus dari Toko Embun Persik, dia hanya memiliki informasi bahwa pemilik toko tersebut adalah pedagang kaya yang berasal dari Xia Utara dan keempat pembunuh itu adalah salah satu pengunjung istimewa yang sering berkunjung.


Tetapi, menurut Xiu Qixuan informasi itu sudah termasuk cukup, hanya dari informasi tersebut dia bisa mengetahui garis besar bahwa Qiaofeng memiliki masalah yang berkaitan dengan orang Xia Utara.


Singkiran dahulu masalah Qiaofeng, sekarang mari kita mulai perjalanan Xiu Qixuan untuk menemukan tanaman surgawi.


*****


Beberapa Hari Kemudian


Dipertengahan musim gugur, rombongan Xiu Huanran sampai di Kota Lian. Waktu perjalanan ke kota ini berjalan lebih lambat dari perjalanan bisnis yang biasanya mereka lakukan, karena membawa seorang Nona Muda didalam kereta kuda membuat mereka lebih berhati-hati.


Xiu Huanran membeli kediaman kecil di Kota Lian, karena ingin membuat Xiu Qixuan merasa nyaman dan aman daripada di penginapan yang ramai pengunjung asing.


Xiu Qixuan tidak memperdulikan hal itu terlalu banyak, dia hanya ingin cepat ke Hutan Guang mencari tanaman surgawi dan bisa kembali sedikit bersantai.


Saat ini hari kedua sejak mereka tiba di Kota Lian, Xiu Huanran sedang sibuk dengan pekerjaannya dibeberapa toko miliknya.


Xiu Qixuan mulai merencanakan bagaimana mencari tanaman surgawi itu tanpa khawatir dirinya bertemu pembunuh dan binatang buas. Dia tidak ingin melibatkan begitu banyak orang dengan urusannya ini.


Menemukan satu ide yang menurutnya cocok dijadikan alasan,



"XuanXuan, Aku sudah siap. Mari kita berburu, aku akan memanah rusa besar untukmu. Kita akan memakan daging rusa malam ini," Ucap Xiao Taoli bergaya dengan panahan dilengannya,


"Taotao-ku memang yang paling keren dan pengertian," Jawab Xiu Qixuan mengacungi kedua jempol tangannya kearah Xiao Taoli.


"Xiao Rou, kau bisa bersantai sejenak di kamarmu, anggap saja aku memberimu cuti atas kinerja baikmu," Ucap Xiu Qixuan kearah Xiao Rou yang memperhatikan mereka sejak tadi,


"XuanXuan, kau benar ingin pergi berburu? Apakah Tuan Muda Kedua sudah memberi izin?" Tanya Xiao Rou memastikannya sekali lagi, dia takut dengan hukuman pukulan dari Xiu Huanran karena lalai menjaga Nona Besar.


"Jangan khawatir aku tidak akan melibatkanmu dalam masalah," Jawab Xiu Qixuan menenangkan pelayan pendampingnya,


Heh, bukankah Xiu Qixuan sudah beberapa kali karena keonaran-nya membuat jantung pelayan pendampingnya ini hampir copot.


"Aku sudah mendapatkan izin dari Er'ge. Kalau dia tetap terus mencariku dan membuatmu terdesak--berikan kertas ini padanya," Ucap Xiu Qixuan memberi kertas yang dilipat kepada Xiao Rou,


"Taotao, ayo kita pergi," Ucap Xiu Qixuan bergegas keluar dari kediaman kecil itu,


Bawahan Xiu Huanran yang melihat mereka hanya menunduk dan membukakan gerbang kediaman, sebelumnya mereka sudah diberi pesan oleh Xiu Huanran persilahkan Adik Perempuannya keluar kediaman.


Xiu Qixuan belum bisa mengendari kuda seorang diri, dia duduk diboncengan Xiao Taoli yang mengendarai kuda keluar Kota Lian menuju Hutan Guang yang tidak terlalu jauh.


Saat tiba ditengah Hutan Guang, Xiao Taoli mulai memburu beberapa kelinci kecil yang terlihat di antara semak-semak. Xiu Qixuan yang tidak tega melihat kelinci itu dipanah, mulai mengeluh melarang Xiao Taoli memanah kelinci kecil.


Tetapi, Xiao Taoli mulai memberi pengertian bahwa mereka ini sedang berburu dan anggap saja mereka adalah pemburu sungguhan. Apakah seorang pemburu sungguhan memilih-milih mangsa yang ada dihadapannya?


Xiao Taoli mengajari Xiu Qixuan cara memanah dengan benar, seharian itu mereka habisakan dengan berburu dan Xiu Qixuan yang belajar memanah, panah yang ditembakan Xiu Qixuan melesat tidak menentu arah. Bahkan tidak ada satupun hewan yang berhasil dipanah oleh Xiu Qixuan.


Matahari sudah berada diufuk barat, Xiao Taoli menyudahi kegiatan belajar memanah tersebut,


"XuanXuan, Hari akan gelap lebih baik lanjutkan lagi besok," Ucap Xiao Taoli disebelah Xiu Qixuan yang sedang berjongkok dan ditutupi semak-semak.


