Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Kilasan Balik III



Malam di Desa Kui begitu sunyi, para warganya memiliki jam malam untuk menghentikan segala aktivitas dan pergi beristirahat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.


Xiu Qiaofeng bersandar di pilar penopang ranjang, dia tersenyum bahagia saat mengelus juga mengajak berbicara bayi yang berada di dalam perutnya.


Gadis itu, bukan—ralat karena dia bukanlah seorang gadis lagi. Wanita muda itu merasa dirinya tidak akan pernah kesepian lagi sejak mengandung sang buah cintanya.


Biasanya saat malam hari dia akan selalu bergegas untuk tidur lebih awal karena merasa jenuh juga kesepian. Sekarang, setiap malam selama beberapa bulan ini dia menyempatkan diri untuk bercerita banyak hal kepada bayinya yang belum lahir.


Tiba-tiba suara hembusan angin dan gemercik langkah kaki terdengar dari arah luar. Xiu Qiaofeng terlihat kesulitan untuk beranjak karena perut besarnya, dia berwaspada menatap kearah pintu dan jendela rumah kecilnya.


'Brakk...' Pintu terbuka lebar terlihat seorang gadis berpakaian mewah seperti seorang bangsawan. Dia membawa beberapa pelayan dan pengawal.


Xiu Qiaofeng mengernyitkan kening tidak suka dan berucap keras, "Aku tidak tahu ada angin apa yang membuat rombongan monyet liar ini datang kerumah kecilku." Suaranya tegas dan tajam menohok penuh ejekan. Dia memang memiliki hati lembut tetapi tidak akan mudah untuk ditindas.


"Hanya gadis desa sepertimu ini, atas dasar apa menghinaku?! Apalagi bermimpi untuk masuk kedalam keluarga kekaisaran!" Geram gadis bangsawan itu penuh keangkuhan yang tak tertahankan. Perlahan dia melangkah masuk membawa para bawahannya yang sekarang mengacaukan setiap sudut rumah.


Dia adalah Ling Yihua, Nona Besar dari Menteri Keuangan Kekaisaran Xia Utara. Terobsesi kepada Xia Qian Che dan menggunakan segala cara untuk menyandang status sebagai Wangfei.


Posisi menteri keuangan dalam pemerintahan begitu besar dan mengakar dalam. Ayahnya dapat meminta titah kaisar untuk membiarkannya memasuki Wangfu milik pangeran kedua. Tetapi Xia Qian Che juga memiliki kuasa untuk menolak. Membuatnya sangat frustasi.


Tiba-tiba sebuah pencerahan dia dapatkan dari Pangeran Mahkota. Sebuah informasi mengenai kekasih rahasia Xia Qian Che diluar istana Kekaisaran. Beberapa hasutan masuk kedalam pikirannya, mengira bahwa Pangeran Mahkota merestui karena sudah membantu jalannya.


Tetapi dia tidak tahu bahwa Pangeran Mahkota sedang memperalatnya untuk membuat Xia Qian Che jatuh terpuruk dan berkonflik dengan Menteri Keuangan.


Ling Yihua perlahan mendekati Xiu Qiaofeng yang sedang terdiam menyembunyikan keresahan di lengannya yang terkepal sangat erat.


"Siapa yang mengirimmu?" Tanya Xiu Qiaofeng dengan datar dan suram. Napasnya sudah memburu hebat penuh kegelisahan.


Tangan Ling Yihua terulur untuk mencengkeram dagu mungil milik Xiu Qiaofeng. "Kau jalang sialan!" Teriaknya nyaring dengan penuh amarah saat melihat perut Xiu Qiaofeng yang membulat besar. Kuku-kuku runcingnya menancap tajam dirahang milik wanita hamil itu.


"Kalian cepat ikat wanita ini!" Perintahnya menggila seperti kerasukan iblis.


"Ya, Nona." Jawab para bawahannya serentak menghampiri Xiu Qiaofeng dan menyeret wanita hamil itu tanpa belas kasih.


Xiu Qiaofeng berontak dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Benturan keras sesekali mengenai tubuhnya, dengan kepayahan dia berusaha melindungi perutnya yang terdapat dua nyawa di dalam sana.


Orang ini terlalu banyak untuk dilawan dan rumah para tetangga juga terpetak jauh. Berteriak meminta tolong adalah suatu hal yang dia bisa. Tetapi para orang ini dengan cekatan menyumpal mulutnya.


Ling Yihua terduduk angkuh menatap Xiu Qiaofeng yang terikat dilantai, kemudian dia berucap, "Kau tidak mengenalku, bukan? Perkenalkan aku adalah Ling Yihua putri pertama dari Menteri Keuangan Xia Utara. Sekaligus calon istri Pangeran Kedua, Xia Qian Che." Suaranya riang dan penuh keceriaan seolah-olah dia membagikan sesuatu hal yang membahagiakan.


Tubuh Xiu Qiaofeng bergetar menatapnya dengan penuh emosi amarah ketidakberdayaan.


"Hah, rumah ini terlalu kecil dan kau juga terlihat kesepian." Ucapnya dengan menghela napas panjang kemudian mengedarkan pandangan kesudut rumah yang sudah hancur berantakan, tentu saja dia berpura-pura prihatin.