"Syutt, Taotao jangan menimbulkan banyak suara. Biarkan aku mencoba yang satu ini," Jawab Xiu Qixuan berbisik pelan tanpa menoleh,


'Wushhh' Panah yang ditembakan Xiu Qixuan melesat cepat dan mengenai kaki seekor kelinci,


"Aku berhasil," Ucap Xiu Qixuan senang, dia kemudian berlari menghampiri kelinci buruannya, dia menggendong dan mengelus kelinci tersebut kemudian berucap kata maaf.


Suara tapak kaki kuda terdengar,


"XuanXuan, Naiklah," Ucap Xiao Taoli mengulurkan tangannya kearah Xiu Qixuan,


Xiu Qixuan menyambut uluran tangan tersebut kemudian Xiao Taoli mengendari kuda keluar hutan menuju Kota Lian, Setelah beberapa saat suasana disekitar hening hanya ada suara serangga kecil dan kepakan sayap burung, Xiu Qixuan mulai membuka suaranya.


"Apakah kita langsung menuju ke Kota Lian?" Tanya Xiu Qixuan,


"Tentu saja," Jawab Xiao Taoli,


"Tapi aku merasa ada sesuatu yang kurang," Gumam Xiu Qixuan, dia masih belum mengingat tujuan pentingnya datang ke Hutan Guang.


"Kita belum mendapatkan rusa besar pantas kau merasa ada yang kurang, tapi tenang saja di kesempatan berburu selanjutnya aku akan mendapatkannya untukmu," Jawab Xiao Taoli mendengar gumaman Xiu Qixuan,


"Mungkinkah? Tetapi aku rasa bukan itu," Jawab Xiu Qixuan bingung dengan perasaan yang mengganjal, dia berusaha menggali ingatannya.


"Aiyaa!! Bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting itu," Teriak Xiu Qixuan heboh,


Xiao Taoli kaget dengan teriakan Xiu Qixuan, kuda yang dikendarainnya pun sedikit oleng tetapi dia berhasil mengendalikannya.


"XuanXuan, Ada apa denganmu? Kenapa berteriak?" Tanya Xiao Taoli sebal, memberhentikan kudanya.


"Maaf, Aku tidak sengaja. Lanjutkan saja perjalanan ke Kota Lian," Jawab Xiu Qixuan tersenyum canggung,


Xiao Taoli pun menuruti menarik tali kekang kuda, tetapi dia kemudian melihat rusa betina yang besar sedang memakan rumput beberapa jarak di depan mereka.


"XuanXuan, tunggulah disini aku akan dengan cepat memanah rusa itu," Ucap Xiao Taoli, turun dari kuda, meninggalkan Xiu Qixuan diatas kuda seorang diri.


Xiu Qixuan hanya mengangguk--dia sedang berpikir bagaimana caranya menuju Hutan Guang lagi untuk esok hari, karena hari ini saja dia membodohi Xiu Huanran agar tidak memberi pengawasan padanya.


Xiu Huanran tidak mudah untuk dihadapi, Xiu Qixuan harus berpikir dan merencanakan ini dari jauh-jauh hari sejak dirinya diperjalanan.


Tanpa disadari tangannya menarik tali kekang kuda dengan keras, kuda tersebut mengamuk dan berjalan dengan cepat tidak menentu arah.


'Ngikk' Suara kuda meringkik


Xiao Taoli yang mendengar suara kuda dan tapak kaki kuda yang berlari menjauh langsung berusaha mengejarnya,


"Waakkkkhh... Taotao, Tolong aku!" Teriak Xiu Qixuan berusaha mengendalikan kuda tersebut,


"XuanXuan, Kendalikan kuda tersebut!" Teriak Xiao Taoli masih berusaha mengejar kuda yang berlari cepat memasuki semakin dalam Hutan Guang.


"Aku tidak bisa, Bagaimana caranya?" Teriak Xiu Qixuan yang semakin menjauh dari Xiao Taoli,


Suara Xiao Taoli sudah tidak terdengar lagi, pria itu sudah tertinggal jauh, kuda tersebut tetap terus berlari, Xiu Qixuan memang tali kekang kuda tersebut terus berusaha menghindari tabrakan dengan pohon-pohon besar.


Hari semakin gelap, suasana dalam hutan begitu hening mencekam dengan ringkikan kuda dan suara seorang gadis yang sesekali berteriak berusaha mengendalikan kuda yang dia naiki.


'Bruk' Tubuh Xiu Qixuan terpelanting membentur sebuah pohon besar,


'Uhuk' Dia memuntahkan seteguk darah segar,


Kuda yang dia naiki sudah tenang dan hanya diam beberapa langkah didepannya.


"Kuda gila," Rutuk Xiu Qixuan.


Meratapi nasibnya--lagi dan lagi sendirian ditengah hutan tanpa tahu arah, padahal dia sudah antisipasi membawa Xiao Taoli disisinya untuk menghindari hal seperti ini terjadi tetapi kuda ini mengacaukannya.


"Aku rasa kali ini lebih baik, asal tidak bertemu orang yang sedang dikejar pembunuh dan menguburkan mayat seorang diri," Gumam Xiu Qixuan berusaha beranjak berdiri dengan memegang batang pohon, tubuhnya sakit terbentur begitu keras.


•••••••••