"Bagaiman jika aku membantumu untuk mengeluarkan bayi itu agar dapat segera menemanimu?" Lanjutnya dengan mengetuk pelan dagunya seolah sedang berpikir keras.


Xiu Qiaofeng menggeram keras dan berusaha memberontak, wanita hamil itu sudah mengetahui jelas maksud jahat Ling Yihua.


"Aku belum memutuskan tetapi kau sudah berontak. Baiklah, anggap saja kamu menyetujuinya. Kalian cepat bantu dia melahirkan anak!" Ucapnya dengan sirat bahagia melambaikan tangan memerintahkan bawahannya.


'Bukk..Bukk...' Tendangan dan pukulan diterima tubuh wanita hamil itu. Mereka terlalu kejam!


Xiu Qiaofeng berusaha melindungi bagian perutnya dengan segenap raga. Airmata sudah mengalir deras karena ketidakberdayaan. Tetapi dia tidak boleh menyerah.


Salah satu pelayan menyadari bahwa Xiu Qiaofeng selalu dapat menghindari pukulan diperut. Dengan cekatan untuk menyenangkan hati sang majikan, dia mengambil bagian— menunggu waktu yang tepat dan, 'Bukkk..' Hantaman keras diperutnya membuat Xiu Qiaofeng terpelanting jauh berteriak kesakitan dalam diam.


Darah mengalir membanjiri kedua kakinya, tubuhnya membiru memar. Tubuhnya bergetar hebat mengerang kesakitan, matanya menjadi kabur. Jantungnya nyaris saja berhenti karena merasakan ketakutan akan kehilangan sosok mungil yang sudah lama ia tunggu.


Dengan kekuatan terakhir yang di milikinya, perlahan dia merangkak kesudut ruangan, begitu kepayahan menyeret tubuhnya yang membesar, luka-luka disekujur tubuhnya kembali pecah dan mengeluarkan banyak darah.


Ling Yihua tidak memperhatikan gerakan sekecil itu karena dia sedang dilingkupi emosi kebahagiaan saat melihat Xiu Qiaofeng tak berdaya dan sangat menyedihkan merangkak dibawah kakinya.


'Prang...Woosshh..' Kabut berwarna hijau tebal seketika melingkupi seluruh ruangan. Satu persatu orang jatuh dengan tubuh menggelepar mati. Xiu Qiaofeng melemparkan botol berisi racun aneh yang mematikan.


"Kau—! Uhukk... ayahku akan membalasmu—," Teriakan terakhir yang dimiliki oleh Ling Yihua sebelum akhirnya dia jatuh menggelepar dengan cairan darah keluar dari lubang mata, hidung, dan telinganya.


Xiu Qiaofeng melihat semua itu dengan wajah sendu. Tidak menyangka racun baru yang dikembangkannya harus dipakai hari ini untuk membunuh banyak orang.


••••••••••


Tiga Hari Kemudian


"Bibi Jin, kamu harus bersembunyi. Bawa Zhiwen dan Zhishu ketempat yang aman. Aku percaya padamu!" Ucap Xiu Qiaofeng dengan pancaran kukuh nan tegas dikedua bola matanya. Wanita muda itu menggenggam erat tangan keriput milik Bibi Jin.


Xiu Qiaofeng melahirkan dengan paksaan obat-obatan yang diminumnya karena untuk menyelamatkan sang bayi yang sudah kritis dalam kandungan.


Terdengar kejam memang, tetapi dia harus cepat mengeluarkan bayinya. Dia melahirkan pasangan naga dan phoenix, bayinya begitu mungil dan rentan.


Pada saat ini, Xiu Qiaofeng baru terbangun dari kondisi koma tetapi beberapa orang berpakaian hitam dan penuh otoritas yang kejam sedang mencarinya. Dengan cekatan dan kegelisahan dia menulis secarik surat untuk Xia Qian Che yang akan dititipkan kepada Bibi Jin bersama dengan bayi mereka.


"Pergilah bibi, kumohon jaga Zhiwen dan Zhishu." Pintanya dengan kedua bola mata yang memerah layu. Dia menciumi kedua bayi mungil yang berada diatas ranjang itu penuh kasih sayang dan cinta seorang ibu.


"Baiklah, kau harus cepat menyusul untuk rawat anakmu sendiri." Balas Bibi Jin dengan tegas tetapi terdapat sirat keresahan dan kesedihan yang mendalam di nada bicaranya.


Kemudian dengan hati-hati Bibi Jin dibantu oleh seorang kepercayaannya bergegas menggendong kedua bayi tersebut dan berjalan keluar rumah untuk menaiki kereta kuda sederhana, kedua bayi mungil itu yang mengerjap polos meninggalkan sosok ibunda yang menjadi tameng mereka untuk menghadang bahaya dari belati para pembunuh.


Suara tapak kaki kuda dan derakan gerbong terdengar nyaring yang perlahan semakin menjauh, membuat Xiu Qiaofeng yang masih berada di dalam rumah kecil itu memejamkan mata menahan sesak di dalam dada.


••••••••••••


Wangfei : Permaisuri Pangeran


Wangfu : Kediaman Pangeran


Pasangan naga dan phoenix: Kembar lelaki dan perempuan.